Indonesia
NovelToon NovelToon
Menunggu Cintamu Berkembang

Menunggu Cintamu Berkembang

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:522.1k
Nilai: 5
Nama Author: r_eka

Menceritakan seorang gadis cantik bernama Nabila Faradina Granada. Seorang gadis yang tumbuh dari keluarga broken home.

Meskipun tumbuh dari keluarga yang tidak sempurna, tak membuatnya putus asa untuk membahagiakan keluarganya. Ia tumbuh menjadi wanita yang pintar dan memiliki karier yang melesat di dunia kerja.

Namun keberhasilannya di dunia kerja justru membawanya pada kehidupan yang penuh liku, ketika anak pemilik perusahaan tempat ia bekerja memaksanya untuk menikahinya.


Bukanlah hal mudah menikah tanpa adanya cinta. Masalah demi masalah datang dan pergi menghampiri kehidupan pasangan suami istri ini. Akankan mereka bisa melewati masalah dalam rumah tangga mereka?! dan mampukah cinta tumbuh dan berkembang di hati keduanya?!


~seperti apapun kondisi pernikahan kita, engkau tetaplah suamiku dan aku akan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istri~

~meskipun cintamu belum tumbuh dan berkembang aku akan menantinya~



R_eka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Lama-lama

Bel berbunyi ketika penghuni salah satu apartemen ini baru saja selesai dengan sarapannya.

"Itu pasti pak Gugun. Kamu siap-siap ya, biar aku yang buka pintu", ucap Denis yang kemudian beranjak dari tempat duduknya untuk membukakan pintu.

Pak Gugun nampak berdiri sigap di depan pintu, ketika Denis membuka pintu apartemennya. "Selamat pagi, tuan muda", sapa Gugun. "Heemm", Denis menjawab singkat sapaan itu sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

"Nanti setelah kau mengantarkan istriku ke kantor, kau boleh pulang. Kembalilah lagi ketika jam pulang kantor. Hubungi aku jika kau telah menyelesaikan tugasmu. Kabari aku juga kemanapun dia pergi. Dan satu lagi, kau harus menjaga keamanannya", ucap Denis serius.

Pak Gugun menganggukan kepalanya. " Baik Tuan", ucapnya tegas.

"Aku berangkat dulu ya mas", ucap Nabila yang sudah ada di belakang Denis. Nabila lalu mengambil tangan kanan suaminya, dan mencium punggung tangannya.

"Hati-hati, kabari aku jika sudah sampai kantor", ucap Denis yang dianggukkan oleh Nabila. Denis mengecup kening Nabila, sebelum mereka berpisah.

*****

" Selamat pagi nona Nabila", ucap seseorang yang tak lain adalah Arsyad. Ia sedang ada di parkiran apartemen.

Nabila yang berjalan mengikuti Pak Gugun, membalas sapaan Arsyad hanya dengan senyuman kecil. Ia sekilas saja melihat ke arah asisten suaminya itu.

Nabila segera masuk ke dalam mobil, setelah Pak Gugun membukakan pintu mobil untuknya. Tak berapa lama, mobil pun melaju ke arah kantor.

Tak lama setelah Nabila berangkat ke kantor bersama pak Gugun, Denis pun menyusul. Arsyad melajukan mobilnya menuju kantor setelah Denis masuk ke dalam mobil.

"Sekarang Nona Nabila diatar sopir, boss?"

"Hemmm", Denis menjawab singkat.

"Kenapa nggak bareng boss saja, kan lebih efisien bos", ucap Arsyad sambil melirik kaca spion.

"Saya tidak suka istri saya dik lirik-lirik orang lain", ucap Denis penuh penekanan, membuat Arsyad menundukkan kepalanya karena merasa tersindir.

"Satu lagi, jangan bahas istri saya jika itu bukan urusan yang penting", ucap Denis kesal.

"Maaf boss", ucap Arsyad.

*****

Jam makan siang sudah tiba. Seperti biasanya, Nabila akan mengantar bekal makan siang ke ruangan Denis.

"Siang mbak Nab!", ucap Karina yang melihat Nabila berjalan mendekati meja kerjanya.

"Siang nona Karina, tumben belum ke kantin buat makan siang", ucap Nabila.

"Belum mbak, masih banyak kerjaan, nanggung mau ditinggal".

Nabila hanya tersenyum mendengar penjelasan Karina.

"Nganter bekal makan siang lagi mbak?", tanya Karina sambil melirik kotak makan siang yang di bawa Nabila. Nabila mengiyakan.

"Pasti masakan ibu mbak Nabila enak ya, sampai-sampai Pak Denis langganan tiap hari", ucap Karina. Selama ini Karina taunya Denis memesan makanan ke ibu Nabila. Ia juga belum tau bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah istri dari atasannya.

Nabila tersenyum menanggapi apa yang di katakan Karina. "Aku masuk dulu ya, nona Karina", kata Nabila sambil melangkahkan kaki masuk ke ruangan Denis.

Denis yang masih sibuk dengan komputernya, mengalihkan perhatiannya sejenak ke arah pintu ruangannya yang dibuka seseorang. Iya menarik ke dia ujung bibirnya, saat melihat siapa orang yang datang.

"Makan dulu mas", Nabila berjalan menghampiri meja kerja Denis.

Denis menutup komputernya kemudian mengitari mejanya. Mengambil tangan Nabila dan menuntunnya ke sofa.sampai di sofa Nabila membuka kotak bekal yang dibawanya, dan memberikannya kepada suaminya.

"Ayo dimakan, kok dilihatin aja. Nggak suka sama menunya ya?", tanya Nabila ketika mendapati Denis hanya memegang bekal itu. Namun Denis menggelengkan kepalanya.

"Terus?", Nabila mendekatkan wajahnya, melihat ekspresi wajah suaminya.

Denis meletakkan kotak bekal itu dipangkuan Nabila. "Aaakk", Denis membuka mulutnya.

Nabila tersenyum lebar melihat tingkah suaminya. "Mas-mas, bilang aja minta disuapin. Bikin panik aja kupikir nggak suka sama bekalnya". Nabila pun menyuapi suaminya Dengan telaten.

"Nab, besok pagi aku harus berangkat ke Lombok", ucap Danis sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

Nabila mendongakkan kepalanya, menatap serius wajah suaminya. "Berapa hari?"

"Dua sampai tiga hari", Denis menyandarkan kepalanya di atas punggung sofa.

Tiba-tiba wajah Nabila menjadi muram dan Denis menyadari hal itu. "Sebenarnya aku menyuruh Arsyad berangkat, karena aku masih kuatir meninggalkanmu sementara ini, tapi___“

Belum sampai Denis menyelesaikan ucapannya, Nabila menyela. "Gak apa-apa, mas. Mas Denis pergi aja, aku akan baik-baik saja", sambil menyuapkan nasi yang ada di sendok ke mulut Denis.

"Kamu suka ya kutinggal", kata Denis penuh telisik.

"Mulai lagi", batin Nabila. Ia tersenyum tipis kemudian berkata, "Coba kamu lihat apa aku nampak bahagia mau kamu tinggalin!"

"Siapa tau kamu seneng, biar bisa deket sama dia", ucap Denis pelan.

"Apa si mas, dia siapa?"

"Ya, siapa lagi kalau bukan asistenku"

"Astaghfirullah", Nabila mengelus dadanya. "Kan sudah Nabila bilang mas, Nabila nggak ada rasa apa-apa sama dia. Baik dulu maupun sekarang. Apalagi sekarang aku sudah menikah".

"Habisnya kamu kayaknya seneng aku mau pergi", Denis menatap curiga pada Nabila.

Nabila menutup kotak bekal yang di bawanya dan meletakkannya di meja. " Ya udah deh terserah kamu mas, capek ngomong sama kamu, kamu juga nggak percaya sama aku". Kemudian Nabila bangkit dari duduknya.

Denis yang sadar istrinya akan pergi, segera meraih tangan istrinya dan menariknya untuk duduk kembali. Setelah Nabila duduk, ia menggeser tubuhnya mendekat ke istrinya.

"Bukannya nggak percaya, tapi aku hanya meyakinkan bahwa kamu baik-baik saja kalau kutinggal", ucap Denis.

"Tapi kata-katamu itu mas, seolah-olah kamu menuduhku yang nggak-nggak", Nabila melipat tangannya dan mengerucutkan bibirnya, membuat Denis gemas melihatnya sehingga ia tersenyum-senyum sendiri.

"Ya sudah nggak usah dibahas lagi", Denis merangkul pundak istrinya dengan satu tangannya.

"Selama aku nggak di rumah, kamu kuantar ke tempat mami ya atau mau tinggal sementara di rumah papa aja?", Denis mengusap lembut lengan istrinya.

Nabila menggeleng, kemudian melihat ke arah Denis. "Aku tinggal di apartemen aja, mas"

Denis memutar badan Nabila menghadap ke arahnya. "Tapi aku nggak bisa tenang, ninggalin kamu sendirian di apartemen.

"Kamu nggak usah kuatir mas, aku bisa jaga diri"

"Nggak kuatir gimana, kamu kemarin hampir celaka begitu. Pokoknya nggak boleh di apartemen sendiri".

"Jarak rumah mami ke kantorkan jauh banget, mas. Apa nggak semakin beresiko kalau aku disana? Kalau rumah papa, aku kan nggak kenal orang-orang di sana pasti boring banget. Di apartemen lebih nyaman, aku bisa melakukan apa saja yang aku inginkan", ucapan Nabila dengan meyakinkan.

Denis merangkum wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya. "Kasus yang kemarin sebenarnya belum selesai jika kamu tidak memintaku menghentikannya. Lalu apa mungkin aku bisa tenang meninggalkan istriku sendirian, sementara penjahat-penjahat itu masih berkeliaran?", Denis menatap Nabila sendu.

Nabila membuang Nafasnya perlahan. "Ya sudah, aku nginep di rumah mami aja", ucap Nabila dengan berat. Dia masih memasang wajah cemberut.

"Besok pagi aku antar ke rumah mami sebelum aku berangkat, ok!"

Nabila hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya, wajahnya tetap ditekuk.

Denis merengkuh tubuh Nabila dalam pelukannya. "Maaf ya, jika kamu tidak suka dengan keputusanku. Yakinlah bahwa aku melakukan ini demi kebaikanmu". Ia kemudian mengecup lembut puncak kepala Nabila.

"Jangan lama-lama ya mas, perginya", pinta Nabila dengan mengeratkan pelukan itu

___________

Maaf ya akhir-akhir ini author jarang up karena banyak sekali urusan di RL untuk sepekan ini.

terimakasih untuk readers yang masih setia dengan novel ini ^_^

1
Lena Sari
ulat lelet ketipu rupanya
AU CHANN ᵗⁱᵉᶜᵏ ( ͡° ͜ʖ ͡°)❣︎
Hai kak thor.. aku kok bingung ya. ini yg bos nya tuh, Arsyad atau Danis? eh, Danis atau Denis sih kak?
Karmilawati Lukman
kok gak up2 Thor, dah setahun..😁😁. tanggung Thor. dikit lagi end ya
Liesdiana Malindu
lucu juga si Nabila,suami bikin slah sedikit,,, sampai segitu MB arahx padahal kan dua sendiri yg minta suaminya pergi menolong Janeta,, sedangkan ayahnya yang g bikin salah yg menurut sya sangat besar kepada keluarganya justru dengan mudah di maafkan oleh Nabila
Liesdiana Malindu
aq suka sikap Fendi yg tegas.
bukan seperti kedua kakak nya.
Liesdiana Malindu
klau aq yg Nabila,,aq akan bertindak tegas dan Tdk memberi maaf dgn begitu cepat, beri pelajaran dlu k bpakx
Liesdiana Malindu
terlalu banyak rahasia yg di sembunyikan Nabila,,yg nantinya akan menjadi bumerang sendiri untuknya, kenapa Tdk jujur pada pasangan sih.
Rezky Devana
ceritane rumit sekali dari tadi ko adanya pelakor trs thoor
Astria
pelakornya banyak bnget
Astria
mantan plyboyyyy
Astria
abang andre
Astria
ho ho ho.....
Pipit Irianti
owhhh... so sweet🥰
Anonim
udah lupa kali ya
Abdulrohim
koq denis to nabila gk mmprmslhkan sp pnculiknya sih thor
Maelani Yunita
kok gak pernah up ya thor
Ely Sawaliah
😍😍😍😍😍❤❤❤❤❤❤banget.....😉😉
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
semangat
Enisensi Klara
apa ini udah tamat kok llama banget
Enisensi Klara
ini tamat apa ya kok lama banget?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!