King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Uang dan kekuasaan
Semua murid melihat kiri kanan. Mereka masih menebak siapa pelakunya. Karena sampai sekarang mereka belum tau siapa pelakunya.
"Ditangan ibuk sudah ada bukti dan juga nama-nama pelaku" kata buk Lili.
"Sebutkan Buk, nama-nama mereka" kata murid cowok.
"Ibuk akan bacakan nama-namanya. Setelah itu namanya yang terpanggil, segera pergi ke ruangan kepala sekolah" kata buk Lili.
Wali kelas tau masalah ini tidak bisa ia selesaikan sendiri. Karena ini melibatkan anak salah satu donatur di sekolah. Jadi ia tidak bisa mengambil keputusan sendiri.
"Monika, Velisya, Friska dan Viona silakan pergi ke ruangan kepala sekolah" kata buk Lili.
Monika dan teman-temannya kaget kenapa nama mereka berempat di panggil sama guru. Bukankah nggak ada yang tau kalau mereka yang sudah membakar baju itu.
"Gue sudah nebak sih kalau mereka berempat pelakunya " kata salah murid cewek.
"Iya, kenapa mereka berempat selalu membuat masalah" kata teman di sebelahnya.
"Mungkin karena papanya salah satu donatur sekolah, jadi suka bertindak seenaknya" kata murid satunya.
Monika sangat kesal mendengar omongan ketiga murid cewek itu.
"Ayo cepat Monika" kata buk Lili.
"Baik Buk" jawab Monika.
Monika dan teman-temannya segera pergi ke ruangan kepala sekolah.
"Amelia dan Queenza, silakan ke kantor kepala sekolah " kata buk Lili.
"Baik Buk" jawab Queen dan Amelia.
Queenza dan Amelia pun keluar dari kelas. Mereka menyusul Monika dan teman-temannya.
"Hei cewek miskin!" kata Monika.
Amelia kaget, karena tiba-tiba saja Monika berbicara dengan nada tinggi.
"Lo itu nggak akan pernah bisa menghukum gue dan teman-teman gue. Jadi percuma saja Lo ngadu sama wali kelas " kata Monika.
"Yakin nggak bakal bisa dihukum?" tanya Queenza.
"Tentu saja yakin. Lo pikir gue ini bakal bisa tersentuh sama hukum di sekolah?, nggak bisa. Karena gua putri dari salah satu donatur tetap di sekolah ini " kata Monika.
"Kita lihat saja nanti. Apakah putri manja ini bisa dihukum atau tidak" kata Queenza.
Queenza memuji rasa percaya diri Monika. Dia tidak tau saja kalau Queenza juga putri salah satu donatur tetap di sekolah dan juga putri dari penguasaan kota Z.
Tok.
Tok.
Tok.
"Masuk" kata kepala sekolah.
Monika dan teman-temannya masuk ke dalam ruangan kepala sekolah. Diikuti sama Queenza dan juga Amelia.
Di dalam ruangan kepala sekolah sudah ada kepala sekolah dan juga guru BK. Sekarang mereka menunggu wali kelas sepuluh B.
"Silakan duduk" kata kepala sekolah.
Queenza dan Amelia duduk di sofa yang ada di ruang itu. Begitu juga dengan Monika dan teman-temannya.
"Kalian ini murid baru, tapi sudah membuat masalah besar " kata Guru BK.
Tak berselang lama, wali kelas sepuluh B sudah datang.
"Ini bukti rekaman suara Monika dan teman-temannya, Pak" kata buk Lili.
Rekaman suara. Dimana buk Lili mendapatkan rekaman suaranya.
Monika menatap Queenza. Sekarang ia tau siapa yang memberikan rekaman suara itu pada Buk Lili.
"Sekarang jelaskan pada bapak dan juga ibuk guru kalian. Kenapa kalian membakar seragam Amelia" tanya kepala sekolah.
" Karena kami nggak suka sama Amelia" jawab Monika.
"Hanya karena nggak suka terus kalian membakar seragam sekolahnya?" tanya kepala sekolah.
"Iya Pak. Amelia itu nggak pantas berada di sekolah ini" kata Monika.
Amelia menundukkan kepalanya. Ia sedih mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Monika.
"Jangan pernah tundukkan kepala kamu. Kamu itu pantas berada di sekolah ini" kata Queenza.
Amelia beruntung memiliki sahabat seperti Queenza. Hanya Queenza yang selalu berada disisinya saat dia sedang dalam masalah.
" Hanya karena lo nggak suka sama Amelia, bukan berarti Lo bisa melakukan hal sejahat itu. Apalagi Amelia tidak pernah mengganggu Lo dan juga teman-teman Lo itu " kata Queenza.
"Lo nggak usah ikut campur. Kalian berdua itu sama aja, sama-sama nggak pantas berada di sekolah ini" kata Viona.
"Gue bisa diterima di sekolah ini, itu membuktikan kalau gue dan Amelia pantas berada di sekolah ini" kata Queenza.
"Tenang-tenang. Sekarang bapak tanya sama Amelia, apakah Amelia mau memaafkan Monika dan teman-temannya?" tanya kepala sekolah sama Amelia.
Queenza menggelengkan kepalanya.
"Saya ingin Monika dan teman-temannya di hukum Pak" kata Amelia.
"Masalah ini cuma masalah sepele. Jadi nggak perlu ada hukuman" kata kepala sekolah.
Monika tersenyum mendengar ucapan kepala sekolah. Padahal dia sudah bilang tadi, kalau ia dan teman-temannya tidak akan kena hukum. Tapi Amelia malah ngeyel.
" Nggak bisa gitu dong Pak. Perbuatan Monika dan teman-temannya sekarang ini sudah keterlaluan. Jadi mereka harus di hukuman " kata Buk Lili.
"Buk, saya tidak bisa menghukum Monika. Ibuk kan tau, orang tuanya salah satu donatur sekolah kita" kata kepala sekolah.
"Maaf saya kurang setuju dengan bapak kepala sekolah. Hanya karena dia anak donatur di sekolah ini, bapak sampai lupa sama peraturan sekolah ini. Dan setau saya bukan cuma orang tua Monika saja yang donatur di sekolah ini. Masih banyak donatur yang lain" kata Queenza.
"Kamu tau apa tentang sekolah ini. Kamu itu baru sekolah disini. Saya tidak ingin karena masalah sepele ini orang tua Monika nggak mau lagi menjadi donatur sekolah ini. Dan teman kamu itu bisa di cabut beasiswanya" kata kepala sekolah.
Monika tersenyum puas mendengar ucapan kepala sekolah. Untung papanya jadi donatur di sekolah ini. Jadi dia tidak akan pernah dihukum kalau melakukan kesalahan.
"Queen, sudah. Kita nggak akan menang" kata Amelia.
"Tenang ya, kamu cukup duduk manis" kata Queenza.
Queenza ingat apa kata saudara kembarnya. Kekuasaan harus dilawan dengan kekuasaan juga. Sekarang ia mengerti sistem buruk di sekolahnya ini.
Queenza mengambil ponselnya. Ia menghubungi donatur nomor satu di sekolahnya itu.
Assalamualaikum Daddy.
Wa'alaikumsalam sayang, tumben Queen telpon jam segini. Nggak belajar?.
Belajar Dad. Tapi Queen ada sedikit masalah.
Masalah apa sayang.
Sahabat Queen dibully dan sekarang dia minta keadilan. Tapi kepala sekolah malah mempersulitnya.
Queen ingin Daddy melakukan apa.
Queen ingin anak-anak yang membully sahabat Queen dihukum. Daddy bisa bicara dengan kepala sekolahnya.
Tentu bisa sayang.
Ok, makasih Daddy.
Queenza menyimpan kembali ponselnya. Sekarang ia menunggu ponsel kepala sekolah berbunyi.
Drrrttt.
Ponsel kepala sekolah bergetar, ia melihat siapa yang berani menghubunginya di jam segini. Ia kaget melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
Ha..hallo tuan.
Saya mendapatkan aduan dari putri saya kalau kamu menindasnya.
Putri anda.
Kepala sekolah melihat ke arah Queenza. Sekarang ia sadar kalau anak perempuan yang ada dihadapannya, putri dari orang yang berkuasa di kota Z.
Maaf tuan, saya tidak tau kalau dia putri anda.
Saya tidak mau tau, kamu harus menghukum anak-anak yang sudah berbuat jahat. Dan jangan coba-coba kamu melindungi mereka.
Ba..baik tuan.
Kepala sekolah mengambil tissue. Seketika tubuhnya berkeringat. Hampir saja ia membuat orang yang berkuasa di kota Z marah.
Hanya dengan satu kali telpon saja, sudah membuat kepala sekolah gemetar. Kira-kira Daddy ngomong apa ya sama kepala sekolah.
"Baiklah, apa yang dikatakan sama buk Lili benar. Kalau perbuatan Monika dan teman-temannya sudah keterlaluan. Jadi mereka harus di hukum" kata kepala sekolah.
Queenza tersenyum mendengar ucapan kepala sekolah. Ternyata uang dan kekuasaan bisa merubah segalanya.
"Pak, kenapa saya dihukum?" tanya Monika.
"Sudah-sudah, jangan ada yang protes. Untuk hukumannya ibuk serahkan pada guru BK" kata guru BK.
Lo pikir cuma orang tua Lo yang punya kekuasaan. Orang tua gue jauh lebih berkuasa.
To be continued.
Happy reading guys 🤗🤗🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰