Indonesia
NovelToon NovelToon
Perebutan Kekuasaan

Perebutan Kekuasaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Chicklit
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ira Azahrya

Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja?
Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya.
Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan Aira yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ira Azahrya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Clara mengajak kakaknya untuk makan bersama saat duduk berdua di meja makan, tiba-tiba Clara mengatakan ingin menjodohkan kakaknya dengan salah satu temannya. Derren menatap dingin kearah adiknya lalu menolak dengan tegas dan mengatakan "satu perjodohan yang memuakkan .. sudah cukup!!!"

Tapi mendengar perkataan Derren membuat Clara tidak menyukai jawaban itu. Menurutnya, tanpa pernikahan dengan orang yang memiliki kekuasaan mereka bisa diusir atau bahkan ditendang jauh oleh bibi mereka Farrah. Apalagi, setelah melihat sikap Zenda yang tiba-tiba melakukan pernikahan untuk tujuan politik yang menandakan jika Zenda sedang merencanakan untuk mengambil alih posisi pewaris utama.

" Dan jika hal itu sampai terjadi ... Kemungkinan nasib kita bergantung padanya kak. Mungkin saja dia akan menyingkirkan kita perusahaan ataupun membunuh kita ... kakak tau kak Zenda bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan yang dia mau" ucap Clara merasa cemas

Derren hanya menghela nafas dia tidak mau membahas hal itu lagi dan segerah mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan bagaimana perasaan Clara terhadap Zidan.

"Apakah kau masih menyukai Zidan ?" Tanya Derren

"Kakak tahu ... Aku hanya menyukai orang yang bisa memberi keluarga kita keuntungan ... Kak Zidan ataupun orang lain. Perjodohan atau bukan ... Aku tidak akan menikahi orang yang tidak memberikan keuntungan untuk kita" kata Clara tegas

"Aku akan menikah dengan orang yang dapat membantu mu mendapatkan posisi tertinggi di keluarga Dekarsa kak" tambah Clara.

Di kediaman Dekarsa Evans berada di ruangannya bersama Demian yang sedang membantu Evans mengobati penyakit kulitnya. Evans merasa sangat terbebani dengan penyakit yang dia derita.

Demian diam sesaat lalu dia memberikan semangat kepada Evans dan menyakinkan dirinya kalau dia akan sembuh secepatnya.

Di gerbang depan Mension baru saja terparkir sebuah mobil. Sepasang ayah dan anak perempuannya mengenakan stelan jas dan mengenakan dress bermotif bunga masuk kedalam kediaman Dekarsa dia adalah Kepala pengawal Edward Chen dan anak perempuan tangguhnya yang bernama Karisa Chen.

Terlihat bahwa mereka sangatlah dekat dan kompak, Karisa menenteng sebuah paper bag dia menolak memberikan itu kepada ayahnya dia mengatakan akan memberikan paper bag itu kepada orang lain. Ayahnya tercengang melihat anaknya bersikap aneh, dia merasa mungkin anaknya sedang menyukai seseorang.

"Hah ... Beraninya kau bersikap begitu kepada ayah ... Berikan paper bag itu biar ayah yang bawah" ucap Edward membujuk putrinya untuk membawa paper bag itu

"Ayah ini ... Sudah ku bilang ini bukan untuk ayah ataupun pimpinan ... Aku ingin memberikannya kepada orang lain" kata Karisa berjalan duluan kearah taman Mension.

"Anak itu ... Apa dia lupa aku ayahnya? Aku yang merawatnya ckk" ucap Edward tercengang.

Saat berjalan memasuki Mension orang yang pertama kali ditemui oleh Edward adalah pimpinan. Dia memberi salam dan menyapanya tuan Dekarsa terlihat jelas jika mereka memiliki hubungan yang sangat baik dan terungkap fakta bahwa dirinya yang telah melatih kemampuan bela diri Zidan selama ini.

"Jika saja dia tidak memiliki luka itu dibagian wajahnya ... Mungkin dia adalah pria yang sangat tampan dan tangguh sehingga ... Kurasa dia cocok untuk memegang jabatan yang tinggi di perusahaan" kata Edward kepada pimpinan.

Di sisi lain Mension para pewaris Dekarsa group tengah menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan penuh canda tawa. Mereka bermain bola bersama meskipun konsepnya duel tapi sama sekali tidak ada kekerasan serius yang mereka lakukan bahkan sifat kekanak-kanakan Frans dan Angga malah membuat permainan menjadi penuh tawa dan menyenangkan.

Zidan yang untuk pertama kalinya benar-benar merasakan berkumpul bersama saudara-saudaranya merasa sangat bahagia bahkan dia tidak segan lagi untuk tertawa ketika melihat Frans merajuk karena gawangnya kebobolan.

"Yah ... Kau ini seperti anak kecil saja, merengek karena kalah hahaha" ejek Kevin pada Frans

"Kau curang kau menyenggol ku dan merampas bola yang ku giring ... Kau sungguh ingin mati" ucap Frans kesal, tapi perkataan itu tidak membuat Kevin dan yang lainnya takut malah mereka tertawa melihat Frans terus merajuk.

"Aisss ... Ini hanya permainan jangan terlalu serius, dan berhenti lah marah sekarang waktunya untuk kita menerima mata kuliah yang membosankan" ucap Rafael menepuk pundak Frans.

"Hah !!! Kapan pelajaran itu berakhir dari kecil kita selalu menerima pelajaran itu... Aku sudah bosan dengan pelajaran itu" ucap Kevin kesal karena hanya mempelajari tentang bisnis dan menghitung saham .

"Apa tidak ada pelajaran bagaimana cara mendapatkan wanita cantik dan seksi" kata Angga dengan senyum licik.

"Bisa kau hilangkan pikiran kotor mu itu sebelum ku congkel otak mu yang mesum itu dan mencucinya?" Ucap Rafael melirik sinis adiknya.

"Sudahlah .. sebaiknya cepat bersiap dan kita pergi ke aula untuk belajar" kata Derren

Pelajaran kali ini sedikit berbeda mereka mempelajari tentang kepemimpinan namun nampaknya Zidan memiliki pemikiran yang berbeda dari yang lainnya. Terbukti, dari sikapnya yang tiba-tiba maju kedepan dan melakukan hal yang sepertinya bertujuan untuk menjawab pertanyaan dari sang guru.

Kemudian setelah kuliah Dekarsa bersaudara selesai Zidan berjalan di koridor, bersama dengan Edward. Dia berusaha membangkitkan kenangan masa lalu, dengan membahas perilaku Zidan yang bisa menghilangkan banyak nyawa dalam sehari.

Zidan memutar matanya dan mengiyakan perkataan Edward. Tapi dengan tegas mengatakan kalau orang-orang itu memang pantas untuk mati. Edward mengingatkan Zidan jika dia mengajarinya bela diri untuk melindungi dirinya dan melindungi orang lain. Bukan digunakan untuk membunuh orang-orang.

"Aku tidak setuju !! Aku membunuh mereka karena mereka memang pantas untuk mati ... Dan aku melakukannya demi melindungi Dekarsa group dari orang-orang yang tamak dan hanya mementingkan dirinya sendiri" tegas Zidan

"Benarkah? Kalau begitu apa kau benar-benar peduli dengan keluarga dan perusahaan? Lalu apa alasan mu ingin tetap tinggal disini?" Tanya Edwar, Zidan menjawabnya dengan pernyataan yang masuk akal.

Tapi Edwar tampaknya tidak mempercayai perkataan Zidan.

"Hanya akan ada satu orang pewaris yang akan bertahan di kediaman dan di perusahaan dan dia adalah pewaris yang akan menduduki jabatan tertinggi di Dekarsa group" kata Edward berusaha menyadarkan Zidan kalau tidak semua pewaris bisa bertahan di dalam lingkaran Dekarsa group.

Lalu dia bertanya kembali ke Zidan apa tujuan di balik keinginannya untuk tetap disini. Namun kali ini Zidan tidak ingin menjawabnya dan malah terdiam.

Aurelia dan kepala pelayan Indri mendatangi kediaman Nyonya Tiara yang terlihat kurang sehat akhir-akhir ini. Dengan ceria, Aurelia menceritakan betapa bahagianya dia ketika bisa menjadi seorang pelayan di kediaman Dekarsa seperti sekarang. Bahkan dia mengatakan kalau ingin membuatkan sabun lagi untuk Nyonya Tiara.

Ketika Aurelia berjalan mendekati Nyonya Tiara kepala pelayan Indri menahannya dan mengatakan "Kau masih baru! Masih belum pantas untuk menyentuh Nyonya!!!" tegasnya

Kepala pelayan Indri menyuruh Aurelia untuk pergi lebih dulu ketika Aurelia meninggalkan ruangan, Nyonya Tiara berbincang singkat dengan kepala pelayan Indri. Mereka tidak membahas tentang Aurelia yang sekarang menjadi pelayan tetapi mereka mebahas penyakit lambung yang sudah lama diderita oleh kepala pelayan Indri, Nyonya Tiara menawarinya untuk diobati oleh Derren ataupun dokter kenalannya tapi Kepala pelayan Indri menolaknya dengan alasan jika dirinya masihlah dalam kondisi yang baik-baik saja.

1
Nur.Syit_
Tawaran memuaskan
yosh—: boleh folback kk
total 1 replies
Nur.Syit_
Heran dengan jalan pikiran mereka
Nur.Syit_
Susah, buat org percaya Ra
Nur.Syit_
I like you🥰
Nur.Syit_
Udah punya anak tapi pemikiran sesempit itu
Nur.Syit_
Pusinggg😭
Nur.Syit_
Nyeremin:(
Nur.Syit_
yg monster itu kalian😏
Nur.Syit_
His, kurang ajar namanya nih!!
Ibrahim Sonda
Jadi zidan selama ini di asingkan
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
bagus aku suka cerita yang seperti ini
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kasihan di ketawain banyak orang
hyOvaltine
baguuuus banget, seru juga. pokoknya wajib dibaca
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
maksud nya? loading dulu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ngusir
hyOvaltine
kasihan 😭😭
hyOvaltine
hahaha jangan di goda terus dong, nanti dia nangis
hyOvaltine
ciee kalah ciee aw
hyOvaltine
terlalu gegabah itu gak baik😭 kadang harus lihat dulu, dia punya kuasa atau gak. takut" nanti kita kena baliknya 🙏😭 tapi orang yang punya kuasa juga gak boleh sombong
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iri sama Daren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!