Daniel Deron Kenzo, Dikenal sebagai sosok pria yang dingin dan juga berparas sangat tampan, Namun dibalik sikap dingin ya itu ada tersimpang masa lalu yang belum bisa Daniel lupakan, Yaitu tentang perselingkuhan Kevin Deron Kenzo (Papah Daniel) dan Yuliana, Yang mengakibatkan Mamah Daniel bunuh diri Vanesa Deron Kenzo.
Sampai suatu hari, Daniel dipertemukan dengan sosok seorang anak perempuan yang sangat ceria dan cantik yaitu Selin Callista Amor di sebuah taman sekolah Daniel.
Namun, Suatu hari setelah pertemuan itu Daniel kecil tidak bertemu lagi dengan Selin kecil, Daniel tampak sangat semakin murung dan merasa sangat kesepian. Hingga Daniel menyuruh anak buahnya mencari Selin sampai kemana pun. Namun hasilnya pun tetap mengecewakan.
Setelah Daniel Dewasa, Daniel pun menjalankan bisnis gelapnya, Yaitu perdagangan senjata api secara ilegal. Namun bukan hanya Daniel saja, Ada begitu banyak juga yang menjalankan bisnis ini, Tetapi tidak sesukses Daniel, Maka dari itu Daniel di tandai sebagai King Mafia yang paling Disegani diantara para Mafia. Dibalik kesuksesan ya itu Daniel memiliki banyak musuh, Salah satunya itu adalah Varon Calsta yang juga seorang Mafia.
Setelah Daniel kecil dan Selin kecil dewasa, Akankah mereka dipertemukan kembali??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 4
"Harsan... Sejak kapan saya kamu lihat mengasihi orang seperti moster betina itu hhmmm...?." Tanya Daniel.
"Maaf tuan!". Hanya itu yang mampu di ucapkan oleh harsan.
"Baiklah sesuai dengan perkatan mu kali ini dia akan saya ampuni dengan tidak mencabut nyawanya, Tapi tidak dengan melepaskannya dari kandang singa yang telah dia bangunkan sendiri." Ucap Daniel dengan senyum smirknyaa.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu
tok tok tok
"Masuk". Ucap harsan.
Kemudian munculah seorang pelayan yang sedang membawa beberapa botol minuman alkohol dan di hadiri 3 orang wanita cantik dan seksi. Tentu saja mereka sangat bahagia saat melihat Daniel yang lagi membutuhkan belaian mereka. ini adalah kesempatan emas buat valen, Sasa dan Nia bisa bersenang-senang dan menghabiskan waktu bersama dengan Daniel Deron Kenzo.
Dengan suara manja yang sedang dibuat-buat oleh valen dan sasa langsung bermanja-manja di dada bidang Daniel. Namun daniel tidak berkutik sedikit pun, Pikirannya hanya tertuju pada satu orang saja yaitu Selin si pembuat hari Daniel tidak menyenangkan.
Beberapa menit kemudian valen angkat bicara tampa menatap wajah Daniel.
"Sayang ada apa siang-siang begini datang ke club ini? kami kan jadi enggak bisa berdandan cantik-cantik." Ucap valen dengan suara manja yang dibuat-buat dan langsung mencium pipi kiri Daniel.
Daniel tidak menanggapi lagi pertanyaan valen. bahkan Daniel mangangap pertanyaan valen adalah angin yang baru saja lewat.
"Hihihihi" Sasa pun langsung tertawa cilingkukan, "Valen kamu ini ada-ada saja dehh, Kamu enggak tau ya? Mungkin saja tuan Daniel sedang merindukan kita! iyakan tuan?" Ucap Sasa sambil mengedip-edipkan sebelah matanya.
Namun Daniel kembali tidak merespon ucapan dua sejoli yang sedang bermanja-manja itu.
Sedangkan Nia tidak banyak bicara, Dia sedang asik menuangkan minuman alkohol itu kedalam gelas Daniel dan juga Harsan dan untuk dirinya juga. sekali-kali melirik Harsan yang sama sekali tidak tertarik dengan wanita. tetapi Nia tidak mau mencampuri urusan pribadi yang sedang dilayani ya itu
.
Dilain tempat Selin langsung berdiri dari lantai. Ditatapnya sahabatnya itu lekat-lekat dan langsung dipeluknya lagi dan mereka pun menangis kembali. Lain halnya dengan para karyawan yang lain yang sudah disibukkan dengan pekerjaan masing-masing dan kembali melakukan aktivitas lagi. Namun para karyawan tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini yang menimpa Selin. Sehingga membuat mereka sangat berhati-hati dalam bekerja.
Setelah Selin dan Yohana selesai berpelukan, Edwar langsung menyuruh Selin untuk masuk keruangan kerjanya. Selang beberapa menit kemudian selin telah berdiri di depan meja kerjanya Edwar dan menundukkan kepalanya, Selin tidak berani menatap wajah bosnya itu.
"Selin kamu taukan letak kesalahan kamu dimana?" Tanya Edwar yang sedang sangat marah pada Selin.
"Saya tau bos!" Jawab Selin dengan mata yang telah berkaca-kaca, Selin tau betul apa yang akan dikatakan bos besarnya itu.
"Baguslah kalau kamu tau. Sekarang kamu boleh kemas semua barang-barang kamu. karna saya tidak akan mempertahankan atau mempekerjakan karyawan seperti kamu yang telah menghancurkan usaha ku. Kamu tidak akan tau apa yang akan dilakukan oleh tuan Daniel terhadap Restoran ini dan beberapa usahaku di luar sana." Ucap Edwar prustasi sambil mengacak-acak rambutnyaa
"Hikss.hikss. hikss" Tangisnya selin ketika mendengar kata-kata Edwar, Selin juga bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Edwar juga. Tetapi Selin tidak bisa berbuat apa-apa, Dan hanya kata Maaf-lah yang bisa selin ucapkan kepada bos besarnya itu.