Indonesia
NovelToon NovelToon
Cincin Dunia Mimpi

Cincin Dunia Mimpi

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romansa / Roh Supernatural / Pusaka Ajaib / Chicklit
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: PaningalL1

Sandra, seorang mahasiswi yang tidak sengaja menemukan cincin misterius di rumah kosong terbengkalai saat perjalanan pulang dari kampus. Tidak disangka bahwa cincin tersebut memiliki kekuatan magis yang bisa membawa pemakainya masuk kedalam dunia mimpi dan mengendalikannya. Cincin tersebut juga menuntun Sandra kepada sebuah tugas besar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PaningalL1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berita

Keesokan harinya

 Sandra menyisir rambutnya di depan cermin, ia tampak rapih dengan setelan kemeja biru tua berlengan panjang, dan celana bahan berwarna cokelat. Wajahnya tampak datar dengan balutan plester di pipinya.

 Tidak butuh waktu lama bagi Sandra untuk merapihkan rambutnya yang pendek. Setelah itu, dia berjalan menuju laci, dan memakai jam tangannya yang tergeletak di sana. Namun, seketika Sandra merasakan dorongan pada hatinya untuk membuka laci tersebut, setelah selesai memasang jam tangannya, Sandra lalu menuruti kata hatinya.

 Dengan perlahan ia membuka laci tersebut, lalu tatapan menjadi datar saat melihat Cincin Dunia Mimpi tergeletak di dalamnya. Kejadian kemarin menyisakan sedikit trauma pada diri Sandra, hingga memutuskannya untuk tidak memakai cincin tersebut.

 Tapi, keputusan itu malah membuat gundah hatinya di sepanjang malam yang sunyi. Kemudian, karena hatinya yang seolah terpanggil oleh cincin tersebut, Sandra akhirnya mengambil cincin itu dan memakainya kembali.

 Sandra melirik jam tangannya. "Udah setengah sepuluh," ucapnya, kemudian ia meregangkan tubuhnya sambil bergumam, "Gila... masih sakit aja ni badan."

setelah itu ia segera meraih ransel yang diletakkan di atas kursi dan beranjak pergi.

*

 Dengan kaki yang memakai sepatu kanvas biru tuanya, Sandra berdiri di pinggir jalan tepat di depan gang, menunggu angkutan umum. Kedua matanya sibuk memperhatikan kendaraan yang lewat, menantikan angkot yang biasa ia tumpangi saat masuk siang. Tiba-tiba, Sandra melihat sebuah mobil sedan berwarna putih, mirip seperti milik Bakti. Seketika itu juga ia teringat kenangan saat di hampiri oleh Bakti beberapa hari lalu.

 "Jadi ke ingat sama dia," batin Sandra yang termenung sambil tertunduk, "Gimana kabarnya ya sekarang? Jadi gak enak sama dia gara-gara kemarin, apa lagi pas nenek liat pipi gue. Rasanya gak tega ngebayangin."

 Dalam lamunannya, Sandra lalu mendengar suara mobil yang berhenti di depannya. "Angkot neng Sandra?" ucap seorang pria dari dalam mobil tersebut.

 Sandra tersentak, lalu melihat sebuah angkot bernomor sembilan belas di depannya. "I- iya mang."

 "Di depan aja," balas si sopir angkot sambil membukakan pintu dari dalam, "Eh... pipinya kenapa itu?"

 "Dicakar kucing, mang," jawab Sandra sembari menaiki angkot tersebut.

*

"Makasih ya, mang," ucap Sandra sambil melambai ke angkot yang pergi meninggalkannya.

 Sandra kemudian berjalan memasuki halaman kampus, wajahnya kembali murung saat mengingat akan dirinya yang harus absen kuliah kemarin.

 Sandra lalu mengangkat tangan kanannya dan melihat Cincin Dunia Mimpi pada jari manisnya. "Gak nyangka kalau beginian bisa ganggu jam kuliah gue," batinnya.

 Sesampainya Sandra di koridor, ia masih saja terlihat murung. Tiba-tiba, ia dikejutkan dengan sebuah tangan yang menarik bahunya hingga berputar.

 "Tungguin kenapa, mba," ucap Amanda sambil menarik bahu Sandra.

 Dengan tatapan kesal, Sandra melihat temannya yang memakai pakaian serba hitam, mulai dari jaket, t-shirt, celana, hingga sepatu.

"Manda?" ucap Sandra, "Gak usah tarik-tar-" katanya, yang seketika terhenti saat melihat tangan Amanda mendekati wajahnya.

 "Pipi lu kenapa?" tanya Amanda.

 Sandra segera menepis tangan Amanda. "Gak kenapa-kenapa, cuman habis dicakar kucing."

 "Kucing?" balas Amanda yang tidak percaya, "Lu kan gak punya kucing?"

 Sandra memalingkan pandangan. "Kucing tetangga," jawabannya.

 Amanda terdiam dengan menatap curiga. "Tumben lu berangkat kuliah?" ucapnya.

 Sandra kembali memandang Amanda sambil mengernyitkan dahi. "Maksudnya?"

 "Ya... lu kemarin kenapa gak masuk?" kata Amanda, "Sama kenapa gak ngambil jam kerja kemarin?"

 Sandra tertegun dan kembali memalingkan pandangannya dengan kebingungan. "Gue... gue sakit!"

 Amanda seketika mengernyitkan dahi. "Sakit? Kok sekarang gampang banget sakit sih, San?"

 "Iya nih... mungkin karena sering banget kecapean," balas Sandra, kemudian segera berbalik, "Ayo buruan ke kelas!" serunya lalu berjalan pergi meninggalkan Amanda.

 "Tungguin!!"

*

 "Akhirnya selesai juga jam pertama!" ucap Amanda yang baru saja keluar kelas bersama Sandra, "Ke kantin dulu yuk, San," sambungnya.

 "Boleh," jawab Sandra, "tapi temenin gue ke perpus dulu, mau pinjam buku."

 "Rajin banget sih jadi orang," celetuk Amanda.

 "Mau gak?" tanya Sandra.

 "Iya-ya...," balas Amanda.

 Disepanjang koridor, Sandra melihat suasana kampus yang ramai dengan para pelajar. Pemandangan tersebut tiba-tiba memantik ingatan tentang Bakti yang belum ia temui hingga sekarang. Sandra kembali murung dengan menundukkan pandangannya.

 Amanda yang berjalan dengan memasang muka judesnya, merasa terkejut sekaligus heran saat melihat temannya yang tiba-tiba terlihat sedih.

 "Kenapa San?" tanya Amanda yang seketika mengejutkan Sandra.

 "Gak apa-apa kok," jawab Sandra yang kemudian memaksa senyumnya.

 Amanda kembali menatap curiga ke arah Sandra, dan karena pandangan tersebut membuat Sandra segera memalingkan wajahnya.

 "Udah mau sampai nih," ucap Amanda.

 Terlihat di depan mereka sebuah bangunan bergaya tua dengan pintu kayu berwarna putih, di atasnya terdapat sebuah papan yang bertuliskan "Perpustakaan Pusat Ilmu."

 Dari pintu tersebut, keluarlah dua orang mahasiswi yang berjalan sambil berbincang-bincang. Sandra melihat raut wajah salah satu di antara mereka tiba-tiba berubah kaget hingga membuka mulutnya. Saat mereka berdua berpapasan dengan Sandra, tanpa sengaja ia mendengar obrolan mereka berdua.

"Dari cerita yang gue denger, mata anaknya tiba-tiba hilang pas bangun tidur."

"Ngeri banget...!!"

"Kejadian ini langsung masuk berita lagi, heboh deh kampung gue..."

Sandra seketika tertegun hingga menghentikan langkah kakinya, matanya terbelalak serta mulutnya terbuka. Menyadari temannya tertinggal, Amanda kemudian berbalik dan terkejut saat melihat Sandra.

"Lu kenapa, San?" tanya Amanda.

Sambil mengatur napasnya yang mulai terasa berat, Sandra berkata, "Gak- gak kenapa-kenapa."

Sandra kemudian melanjutkan perjalanannya, pikirannya tidak lagi fokus, dan hatinya merasa cemas.

" Gak, itu pasti bukan Dila...," batin Sandra.

Sesampainya di perpustakaan, Sandra hanya terdiam di depan rak buku dengan wajah yang terlihat panik, jantungnya berdecak kencang, serta pikirannya tak bisa lepas dari Dila.

"Sandra?"

Sandra tersentak hingga melotot, dan dengan perlahan ia menoleh ke arah Amanda

Amanda merasa heran dengan ekspresi Sandra, kemudian ia berkata, "Karena udah ada di perpus, gue sekalian mau pinjam buku. Gue tinggal bentar ya, jangan pergi kemana-mana," ujar Amanda lalu pergi meninggalkan Sandra.

Sandra hanya mengangguk dengan napas yang terengah-engah. Kemudian, ia mengeluarkan handphone dadi saku celananya.

"Apa coba gue cek ya? katanya kan sampai masuk berita."

Sandra segera menghidupkan handphonenya, membuka browser dan mencari berita hangat pagi ini. Jantungnya terus berdecak kencang saat jarinya mengusap-usap layar kaca di tangannya, matanya dengan teliti memperhatikan setiap laman berita digital yang ia baca.

Hingga Seketika, pupil mata Sandra tampak membesar dan kelopak matanya perlahan melebar, seakan tidak percaya dengan apa yang dibacanya.

Breaking news

Seorang anak kecil dengan misterius kehilangan mata kirinya saat bangun tidur. Kejadian ini sontak mengejutkan banyak orang, dan belum ada yang bisa menjelaskan apa penyebabnya. Kasus ini sekarang tengah dalam penanganan pihak berwajib.

Dengan tangan kanan yang gemetaran, Sandra berkata dengan lirih "Nggak- ini gak mungkin, waktu itu hanya mimpi!"

"Apanya yang mimpi?" celetuk Amanda yang tiba-tiba muncul sambil membawa buku di tangannya, "Lu kenapa?" sambungnya saat melihat Sandra yang ketakutan.

"Nda...!" seru Sandra, "Gue harus balik sekarang," sambungnya dengan panik.

"Balik? pulang maksud lu?" tanya Amanda keheranan, "Lu kan masih ada matkul, San?"

"Gak, gue harus pulang sekarang!" balas Sandra dengan keringat yang mulai membasahi wajahnya.

Amanda hanya terdiam kebingungan, dan kemudian melihat temannya pergi meninggalkan dirinya.

"Sorry Nda, gue tinggal!" ucap Sandra yang terlihat panik.

"Kenapa sih tu anak?" ucap Amanda, "Makin hari makin aneh."

Sandra berlari dalam perasaan sedih dan takut, serta jantungnya yang terus berdecak kencang. Namun, ia juga masih belum percaya sepenuhnya dengan berita yang ia baca barusan. Dan satu-satunya cara untuk memastikan itu semua adalah dengan menanyakannya langsung kepada Dewi Apsarini.

~~

1
Nurul Syahriani
Baru mampir, koq malah gak ada isi nya yg bab 1..
Nurul Syahriani: Ceritanya gak ada, judul langsung komentar.. error apa gimana ya.. di buka ber ulang ulang tetap kayak gitu
total 2 replies
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Lanjutkan Thor ... tentunya pembaca lainnya akan senang up.lagi cerita nya ... NOk Thor ditunggu
sakura
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!