Indonesia
NovelToon NovelToon
Online Couple

Online Couple

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Pemain Terhebat / Game / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rifaat Pratama

Kemajuan teknologi menjadikan manusia bisa bersosialisasi dengan baik walaupun mereka tidak saling bertatap muka.

Teknologi telah mengubah cara komunikasi satu sama lain secara drastis, membuka pintu untuk konektivitas menyeluruh yang tak terbatas untuk membangun hubungan sosial.

Salah satu cara menemukan seseorang di dunia maya adalah menemukan seseorang yang memiliki hobi yang sama, contohnya adalah permainan online.

Daffin, seorang pemuda yang ahli dalam bermain game online, selalu menjadikan bermain sebagai hobinya untuk melepaskan rasa lelahnya pada dunia nyata.

Dia adalah pemain yang hebat dalam permainan King's Arena, sebuah game yang belakangan ini sangat populer di seluruh dunia. Namun, hidupnya mengalami perubahan besar ketika dia bertemu dengan seorang wanita bernama Lin Mei Xia dalam sebuah permainan.

Dia bahkan mendapati pengalaman yang tidak pernah dia rasakan bersama Lin Mei Xia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifaat Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32 - Waktu Berlalu Sangat Cepat

Great Heavenly Dog sibuk berjalan ke atas dan ke bawah untuk membantu rekannya, dia menggunakan Feather Shot untuk membersihkan creep dengan cepat. Berbeda dengan Great Heavenly Dog, Ghost Girl Maple Leaf memainkan permainan yang tercela dan kotor.

Sama halnya dengan Great Heavenly Dog, Ghost Girl Maple Leaf juga membersihkan creep dengan cepat. Namun, dia tidak akan pergi kemana-mana ketika jalur sudah bersih. Dia hanya akan mundur dan menunggu gelombang creep selanjutnya.

Diam dan tidak bergerak kemana-mana bukan berarti Ghost Girl Maple Leaf tidak membantu rekannya, ketika ada lawan yang sekarat dan tidak ada yang bisa mengejarnya. Ghost Girl Maple Leaf akan menari untuk membunuh lawannya.

Ini membuat lawannya menjadi ketakutan ketika darah mereka turun menjadi 30%, karena Lulu selalu mengintai mereka layaknya burung elang, tajam dan mematikan.

Memasuki menit ke-9 Lulu sudah mendapatkan 6 Kill dan 4 Assist.

Lulu tidak khawatir atau merasa sayang menggunakan Maple Dance miliknya. Kapanpun pertarungan yang jauh terjadi, dia tidak segan akan membuat Ghost Girl Maple Leaf menari. Ketika lawannya sibuk dengan yang lain, mereka tidak akan menyadari suara dentuman di langit. Fokus mereka berada dalam pertarugan yang ada di hadapan mereka dan saat mereka sadar bunga maple sudah menempel di atas kepala mereka dan meledakkan diri mereka menjadi berkeping-keping.

Pada akhirnya mereka berhasil memenangkan permainan yang berakhir selama 11 menit. Tanpa menggunakan banyak langkah dan membuang keringat. Lulu berhasil mendapatkan MVP dengan Ghost Girl Maple Leaf.

“Yay aku dapat MVP.” Sorak Lulu dengan gembira sambil bertepuk tangan kecil untuk dirinya.

Daffin tertawa.

“Ah kamu hanya tinggal meludah pada mangsa kami apa yang kamu banggakan.” Kaison berdesis karena sedikit geram. Namun, dia tidak bisa menyangkal bahwa Lulu memang layak mendapatkan MVP jika dilihat dari segi partisipasi pembunuhan walaupun dia tidak pernah mengangkat kakinya dari Midlane.

Ketika mereka berkumpul kembali di room, Lin Mei Xia mengirimkan sebuah pesan.

“Aku datang, tunggu sebentar.” Kata Lin Mei Xia.

Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian masuk ke dalam voice room dan menyapa yang lainnya.

“Dari mana kamu sis?” Tanya Lulu dengan Bahasa Inggris yang manja.

“Aku..” Lin Mei Xia tertawa kecil, “Baru bangun.” Ucapnya tanpa merasa berdosa.

‘Gila, bukankah mereka lebih maju 1 jam. Tapi dia baru bangun?’ Daffin mengangkat alisnya dan melotot ketika mendengar jawab Lin Mei Xia, dia tidak pernah berpikir ada orang yang masih tidur ketika jam sudah menunjukkan angka 2 digit dan tidak ingat untuk bangun. Namun, pikiran Daffin yang seperti itu langsung hilang tertiup angin. Lagi pula ini hari libur, jadi tidak ada masalahnya untuk menghabiskan waktu seharian bermalas-malasan.

Sembari berbicara satu sama lain, Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian masuk ke dalam permainan.

Water telah login.

Karena Daffin sudah mengikat sebuah hubungan dengan akun Lin Mei Xia, sistem secara otomatis memberitahukan kepada Daffin setiap kali Lin Mei Xia login. Itu juga berlaku kepada Lulu dan Kaison yang sudah melakukan bonding dengan Daffin.

Tanpa banyak membuang waktu mereka mulai pencarian match.

Ketika sudah memilih hero masing-masing dan memasuki Loading Screen.

Kaison dan Lulu melihat sesuatu yang baru pertama kali mereka lihat, sesuatu yang tidak biasa dan tidak ada saat kemarin.

Sesuatu itu adalah nama Fire dan Water yang saling mengikat dan membuat jembatan hati pada nama mereka.

Sebelumnya, hanya nama Fire, Cat Claw dan Fallen Star yang tersambung dengan sebuah simbol bunga sakura dan ikatan itu terpisah dengan Lin Zhang Jian dan Lin Mei Xia. Namun sekarang, akun Daffin dan Akun Lin Mei Xia menyambung ikatan itu. Yang membuat nama mereka menyambung dari awal hingga akhir membentuk sebuah jembatan berwarna.

 “Hei Daf.” Kaison memanggil Daffin untuk menanyakan tentang yang dia lihat saat ini.

“Hmm?”

Namun kemudian Kaison berubah pikiran dan hanya menyimpannya dalam hatinya. “Tidak jadi.” Kaison mengurungkan niatnya untuk bertanya karena dia berpikir itu bukanlah urusannya dan tidak ada hubungan dengan dirinya. Jadi dia memutuskan untuk menutup mulut rapat-rapat.

“Hah? Ayolah apa yang ingin kamu katakan? Aku tidak suka jika seseorang memotong pembicaraan.” Daffin merengek kepada Kaison. Namun, Daffin sebenarnya tahu apa yang ingin Kaison katakan. Hanya saja Daffin berpura-pura tidak tahu karena dirinya juga sedikit malu untuk mengatakannya.

“Tidak, tidak ada. Permainannya sudah mulai.” Kaison mengalihkan permbicaraan dengan menggunakan dalih permainan sudah dimulai.

Daffin tidak ingin menjadi menyebalkan seperti anak kecil, jadi dia juga tidak memaksa Kaison untuk mengatakan apa yang sebelumnya dia ingin katakan.

Dan waktu berlalu dengan sangat cepat ketika mereka bermain. Mereka mulai bermain ketika matahari berada di atas kepala mereka dan sekarang bulan purnama sudah menggantikan tugasnya.

Permainan mereka hari ini berjalan lebih baik dari kemarin. Walaupun permainan Lulu terkadang membuat Lin Zhang Jian sedikit kesulitan untuk mendapatkan objektif karena Lulu tidak pernah mengangkat kakinya dari Midlane. Namun, Lin Zhang Jian adalah Storm. Tidak ada yang bisa mengalahkannya ataupun menangkapnya ketika dia bermain Jungler kelas Ninja. Dia juga tidak pernah memprotes Lulu untuk melakukan apapun untuk membantunya, karena Lin Zhang Jian melakukannya sendirian.

Beberapa kali Lulu juga berhasil mendapatkan MVP dengan menyampah poin rekan-rekannya. Namun, mereka tidak keberatan. Setidaknya Lulu mendapatkan kembali permainannya sedikit demi sedikit.

Jam 9 malam, Kaison mengucapkan selamat tinggal kepada yang lainnya. Karena dia harus bekerja pada hari minggu. Lulu mengikuti Kaison dengan menyudahi waktu bermainnya karena dia ingin menonton sebuah siaran langsung. Daffin juga sudah mulai jenuh jadi dia memutuskan tidak melanjutkan bermain, pada akhirnya mereka semua sepakat menyudahi permainan hari ini dan bubar.

Tidak lama setelah mereka bubar, Lulu sesuatu masih berputar-putar di kepala Lulu jadi dia mengirimi Kaison pesan secara pribadi.

“Kamu lihat tadi kan?” Kata Lulu.

“Apa?”

“Itu, bond Daffin dengan Lin Mei Xia. Masa kamu tidak melihatnya.”

Kaison masih berpegang teguh pada dirinya untuk tidak menanyai soal apapun, lagi pula itu adalah hal yang bersifat pribadi kecuali Daffin yang ingin memberitahunya. Dia juga tidak tertarik untuk bergosip. “Ya lalu kenapa?” Kaison kembali bertanya.

“Kenapa kamu bilang?” Lulu tidak puas dengan jawaban Kaison, jadi dia sedikit kesal. “Memangnya kamu tidak penasaran?”

“Tidak tuh. Lagi pula memangnya kenapa kalau mereka berhubungan? Memang apa urusanmu?” Kaison menjawab dengan cuek, membuat Lulu semakin jengkel. “Yasudah aku ingin tidur.” sambung Kaison berusaha menutup pembicaraan.

Melihat ketidakpedulian Kaison membuat Lulu mengertakkan giginya dan meremas ponselnya dengan kuat.

“Dasar, jika saja kamu dekat aku pasti akan sudah memukulmu Kaison.”

“Coba saja.” Kaison menantang Lulu, meninggalkan emotikon tertawa dan menjulurkan lidah.

Lulu berdesis, mengepalkan tangannya dan mengarahkannya ke ponselnya. Seakan-akan dia ingin meninju Kaison. Namun, dia tahu kekuatannya tidak akan sampai kepada Kaison dan hanya akan merusak ponselnya. Jadi dia melayangkan pukulan ke udara untuk melampiaskan kekesalannya.

1
Okaeri
Keren, di tunggu S2 nya
Okaeri
Bagus dan tidak membosankan untuk dibaca tapi masih ada beberapa yang membuat nya bingung untuk dibaca tapi itu tidak masalah
Rifaat Pratama: terima kasih, kalau boleh tau apa yang membuat bingung, kak?
total 1 replies
blaxk_s×][n$1😁t²(/)!✨
lanjut
yeey akhirnya menang juga
itu menang gak ya
icon apa icon sinyal?
kenapa harus digunakan?
keren
Hmm
next
AAN ARDIANSYAH༄༅⃟⃠
kok baru update Thor?.....
Rifaat Pratama: Iya maaf kemarin lagi banyak kerjaan dan belum bisa ngetik lagi, jadi saya kalau ada ide tulis dikit-dikit di note, cuma sekarang sudah agak seggang, terima kasih sudah bertanya dan membaca. Maaf juga atas keterlambatan updatenya
total 1 replies
AAN ARDIANSYAH༄༅⃟⃠
lanjut oy
Kaizenix
Kapan up?
Kaizenix
udah dikasih hadiah Ama like Ama favorit jadi lanjut ya 😁
Kaizenix
lanjut ngab jangan berhenti tengah jalan
AAN ARDIANSYAH༄༅⃟⃠
novel ini apakah udah tamat?
AAN ARDIANSYAH༄༅⃟⃠
up thor
Devil Superior
next thor cerita menarik
dennisad
Lanjud
Fauzan
up
𝕿𝖍𝖊𝕾𝖚𝖒𝖒𝖔𝖓𝖊𝖗𝕶𝖎𝖓𝖌
kapan update bang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!