Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
Disela makan malam Tio dan Alina hanya ada mereka Ezra yang kelelahan karena main seharian di mall tidur lebih awal.
"Mas besok aku ada kuliah pagi"ucap Alina
"Oke pagi pagi sekali biar aku anterin kamu dulu"
"Mas kan aku bisa naik mobil aku sendiri"
"Gak ada bantahan Alina terakhir kali kamu pake mobil kamu sendiri sampai kecelakaan aku gak mau terjadi sesuatu lagi pada kamu"
"Itu kan udah takdir mas,lagian aku gapapa kan masih sehat" Alina sudah sangat kesal sekali dengan sikap protektif Tio
"Iya.. Aku tau tapi aku gak mengambil resiko lagi Alina tolong mengerti"
"Aku hanya kasian padamu mas,pasti kamu capek harus bolak balik dengan waktu cukup lama"
"Gapapa selama aku masih sehat aku antar jemput kamu Alina"
"Ya sudah terserah kamu mas"
"Jangan marah sayang aku benar benar gak mau kenapa napa lagi"
"Iya iya aku enggak marah cuma kesel aja!"
"Marah sama kesel cuma beda tipis aja senyum dong sedikit masa cemberut gitu"
Alina memperhatikan deretan gigi nya yang putih senyuman terpaksa Alina berikan pada Tio,dan Tio malah terkekeh melihat ekspresi Alina senyum tapi menyimpan kesal pada dirinya.
"Senyum apa itu sayang kenapa lucu seperti itu"
"Tau ah mas kamu malah ngeledekin aku!"dengan wajah cemberutnya Alina melanjutkan makan nya semakin terlihat mengembang pipi Alina
"Itu pipi jangan seperti itu sayang aku gak kuat ingin mencubit nya" Tio sudah sangat gemas sekali pada pipi Alina
"Awas aja berani kamu cubit pipi aku maka sendok ini akan melayang"ucap Alina dengan marah tapi Tio malah tertawa dengan ancaman alina
"Oke oke sabar sayang jangan seperti itu,oh ya sayang ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" Alina menyelesaikan makan nya dan mendengarkan Tio
"Iya mas ada apa?"tanya Alina
"Nanti kalau kita sudah menikah aku sudah menyiapkan rumah baru untuk kita"jawab Tio
"Rumah? Bukankah ini juga sudah ada mas"
"Tapi ini pemberian mamah untuk Andin"
"Aku ingin memulai dengan kamu rumah kita semua nya bisa kamu tata sesuai keinginan mu,tapi aku sudah membeli rumah sudah jadi hanya perlu renovasi sedikit sedikit dan itu sudah berjalan dari bulan bulan kemarin"
"Aku terserah kamu mas dimanapun aku akan ikut kamu"ucap Alina
"Kamu bisa melihatnya nanti apa saja yang kurang dan kamu bisa menambahkan sesuai keinginan mu"
"Tapi mamah kamu tau mas?"tanya Alina
"Mamah sudah tau dan mamah yang mencarikannya juga"
"Oke kalau gitu terimakasih kamu sudah mengusahakan semuanya mas"
"Aku ingin yang terbaik untuk kamu Alina,aku tidak ingin mengulang kesalahan lagi" Alina melihat wajah sendu Tio ia memegang tangan tio
"Semuanya sudah terjadi yang terpenting sekarang kamu sudah merubah nya mas"
"Terimakasih sayang sudah hadir dalam hidupku,Dulu aku kira akan hidup tapi tak pernah hidup waktuku hanya dihabiskan dikantor saja tapi sekarang hidupku lebih berwarna lagi kehadiran Ezra dan dirimu terasa merubah segalanya"
"Apa sih mas puitis sekali"Alina menutup mulut nya yang ingin tertawa
"Kamu ini aku sudah mengungkapkan isi hati ku malah dibilang puitis"
"Maaf mas,aku gak terbiasa mendengar kata kata seperti itu dari kamu yang ku kenal Satrio yang berwajah dingin datar tidak bisa ditembus oleh manusia"
"Memangnya aku es balok Antartika yang tidak bisa ditembus manusia"
"Ya habis nya seperti itu mas, pertama kali aku melihat mu dulu kak Andin kok mau sama kamu yang seperti itu kayak nya bakalan gak asyik"
"Oh ya sepertinya kamu sudah memperhatikan aku dari dulu ya"
"Wajar dong aku menilai calon kakak iparku tapi sekarang malah jadi calon suamiku takdir memang suka susah ditebak"
"Aku juga tidak menyangka Alina kamu yang aku kenal hanya sebatas adik ipar ku yang tidak pernah aku lihat tapi sekarang malah mau jadi istri aku"
"Jangankan untuk melihat aku mas kamu natap kak Andin aja enggak,makannya aku suka bertanya tanya kenapa kak andin bisa mau sama kamu"
Obrolan malam Tio dan Alina mengalir seperti air apapun mereka ceritakan,Tio sekarang tidak sedingin dulu ia lebih terbuka dan mendiskusikan apapun bersama Alina karena pendapat Alina sangat Tio butuhkan untuk menghargai nya.
"Udah sekarang kita tidur besok biar gak telat nganterin kamu pagi pagi nya"
"Oke mas selamat malam jangan lupa mimpiin Aku"dengan mata genit Alina langsung lari ke kamar nya
Batin Tio, bagaimana bisa untuk melewatkan mu Alina kamu seperti memberikan warna dalam hidupku yang hanya monoton seperti ini aku sangat berterimakasih pada tuhan telah membuka hatiku untuk kamu.
Setelah malam panjang terlewati Tio dan Alina pagi pagi sekali sudah berada di dijalan untuk mengantarkan Alina ke kampus.
"Mas kita belum sarapan,apa kamu sarapan dulu?"tanya alina
"Nanti saja sayang di dekat kampus kamu"jawab Tio
"Oke kalau gitu" Tio melirik ke arah Alina yang sibuk dengan handphone nya
"Kamu sedang chatingan dengan siapa sayang?" tanya Tio karena sangat penasaran wajah Alina begitu serius
"Dengan sus Ezra mas,aku mengirimkan menu makan untuk sarapan Ezra tadi aku lupa memberitahu nya"jawab Alina yang masih fokus dengan handphone nya
Tio mengelus rambut Alina, seketika Alina memberhentikan fokus nya dan melirik ke arah Tio
"Ada apa mas kenapa kamu melihat aku seperti itu"
"Gapapa sayang,mas seneng aja melihat kamu begitu perhatian pada Ezra meskipun kamu belum menikah dan mempunyai anak tapi kamu begitu sangat siap mengurus Ezra tidak pernah mendengar keluhan apapun dari kamu selama mengurusnya" ucap Tio
"Iya memang ini tugas aku mas,aku sudah berjanji kan akan mengurus Ezra seperti anak ku sendiri"
"Iya sayang terimakasih untuk semuanya"Tio mengecup tangan Alina dan satunya lagi tetap mengemudi
Setelah perjalanan yang cukup panjang tapi Alina dan Tio sampai lebih cepat karena tidak terhambat oleh macet mereka berangkat pagi sekali jadi belum terlalu ramai.
"Mas ayo sarapan dulu"ajak Alina
"Kita mau sarapan dimana sayang?"tanya Tio
"Bagaiman kalau di dalam aja mas biar gak kejauhan,lagian enak enak kok makanan di kantin sini juga"
"Oke kalau gitu,tolong kamu pesenin nasi kuning aja dan kopi ya"
"Oke mas ayo kita masuk"
Karena belum terlalu ramai oleh mahasiswa hanya ada beberapa orang yang sudah di kampus,mereka melihat ke arah Alina dan Tio yang berjalan beriringan wajah Tio yang sangat tampan apa lagi sekarang Tio memakai pakaian kantor nya menambah ke gantengan berkali kali lipat aura CEO nya begitu terpancar.
"Kok aku nyesel ya mas ngajak kamu makan ke kantin"ucap Alian dengan cemberut
"Memang nya kenapa sayang kalau kamu gak suka ayo kita cari tempat makan yang lain aja"
"Bukan begitu mas tapi liat deh mahasiswi disini liatin kamu kayak liat apa aja aku kesel!"