ini tentang Andara gadis dengan kepribadian buruk. pemalas, jutek , arogan , dan seenaknya.
dengan segala sifat dan sikapnya yang susah diatur .orangtuanya memutuskan mengirim Andara dari Jakarta ke Bandung.
saat dibandung Andara bertemu dengan pemuda taat beragama, selalu tersenyum, dengan segala kepribadian baik bernama qiyas. dari situlah awal mula pemuda itu akan menjungkir balikan hati dan perasaan Andara.
yang penasaran langsung baca aja. !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rismasuzy93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dibalik sisi kehidupan Qiyas. 8
Happy reading ✓
💞💕💞💕💞
Qiyas POV
Aku merasakan ada sesuatu yang basah mengalir dari lubang hidung. Aku sudah bisa menebak itu pasti darah. Lantas aku langsung mengusap hidung ku menggunakan tangan. Benar saja datang sudah membanjiri tanganku.
Semakin lama aku merasakan kepala ku semakin sakit. Rasanya seperti mau pecah. Tapi aku bersyukur disaat seperti ini tidak ada umi dan Abi. Karna aku paling tidak mau membuat kedua orang tuaku panik atau sedih.
Aku langsung menyambar obat yang ku beli di apotik. Aku berharap bisa sedikit meredakan rasa sakit. Benar saja setelah aku menelan beberapa obat. Rasa sakit dikepala ku perlahan menghilang.
Seketika pikiran ku Kemabli teringat kejadian beberapa saat lalu. Aku kembali teringat disaat dara sangat terlihat cemas dan panik saat melihat ku terluka itu membuat ku tersenyum dengan sendirinya. Aku juga memikirkan siapa yang sudah berani menyakiti gadis itu sampai aku melihat ada bekas tamparan di pipinya.
Aku berencana akan menemui ayah Danang dan ibu Fatimah. Di otaku juga terus terfikirkan kejadian disaat aku berkata jujur tentang perasaan ku kepada dara didepan Aliyah.
Aku memutuskan akan memperjelas tentang hubungan aku dengan Aliyah kepada ayah Danang. Akupun langsung beranjak keluar rumah dan mengendarai Motor ku menuju rumah Aliyah.
" Assalamualaikum " aku mengucapkan salam saat sudah berada didepan pintu rumah Aliyah.
" Walaikumsalam" ternyata ibu Fatimah yang keluar dan menyambut salamku. Sontak aku pun langsung mencium tangannya.
Ibu Fatimah Lantas langsung menyuruh ku untuk masuk kedalam.
" Sebentar ya Yas. Ibu panggilkan Aliyah sama ayah dulu " ujar ibu. aku hanya tersenyum sebagai tanda mengiyakan.
Setelah menunggu. tak berselang lama Datanglah ayah Danang dan juga ibu . Aku langsung mencium punggung tangan pria paruh baya itu.
Kemudian datanglah Aliyah dengan membawa baki berisi air minum . Gadis itu dengan perlahan meletakkan air minum yang tadi ia bawa di atas meja kemudian ia langsung duduk bergabung bersama kami.
" Ada apa Yas . Tumben sudah malam kamu datang kesini. Ada apa " tanya ayah Danang sembari tersenyum
" Begini ayah. Sebelum nya aku minta maaf kalau maksud kedatangan aku kesini kurang berkenan. Ada hal yang mau Qiyas bicarakan " aku sengaja menjeda ucapan ku. Dengan sesekali menghela nafas.
" Hal apa Yas " tanya ayah Danang lagi
" Begini yah. Sekali lagi aku minta maaf aku ingin membatalkan perjodohan antara aku dan Aliyah. Aku rasa Aliyah sudah tau alasannya. Sekali lagi Qiyas minta maaf. Karna Qiyas merasa tidak punya perasaan apapun dari dulu sampai sekarang. Aku menyayangi Aliyah karna bagi aku ia sudah seperti saudari kandung aku sendiri "
Aku bisa melihat reaksi kaget yang ayah Danang dan ibu Fatimah tunjukan. Dan aku lihat Aliyah masih terdiam pandangan nya ia arahkan menghadap lantai.
" Yas dulu ayah sama ibu nya Aliyah. Kami menikah tidak ada rasa cinta . Tapi rasa itu muncul dengan seiring berjalannya waktu itu pasti . Jadi maksudnya ayah minta sama kamu. Kalaupun kamu untuk sekarang tidak ada rasa cinta kepada Aliyah. Tapi ayah yakin setelah kamu menikahinya dengan berjalannya waktu kalian pasti akan saling cinta "
Ayah Danang sepertinya mencoba memberikan ku pahaman. Tapi entah kenapa hati aku terus menolak setiap kalimat yang dilontarkan ayah Danang terhadap ku.
" Maaf ayah. Tapi aku hanya ingin mengikuti apa kata hati. Aku sangat susah membohongi perasaanku sendiri. " Beban dipundaku sedikit terasa terangkat setelah mengatakan perasaan ku yang sebenarnya.
Aku melihat pundak Aliyah bergoncang. Yang menandakan gadis itu tengah menangis.
" Aliyah aku mohon dengan sangat. Maafkan aku kalau aku menyakiti perasaan kamu. Tapi sungguh selama ini rasa yang aku berikan itu semata-mata seperti hal nya rasa sayang yang diberikan ke saudara. "
Setelah aku mengatakan itu. Isakan Aliyah bertambah kencang. Itu membuat ku tercenung sejenak.
" Apa yang sudah keponakan Bima katakan sama kamu Qiyas. Sampai sampai kamu berfikir seperti itu "
Ayah Danang mengucapkan kata itu. Aku bisa melihat raut wajah nya yang sangat amat kecewa.
" Ini skenario Allah yang harus aku jalani ayah. Jadi tolong jangan menyalahkan siapapun "
" Baiklah Qiyas. Nanti setelah Abi dan
Umi mu pulang kita bicarakan lagi hal ini " aku menanggapi nya dengan menunjukkan senyum. Tapi sepertinya ayah Danang sudah terlanjur kecewa padaku sehingga ia masih memperlihatkan raut wajah kekecewaan yang mendalam.
Detik itu juga aku langsung pamit. Aku menyalami tangan kedua orang tua Aliyah. Dan berlalu pergi berjalan menuju rumah
Sesampai nya dikamar. Aku melihat gawai ku. Terdapat chat yang masuk lantas kulihat dan kubaca apa pesan chat tersebut. Ternyata itu adalah A amar. Ia memberi tahu ku kalau Abi dan umi kemungkinan akan pulang 1 minggu.an lagi.
SATU MINGGU KEMUDIAN
*
*
Aku termenung diatas hamparan sajadah. Selepas sholat tiba-tiba aku memikirkan kondisi ku yang dirasa semakin hari semakin membuatku payah sebenarnya aku ingin sekali memeriksakan kondisiku ke dokter tapi hal itu belum ku lakukan.
" Yas Yas " seseorang memanggil ku. Setelah ku lihat ternyata Malik yang sudah melongokan diri dibalik pintu kamar ku.
" Kunaon ( kenapa ) " aku bertanya
" Mumpung liburan. Hayuk atuh gaskeun " ternyata Malik bermaksud mengajak ku untuk sekedar menghabiskan waktu libur sekolah. Setelah aku pikir dan memang haru ini tidak ada jadwal aktivitas keagamaan akhirnya aku pun menyetujui ajakan nya.
" Ya udah yu " aku menjawab tanda setuju
Kami akan memutuskan untuk pergi kesebuah bukit yang memang lumayan ramai biasa dikunjungi oleh kebanyakan para muda mudi.
Aku berboncengan dengan Malik menggunakan motor nya. Menyusuri jalanan dengan perlahan. Dan sembari berbincang-bincang ringan
" Eh Yas itu bukanya si Fathur sama siapa tuh yang kamu naksir " ujar Malik yang memberi tahu ku. Aku pun mengikuti arah yang ditunjuk Malik.
Benar saja aku melihat motor Fathur melaju dengan dara yang membonceng dibelakang nya. Hal itu membuat senyum ku mengembang. Sepertinya mereka berdua tidak menyadari kalau aku memantau nya.
Dalam hati aku bertanya tanya. Kira kira mau kemana Fathur dan dara. Melihat dari tampilannya seperti nya dara akan pergi dengan jarak jauh
Sejujurnya aku ingin sekali mengikuti gadis itu pergi. Tapi aku memikirkan Malik. Aku tidak enak dengannya kalau aku menyuruh nya untuk membuntuti motor Fathur. Dan akhirnya motor Malik dan motor Fathur pun harus berpisah di persimpangan jalan.
*****************
Tak lama berselang kami pun sudah sampai ditempat tujuan. Sesuai dugaan ku bukit ini sudah dipenuhi oleh banyak pengunjung. Pasalnya bukit ini sudah disulap menjadi tempat yang terbilang menarik dan aestetic.
Disana ada cafe, taman mini dengan fasilitas bangku taman dan hamparan tanaman bunga. Mendadak pikiran ku mengingat dara rasanya aku ingin sekali mengajak gadis itu kesini. Memikirkan itu membuat ku senyum senyum sendiri.
" Naha maneh seuri sorangan . Kawas jalma gelo ( ngapain kamu senyum senyum sendiri kaya orang gila ) " ucap Malik yang menyadari ku sedari tadi senyum senyum sendiri.
Aku memilih tidak menjawab. Dan berlalu pergi mendahului Malik.
" Lik , Qiyas " aku menoleh setelah mendengar namaku disebut begitu juga dengan Malik. Ternyata tak jauh dari tempat ku berdiri. Ada Rizal . Aldi dan damar . Mereka adalah teman satu sekolahku .
Detik itu juga mereka bertiga berlari menghampiri ku dan Malik. " Kebetulan ketemu disini kita gabung yah " ucap Rizal aku pun sontak mengangguk
Pada akhirnya kami berlima memutuskan untuk ke cafe yang berada tak jauh dari situ. Kami duduk di area outdoor nya. Memesan minuman dan sembari berbincang-bincang
Setelah sudah cukup sore aku memutuskan untuk pulang . Aku melihat suatu pedagang pernak pernik yang berada diarea situ. Aku putuskan untuk melihat nya.
Mataku melihat ada sebuah lampu tidur berbentuk bola kristal dan terdapat berbagai kupu-kupu didalam nya. Melihat itu senyum ku kembali mengembang. Aku putuskan untuk membelinya dan akan kuberikan pada gadis pujaan ku.
Setelah sampai dirumah. Aku langsung menyobek secarik kertas. Ku tuliskan tinta penaku diatas lembaran kertas putih itu. Aku menulis kata demi kata sampai menjadi kalimat pengutara hati.
Aku memasukan surat itu kedalam bungkus bersatu dengan lampu tidur yang tadi sudah kubeli. Kebetulan Malik masih ada dirumah ku
" Lik aku minta tolong. Berikan ini ke dara yah " ujar ku meminta Malik memberikan bungkusan kotak yang tadi kepada dara
" Kenapa gak kamu aja " jawab Malik
" Sengaja biar dia rindu sama aku " jawabku
Dengan segera Malik mengambil bungkusan tadi dan berlalu pergi menuju rumah pak Bima menggunakan motor nya.
semisal mau dibikin happy ending . author nya kasian sama Aliyah wkwk. maklum saya mah gak tegaan orang nya. 😁😁