Indonesia
NovelToon NovelToon
The Secret Of Love

The Secret Of Love

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anowmuri3__

Menceritakan kisah tentang sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan sejak SMA, namun hubungan Meraka harus terlibat LDR lantaran sang perempuan harus melanjutkan pendidikannya ke luar negri.

Akankah hubungan mereka masih berlanjut? Ataukah berakhir? Ketika sang kekasih kembali ke Indonesia?

Ikuti terus kisahnya ...


Nb : kisah ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan dalam nama, alur, tempat, dan lainnya, itu tidak disengaja 🙏🙏

Mohon maaf bila ada yg salah dlm penulisan 🙏 terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anowmuri3__, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, esok hari adalah hari yang dimana seluruh mahasiswa tingkat akhir akan melaksanakan wisuda mereka.

Pada malam hari, dikediaman Kusuma, kini para anggota keluarga tengah menikmati makan malam bersama.

"Bu, ayah. Dimas ingin bicara sesuatu," ucap Dimas setelah mereka selesai makan.

"Bicara apa, nak?" tanya ayah Kusuma.

"Em ... begini, Dimas ingin minta ijin ayah sama ibu untuk melamar kan Rain untuk Dimas, yah, Bu," jawab Dimas.

"Apa!!!" pekik Jevan secara spontan.

"Ada apa kak?"

"Iya ada apa Jev," saut sang ayah.

"Ti- tidak ada, hanya saja apa kau yakin ingin melamar kekasih mu, sementara kamu saja belum bekerja, mau dikasih makan apa kekasih mu nanti," ujar Jevan.

"Kakak tidak perlu khawatir, kami suda sepakat untuk tunangan terlebih dahulu, dan aku juga akan mencari pekerjaan sebelum kami menikah," ucap Dimas.

Ya, Rain dan Dimas memang sudah membicarakan mengenai masa depan mereka, dan keduanya sudah memutuskan untuk melangsungkan pertunangan terlebih dahulu, dan nanti jika Dimas sudah bekerja baru lah mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.

"Sial," umpat Jevan dalam hati.

"Baik, kalau kalian memang sudah memutusakan nya. Lalu, kapan kamu ingin kami melamar kan kekasih mu itu?" tanya sang ayah.

"Em ... sebenarnya Rain belum tau kapan Dimas ingin melamarnya, dan kami masih membicarakannya, tapi Dimas ingin melamarnya setelah wisuda besok yah," jawab Dimas.

"Jadi pacarmu itu belum tau kapan kamu melamarnya?" Kali ini sang ibu lah yang bertanya, dan di jawab gelengan oleh Dimas.

"Astaga kamu ini, nanti bisa-bisa keluarga pacarmu pasti akan terkejut," ucap sang ibu dengan geleng-geleng kepala.

"Ya, biar suprise gitu," ujar Dimas seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Tapi ini terlalu mendadak, nak. Kenapa kamu tidak bilang jauh-jauh hari sih, kan ibu nanti bisa mempersiapkan semuanya, kalau kamu bicara sekarang, besok kita mau bawa apa ke rumah calon kamu itu."

"Iya juga ya. Gimana, kalau besok malam kita ke rumah Rain, untuk membahas mengenai keinginan Dimas untuk melamar Rain, sekaligus nanti kita bicarakan tanggal yang pas untuk acara pertunangan nya Bu."

"Itu boleh juga," timpal sang ayah.

"Bagaimana Bu?" tanya ayah Kusuma pada istrinya itu.

"Ibu ikut kalian aja lah," jawab sang ibu.

Mereka pun mulai membicarakan wisuda yang akan dilaksanakan pada esok hari, dan juga membicarakan mengenai rencana Dimas untuk melamar kekasihnya itu.

Sementara Jevan ia hanya diam saja, tak tahan dengan obrolan ketiga orang itu, Jevan pun beranjak dari duduknya dan masuk ke kamarnya yang ada di lantai atas.

"Jev, kamu mau kemana nak?" tanya sang ibu.

"Jevan ngantuk mah, mau tidur," jawabnya seraya berjalan ke lantai dua.

Sang ibu pun tak lagi bicara, dan membiarkan putranya itu pergi ke kamarnya.

...***...

Keesokan paginya, setelah acara wisuda selesai, para mahasiswa pun berfoto bersama dengan keluarga mereka, tak terkecuali Rain dan Dimas yang sama-sama mengambil foto dengan keluarga mereka masing-masing.

Dan untuk kedua orang tua mereka pun belum saling bertemu, karena setelah sampai di aula gedung tempat dilaksanakannya acara wisuda, keduanya tengah sama-sama sibuk, sehingga mereka tak sempat untuk memperkenalkan kedua orang tua mereka masing-masing.

Jika Dimas dan kedua orang tuanya sedang berbincang sesekali mengambil foto, lain lagi dengan Jevan, ia malah pergi untuk menemui Rain.

Jevan pun menatap sekeliling, setelah menemukan keberadaan Rain dan keluarganya, ia pun langsung menemuinya.

"Rain," panggilnya setelah berada di dekat Rain dan kedua orang tua gadis itu.

"Kak Jevan," ucap Rain setelah melihat siapa yang memanggilnya itu.

"Loh nak Jevan ada disini toh," ujar bunda Salma.

"Om, Tan." Jevan pun menyalim punggung tangan kedua orang tua Rain.

"Apa ada keluarga kamu yang wisuda disini juga?" tanya ayah Ardi.

"Iya om, kebetulan adik tiri saya kuliah disini, dia juga satu tingkatan dengan Rain," jawabnya, dan ayah Ardi pun mengangguk.

"Oh ya Rain, selamat ya, akhirnya jadi sarjana," ucapnya memberikan selamat pada Rain, dan tak lupa Jevan pun memberikan satu buket bunga mawar berukuran sedang pada gadis itu.

"Terima kasih ya kak," ucapnya seraya menerima buket bunga dari Jevan.

"Sama-sama."

"Oh ya nak Jevan, katanya adikmu juga wisuda disini, lalu dimana dia, kami juga ingin bertemu dan mengucapkan selamat padanya," ucap bunda Salma seraya bertanya keberadaan adik tiri yang tadi dikatakan oleh Jevan.

"Itu ... " Belum sempat Jevan melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Dimas dan kedua orang tuanya datang menghampiri Rain dan juga kedua orang tua Rain.

"Assalamu'alaikum om, Tante," ucap Dimas seraya menyalim punggung tangan kedua orang tua kekasihnya itu.

Ia dan juga kedua orang tuanya belum menyadari keberadaan Jevan di sana.

"Wa'alaikum salam," jawab kedua pasangan suami istri tersebut.

"Selamat wisuda ya," ucap bunda Salma.

"Terima kasih tan."

"Sayang happy graduation," ucapnya seraya memberikan buket bunga mawar merah dan juga satu boneka kesukaan kekasihnya itu.

"Makasih, kamu juga selamat ya."

Keduanya pun sama-sama memancarkan kebahagiaan di wajahnya, kedua bibir mereka pun membentuk senyuman yang manis.

"Loh Jevan kamu ada disini, mamah nyariin kamu tadi," ucap ibu Rita selaku mamah tiri Jevan.

Dan ucapan ibu Rita pun sontak membuat semua orang menoleh ke arahnya.

"Loh Tante ada disini juga?" tanya Rain.

"Loh nak Rain, jadi ... " Ibu Rita pun terkejut dengan keberadaan Rain di sana, ia tak menyangka bahwa kekasih putranya adalah gadis yang di sukai oleh putranya yang lain.

"Kalian saling kenal?" tanya Dimas pada dua wanita yang sama-sama ia sayangi itu.

"Iya Tante Rita kan mamahnya kak Jevan," jawab Rain.

"Kamu ada hubungan apa sama Tante Rita?" Rain pun bertanya balik.

"Dia ibu ku," jawabnya.

"Apa?! Jadi kamu sama kak Jevan saudara?" tanya Rain lagi seraya melihat ke arah Jevan.

Dan barulah Dimas melihat ada sosok kakak tirinya di sana.

Sementara kedua orang tua Rain dan juga pak Kusuma hanya diam, mereka pun sama-sama bingung.

"Iya," jawab Dimas.

"Jadi nak Dimas ini adik tirinya nak Jevan, begitu?" tanya bunda Salma memastikan.

"Iya tan," jawab Jevan yang sedari tadi diam.

"Astaga dunia benar-benar sempit ya?" ujarnya.

"Oh ya, om, Tante, kenalkan ini ibu dan ayahku," ucap Dimas memperkenalkan kedua orang tuanya, sebenarnya ia juga ingin mengenalkan Jevan, namun sepertinya kedua orang tua kekasihnya itu sudah mengenali siapa Jevan.

"Oh ya, perkenalkan saya Salma, dan ini suami saya mas Ardi," ucapnya seraya mengulurkan tangannya ke arah ibu Dimas dan Jevan.

"Ah iya, perkenalkan juga nama saya Rita ibu dari Dimas dan ini suami saya mas Kusuma selaku ayah dari Jevan," ucapnya seraya membalas uluran tangan dari bunda Salma.

Setelah berkenalan, kedua keluarga itu pun memutuskan untuk melanjutkan obrolan mereka di sebuah restoran yang dekat dengan kampus tempat Rain dan Dimas menuntun ilmu.

"Bagaimana kalau kita ngobrol nya sambil makan-makan, gak enak rasanya ngobrol di ruang terbuka seperti ini," usul pak Kusuma.

"Benar itu," timpal ayah Ardi.

Mereka pun pergi meninggalkan kampus, karena memang acara pun sudah selesai dan sebagian orang pun sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.

1
nana supriyatna
Luar biasa
Cita Solichah
good
Cita Solichah
lah..bangun cuci muka aj.. gk sholat skalian mbk..hehe
Mariafun Cong
ak suka baca novel ini dan ceritanya bagus tidak terlalu panjang dan tidak membosankan mantap
Riee 🕊️
Yuk jangan lupa mampir, dan terima kasih bagi yg sudah mau membaca karyaku yg satu ini🙏❤️
oliveandjune
Yuk lanjut yuk Thor!! Aku susah nelen air putih nih kalau belum ada kelanjutannya :(
Muhamad Fikri Fikri
capek baca kisahnya cuma muter di tempat tidak ada KEMAJUAN
Muhamad Fikri Fikri
cuma muter di tempat kisahnya
SugarGenius
Ya ampun thor, kok tega sih digantung gini
Riee 🕊️: Gak di gantung kok kak, cmn hari ini gk bisa update dulu, in syaa Allah besok update lgi, dan makasih udh mau baca karyaku 🙏🤗
total 1 replies
Cinta Misnaming
Ah, lanjutannya gimana nih? Aku udah kepo pake banget huhu
Riee 🕊️: Baca sampai tamat ya kak, terima kasih loh udh mau baca karyaku 🙏💚
total 1 replies
Soraya
Assalamu'alaikum numpang duduk dl ya kak
Riee 🕊️: Wa'alaikumusalam, silahkan kak.
total 1 replies
bluesky ⛅🌿
g ood
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!