Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 04

Dua bulan kemudian ...

Cahaya gorden sutra berwarna gelap menyaring sinar matahari, membuat ruang tengah rumah mewah itu dengan sinar lampu yang remang di dalam ruangan privat.

Arga duduk di sofa kulit berwarna hitam, dengan senyum licik dan penuh hasrat memburu, senyum yang begitu merekah menatap Rena yang berdiri tegak di hadapannya dengan penampilan yang begitu seksi dan mempesona.

"Pak Arga ... Kenapa kamu menyuruhku untuk datang ke rumahmu? Saat ini istrimu ada di dalam rumah," tanya Rena pelan, jari-jarinya melilit ujung baju dengan santai.

Arga bangkit berdiri, ia perlahan melangkah mendekat lalu memeluk Rena dari belakang. Hidungnya menghirup aroma wangi sampo yang dipakai oleh Rena, bibirnya mendekat ke belakang telinga wanita itu. Jari tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi leher.

"Aku sebentar lagi akan mendapatkan segala yang ada di keluarga ini ... Sedikit lagi, seluruh kekayaan dan kekuasaan ini akan sepenuhnya menjadi milikku." Suaranya berat dan rendah, jari telunjuknya menyentuh lembut dagu Rena dengan hawa yang begitu hangat.

Rena diam mematung sejenak, namun sorotan matanya menyimpan ambisi yang tidak kalah besar. Udara di antara mereka terasa memanas diiringi dengan nafas yang memburu dari keduanya di dalam ruangan itu.

"Aku tahu kamu sangat cerdas Rena. Kamu bisa menjadi nyonya muda di rumah ini, setelah rencanaku berhasil, kamu akan mendapatkan itu semua, gelar, kekuasaan dan harta." bisiknya, jari-jarinya merambat lembut dari leher turun ke dada, menyentuh kancing baju yang dikenakan Rena.

Rena menahan pergerakan tangan itu dengan lembut, menatap tajam ke arah Arga. "Pak Arga ... Apa maksud ucapan mu itu?"

Arga kembali mencium leher putih mulus itu, napasnya memburu. "Kamu hebat, Rena. Hanya selangkah lagi kita berdua akan menguasai semuanya."

Rena berbalik menatapnya, senyum menyeringai tipis di bibirnya, tangannya menyentuh bidang dada Arga dengan gerakan menggoda.

"Tentu saja aku sangat pintar. Tapi ... menjadi nyonya muda? Itu terdengar mustahil. Aku tahu persis apa rencana aslimu. Tidak mungkin aku menjadi nyonya muda dengan mudah untuk saat ini."

Rena duduk santai di sofa, menyilangkan kakinya dengan percaya diri dan memamerkan kedua pahanya.

"Istrimu memang buta sekarang. Tapi apakah Pak Arga benar-benar yakin rencanamu berjalan sempurna, dan akan berhasil sekarang?"

Arga maju selangkah lebih dekat, wajahnya langsung berubah tajam dan dingin. "Rena ... Kamu tenang saja."

Ibu jarinya mengusap bibir Rena dengan pelan dan menekan lembut berkali-kali. "Saat ini perusahaan sudah sepenuhnya di bawah kendaliku. Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi langkah ku, untuk menguasai semuanya dan mendapatkan apa yang aku inginkan sekarang."

Arga kembali mendekat ia melangkah satu langkah, mendekap tubuh Rena dengan erat, mencium leher wanita itu dengan penuh nafsu di iringi nafas memburu, dan semakin gragas lebih brutal dari sebelumnya.

"Sekarang tunjukkan kepadaku seberapa besar ambisimu untuk mendapatkan posisi Nyonya muda ini." Tangannya dengan cepat membuka kancing baju Rena satu per satu. "Apa kamu mengerti maksud ku?"

Sentuhan hangat itu membuat Rena memejamkan mata, tubuhnya pasrah terhimpit di antara sofa dan tubuh Arga. Ciuman turun ke belakang telinga, semakin ke bawah, hingga mereka larut dalam ciuman yang penuh gairah.

Tak ...

Tak ...

Tak ...

Langkah kaki pelan terdengar jelas dari luar pintu.

"Sayang ... Sayang ..." Panggilan lemah Kirana terdengar samar.

SRET!

Rena tersentak kaget, matanya melotot ke arah pintu yang tertutup. Wajahnya seketika langsung berubah pucat pasi.

"Hhh ..." desisnya nyaris tak bersuara. "Istrimu ada di luar."

"Sayang! Kamu di mana?" Suara Kirana terdengar lagi, kali ini lebih dekat dengan mereka.

Rena berusaha mendorong dada Arga, ingin melepaskan diri dari dekapan nya. Namun Arga terlihat begitu tenang, ia bahkan tidak berhenti mencium dan mengecup Rena dengan penuh nafsu.

"Diam! Istriku tidak bisa melihat kita," bisiknya pelan, lalu kembali mencium leher Rena dengan gerakan lebih liar dan brutal.

Ceklek!

Pintu didorong lalu terbuka. Kirana melangkah masuk perlahan, kedua tangannya terulur meraba-raba benda dan udara di depannya.

"Sayang. Apa kamu ada di sini?"

Rena semakin gelisah. "Pak Arga, istrimu—"

"Sst ..." Jari telunjuk Arga menempel di bibir Rena. "Diam saja, atau kamu akan tahu akibatnya." Ia menarik tubuh Rena semakin rapat, lalu menoleh sekilas ke arah pintu. "Istriku tidak akan pernah bisa melihat apa yang terjadi di ruangan ini. Dia tidak mungkin bisa melihat kita."

Napas Rena tersengal-sengal ia begitu ketakutan, saat itu ia tidak berani bergerak sedikit pun.

SRET!

Arga menarik baju Rena dengan kencang sehingga terbuka lebar, memperlihatkan bagian dalam wanita itu, lalu menunduk mencium bagian dada wanita itu dengan penuh hasrat. Kirana terus melangkah masuk ke dalam ruangan tempat mereka bersembunyi.

"Sayang ... Kamu di mana ...?"

Arga sama sekali tidak menghiraukan panggilan istrinya, ia mengabaikan panggilan istrinya.

Arga bergerak semakin liar dan brutal, ia mengangkat paha Rena tinggi-tinggi ke pinggangnya. Membuat Rena meliuk-liuk menahan suara saat kedua pahanya melingkar di pinggang Arga, ketakutan bercampur gairah membuat suasana semakin mencekam menyelimuti ruangan itu.

Kirana terus meraba sekelilingnya, langkahnya makin dekat. "Sayang! Apa kmau ada di sini? Sayang ..."

Tiba-tiba telinga Kirana menangkap samar suara gerakan napas yang tertahan.

"Ada siapa di sana? Sayang, apakah itu kamu?"

Ia berjalan semakin mendekat ke arah mereka. Arga seketika menghentikan gerakannya, mengangkat tubuh Rena dan memindahkannya sedikit menjauhi sofa.

BRUK!

Kaki Rena tak sengaja menyenggol tumbler di atas meja di samping, menimbulkan suara keras yang memecah keheningan dan membuat matanya terbelalak dan terbuka lebar sambil menutup mulutnya.

Kirana tersentak mundur satu langkah saat mendengar suara benda yang terjatuh, tubuhnya gemetar. "Siapa ... siapa yang ada di sana?"

Arga melepaskan pelukannya, memberi isyarat mata agar Rena diam dan merapikan pakaiannya dengan tergesa-gesa. Rena berdiri dengan pakaian yang berantakan, wajahnya pucat pasi menahan napas.

"Tetap di sini. Jangan bergerak sedikit pun," bisik Arga dingin.

Di tengah kegelapan yang menyelimuti matanya, pendengaran Kirana menjadi jauh lebih tajam dari sebelumnya. Ia bisa merasakan kehadiran orang lain di ruangan itu, meski tak bisa melihat wujudnya.

"Sayang ... Kamu di mana ... Hiks ... Hiks ..." Isaknya mulai terdengar, suaranya gemetar ketakutan sekaligus sedih.

Kirana melangkah perlahan mendekat ke arah tempat Rena yang sedang berdiri kaku sambil menahan nafasnya.

"Sayang ... Kamu disini? Sayang ..."

Rena menahan napas sekuat tenaga, matanya terbelalak menatap wanita yang buta itu. Wajahnya begitu pucat di iringi perasaan takut.

Tangan Kirana terulur, meraba-raba udara di depannya ...

Semakin dekat ...

Semakin dekat ...

... Dan ujung jari tangannya menyentuh sesuatu yang hangat dan lembut.

Gppp ...?

1
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
Muft Smoker
waah siapa lgii itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!