Indonesia
NovelToon NovelToon
Poligamy Berbuah Derita

Poligamy Berbuah Derita

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: monir al fadhil

Namaku Dwi Anjany,
Aku terlahir dari keluarga sederhana yang lahir didesa terpencil di Jawa Timur.
Aku menikah diusia yang sangat muda atas perjodohan dari orang tua,dikarenakan keterbatasan ekonomi aku dan suamiku merantau ke negri jiran.
Setelah sekian lama kami dirantauan,akhirnya kami bisa membuat rumah walau agak kecil namun aku tetap bersyukur karena bisa membuat rumah.
Tapi setelah satu tahun dari pembuatan rumah,suamiku mulai lain terhadpku,dia mulai dingin dan acuh tak acuh terhadapku.
Hingga akhirnya aku mendapat kabar dari temanku bahwa suamiku menikah lagi,awalnya aku tidak percaya. Tapi aku terus menyelidiki dan sampai akhirnya aku bisa melihat sendiri,aku menangis menahan rasa sakit hati karena aku harus dimadu.
Aku memaksa suamiku untuk menceraikan aku,mulanya dia tidak mau menceraikan aku. Tapi dengan segala usaha yang aku lakukan,suamiku akihrnya menceraikan aku.
Dan setelah masa iddahku selesai,aku dilamar oleh seorang laki laki yang ngakunya tidak punya istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon monir al fadhil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Cerai

Akhirnya Mas Musa meninggalkan rumah Dwi dan terus pergi kerumah Istri mudanya dengan menggunakan Taxi Online yang ia pesan sebelumnya...

Sesampainya dirumah Istri mudanya,Mas Musa menceritakan tentang apa yang terjadi dirumah Dwi.

Mila hanya diam menyimak semua penuturan suaminya itu,ya Mila namanya Istri atau pelakor dari Mas Musa itu.

Wajah Mila sudah mulai pucat dan mengeluarkan keringat dingin dari dahinya,ia sudah merasakan ketakutan terhadap madunya itu. Karena pernikahannya dengan Mas Musa sudah di ketahui oleh Dwi,dan Dwi sudah pasti tidak akan tinggal diam dengan semua itu.

Dirumah Dwi..

Dwi tetap berkurung diri didalam kamarnya tanpa makan dan minum,ia merasa kenyang setelah mengetahui kebenaran dan pengakuan suaminya. Tangisan dan air mata terus mengalir dari matanya,hingga bantal yang sengaja dibuat alas untuk kepalanya saat tidur sudah mulai basah.

Sunyi kian mencekam,cacing didalam perutnya sudah mulai bernyanyi memberi tanda bahwa Dwi sudah lapar. Karena dari tadi siang Dwi tidak makan.

Dwi mencoba untuk bangun untuk pergi kedapur sekedar mau melihat masih adakah sisa makanan untuknya.

Sesampainya didapur,Dwi tidak menemukan apa apa. Lalu Dwi mencoba untuk membuka kulkas yang ia punya,karena siapa tau didalamnya masih ada sisa sisa buah yang biasa ia beli.

Karena dari semenjak ia menikah dengan Mas Musa,biasanya Mas Musa selalu membelikan Dwi buah buahan yang ia suka. Dan Dwi sendiri apabila gajian,ia selalu membeli buah buahan dan disimpan didalam kulkas miliknya.

Setelah ia buka ternyata cuma ada buah apel mirah itupun cuma sebiji,tampa berpikir panjang Dwi pun mengambil dan mengupasnya. Dengan lahapnya Dwi memakan,sampai sampai hampir tersedak dibuatnya.

Setelah habis,Dwi kembali kekamarnya dan terus merebahkan badannya yang lelah dan lemas keatas ranjangnya. Karena tenaganya sudah sudah terkuras habis oleh sikap suaminya yang selama ini ia sayangi dan ia cintai.

Tampa menunggu lama,Dwi pun terlelap hingga terdengar kukuk ayam yang menandakan bahwa malam sudah berlalu dan pagi sudah menjelma.

Dwi bangkit dari tidurnya,dan terus menuju kekamar mandi yang ada disebelah rumahnya. Setelah selesai melaksanakan Shalat Subuh,Dwi terus menuju kedapurnya untuk memasak ala kadarnya. Sekedar mengganjel perutnya yang sudah dari tadi malam menahan lapar karena ia akan pergi bekerja.

Seperti biasa,jam 07.00 pagi sudah waktunya para pencari uang di Negri Jiran itu harus berangkat kerja.Dwi pun dengan badan lemasnya ia tetap berusaha tegar,demi sebuah pekerjaan yabg ia tekuni dari dulu.

Dwi adalah sesosok orang yang rajin bekerja,karena dia memang sudah terlatih oleh nenek moyangnya dikampung. Selain ia berwajah cantik,budi pekertinya pun juga baik. Jadi banyak teman teman sekerjanya yang selalu dekat dengan Dwi,karena orangnya juga peramah.

"Hai Dwi...!" Sapa salah satu temannya sesampainya diatas bangunan itu.

"Hai juga Mbak Nur...!" Shut Dwi datar seraya membalikkan badannya dan menatap temannya itu.

"Kamu mau kerja Dwi? Apakah kamu sudah betul betul sehat?" Tambahnya Mbak Nur dengan rasa iba terhadap Dwi.

"Iya Mbak Nur aku mau kerja,siapa tau dengan bekerja ini aku sedikit bisa menghilangkan rasa sakit hati dan rasa benciku kepada Mas Musa si bajingan itu.."

"Memang Sumimu kenapa Dwi?" Mbak Nur sengaja menelisik apa sebetulnya tujuan Mas Musa menikah lagi.

"Tidak apa apa Mbak Nur,aku males untuk bicara...! Mending kita kerja yuk...!" Sahut Dwi seraya membalikkan badannya dan terus berlalu meninggalkan Mbak Nur yang mematung.

Hari terus berlalu,sedangkan Mas Musa sudah lebih satu minggu tidak datang menemui Dwi.

Dwi selalu berharap bahwa Mas Musa akan datang,bukan karena ia rindu atau apalah. Tapi ia akan meminta cerai dengan suaminya itu dan membagi harta yang dimilikinya.

Minggu pun berlalu tampa hadirnya Mas Musa,namun Dwi tetap tabah dan sabar. Bahkan setiap harinya ia terus bekerja dan bekerja,agar sedikit demi sedikit bisa menghilang rasa sakit hatinya kepada Mas Musa. Dan yang paling penting adalah untuk melupakan semua kenangan manis dan indah diwaktu bersama suaminya,suka duka yang ia alami dan ia jalani bersama suaminya sudah menumpuk karena sudah hampir sepuluh tahun ia menikah dengan Mas Musa.

Setelah hampir satu bulan Mas Musa tidak menemui Dwi,akhirnya dia datang juga disaat Dwi betul betul membutuhkannya. Karena Dwi sudah bulat dengan keputusannya sendiri,bahwa ia akan meminta cerai kepada suaminya.

Mas Musa datang dengan menggunakan mobil dan menyetir sendiri,entah dia meminjam pada temannya atau dia memang sudah membeli mobil sendiri. Namun Dwi tidak merasa tertarik dengan apa yang ia lihat,karena yang ada didalam pikirannya cuma menginginkan penceraian.

"Hai Dwi....!" Tegur Mas Musa seraya turun dari mobilnya.Dwi hanya melototi dan menatapnya dengan penuh kebencian.

Dwi bangkit dari duduknya dan terus masuk kedalam kamarnya,sedang Mas Musa mengikuti Dwi dari belakang. Setelah sampai didalam kamarnya,mereka duduk dan bermaksud untuk berbincang.

Dengan hati yang terlalu sakit,Dwi mengungkapkan kemauannya kepada Mas Musa Suaminya itu

"Mas...! Mumpung kamu datang kesini,aku ada hal yang ingin dibicarakan sama Mas....!" Dengan suara parau Dwi mengeluarkan suaranya.

"Iya Dwi....! Ada apa?"

"Tolong ceraikan aku Mas...! Aku tidak mau dimadu,jadi aku mengalah saja Mas..! Karena setelah aku pikir pikir,ngapain aku harus menerimamu lagi untuk menjadi suamiku...! Sedangkan kamu sendiri yang mengatakan kalau aku tidak akan pernah punya anak denganmu...!"

"Aku tidak akan pernah menceraikan kamu Dwi,karena walau bagaimanapun aku masih mencintaimu..! Jadi aku mohon sama kamu agar kamu mau dimadu...!"

"Tidak Mas.....! Aku sudah terlanjur sakit hati dan aku juga sudah tidak sudi lagi untuk disentuh olehmu...!"

"Dwiiiiiiiii.....!" Mas Musa membentak Dwi dengan suara laki lakinya yang membuat Dwi terkejut lagi.

Tapi kali ini,Dwi tetap berusaha kuat dan tidak meninggikan suaranya. Dwi sudah hafal dengan sikap Suaminya itu,jadi kalau Dwi meninggikan suaranya,sudah pasti Mas Musa tidak akan mau menceraikannya.

Lalu Dwi bersimpuh dihadapan suaminya dan memohon agar mau menceraikannya. Tapi lagi lagi usaha itu gagal,karena Mas Musa tetap bersikeras dengan keputusannya.

Dwi yang mulai tadi memelas,namun Suaminya masih tetap dengan keputusannya. Akhirnya Dwi bangkit dan berlari kedapur mengambil pisau pemotong sayur yang ada didapurnya,lalu kembali kepada suaminya dan menyodorkan pisau itu keleher Suaminya.

Dwi mengancam akan membunuh Suaminya itu,tapi dengan kekuatan yang tidak sebanding dengan kekuatan suaminya.

Maka dengan begitu mudah suaminya mengambil pisau yang Dwi pegang,dan karena rasa marah dan terkejut,Mas Musa sudah hilang kendali. Ia langsung menendang Dwi hingga membuat tersungkur kelantai.

Dwi menangis menjerit kesakitan,dan akhirnya Dwi pun pingsan lagi. Sedangkan Mas Musa yang tadinya memegang pisau,sekarang pisau itu sudah dibuang entah kemana. Mas Musa terus meraih dan merangkul Dwi yang sudah pingsan dan terus membaringkan diatas ranjangnya.

1
Monir Monir
pengalaman saya sendiri waktu di malaysia,,istri saya kerja sebagai kuli di bangunan tempat kerjanya. sedangkan saya kerja sebagai derever truk untuk sebagai pengantar barang,dan mobil yang saya punya adalah pemberian sementara dari bos. apakah itu tidak masuk akal.kamu punya otak atau tidak sih.? mikir dong mbak Endang supriati yang terhormat.
Endang Supriati
kerja jd kuli digambarkan Cantikkk. mana ada bodohh, jd kuli.hitam dekilll, muka kusam,tangan kasar kaya badak. mukanya penuh jerawat,komedo,terlihat tuaa, umur 25 tjn kaya umur 50 thn.
Monir Monir: terima kasih atas semua komentarmu mbak Endang yang terhormat,,,tapi menurut saya peribadi,tidak semua orang yang kadi kuli bangunan itu terlihat seperti yang mbak Endang katakan. malah banyak dari kalangan TKW yang bekerja sebagai kuli bangunan di malaysia terlihat cnatik kok. atau entah jangan jangan mbak Endang sendiri yang terlihat hitam,kusam,dekil,jerawatan dan penuh komido persis seprti hati mbak Endang yang meremehkan orang lain dan menghinanya.
total 1 replies
Endang Supriati
ceeita apa sih!!!!!!!!!! istri kerja jd kuli bangunan! terus suami kerja naik mobil!!
hadeh halu banget! klu istri kerja jd kuli atau jd BABUUUUU. PANTES SUAMINYA BAWA,BECA,ATAU GEROBAKKK
Monir Monir: hhh.....benar sekali katamu kak Endang. Tapi satu hal yang harus kamu bahwa di malaysia semua orang bisa punya mobil karena lain dengan indonesia,punya uang satu ribu ringgit saja bisa punya mobil lo kak Endang. jadi jangan sok pintar dan sok kaya deh kamu dong embak,dengan menghina orang yang kamu kenal hanya di sosmed.
total 1 replies
Endang Supriati
cerita aneh, istrinya jd kuli! sedanh suaminya punya mobil! ino cerita utk org streds
Elok Pratiwi
cerita ga jelas ... cerai ga mau dimadu ehh menikah kembali dg laki laki yg sdh beristri dan punya anak ... pengalaman penulis kah ... cerita buruk
Endang Oke: bener banget
total 2 replies
Endang Oke
sholat kok main dukun ! musyrikkk tahu. mending dewi main laki2 lagi zinah sama lski2 lain biar musa ceraikan kamu!! dr pada musyrik dasa yg tdk diampuni! neraka tempatmu dwi
Monir Monir: Nauzdubillah min zdalik..semoga kami berdua tidak temasuk golongan orang orang yang musyrik. dan semoga kami berdua diselamatkan dari api neraka. aamiin.
total 1 replies
Rani Ummi
gak ngerti inj ceritanya...kyknya othor cerita bt dirinya sendiri bkn bt pembaca
Monir Monir: maaf bunda..cerita ini memang tidak menarik untuk dibaca. dan cerita ini juga memang untuk diriku sendiri,karena cerita yang aku tulis disini adalah kisahku sendiri bersama istriku yang sampai saat ini istriku masih sakit-sakitan dari tahun 2014 silam.
total 1 replies
adie_izzati
ni nth apa2 jln cerita, masa laki pertama poligami bukan main marah skg sendiri yg rela dipoligami...apa hal ni..ni la yg dikatakan meludah ke langit jatuh ke muka sendiri...malas mo continue bacany... perempuan munafik + murahan juga...
adie_izzati: Cerita ny uda best Thor.. Cuma saranan sya tegas kn watak mcny. Klo nga dukung poligami maka kekalkan begitu. Jgn ubah.. Masa awal cerita beria benar nga rela di poligami terus di pertengahan cerita kok mau aja di poligami. Ni umpama menipu pembaca loh
total 2 replies
Max >w<
Sejak membaca cerita ini, saya merasa lebih bahagia.
Aishi OwO
Bagus banget, jadi mau baca ulang dari awal lagi🙂
🏹💕mycupidaneko💘🐈
Cepat update, jangan biarkan kami menunggu terlalu lama!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!