Indonesia
NovelToon NovelToon
Masuk Dunia Game Light & Light S2

Masuk Dunia Game Light & Light S2

Status: tamat
Genre:Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama / Dunia Lain / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: RisyArhes

Alinda, wanita berusia 23 tahun itu tiba-tiba saja masuk kedalam dunia yang tidak ia kenal.

Dan di kehidupannya di dimensi lain, ia dipertemukan dengan tiga pria yang sangat Alinda kenal. Charlie, Evan, Osborn, ketiga karakter pria paling tampan ini adalah karakter utama di salah satu game terkenal dengan judul game Light and Night.

Dan Alinda harus dihadapi beberapa peristiwa yang membuatnya tidak tahu harus berbuat apa, karena ketiga pria yang Alinda cintai itu ada di depan matanya.

"Aku harus apa?"

"Kau harus memilih salah satu dari kami. Bukankah di mimpimu waktu itu kau mengigau agar kami tidak menikah dengan wanita lain?" Ungkap Charlie.

"Kau tidak ingin melihat kami menikah dengan wanita lain, tapi kau sendiri wanita yang mengaku ingin menikah dengan salah satu dari kami, jadi pilih, pilih aku, dia, atau dia," Tanpa menoleh ke samping kanan, seorang pria berambut coklat, terus memandangi wajah Alinda yang sudah kebingungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RisyArhes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 : Pesona Osborn

"Kita keluar dulu, biarkan dia istirahat." Ungkap Osborn.

"Apa jangan-jangan, kedatangannya lagi-lagi dari atas ya?" Tanya Arsiel, dia penasaran, karena atap kolam renangnya sampai hancur separah itu.

"Hmm, dia memang datang dari atas, tapi bukan berarti dia jatuh menghancurkan atap kaca." Osborn kembali minum dan berkata lagi : "Atap kacanya tiba-tiba memang pecah, dan di saat pecahan itulah, dia jatuh bersamaan dengan puing-puingnya."

GLUK...GLUK...GLUK.....

Osborn kembali minum sampai titik penghabisan, lantas dia membuangnya ke tempat sampah dan otomatis langsung masuk, padahal Osborn terlihat melemparnya begitu sembarangan, tapi ternyata itu sudah sesuai dengan perhitungan.

Raut wajah Arsiel menunjukkan wajah berpikir. "Jika seperti itu, berarti Alinda sedang mengalami efek samping karena anomali itu."

Hingga secara tidak sengaja, Arsiel melihat ada handphone yang di letakkan di atas nakas.

"Apa itu punya dia?"

"Iya, tapi sayangnya karena jatuh kedalam air, sudah pasti rusak. Kalau kau mau memperbaikinya, lebih baik cepat perbaiki sebelum dia bangun. Karena pasti dia yang seperti itu, akan nangis kejer kalau handphone nya mati."

"Padahal kau sendiri kan bisa? Kenapa malah nyuruh aku yang bukan ahlinya?"

Osborn melirik, lalu menoleh ke belakang, wajah Alinda yang begitu tenang itu, tidak lama lagi pasti akan berubah menjadi wajah panik, jika melihat handphone yang di sayanginya, rusak karena air.

"Apa artinya kau mengakui kalua kau bukan yang terhebat?"

"Apa kau sedang menyindirku?" Arsiel membalas lirikan mata Osborn yang terlihat sedang merendahkannya. "Aku ini seniormu, teryata kau bahkan tidak bisa menghormati yang lebih tua. Hahh...sebenarnya kau ini anaknya siapa, sampai punya sikap tidak berperasaan seperti itu kepadaku, bahkan kepada orang lain.

Yah~ Dengan begitu, kau memang pantas di panggil sebagai raja dingin. Tapi apa dengan begitu, kau ada yang menginginkanmu?"Papar Arsiel.

Dengan senyuman sombongnya, Osborn menjawab. "Jelas ada, kau pikir siapa Alinda ini? Dia suka denganku, jadi aku tidak perlu mengkhawatirkan tidak ada wanita yang menyukaiku."

"He~ Sejak kapan kau bisa sesombong ini? Padahal biasanya juga enggan berurusan dengan wanita. Aku pikir kau sudah melupakan perasaan dari wanita seperti Alinda yang menyusahkan itu." Ucap Arsiel dengan panjang lebar.

"Sejak kapan?" Osborn menyipitkan matanya, dan mencoba untuk mengingat sejak kapan hatinya yang biasanya membeku, bisa jadi lunak karena wanita dari negeri asing itu? "Mungkin, sejak kau membuat sidang pengakuan." Sindir Osborn.

Dia masih mengingat dengan jelas dimana, di saat Alinda benar-benar menjaga jarak dengannya, dan merasa kesusahan sendiri karena tidak berani menghadapi Osborn yang waktu itu terlihat cuek dan merasa kalau Alinda adalah sebuah parasit di rumahnya, Arsiel tiba-tiba saja membuat sidang mengakuan.

Sidang itu terdiri dari mereka bertiga, Osborn sebagai tersangka, dan Alinda sebagai korban, sedangkan Arsiel menjadi pihak penentu, yaitu hakim.

Di dalam sidang tersebut, Arsiel pun memutuskan untuk membuat Alinda mengungkapkan isi hatinya kepada Osborn secara langsung, dan alhasil, sidang itu di akhiri dengan pelukan damai.

"Mungkin sejak saat itu. Karena waktu itu aku baru pertama kali ada wanita yang menginginkan pelukan saja, tidak lebih dan tidak kurang, dan aku merasa itu cukup patut aku hargai, sebab Alinda mau memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepadaku, meskipun ada tekanan yang tidak bisa di atasi sendirian.

Pada akhirnya, semuanya karenamu. Kau harus tanggung jawab kepadaku, Arsiel." Jelas Osborn panjang lebar.

"Tanggung jawab bagaimana? Itu kan urusanmu. Aku waktu itu hanya sebagai hakim saja, tidak lebih. Yang seharusnya kau mintai pertanggung jawaban itu bukan aku, tapi dia, Alinda." Arsiel mengangkat sedikit dagunya, menunjuk pada satu orang wanita yang sedang terlelap tidur karena pengaruh dari obat yang baru saja di minumnya.

Osborn menunduk, menutup separuh wajah bagian bawahnya dengan telapak tangannya, dan menyembunyikan senyuman remehnya.

"Kau- kenapa lagi? Setelah kau tahu perasaanmu pada wanita itu, kau akhirnya jadi pria yang lumayan aneh." Sindir Arsiel dengan salah satu alis terangkat, karena Osborn tiba-tiba tertawa seperti itu. Rasanya memang merinding, karena selain tertawa yang sedang berusaha di tahan itu, sudut matanya yang begitu tajam, melirik Alinda layaknya seorang mangsa yang harus di urus dengan baik, bahkan sangat baik.

"Tidak ada, aku hanya ingin tertawa, memangnya tidak boleh?" Dalam seketika tawa itu menghilang dan tergantikan dengan ekspresi wajah Osborn yang berdominan datar itu.

Ya, kalau dia tertawa, seluruh akal sehat semua wanita di dunia akan hilang semua, sehingga akan semakin tergila-gila, maka dari itu, Osborn pun terus berupaya untuk mengontrol raut wajahnya itu, karena punya daya tarik tersendiri untuk semua kaum hawa.

1
Anna
Next pliss dan up yg banyak oke thor 💪🤗☺
Anna: Gak ko ceritanya bagus aku suka banget ☺ apa lagi lucu aja kelakuan mereka semua bikin ketawa sendiri pas baca nya 😌🤣😄
Jadi aku tunggu upnya oke 👍😃 dan Semangat thor 💪🤗😆😁
total 2 replies
Ray
Real cuy
Izaz Id: udah aku follback ya kak. aku udah mampir juga ini.
total 1 replies
Daisy Chalondra
next tor...karyamu lumayan bagus, tpi aku ttp bagi rate bintang 5
🥑⃟G
wkwkwk beli pakaian maid sekalian buat cosplay
🥑⃟G: owlh gt
total 3 replies
🥑⃟G
wkwkwk ihh merindingnya kerasa sampai sini
🥑⃟G
melihat orang tampan dapat menjadi moodboster
🥑⃟G
mantapp
🛡️Change⚔️ Name🛡️
Waaahhh bahaya ini 😁
Jiang Yingxia: 😂 udah pd kena penyakit akut.
total 1 replies
🛡️Change⚔️ Name🛡️
Pakai perasaan dong
🛡️Change⚔️ Name🛡️
Perlu khayalan tingkat tinggi dalam mimpi yang sempurna 😁
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
mantap imajinasi mu thor
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
ada yang kece badai nih
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
nice
Radiah Ayarin
Mantap ini ceritanya Siip Thor lanjutkan
Radiah Ayarin
Hem ada ya thor
Jiang Yingxia: kisah sebelumnya ada di CS sih.
total 1 replies
Radiah Ayarin
ceritanya unik dan keren
Radiah Ayarin
namanya sprt tak asing
Radiah Ayarin
tampanlah itu
Radiah Ayarin
hahahaha iya juga sih, berubah jd gimana nantinya.
Ir Syanda
Jangan bilang buat dipake sendiri wkwk😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!