Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN MAFIA

MENIKAH DENGAN MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Anak Genius / Romansa Fantasi
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Untuk keluar dari penjara keluarga, Charoen Torrer harus menerima pinangan dari seorang mafia ternama. Walau hanya jadi istri sementara, tetapi demi kebebasannya. Char menerima tawaran itu tanpa berpikir dua kali.

Tanpa ia tahu ke depannya, hidupnya jauh lebih rumit di banding rumah yang rasanya seperti penjara itu. Bagaimana Char dicintai secara ugal-ugalan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34.

Alexander memilih cuti untuk menemani Char di rumah sakit. Berita kehamilan istri sang penguasa belum diumumkan karena terburu Char dilarikan ke rumah sakit.

Semua awak media berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada Nyonya Romanov. Tetapi semua instansi rumah sakit menutupnya erat-erat, melindungi privasi pasien.

Sementara itu di kediaman Torrer. Grace kembali menghasut Gorgio.

"Paman, paman lihat sendiri bagaimana Char membuat Tuan Romanov kelimpungan bahkan menggendongnya di hadapan khalayak ramai. Char buat malu Tuan Muda!"

"Tapi yang aku lihat tidak seperti itu," celetuk Tania lalu menggigit roti selainya.

"Diam kamu. Kamu itu cuma anak kecil!" sentak Grace.

Lalu ia menatap Gorgio dan menggenggam lengan pria itu. Wajahnya dibuat-buat seperti menahan semua limpahan kesalahan yang dibuat Char.

"Paman, bagaimana penilaian Alexander pada keluarga kita yang mendidik Char seperti itu," ujarnya lagi meyakinkan.

"Memang apa salahnya, seorang suami menggendong istrinya?" tanya Gorgio bingung.

"Kalau di rumah mungkin tidak masalah. Tapi Char membuat malu keluarga Torrer!"

"Aku tak malu," sahut Gorgio santai.

"Paman!" protes Grace tak percaya pada jawaban sang paman.

“Paman!” protes Grace, tak percaya mendengar jawaban Gorgio.

Gorgio mengangkat alis. “Apa?”

“Paman tidak mengerti maksudku? Keluarga Romanov adalah keluarga terpandang. Alexander bukan pria sembarangan. Seharusnya Char menjaga sikapnya di hadapan publik, bukan malah membuat Tuan Romanov harus menggendongnya seperti anak kecil!”

Gorgio mengunyah makanannya dengan santai sebelum menjawab, “Kalau aku memiliki istri yang sedang kelelahan, mungkin aku juga akan menggendongnya.”

Grace terdiam sesaat.

“Lagi pula, bukankah itu justru menunjukkan bahwa Alexander menyayangi Char?” lanjut Gorgio. “Apa masalahnya jika seorang suami memperlakukan istrinya dengan baik?”

Tania yang sedang mengoleskan selai ke rotinya mengangguk kecil.

“Benar. Kalau suamiku menggendongku, aku malah senang.”

“Kau bahkan belum punya suami!” bentak Grace.

“Ya, makanya aku sedang membayangkan.” Tania menggigit rotinya lagi. “Daripada punya suami yang membiarkan istrinya berjalan sendirian ketika sedang sakit.”

Gorgio menoleh kepada Tania, lalu tertawa pendek.

“Anak ini ada benarnya juga.”

Wajah Grace langsung berubah masam.

Sejak kapan Tania yang biasanya hanya sibuk dengan makanan mulai berani menyela pembicaraannya?

“Paman, aku melakukan ini demi nama baik keluarga Torrer!” tegas Grace, berusaha mengembalikan kendali percakapan. “Bayangkan jika orang-orang berpikir bahwa kita gagal mendidik Char. Bagaimana jika mereka menganggap keluarga kita tidak memiliki tata krama?”

Gorgio meletakkan alat makannya.

“Grace, dengarkan aku baik-baik. Char sudah menjadi istri Alexander Romanov. Urusan rumah tangganya bukan lagi urusan keluarga Torrer.”

“Tapi—”

“Dan kalau Alexander memilih menggendong istrinya di hadapan banyak orang, itu haknya. Aku tidak melihat ada sesuatu yang memalukan dalam tindakan tersebut.”

Grace mengepalkan tangannya di bawah meja.

Ia datang dengan harapan Gorgio akan ikut marah, lalu menghubungi Char atau bahkan mendatangi kediaman Romanov untuk menuntut penjelasan. Namun, pria itu justru membela keponakannya yang selama ini dianggap tidak lebih dari anggota keluarga yang merepotkan.

"Tapi kenapa Kak Alex berteriak pada ajudannya untuk mengosongkan jalan?" celetuk Tania bertanya.

Tangan Gorgio yang memotong sandwich berhenti. Semenjak Char keluar dari rumahnya. Anak perempuannya itu tak sekalipun menelepon dirinya.

Tania membuka ponselnya dan mencari berita terkini. Tentu saja headline semua warta berita adalah kisah Nyonya Romanov yang dibawa ke rumah sakit.

"Kak Char dibawa ke rumah sakit? Kakak kenapa?" seru Tania dan membuat pisau dan garpu di tangan Gorgio terlepas.

"Apa kau yakin?"

"Benar Paman! Ini beritanya!" seru Tania menjawab.

Gorgio langsung mengambil ponselnya di saku, menelepon Alexander. Lotta menatap suaminya dengan perasaan cemas.

Lima menit, panggilan tak tersambung. Gorgio kembali meneleponnya. Barulah teleponnya diterima.

"Halo dengan Raphael Angelo di sini!"

"Tuan Raphael. Saya Gorgio Torrer ...."

"Tuan Torrer, Kami akan menghubungi anda nanti!"

Sambungan telepon diputus secara sepihak. Gorgio menatap ponselnya yang menghitam. Ia tak percaya seorang ajudan mampu memutuskan sambungan telepon darinya. Tapi ajudan itu adalah tangan kanan Alexander. Siapa yang berani protes.

"Hhhhh!" desau napas pasrah Gorgio terdengar begitu berat.

"Sayang, ada apa dengan Char?" yanq Lotta sang istri.

"Aku tidak tahu. Tadi Raph langsung menutup teleponnya dan akan menghubungi kita nanti," jawab Gorgio lemah.

"Paman, lihat sendiri kan?" celetuk Grace mencibir.

"Apa maksudmu, Grace?" tanya Lotta gusar.

"Bibi, Char baru saja jadi istri Alexander. Ia sudah berlaku kurang ajar!" seru Grace memanasi suasana.

"Raph itu hanya orang suruhan. Tapi dia berani menutup telepon secara sepihak. Apa lagi itu bukan karena suruhan Char. Dia tak mau berhubungan dengan kita lagi!"

Wajah Lotta memucat mendengar penuturan Grace. Ada rasa sakit yang menusuk hatinya. Terlebih pertemuan terakhir Char kemarin yang membawa satu koper butut baju-baju miliknya. Ia melihat bagaimana wajah Rudolph, kakek dari Alexander menatap semua keluarga seperti musuh bebuyutan.

"Sayang, apa Char melupakan kita?" tanyanya berbisik, air matanya mengalir deras.

Gorgio tak menjawab, ia tidak yakin jika putrinya sanggup memutuskan hubungan dengannya. Tetapi mengingat semua perlakuan mereka dahulu.

"Gila! Kak Char sudah jadi wanita paling berpengaruh di kota Seradam!" teriak Tania sambil menatap ponselnya.

"Apa katamu?".

"Ini Paman. Kak Char dihadiahkan sepuluh persen saham Romanov Industri!" jawab Tania sambil menunjukkan berita headline di ponselnya.

Berita itu menyambar ruang makan kediaman Torrer bagaikan petir di siang bolong.

Sepuluh persen dari kekaisaran bisnis Romanov Industry. Angka itu bukan lagi sekadar fantastis; itu adalah simbol kekuasaan mutlak yang membuat nama Charoen Romanov sejajar dengan para taipan teratas di seluruh negeri.

Gorgio terperangah, matanya menatap nanar layar ponsel Tania yang menampilkan potret wajah putrinya berdampingan dengan Alexander di panggung megah hotel kemarin malam.

"Sepuluh persen saham Romanov Industri?" cicit Lotta tak percaya.

"Ia tak perlu mengkhawatirkan semua keturunannya tanpa perlu bekerja keras lagi," lanjutnya terharu.

"Aku akan pergi ke rumah sakit! Aku harus tahu keadaan putriku!" ujar Gorgio lalu menyambar kunci mobilnya.

"Kami ikut!" seru semua orang di sana.

"Tidak!"

"Kakak!" protes Gina sang adik.

"Kita ini keluarga. Kita harus beri citra baik di depan semua orang dan membantah rumor pengabaian masa lalu!" sahut Robert membujuk.

"Mobil hanya satu dan sudah terlalu tua. Biar aku dan Lotta yang pergi. Kalian jaga rumah!" ujar Gorgio memutuskan.

"Tapi Paman ...."

"Tidak ada tapi. Ayo Lotta. Kita pergi!" Lotta berdiri dan mengikuti suaminya ke mobil.

Di sisi lain, wajah Grace berubah pucat pasi hingga nyaris transparan. Rahangnya mengeras, jemarinya meremas serbet meja hingga hampir robek. Rasa iri, dengki, dan benci yang membara bergemuruh hebat di dalam dadanya.

'Tidak mungkin! Kenapa perempuan bodoh dan udik seperti Char bisa mendapatkan segalanya?! Seharusnya aku yang berdiri di sana! Seharusnya Alexander menjadi milikku!' teriak batin Grace frustrasi.

Bersambung.

Dih ... Grace ... Ngaca deh!

Next?

1
S.R ciplux
gak punya malu.
Deyuni12
idikh
pengen nabok rasanya biar otak si Grace sedikit berfungsi
Anita Barus
Grace terlalu kepo ya cenderung tak tau diri .dasar si sirik dengki .turunan nya Mak lampir ini
vania larasati
lanjut kak
Lou AK
grace itu mulutnya perlu dibungkam Elexander shg diam dan bahkan tdk bisa apa-apa. mulutnya kok busuk n otaknya
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
hahahaha
char lucu
Anita Barus
😍😍😍char lupa kalau dia sedang nge Gembol 5 bayi dlm perut nya 🤣🤣🤣payah .
Anita Barus
torrer memang bodoh mengabaikan putri nya sendiri malah LBH condong PD keponakan busuk nya si grace.tolol dan tamak itu
Deyuni12
lanjuuuut
makin seru n penasaran
vania larasati
lanjut kak
Deyuni12
Alex cemburuuuu
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
demi sang jabang bayi alexander.sang penguasa terpaksa mengalah 😄😄😄
Deyuni12
huaaaaa
Anita Barus
akhirnya char mengarakan bahwa ia hamil PD ke dua org tua nya .
vania larasati
lanjut kak
Anita Barus
Grace sepupuyg iri dengki dan tak tau diri di ciduk Alexander baru di buang ke laut baru tau rasa Lo
S.R ciplux
bawa sekalian ke RSJ aja
S.R ciplux
suka gak bosan. bikin penasaran dengan kelanjutan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!