Indonesia
NovelToon NovelToon
Puisi Tentang Maya

Puisi Tentang Maya

Status: tamat
Genre:Angst / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Cerita ini ringan, hanya bercerita pada sebuah kisah dimana menuju pernikahan mungkin saja melewati sebuah proses. Apa aja sih proses itu? ya bisa pendewasaan diri, sebuah intropeksi maupun pengenalan sifat yang baru di ketahui. Karena pacaran adalah definisi mengarungi kepalsuan, dan pernikahan adalah sebenar-benarnya apa yang ada pada diri kita. Udah ah jangan kebanyakan teori hehe, mari kita simak aja kisah menuju pernikahan dari pasangan Fais dan Maya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pokoknya Malu!

Palang pintu telah terbuka, dimana dari pihak saya diwakilkan Kak Akmal kalah bertarung dari pihak Aa yang diwakilkan Padmana.

Kemudian,

Di kursi ijab kabul.

Sekilas saya melirik laki-laki yang baru saja mendudukkan tubuhnya di samping saya. Laki-laki yang terkenal ceriwis dan juga pecicilan kini banyak terdiam dengan bibir yang mesem-mesem. Saya tidak tahu persis apa yang sedang Aa pikirkan saat ini, yang pasti raut wajah Aa terlihat sedikit tegang dari biasanya.

Sebelumnya, pembawa acara mengarahkan kami pada serangkaian prosesi sebelum ijab kabul di kumandangkan. Pembacaan ayat suci Al-Quran, di lanjut dengan khutbah pernikahan. Khutbah ini berisi nasihat-nasihat untuk kedua mempelai sebagai bekal menjalani bahtera rumah tangga.

Segenap kami mendengarkan dalam keterdiaman, akhirnya kami sampai pada acara inti. Pak penghulu menggemakan Al-Fatihah, lalu di lanjut istighfar, kemudian berakhir syahadat. Mic berpindah untuk mengeraskan suara paman sebagai wali yang akan menikahkan saya dengan Aa. Kemudian tangan kedua laki-laki tersebut berjabat, seraya paman berkata:

"Saudara Fais Mahda Wardana bin Bapak Marda Wardana, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan keponakan saya bernama Maya Karmila binti Bapak Eman almarhum, dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta satu set perhiasan emas dua puluh lima gram di bayar tunai."

"Saya terima nikah dan kawinnya Maya Karmila binti Bapak Eman almarhum dengan mas kawin yang tersebut dibayar tunai."

"Gimana para saksi?"

SAH!!!

Wajah tegang Aa memudar dengan senyum yang mengembang sampai telinga. Kami mengusap wajah, memanjatkan syukur pada Allah SWT. Pecicilan kembali menggandrungi Aa yang meminta saya untuk tos selebrasi tonjok tangan. Kontan para hadirin yang berbahagia ramai menyoraki kami.

Setelah ijab kabul selesai, segenap do'a di lantunkan kemudian saya dan Aa menandatangani dokumen pernikahan atas arahan pak penghulu.

Kebet-kebet berkas, tanda tangan, terus foto-foto candid yang saya juga gak sadar dalam pose apa.

Kemudian Aa menyerahkan mas kawin kepada saya.

"Alhamdulillah ya allah akhirnya teteh Maya jadi istri saya," oceh Aa yang membuat para saksi menimpali omongan Aa. Ada yang bilang, "di jaga tetehnya ya wahai adik belatung nangka"

Aa menjawab tak mau kalah, "Adik? suami ini suami!" sambil nepuk-nepuk dada.

Sssst.. belum kelar. Di mohon jangan berisik dulu. Ini gak tau suara siapa karena saya sibuk memandangi Aa hehehe.

Habis itu, saya menjalani tarik bekakak ayam dengan Aa. Konon katanya, saat tarik menarik ayam bekakak yang dapat bagian lebih banyak, maka dalam rumah tangga ia yang akan lebih dominan. Tapi kembali lagi pada kodratnya manusia. Seorang suami tetap menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Betul gak?

Semarak perayaan hari bahagia dipenuhi sorai anti durjana. Saya tidak menemukan kemurungan di balik tawa-tawa yang pecah pada kesempatan ini. Keadaan sekitar seolah hanya tahu saya dan Aa bahagia. Tapi aslinya lebih dari itu. Saya sangat bahagia dan gak ada kata yang bisa mewakilkan untuk sampai di titik ini.

Kami berpose di atas pelaminan setelah rangkaian acara sungkeman. Saya skip bagian ini karena saya gak mau nangis pas lagi menceritakan pada pemirsa. Saya paling lemah kalau soal orang tua dan segala restunya. Gak bakal gak nangis ketika saya berlirih pada Ibu dengan membaca rangkaian kata terimakasih yang paling indah.

"Is, selamet ya. Akhirnya lu ehemmm."

Kak Akmal naik ke pelaminan untuk memberikan selamat pada Aa. Saya gak mau mengartikan ehem itu lebih jauh, karena memang saya gak ngerti maksudnya.

"Ehem apa tuh? yang jelas kalau ngomong!"

"Hehehe, yaelah masa pake segala dijelasin. Is gua nyanyi boleh ya?! lu mau request lagu apa? udah pasti bakal gua nyanyiin."

"Kalau gua request lagu 'sahabat sejati' lu mau nyanyiin?"

Kak Akmal terdiam. Saya perhatikan Kak Akmal seperti sulit menelan ludah dan bola matanya berkaca-kaca.

"Mendingan kita foto dulu Mal. Dari tadi gua sama Maya foto bareng orang-orang mulu, sama lu belom. Sini lu di samping gua, Nabila suruh naik juga biar kita foto ber empat."

Lantunan lagu jiwa yang bersedih mengiringi foto kami berempat. Siang hari setelah kosidahan ibu-ibu, hiburan berupa musik akustik dari teman-teman Aa. Di lanjut sore hingga malam berganti genre Akmal punya, yaitu dangdut.

"Eh iya, gua baru ingat!!!" pekik Aa mengagetkan kami bertiga. "Lu tadi kenapa goyang bang jali pas petasan bedor-bedor?"

Hah? Kak Akmal goyangin suara petasan? Apa iya ya, saya tidak melihat itu. Mari kita saksikan jawaban Kak Akmal saja, sebab membayangkan rasanya saya ingin ketawa.

"Ahahahaha, abisnya suaranya merdu banget gua gak tahan buat bergoyang," tutur Kak Akmal. Saya rasa cuma Kak Akmal orang pertama yang bilang petasan itu merdu.

Di saat Aa sudah mulai meladeni kekonyolan bestinya, Nabila tiba-tiba berseru bernada provokasi.

"Kak Fais, Abang Akmal bohong."

Kami bertiga sontak terdiam. Menunggu terusan kalimat Nabila kalau ada imbuhannya.

"Suara petasan gak ada yang seenak itu buat di goyangin. Abang Akmal cuma lagi ngerasa seneng aja, akhirnya Kak Fais bahagia setelah melewati berbagai cobaan."

"Abang Akmal suka gitu Kak, pura-pura jenaka demi menutupi rasa sayangnya sama teman."

Kami dilingkupi keheningan lagi.

"Bener begitu Mal? lu terlampau seneng karena gua mau nikah?"

"Siapa si is temen yang gak seneng kalau lihat temen bahagia," Kak Akmal melengos.

"Sekali lagi gua ngucapin terimakasih banyak sama lu. Udah care sama gua dan Maya."

"Iyaaa, udah ah udah. Pan kita mau seneng-seneng judulnya hari ini. Gak pake mewek-mewek segala."

"Lah gua gak nangis," Aa mulai meledek.

"Gua juga gak nangis is," Kak Akmal gak mau kalah. Saking ngadu gengsi-gengsian antara Aa dan Kak Akmal, mereka malah berantem sayang. Tamu yang hendak mengucap selamat pada kami telah menghentikan perberanteman mereka.

............... ...

Hari sudah mulai gelap, namun tamu masih datang berbondong-bondong. Di jam ini, saya harus berganti satu gaun terakhir. Warnanya cream dengan sentuhan mahkota yang lebih simpel. Retouch make-up saya dapatkan agar kembali terlihat segar.

Setelah saya beres, baru lah Aa masuk bergantian.

"Kamu duluan aja My temuin para tamu, Aa nanti nyusul kalau udah ganti baju."

"Iya a"

"Iiih kenapa gak barengan cyiin?"

"Saya kan mau ganti baju, malu atuh kalau dilihatin," jawab Aa.

"Ya ampyuun, malu. Sama istri sendiri you malu? Gemes banget deh eyke."

"Pokoknya malu!" Aa cengengesan.

Sampai saya beranjak pergi beberapa langkah, Aa masih terlibat adu obrolan dengan orang MUA. Samar-samar saya mendengar teriakan Aa,

"Mamah, Fais pengen ganti baju ada nyang ngintip," di ujung teriakannya Aa terbahak-bahak. Mungkin Aa sedang melihat bagaimana air muka orang yang dia kerjai.

Melongo.

.

.

.

.

Bersambung..

1
nobita
licik juga tuh si Tantri...
nobita
aku mampir di karya mu lagi kak... setelah Arga dan Amira happy ending
Zenun: ya ampun so sweet
total 1 replies
Hafin lubi
aaaah...aku kira endingnya nunggu maya lahiran....yah gpplah...yg penting happy ending..../Kiss//Kiss//Kiss/
Zenun: Hihihi, suka gak kak?
total 1 replies
Sena judifa
ngga bs apaan is
Zenun: nggak bisa---
total 1 replies
Sena judifa
iyakah kalo calon pengantin itu ngga blh masuk dpr
Zenun: iya kak
total 1 replies
Sena judifa
untung maya ngga keceplosan bilang sering dicium
Sena judifa
😂😂😂😂😂
Sena judifa
untung sdh selamat
Sena judifa
maya sh percaya aj sm orang
Sena judifa
waduh apes dah maya percaya aj sm yoga
Sena judifa
semangat Maya
Sena judifa
duh itu kesukaanku semua lg🤗🤗🤗
Sena judifa
so sweetnya
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Selamat Ya May Dan Aa Fais
DinDut Itu Pacarku Mampir
🔵🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ya Elah Mirip Nn Ry ini mah
Sena judifa
alhamdulillah
Sena judifa
cie😊😊😊
Sena judifa
kirain Tantri itu tulus baikx lho sekalix ada udang dibalik rempeyek
Sena judifa
ya ya betul My😁😁
Dewi Payang
sampai jumpa ditulisan2 yg berkesan selanjutnya ya babang Zenun😍😍
Dewi Payang: iya bener Kak😁👍👍
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!