Indonesia
NovelToon NovelToon
A Loving Scoundrel

A Loving Scoundrel

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Tunangan Sejak Bayi / Balas Dendam
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Visheint

Pada ulang tahunnya yang ke-25, Valerie mendapat "hadiah" yang tidak pernah dia minta -perjodohan dengan Aldrick Grant, pengusaha muda yang dikenal sempurna: tampan, kaya, dan dingin.

Sejak hari pertama, Valerie merasa ada sesuatu yang disembunyikan pria itu darinya. Dan benar. Setelah menikah, satu demi satu rahasia Aldrick mulai terungkap.

Mantan anggota kelompok mafia Italia.

Terlibat kasus gelap yang membuat nyawanya -dan nyawa Valerie-dalam bahaya.

Menyimpan luka masa lalu yang bahkan tidak bisa ia ceritakan.

Valerie yang selalu mengira hidupnya biasa-biasa saja, mendadak terjebak dalam dunia kelam penuh ancaman.

Saat masa lalu Aldrick mulai mengejar mereka, satu pertanyaan menghantui Valerie

"Apakah aku cukup kuat untuk mencintai pria dengan masa lalu sekelam itu... atau aku hanya akan hancur bersamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Visheint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Challenge

Aldrick nampak gatal ingin memeluk Valerie atau ingin sekedar mendaratkan kecupan ringan di kening istrinya walaupun dia sudah melakukan itu tadi, Aldrick ingin melakukan nya sekali lagi.

Namun, dia menahannya karena tak ingin Valerie tiba-tiba menjaga jarak. Dia bisa melakukannya pelan-pelan, tidak perlu terburu-buru, lagi pula Aldrick itu tipe pria yang menikmati proses.

Valerie mengalihkan pandangan, dia menarik tangannya dengan pelan. Aneh sekali karena sekarang dia engan mengelak. Valerie akui dia memang merasa sedikit tenang setelah mendengar ucapan Aldrick tadi.

"Eum....hanya kita berdua yang tinggal di sana?" Valerie mencoba mengalihkan pembicaraan, dia tak ingin membahas hal itu terlalu lama. Kejadian di hari itu memang sedikit meninggalkan kecemasan dan ketakutan di hatinya. Membuatnya enggan mengadakan resepsi sekali lagi seperti yang Aldrick bilang.

Aldrick mengangguk singkat sambil berdiri dan duduk di kursi tepat samping Valerie

"Ada kita berdua, lalu kepala pelayan dan delapan asistennya, dua orang tukang kebun, satu orang yang menjaga gerbang dan satu orang lagi seorang sopir."

"Delapan katamu?"

"Mmm...ya, Rumah itu memang cukup luas, itu sebabnya kita butuh asisten cukup banyak. Kau jangan khawatir tentang kamar tidur, kita tidak tidur satu kamar jika itu mengganggumu. Yah, walau sebenarnya aku ingin kita tidur di kamar yang sama. Aku mengerti perasaanmu, kau belum terbiasa dengan hal itu"

Aldrick menyayangkan hal itu, akan tetapi dia juga tak bisa memaksa Valerie agar mau tidur satu kamar dengannya. Dengan terlaksananya pernikahan ini pun sudah seperti kemajuan yang bagus menurut Aldrick, setidaknya dia sudah memiliki Valerie secara hukum.

Untuk masalah hati, Aldrick pun memang memikirkan hal itu. Cepat atau lambat gadis itu akan membuka hatinya nanti. Untuk sekarang, dia hanya perlu bersabar dan menunggu hingga saat itu tiba.

"Aku tidak masalah kita tidur di kamar yang sama, tapi aku ingin mengajukan satu syarat" Sahut Valerie kelewat santai, mengindahkan Aldrick yang nampak terkejut dan tersedak saat pria itu sedang minum.

"A—apa? Bisa katakan sekali lagi?" Aldrick mencoba memastikan bahwa dia tidak salah dengar tadi.

Aldrick mengusap sudut bibirnya yang basah Karena air minum, apa Valerie mau mengatakan hal itu sekali lagi?

"Kita tidur satu kamar, kau tidak dengar? Ingin aku teriakan di depan telingamu huh??" Ucap Valerie ketus, dia kesal karena Aldrick tak langsung mengerti.

"Kau yakin? Kita tidur satu kamar nanti? Kau tahu apa yang biasa di lakukan sepasang suami istri saat mereka baru menikah?"

"Lagi pula kita suami istri, wajar saja kalau tidur sekamar" Valerie meraih gelas minumnya, kemudian dia meneguk air itu sampai habis.

"Kau baik-baik saja? Kau bermimpi apa saat koma?"

"Kau tidak dengar??? Ada syaratnya!!!" Tanpa sadar, Valerie meninggikan suaranya, dia tidak ingin Aldrick terus-terusan menggodanya.

"Syarat? Apa syaratnya?" Aldrick yang nampak menunduk sambil senyum-senyum akhirnya mau tak mau kembali mengangkat kepalanya dan mendengarkan syarat apa yang Valerie inginkan.

"Harus ada jarak dua meter" Valerie mengangkat telunjuknya. "Itu yang pertama"

"Jika harus ada jarak sejauh itu....artinya kita harus pesan tempat tidur ukuran berapa? Super King size saja ukurannya hanya dua meter, kau ingin kita tidur di pinggiran tempat tidur? Dan kenapa harus dua meter? Itu terlalu jauh"

"Bukan itu, di kamar itu harus ada dua tempat tidur yang berjarak dua meter"

"Kita tidur di ranjang yang berbeda?"

"Mmm...."

"Astaga, kenapa begitu? Lebih baik tidak sekamar saja dari pada harus begitu" Aldrick berdiri nampak ingin protes, mulutnya sudah terbuka lebar hendak mengatakan sesuatu namun tidak jadi karena sepertinya Valerie tidak akan menerima protes darinya.

Aldrick yang tadi berdiri akhirnya kembali duduk. Jangan lupakan tentang dia yang masih senyum-senyum tidak jelas.

"Ya, aku maunya begitu"

"Oke, tidak masalah. Karena siangnya aku tidak bisa melihatmu, aku bisa melihatmu sepuasnya di malam hari. Syaratnya hanya itu?"

"Mmm...biar aku pikirkan dulu, jika kita tidur di kamar yang berbeda.... Mommy ku tidak suka hal itu. Untuk syarat yang kedua..." Valerie berpikir selama beberapa saat.

"Apa sebelum tidur aku boleh memelukmu sebentar? Karena tidak bisa memelukmu semalam, aku ingin memelukmu sebentar sebelum tidur. Hanya lima menit saja"

"Jelas tidak ada pelukan sebelum tidur. Astaga, kau bukan anak-anak yang perlu pelukan sebelum tidur." Valerie menggeleng heran, dia kembali melanjutkan makan siangnya yang dari tadi tertunda.

"Pasangan lain biasanya mendapat ciuman sebelum tidur, setidaknya jika aku tidak bisa mendapatkan itu aku rasa pelukan tidak masalah" Aldrick nampak memelas, pria itu mengedipkan matanya pada Valerie berkali-kali dan itu cukup membuat Valerie bergidik sendir.

"Pokoknya tidak ada"

"Ahh...aku bisa diam-diam memelukmu saat kau sudah tidur lalu aku akan kembali ke tempat tidurku sebelum kau bangun"

"Kau akan melakukan itu?" Valerie memicingkan mata.

"Kau bercanda? Aku bukan pengecut yang mencoba mengambil kesempatan saat kau lengah"

"Jika di antara kita ada yang mau berganti baju, maka salah satu dari kita harus keluar. Kau harus keluar saat aku akan ganti baju lalu aku akan keluar saat kau ganti baju"

"Astaga, kau mencoba menyiksaku? Menyakitkan rasanya saat kita tidak bisa memeluk atau mencium orang yang kita cintai"

Valerie masih nampak tenang menikmati makan siangnya, dia sama sekali tidak terusik dengan ucapan Aldrick.

"Jika aku melanggar semua itu? Apa yang akan kau lakukan? Misalnya karena instingku sebagai seorang suami, aku tidur di kasur yang sama denganmu bahkan memelukmu dan menciummu saat kau tidur. Tidak ada hukuman untukku kan? Itu hal yang wajar bukan?"

"Kalau begitu siap-siap sparing denganku saat bangun tidur"

"Oke, tidak masalah. Itu pasti menyenangkan" Jungkook tertawa puas baru kali ini dia merasa tertantang tidur dengan seorang gadis, Aldrick suka sesuatu yang menantang, itulah sebabnya dia menyukai Valerie karena gadis itu tak mudah di dekati.

Detik berikutnya, Aldrick baru ingat bahwa Valerie berhasil meraih sabuk hitam karate, tawa Aldrick hilang seketika "Itu sebanding dengan apa yang aku lakukan di malam hari"

Valerie melempar tatapan tajam kepada Aldrick "Kau benar-benar Sinting!!"

"Okay, karena aku suami yang baik, aku menghargai pemikiranmu, aku sepakat. Ayo tidur sekamar" Aldrick tersenyum penuh arti, ini masih tentang proses yang Aldrick pikirkan tadi.

Cepat atau lambat salah satu dari mereka akan melanggar ketentuan itu, apakah dirinya yang melanggar duluan? Atau justru Valerie yang melanggarnya?

Aldrick berani bertaruh, pasti Valerie yang akan melanggarnya lebih dulu. Kita lihat saja nanti

...****************...

1
Cherisha
jealous-jealous gimana gitu wkwk
Cherisha
berasa baca tutorial masak kak ❗😭😂 sedetail itu ya kak
Cherisha
dimana nyari cowo setulus Al 😭
Cherisha
kamu ngga gagal kok mas al
Cherisha
kek nya lu mulai melunak al
Cherisha
lengah dikit, pelayan lu jadi pengkhianat Al
Cherisha
kalo bukan apa-apa, lu pasti nggak bakal takut buat makan itu anj
Cherisha
Halah ngga usah bohong, ngaku aja
Cherisha
yuk, sama aku aja mas 🙈
Cherisha
nyalahin, tapi lu suka kan mbak haha
Cherisha
duh bacanya malah panas dingin
Cherisha
itu udah kelewatan
Cherisha
Jan di maafin mbak
Cherisha
telat banget kamu sadar nya
Cherisha
betul sekali mbak
Cherisha
tanda tanda cemburu nih 😂
Cherisha
tsundere nya masih mendarah daging wkwk
Cherisha
siapa suruh malah pergi
Cherisha
gimana jelasin nya ya, menurut aku pribadi sih feeling nya dapet banget dan gitu deh susah jelasinnya
Cherisha
apa kabar mas 😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!