Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Antagonis Dalam Novel (Season 2)

Menjadi Antagonis Dalam Novel (Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dunia Lain / Roh Supernatural / Romansa / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Annisa

Setelah kematian Audrey, dia dipertemukan kembali Dengan Laura dan jiwa Audrey asli. Dan entah keberuntungan atau kemalangan, dia mendapat kesempatan kedua untuk bereinkarnasi kembali menjadi anak kecil.

Namun Audrey yang tidak ingin kehilangan ingatannya memilih menjadi roh dan kini menjaga gadis bernama Andrea, gadis yang memiliki warna mata dan suara yang hampir mirip dengannya.

bagaimanakah kehidupan Audrey setelah menjadi roh? Apa dia bisa bertemu dengan keluarga Duke setelah tujuh tahun berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

'Huh? Eh?? Apa yang terjadi?' Audrey menatap sekelilingnya yang berubah menjadi hutan lebat tanpa cahaya, suara aliran air dan daun kering yang di injak seolah menusuk pendengaran.

Ketika menatap ke depan, Audrey seketika melihat sebuah makam dengan sebuah pedang yang menjadi batu nisannya. 'Eh?! Apa yang terjadi di sini?? Padahal, jelas-jelas tadi di sini hanya hutan– huh? Damon??'

"Maafkan aku, Valerie. Seandainya kau tidak menolongku, kau mungkin masih bisa hidup."

'Ah, dia menjadi sedih.' Audrey menyentuh dadanya dan merasakan detak jantungnya yang berpacu cepat. 'Ini aneh, kenapa aku merasa sesak saat melihatnya sedih?'

"Valerie."

'Valerie ... entah kenapa nama itu terasa tidak asing.' Audrey ingin maju, namun kakinya seolah merekat ke tanah, tidak bisa digerakkan sama sekali. Tapi ia masih bisa mengendalikan tubuh bagian atasnya. "Da–" Audrey tiba-tiba membelalakkan matanya, ia berlutut, salah satu tangannya menutup mulut seolah kesakitan. Sementara satu lagi mencengkeram erat dadanya. 'Sa-sakit!!'

"Kenapa kau menolongnya?"

Audrey mendongak dengan perasaan sakit yang luar biasa di dadanya. Darah tiba-tiba mengalir dari mata, telinga, hidung, dan mulutnya. "Ak-a ..." Ia ingin mengatakan sesuatu, namun suaranya hanya terhenti di tenggorokan. 'A- sakit!!' Audrey menunduk dengan kedua tangan mencengkram erat dadanya, jantungnya berdetak kencang seolah-olah akan meledak.

Lokasi tiba-tiba berubah menjadi sebuah ruangan bernuansa putih yang luas, darah berceceran di mana-mana. Dan mayat bertebaran layaknya baru saja terjadi pembantaian.

Rasa sakit tiba-tiba menghilang bersama darah yang menodai Audrey, ia berdiri dan baru sadar akan gaunnya yang berubah menjadi hitam dan seksi. 'Eh? Sejak kapan aku punya gaun seperti ini??'

"Hentikan! Apa yang kau lakukan pada Levi?!"

'Suara yang familier.' Audrey menatap ke depan, seseorang yang terlihat seperti dirinya dari belakang tengah memarahi seseorang. Wujud dari orang yang dimarahi tidak terlihat jelas karena tubuh gadis bergaun hitam yang menutupinya, namun dari suaranya bisa dipastikan orang yang berdiri di depan gadis itu adalah laki-laki.

"Kenapa kau ingin menolongnya? Dia hanyalah Raja Iblis yang tidak pantas bersanding denganmu!"

"Bukankah kau juga tidak pantas bersamaku? Dibandingkan Levi, kau bahkan hanya pelayan dari Kaisar Iblis, tingkatan mu lebih–"

Gadis itu tiba-tiba dicekik, dan Audrey pun merasakan perasaan yang sama. Seolah-olah, yang dicekik adalah dirinya.

"Ma-maaf, aku tidak sengaja!" Dengan gelagapan, pria itu segera melepaskan tangannya dan membuat si gadis terduduk ke lantai dengan napas yang kacau.

Audrey pun merasakan hal yang sama, meski ia masih bisa mengendalikan tubuhnya yang terasa lemah karena kekurangan oksigen. Dengan napas tersengal-sengal, Audrey mendongak dan langsung terdiam membeku. 'Eh? Xavier?? Pantas saja suaranya, tidak! Itu tidak penting! Kenapa dia bisa ada di sini?!'

"Valerie ..."

"Jangan sentuh aku!" Gadis yang dipanggil Valerie menepis tangan pria itu dengan kasar. "Benci, aku membencimu! Er!!"

"Valerie!"

Audrey menatap pria asing lainnya yang berjalan mendekat dan langsung membantu Valerie berdiri, ia menyembunyikan gadis itu di belakangnya. "Dia tidak ada hubungannya dengan masalah kita!"

"Ini urusanku dengan Valerie, lepaskan tanganmu dari dia." Pria yang dipanggil Er menatap pria itu dengan tajam. "Jangan paksa aku untuk membunuhmu, Leviathan ...!"

"Aku akan membunuhmu lebih dulu kalau berani meletakkan tangan pada Valerie!" ancam Leviathan tak mau kalah.

'Mereka bertengkar.' Audrey mengedipkan matanya, dan suasana seketika berubah.

Masih dalam ruangan yang sama, namun tanpa mayat dan darah. Hanya tersisa dua orang yang berada di tengah-tengah ruangan, menjadi satu-satunya cahaya dari kegelapan yang mengelilingi.

"Maafkan aku, Valerie, maaf." Dengan putus asa, Leviathan memeluk tubuh Valerie. Ia mendekap erat tubuh yang sudah setengah dingin itu.

"Ti-dak, Levi. Ini, bukan, kesalahan-mu. Aku, bai-k, tidak ada ... rasa sakit."

"Tidak, ini kesalahanku, seandainya aku bisa lebih kuat. Seandainya aku bisa melindungimu, maaf, maaf ... aku sungguh minta maaf."

Audrey menundukkan kepalanya, menatap kedua tangannya yang telah bersimbah darah. Ketika mendongak, ia telah kembali ke hutan yang dipenuhi pepohonan.

Leviathan berdiri di samping makam, meletakkan setangkai mawar hitam di atas gundukan tanah dan menyatukan kedua tang di depan dada dengan mata terpejam.

'Apa dia sedang membuat permohonan? Jika kutebak, dia mungkin berharap gadis bernama Valerie itu memiliki kehidupan yang baik setelah reinkarnasinya, atau dia ingin gadis itu tidak bertemu dengannya setelah reinkarnasi.' Audrey bersedekap dada, gaun hitam seksinya sebelumnya telah berubah kembali menjadi gaunnya yang biasanya. 'Tapi, dilihat dari bagaimana cara gadis itu membelanya, sepertinya dia sudah sangat jatuh cinta pada Leviathan ini.' Ia mengerutkan keningnya. 'Yang membuatku heran, kenapa ada orang yang mirip dengan Xavier? Meski matanya berwarna emas, sih ...'

Audrey tiba-tiba tersentak saat Leviathan menatap ke arahnya dan tersenyum, tidak. Ia pasti tidak salah lihat, Leviathan memang menatap ke arahnya, ke arah Audrey yang seharusnya tidak terlihat.

...✧~♥~✧...

Audrey membuka matanya, ia langsung menatap wajah tidur dari Xavier yang berbaring di sampingnya. Terlihat sangat tenang dan damai.

Dengan ragu-ragu, Audrey mengangkat tangannya dan menyentil dahi Xavier. Namun pria itu masih tertidur. 'Dia seperti orang yang tidak tidur berhari-hari.' Ia tersenyum. 'Sangat imut~' Audrey ujung jari telunjuknya di kening Xavier, dan dengan hati-hati menarik tangannya melintasi hidung pria itu lalu turun ke mulut dan sampai di jakun.

'Aku tidak menyadarinya selama ini.' Audrey mengusap bibir Xavier, ia tersenyum. 'Tapi, dia telah benar-benar menjadi pria tamTapipan yang dewasa. Tampan sekali!' Senyum di wajahnya memudar. 'Yang membuatku khawatir adalah mimpi tadi, kenapa bisa ada Damon dan Xavier? Meskipun itu hanya bunga tidur. Tapi aku tidak bisa berhenti memikirkannya.'

"Mmmh ... Audrey."

Audrey dibuat kaget dengan Xavier yang tiba-tiba memanggil namanya, untungnya, mata pria itu masih tertutup dan membuatnya lega karena tidak ketahuan. 'Mengejutkan, aku pikir aku ketahuan, ternyata dia hanya mengigau.'

Audrey bangun dan mengecup ringan kening Xavier. "Aku menyukaimu, aku akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu, bahkan jika harus merelakan mu dengan orang lain." Ia menjauh dan turun dari ranjang, Audrey berjalan ke arah kamar mandi. 'Untuk sementara, lebih baik mandi dulu, tubuhku benar-benar terasa sangat lengket! Entah berapa lama aku tertidur.'

"Na-na-na-na~ hari ini bunga persik mekar dengan indahnya~" Audrey memasuki kamar mandi sambil bernyanyi dan bersenandung kecil.

Tanpa menyadari senyuman tipis di wajah Xavier tengah sedang tidur.

...✧~♥~✧...

'Ehm, ini aneh.' Audrey yang baru keluar dari kamar mandi langsung mendekati jendela. 'Perasaan, jendelanya terkunci saat aku ke kamar mandi.' Ia hendak menarik tirai, namun tidak sengaja melihat siluet seseorang yang berdiri di bawah pohon. 'Eh? Mereka ...' Audrey memicingkan matanya, pandangannya seolah menjadi tajam dan bisa melihat dengan samar dua orang yang tampak sibuk berbincang-bincang. 'Sudah kuduga, si Kevin sialan dan Nona Archer. Tapi kenapa mereka bisa saling kenal??'

"Mmmh, Audrey. Kau sudah bangun?"

...✧~♥~✧...

1
blackv
lanjut thor,
semangattt
♥Iyeong♥
Udah di update kok kak, tinggal tunggu selesai di review aja setelah itu bakalan muncul kok. maaf ya kalau jadwal updatenya nggak nentu😅
♥Iyeong♥
kelanjutannya di-update nanti malam ya, soalnya nulis episodenya belum selesai 😅
blackv
lanjut thor,
penasaran sama kelanjutannya
semangattttt thoorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!