Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pahlawan Kesialan

Tak dapat menahan keseimbangannya, tubuh Saka meluncur ke depan. Telapak tangan Saka tanpa sengaja tepat mendarat di bokong gadis yang hendak ditolongnya.

Merasakan tepukan di bagian belakangnya, sontak gadis itu berbalik. Matanya seketika membelalak, pipinya memerah menahan amarah.

Saka melemparkan cengiran untuk menutupi kegugupan dan rasa malunya. Niatnya mau menolong malah terjadi insiden tidak terduga.

Secepatnya Saka berdiri. Pria itu langsung menangkupkan kedua tangannya. “Maaf, saya nggak sengaja. Tadi—“

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Saka sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya. Suara tamparan begitu nyaring terdengar, hingga membuat orang-orang yang berada di halte langsung menoleh kepada mereka.

Mereka tampak meringis seolah ikut merasakan sakit dan perih karena tamparan gadis itu. Saka mengusap pipinya yang masih berdenyut. Dibanding rasa sakit, rasa malu tentu saja lebih mendominasi.

“Dasar cowok mesum!” maki gadis itu.

“Maaf, saya nggak sengaja. Kaki saya tersandung tadi,” Saka mencoba membela diri.

“Mana ada orang mesum ngaku!” jawab sang gadis berapi-api. Kini semua perhatian tertuju pada Saka. Bahkan pencopet yang hendak melakukan aksinya memilih pergi.

“Saya minta maaf, saya benar-benar nggak sengaja,” kembali Saka menangkupkan kedua tangannya.

Walau hatinya dongkol mendengar ucapan sang gadis, dia berusaha tetap tenang. Karena kejadian tadi memang salahnya.

Saka merasa terselamatkan ketika melihat bus yang ditunggunya tiba. Pria itu segera masuk ke dalam bus meninggalkan gadis tadi.

“Sial banget aku hari ini,” rutuk Saka dalam hati.

Niatnya ingin menolong malah malu yang didapat. Kembali dia mengusap pipinya yang masih terasa perih. Pasti cap lima jari gadis itu masih menempel di pipinya.

Setengah jam kemudian Saka sudah tiba di pool taksi tempatnya bekerja. Dirga yang sudah tiba lebih dulu memperhatikan dengan seksama sahabatnya yang tengah berganti pakaian. “Ar, pipi kamu kenapa?”

“Tadi ada cewek gila yang nampar aku.”

“Kok bisa?”

“Ya bisalah, namanya juga cewek gila.”

Saka enggan menjelaskan alasan dia mendapat tamparan. Setelah berganti pakaian, pria itu terpaku sejenak. Dia mencoba mengingat kebiasaan Aryan sebelum berangkat untuk mencari penumpang.

Pria itu tersentak dari lamunannya ketika Dirga merangkul bahunya. Dia mengajak Saka untuk melakukan absensi dan melakukan rutinitas lain sebelum berkeliling.

Selesai melakukan absensi, kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan dan memeriksa kendaraan untuk memastikan armada dalam kondisi layak pakai. Setelahnya, satu per satu armada berwarna kuning itu meninggalkan pool.

***

Menjelang sore Saka masih berada di jalan. Sudah ada lima penumpang yang diangkutnya hari ini. Dia bermaksud mencari penumpang lagi sebelum kembali ke pool.

Menjalani pekerjaan lapangan seperti ini adalah yang pertama untuknya. Namun dia cukup menikmatinya sejauh ini.

Mobil yang dikendarai Saka berhenti di depan lampu merah. Dari balik kaca mobilnya, Saka dapat melihat orang-orang menyeberangi zebra cross.

Kaca bagian depan taksinya mulai beriak. Saka menahan napasnya, sepertinya dia akan mendapat penglihatan baru lagi.

Setelah tampilan di kaca mobil kembali jelas, hal pertama yang dilihatnya adalah tulisan ‘UNIVERSITAS PADMA’ disusul gambar gedung Fakultas Hukum.

Selanjutnya adegan menunjukkan seorang gadis yang baru saja sampai di rooftop salah satu gedung fakultas. Dia berjalan menuju pagar pembatas rooftop. Tatapannya tampak kosong.

Kemudian gadis itu menaikinya. Untuk beberapa saat dia bertahan di atas sana sambil melihat ke bawah. Tak lama kemudian tubuhnya meluncur deras ke bawah dan menghantam aspal dengan keras.

Suara klakson mobil di belakang Saka menyadarkan pria itu. Dia segera menjalankan kendaraannya. Taksi yang dikendarai Saka menepi sejenak. Pria itu mengusap wajahnya, apa yang dilihatnya tadi memaksanya untuk peduli.

Apa aku harus menolongnya? Batin Saka.

Hati kecilnya berbisik, meminta pria itu untuk mencegah hal tersebut. Namun dia teringat kejadian di halte pagi tadi yang sukses membuatnya malu. “Ah masa bodoh! Dia yang mau mati, bukan urusanku!”

Saka menjalankan kembali kendaraannya, mencoba mengabaikan apa yang dilihatnya. Kendaraannya melaju dengan kecepatan sedang.

Sekitar sepuluh meter di depannya, tampak seorang pria melambaikan tangan, memanggil taksinya.

Tanpa sengaja kepala Saka menoleh ke sebelah kanan. Dia baru saja melewati Universitas Padma. Pikiran pria itu kembali tertuju pada penglihatannya barusan.

Saka melajukan kendaraannya lebih cepat dan melewati penumpang yang memanggilnya begitu saja.

Taksi yang dikemudikan Saka berputar arah kemudian memasuki pelataran parkir Universitas Padma.

Dia menghentikan kendaraannya di depan gedung fakultas hukum, kemudian bergegas keluar. Dia segera memasuki gedung fakultas yang sudah mulai sepi.

Saka menunggu di depan lift yang masih bergerak turun ke lantai dasar. Begitu pintu lift terbuka, dengan cepat dia memasuki kotak besi tersebut.

Dia langsung menekan tombol menuju lantai paling atas. Sesampainya di sana, Saka langsung mencari akses menuju rooftop.

Sedikit dorongan diberikan olehnya sesampainya di depan pintu menuju rooftop. Saka keluar dan melihat sekeliling. Keadaan rooftop tampak sepi. Tidak ada perempuan yang dilihatnya tadi di sini. “Apa aku salah?” gumamnya pelan.

Namun kemudian ekor matanya menangkap seorang gadis berjalan pelan menuju pembatas rooftop. Segera saja pria itu mendekati gadis tersebut. Tepat ketika gadis itu hendak menaiki pembatas rooftop, Saka menahannya. Sang gadis langsung menoleh.

“Siapa kamu?” tanyanya terkejut seraya melepaskan pegangan Saka di lengannya.

“Apa pun masalah yang kamu hadapi, bunuh diri bukan solusinya.”

Wajah gadis itu tampak terkejut. Namun kemudian dia kembali berusaha bersikap normal. “Bukan urusanmu! Pergi sana!”

“Aku akan pergi kalau kamu juga pergi.”

“Kamu siapa sih? Nggak usah ikut campur urusanku!”

“Percaya deh, aku juga lebih suka nggak ikut campur!” kesal Saka.

“Ya nggak usah ikut campur, pergi sana!”

Tak mau banyak berdebat, Saka langsung menarik tangan gadis itu menjauh dari pembatas rooftop.

Tak suka dengan apa yang dilakukan Saka, gadis itu pun melakukan perlawanan hingga berhasil melepaskan diri dari Saka.

“Mau kamu apa sih?!”

“Mau aku, kamu jangan terjun dari atas sini!”

“Aku mau terjun atau nggak, bukan urusan kamu! Lagian kamu dari mana tahu aku mau terjun dari sini?”

Seketika Saka terdiam. Tidak mungkin dia mengatakan mendapatkan sebuah penglihatan ajaib. Bisa disangka orang gila dirinya.

Melihat Saka yang hanya terdiam, gadis itu beranjak dari tempatnya. “Mau ke mana kamu?” tanya Saka.

“Pulang!”

“Kamu nggak jadi loncat?”

“Udah nggak mood! Semua gara-gara kamu!” jawab sang gadis sambil membanting pintu keluar rooftop.

Saka langsung tergelak sepeninggal gadis itu. Baru kali ini dia mendengar ada orang yang kehilangan mood untuk bunuh diri.

Namun yang penting, gadis itu selamat kali ini. Perasaannya lega bisa menyelamatkan satu orang lagi hari ini.

Begitu keluar dari gedung fakultas hukum, Saka kembali ke mobilnya. Dia menyandarkan kepala ke sandaran jok.

Penglihatan yang dialaminya ini membuatnya pusing sendiri. Bersikap peduli salah, mengabaikannya pun salah.

Sambil menghela napas panjang, Saka menyalakan mesin mobilnya. Perlahan kendaraan roda empat itu meninggalkan pelataran kampus.

Saka kembali berkeliling mencari penumpang. Malam mulai bergerak turun, tapi keramaian di jalan masih belum berkurang.

Di depan sana, seorang wanita melambaikan tangannya. Saka pun memperlambat mobilnya kemudian berhenti tepat di dekat calon penumpangnya.

“Selamat malam,” sambut Saka begitu penumpang itu masuk ke dalam mobil.

Ketika kedua mata mereka bertemu, kaca depan taksi kembali beriak. Saka menahan napasnya sejenak, kemudian membalikkan tubuh ke depan, menatap kaca depan mobilnya.

Pemandangan di depannya berubah. Sekarang dia melihat penumpangnya itu sedang bertemu dengan seorang pria yang tidak terlihat jelas wajahnya di salah satu hotel.

Seketika adegan berganti. Sekarang keduanya sudah berada di kamar hotel. Tampak wanita itu tergeletak di lantai.

Pria yang bersamanya, menghajar dan menendangnya tanpa ampun. Dengan menggunakan kedua tangannya, wanita itu melindungi kepalanya.

***

Si Saka niat mau nolong malah jatuhnya kena sial mulu😂

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!