Indonesia
NovelToon NovelToon
Penghuni Rumah Kosong

Penghuni Rumah Kosong

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Rumahhantu / Horor
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul fathana

Baru saja aku memasuki pelataran,aku disambut oleh hawa panas dan dibarengi bulu kuduk yang berdiri. Aku tetap melangkah ke dalam rumah,ada sosok anak kecil seperti mengajakku main petak umpet. Ada suara tangis bayi dan sosok kuntilanak dan masih banyak lagi. Ya aku Anita,keluargaku diminta menempati rumah saudara dari mamaku yang sudah lama kosong. Rumput ilalang di biarkan tumbuh menutupi rumah tua itu,tembok-tembok yang dipenuhi sarang laba-laba. Entah bertahan sampai berapa lama aku dan keluargaku tinggal di rumah ini,rumah yang kosong seperti banyak penghuni. Begitu sesak saat masuk kedalam rumah. Ikuti terus ceritaku yang penuh dengan mistis,apakah makhluk tak kasat mata itu pergi atau menetap di rumah saudaraku. Terimakasih yang sudah membaca kisahku,saran kalian sangat berarti buatku agar terus membuat ide-ide cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul fathana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trauma

Malam ini terasa sunyi, mama masih terdiam di tempat tidur. Nisa bermain dengan Anita di kamar, sedangkan Dio sedang bermain game di ponselnya. Jam menunjukkan pukul 8, mama belum juga masak untuk makan malam. Anita perlahan mendekati mama,sambil memeluk mamanya.

"Ma, kita makan apa sekarang?"

Mama hanya terdiam dengan pandangan kosong yang menatap lurus kedepan. Kali ini Anita lebih mendekatkan ke telinga mama.

"Ma, mama gak apa-apa kan?"

Mama menoleh kearah Anita.

"Kenapa?"

"Kita makan apa sekarang ma?"

"Oh iya, jam berapa sekarang?"

"Jam 8 ma."

"Hah, serius jam 8?"

"Iya ma."

"Kenapa gak ingatin mama dari tadi?"

"Aku takut mama masih sedih, sebenarnya ada apa sih ma?"

"Gak apa-apa,ayo kita ke ruang makan sembari temani mama masak."

"Iya ma."

Mama,Anita,Dio dan Nisa keluar kamar menuju ruang makan. Mama mulai memasak untuk makan malam. Namun tiba-tiba saja pintu depan seperti ada yang mengetuk. Tok tok tok.

"Siapa itu?" Tanya mama.

"Gak tau ma."

Dio yang dari tadi main pakai earphone langsung di lempar bantal kursi oleh Anita. Duk.

"Aduh, kenapa sih kak?"

"Itu tolong buka pintunya."

"Lah, emangnya ada siapa?"

"Mana aku tau,udah cepat buka."

"Kalau yang gak enak pasti aku yang di suruh."

"Ampun deh, kamu itu cowok. Jadi kamu yang bukain pintu."

"Iya iya."

Sembari ngedumel Dio beranjak dari duduknya menuju pintu depan, ketika Dio membuka pintu. Tidak ada seorangpun di depan pintu. Hanya ada bungkusan hitam, entah apa isinya. Dio langsung membawanya kedalam rumah,lalu menutup pintu.

"Itu apa Dio?" Tanya Anita pada Dio.

"Gak tau nih tadi di depan pintu ada ini."

Anita langsung membuka bungkusannya diatas meja makan. Betapa terkejutnya Anita dan Dio,dilihatnya makanan yang penuh dengan belatung. Kontan saja mereka berdua berlari ke arah kamar mandi dan langsung muntah sejadi - jadinya. Mama yang mendengar suara muntah, langsung menghampiri kearah meja makan. Dilihatnya makanan di atas meja,Nasi dengan lauk ayam goreng lengkap dengan lalapan. Mama langsung saja melahapnya,tanpa disadari makanan yang di atas meja telah habis. Anita dan Dio kembali dari kamar mandi, mereka melihat ke arah meja makan.

"Ma, makanannya?"

"Habis, maaf ya mama gak menyisakan untuk kalian."

"I iya ma,gak apa-apa."Ucap Dio sembari nyengir dengan wajah bingungnya.

Dio menyikut lengan Anita,Anita menoleh kearah Dio. Dio berbisik perlahan.

"Sepertinya ada yang aneh sama mama."

"Ya,dari kemarin aku sudah melihatnya."

"Sebaiknya nanti kita bicarakan pada ayah kak."

"Iya."

Mama membuang bungkusannya,lalu melanjutkan masaknya lagi. Setelah makanan jadi,mama duduk terdiam. Anita dan Dio langsung menyendok nasi dan lauk yang di masak mama.

"Mama gak makan lagi?" Tanya Anita.

"Gak ah, mama sudah kenyang. Kalian saja yang makan. Oh iya,tadi siapa yang bawa makanan?"

Glek,Dio dan Anita langsung menelan ludah. Entah harus bagaimana menyampaikannya pada mama.

"I itu ta tadi da dari."

"Kamu kenapa gugup begitu Dio? Bicara yang benar."

"Gak ada orangnya ma." Ucap Anita cepat.

"Maksudnya gak ada orang?"

"I iya ma,jadi tadi pas Dio buka pintu. Orangnya sudah gak ada ma." Jawab Dio.

"Oh mungkin buru - buru masih mau membagikan pada yang lain."

"Iya mungkin ma."

"Ayah pulang jam berapa ya ma?Mama sudah telpon ayah?"

"Belum, palingan jam 10 nanti sampai di rumah."

Tidak beberapa lama, terdengar lagi suara ketukan pintu. Tok tok tok.

"Kak, kakak aja deh yang buka pintu."

"Ya sudah,kamu jaga Nisa."

"Iya."

Anita bergegas kepintu depan lalu langsung membuka pintunya. Begitu leganya setelah tau yang datang ayah,Anita pun langsung memeluk ayahnya yang masih berdiri di depan pintu.

"Hey,kenapa sayang?"

"Syukurlah ayah sudah pulang,nanti aku dan Dio mau menceritakan kejadian hari ini di rumah. Tapi tanpa mama."

"Loh, kenapa?Apa yang terjadi pada mama?"

"Entahlah yah, aku pun gak tau. Mangkanya nanti aku mau cerita sama ayah,tapi setelah mama tidur."

"Iya, baiklah. Nanti ayah ke kamar kalian kalau mama sudah tidur."

"Iya yah."

Dari dalam terdengar suara mama.

"Siapa Anita?"

"Ini ma,ayah pulang."

Mama langsung menyusul Anita, dilihatnya ayah sedang duduk di sofa sambil membuka sepatu.

"Ayah, kirain pulang jam 10."

"Iya tadi selesai lebih cepat ternyata,do'akan saja bisnis ayah berjalan lancar."

"Iya,aku selalu mendo'akan semuanya."

"Masak apa nih?jadi bikin lapar lagi."

"Oh itu mama bikin opor pakai telur."

"Wah,ayah mau dong ma."

"Ya sudah,ayah bersih-bersih, mama siapkan makanannya."

"Iya." Sembari mencium kening mama.

Anita sudah kembali duduk di meja makan bersama dengan Dio,saat mama sampai di ruang tamu. Anita langsung berjalan menuju ruang makan dan bicara pada Dio, agar dia tidak tidur duluan. Saat sedang membicarakan rencananya, tiba-tiba mama datang.

"Hayo, lagi ngomongin apa sih?"

"Haduuuh mama, ngagetin aja." Sambil mengelus dadanya.

"Lagian serius banget sih."

"Aku lagi menyusun rencana ma, teman aku ada yang mau ulang tahun. Aku minta saran sama Dio."

"O gitu."

"Ayah mana ma?" Tanya Dio.

"Ayah lagi bersih - bersih dulu,nanti juga kesini."

"Ayah gak bawa cemilan?"

"Gak,tapi ayah bilang. Do'akan bisnis ayah lancar."

"Aamiin,Dio selalu do'ain mama sama ayah."

"Ah masa?" Sambil meraup wajah Dio.

"Kaakaaaaaaak."

Mama tertawa terbahak-bahak melihat wajah Dio yang mulai cemberut.

"Mama malah ngetawain aku."

"Habis kamu begitu saja langsung muka dilipat."

Makin ditekuk lah wajahnya Dio,lalu dia berjalan menaruh piring di westafel lanjut melangkah ke kamar.

"Makin jelek aja mukanya."Ledek Anita.

"Bodo ah."

Tinggal mama,Anita dan Nisa yang berada di ruang makan.

"Anita."

"Iya ma."

"Bisa mama minta tolong?"

"Mama mau minta tolong apa ma?"

"Kamu nanti tidurin Nisa dulu ya di kamar mama."

"Iya ma."

Tidak berapa lama,ayah sudah selesai bersih-bersih,lalu duduk di meja makan.

"Nisa,ayo kita bobo."

"Loh pada kemana?Ayah makan,malah pada tidur."

"Udah pada ngantuk yah."

"Ya sudah gak apa-apa.

Anita pun jalan kearah kamar sambil menggendong Nisa.

"Aku masuk kamar ya ma,yah."

"Iya sayang." Jawab ayah dan mama berbarengan.

Ayah langsung menyantap makanan yang sudah disediakan mama. Sambil makan,ternyata ayah memperhatikan mama yang pandangan entah kemana.

"Ma."

Namun mama tidak merespon sama sekali. Sekali lagi ayah memanggil mama.

"Ma, mama!"

Namun mama bukannya merespon Panggilan ayah,malah mama kembali menangis. Ayah yang dari tadi memperhatikan mama hanya terdiam sambil melihat mama. Dirangkulnya mama dengan erat,lalu ayah berbisik perlahan di telinga mama.

"Ada apa sayang? Kenapa tiba-tiba kamu menangis?"

Mama pun langsung memeluk ayah dengan erat,perasaan mama kali ini sedih, takut dan kecewa.

"Ada apa ma?"

Namun mama masih saja menangis,kali ini lebih sedih. Akhirnya ayah memutuskan untuk mengajak mama ke kamar. Namun mama menahannya,karena dikamar ada Anita yang sedang menemani Nisa.

"Kalau tidak mau ke kamar,cerita sama ayah."

Ayah menggambil minum agar mama segera tenang.

Mama akhirnya menceritakan semua kejadian yang dialaminya dari kemarin sampai hari ini.

1
Wina Yuliani
mendarat disini,,, ikut main bareng Anita ah 👍👍😄
anak_ultramen
agak merinding thor tapi lanjutkan
anak_ultramen
numpang duduk dulu nanti kalo asik aku lanjut
SweetWhimsy
lanjuttt thorrr semangat ,jangan lupa jaga kesehatan ,dan jangan lama lama upnya ok
Nurul fathana: siap kak, terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
Niswah
lanjuuuut
Niswah
gak pernah sholat sama ngaji sih
Niswah
lanjuuut
Niswah
mampir
Nurul fathana: terimakasih sudah mampir kak
total 1 replies
夜空
wih bagus, lanjutin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!