Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Si Kembar

Takdir Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: shid_qia

Kamila putri Rahardja adalah gadis yg sangat beruntung selain memiliki paras yang sangat cantik dia juga memiliki orang tua yang sangat menyayangi dan memanjakannya.Apa yang di inginkan nya selalu terpenuhi karena orang tua nya yaitu Pak Rendy Raharja salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dan Kamila adalah pewaris tunggal keluarga Raharja.

Selain itu dia pun sangat beruntung selalu di cintai laki laki yang sangat tampan bahkan laki laki paling tampan di kampus nya dan kaya raya tentu nya siapa lagi kalau bukan Alvino Wijaya,salah satu pewaris keluarga Wijaya.

Entah sudah berapa kali Alvino menyatakan cintanya kepada Kamila dan selalu di tolak karena Kamila memiliki pria idaman lain,namun Alvino tidak pernah berpaling dia tetap mencintai Kamila.Tanpa Alvino ketahui bahwa Kamila memiliki kembaran yang terpisah sedari kecil.

Apakah cinta Alvino tetap bertahta di hatinya untuk Kamila walaupun selalu di tolak atau berpindah haluan pada kembaran nya,simak terus ceritanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shid_qia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa dia sebenarnya?

Bu Wina menutup mulutnya dengan kedua tangannya, beruntung dia berdiri di belakang Kamila (Kinara) sehingga Kamila (Kinara) tidak bisa melihat wajah pucat Bu Wina yang sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya saat ini, ternyata benar kecurigaan nya selama ini,bahwa Kamila yang saat ini berdiri di hadapannya bukanlah Kamila yang sebenarnya.

" Si.. siapa dia sebenarnya? Apa mungkin dia adalah Kalina saudara kembar Kamila,tapi..tapi kenapa dia datang menggantikan Kamila dan dia tidak memiliki tanda lahir di wajahnya." monolog Bu Wina dalam hatinya.

"Mom.. mommy... mommy kenapa? Mana serangganya mom? Udah pergi kan?." tanya Kamila (Kinara) yang melihat Bu Wina malah melamun.

" I..iya..iya serangganya udah pergi kok." ucap Bu Wina dengan terbata bata karena sedang menyembunyikan keterkejutannya pada Kamila(Kinara),biarlah dia simpan dulu rahasia ini sampai dia tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi,dia akan menyelidikinya sendiri.

" Syukurlah mom..aku takut sekali sama serangga." ucap Kamila (Kinara) lalu memeluk Bu Wina,dan Bu Wina pun membalas pelukan Kamila (Kinara) dengan erat.

" Jika kamu adalah Kalina,lalu dimana Kamila?" monolog Bu Wina dalam hatinya.

*

Pagi pagi sekali Kamila membantu Bu asih membuka kedainya, seperti yang di katakan oleh Kinara Kamila harus menggantikan posisinya membantu Bu asih berjualan, tentunya saja Kamila menurutinya karena ancaman yang di berikan Kinara membuatnya terpaksa melakukan apapun perintah saudara kembarnya itu.

Kamila melayani banyak pembeli yang datang ke kedai milik Bu asih, meskipun terpaksa dia tetap melayani pembeli dengan ramah dan selalu tersenyum.

" Hi...Kinara,kamu ternyata sangat cantik tanpa tanda lahir di pipi kamu itu." ucap seorang pembeli yang membuat Kamila tersenyum.

" terimakasih Bu" sahut Kamila kepada pembeli itu.

Setelah semua menu yang ada di kedai Bu asih habis, Kamila pun membantu Bu asih beres beres dan menutup kedainya dan mereka berdua pun pulang ke rumah Bu asih untuk beristirahat.

*

Sementara itu Bu Wina terlihat sangat gelisah di dalam kamarnya,ia mondar mandir sambil memikirkan bagaimana caranya agar bisa memata matai Kamila yang kini dia ketahui bukan Kamila yang sebenarnya tanpa ketahuan.

" Aku harus melakukannya sendiri,aku tidak mau menyuruh orang lain,ya..mulai besok aku harus mengikuti secara diam-diam kemanapun dia pergi,Kalina aku yakin kamu adalah Kalina namun kemana saudara kembar mu,kenapa kamu muncul di hadapan mommy sebagai Kamila. " Bu Wina berbicara sendiri di dalam kamarnya sambil mondar mandir.

Siang itu Bu Wina pun pergi ke kantor Kamila untuk membawakan kamila makan siang,dan menjalankan misinya untuk mengetahui siapa Kamila sebenarnya.

Tak membutuhkan waktu lama Bu Wina pun tiba di perusahaan Rahardja group dengan menyetir mobilnya sendiri,agar dia bisa leluasa mengikuti Kamila yang di yakini nya adalah Kalina.

Semua karyawan di kantor tersebut menyapa dengan penuh hormat kepada Bu Wina,sampai akhirnya Bu Wina pun tiba di ruangan anaknya,tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Bu Wina langsung masuk ke dalam sehingga membuat Kinara yang sedang menelpon Bu asih merasa terkejut dengan kehadiran mommy nya itu.

" Baik Pak,nanti saya telpon lagi." ucap Kamila (Kinara) agar terlihat seperti sedang menelpon kliennya padahal yang di telponnya adalah Bu asih karena dia ingin menanyakan tentang Kamila.

" Kamu lagi telpon siapa?" tanya Bu Wina.

" Ohh itu tadi klien yang minta ketemuan." jawab Kamila (Kinara).

" Kok ga menghubungi lewat sekertaris kamu? " tanya Bu Wina dengan penuh selidik, karena biasanya klien itu mengajak untuk ketemu atau meeting lewat sekertaris.

" MMM...mungkin tadi Rani sedang sibuk,jadi kliennya langsung menghubungi aku mom." jawab Kamila (Kinara) Sekenanya.

" Oh..gitu."

" mommy tumben kesini? " tanya Kamila (Kinara).

" ini sayang, mommy bawain makan siang buat kamu,kita makan siang sama sama ya, mommy bawain masakan kesukaan kamu." ucap Bu Wina,dia akan mencari tau lagi apa benar yang ada di hadapannya sekarang ini bukanlah Kamila tetapi orang lain yang Bu Wina yakini adalah kembaran Kamila yang hilang 21 tahun yang lalu.

Bu Wina sengaja membawakan makan siang untuk Kamila udang saus tiram, karena udang adalah makanan yang ga mungkin di makan oleh Kamila karena Kamila alergi terhadap udang.Jika orang yang di hadapannya sekarang ini tetap memakan udang berarti benar dugaannya selama ini bahwa orang yang sedang duduk di hadapannya sekarang bukan Kamila.Dan Bu Wina akan menyelidikinya lebih lanjut.

Bu Wina pun makan siang di dalam ruangan anaknya itu,lalu dia membuka satu persatu rantang berisi makanan yang di bawanya.

" Wah...ini udang saus tiram, kelihatan nya enak banget mom.mommy tau aja masakan favorit aku." ucap Kamila (Kinara ) dengan mata yang berbinar melihat masakan kesukaan nya.Tanpa dia ketahui bahwa Bu Wina sedang menjebaknya dan Bu Wina akhirnya benar-benar yakin bahwa anak gadis yang di hadapannya sekarang bukan Kamila setelah melihat Kamila (Kinara) memakan udang saus tiram yang di masaknya dengan begitu lahap,sedangkan kalau dia benar-benar Kamila,jangankan memakannya dengan lahap,melihat udang aja Kamila sudah bergidik ngeri.

" kamu memang benar Kalina anak mommy yang hilang karena tidak mungkin ada orang yang begitu mirip dengan Kamila kalau bukan kamu,ternyata kamu masih hidup nak,sesuai dengan firasat mommy selama ini." monolog Bu Wina dalam hatinya,lalu Bu Wina pun tak bisa menahan air matanya yang menetes di pipinya.

" Loh... mommy kenapa nangis? " tanya Kamila (Kinara) karena melihat Bu Wina meneteskan air mata.

" Enggak ...mommy ga apa-apa,mommy cuma senang lihat kamu begitu lahap makan masakan mommy." ucap Bu Wina sambil menyeka air matanya yang menetes di pipinya dengan kedua tangannya.

*

" Kamila...apa kamu merindukan aku,maafkan aku,aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku." monolog Alvino sambil melihat foto kamila yang dia pajang di meja kerjanya.

"Monica kamu bisa ke ruangan saya sebentar." Alvino pun memanggil sekertaris nya melalui sambungan telpon.

"TOK..TOK.."

Hanya beberapa detik saja Monica langsung tiba di ruangan Alvino.

" Masuk."

" Ada perlu apa bapak memanggil saya." ucap Monica ketika sudah masuk ke dalam ruangan sang bos.

" Duduk"

Kemudian Monica pun duduk di depan meja kerja Alvino.

" Menurut kamu wanita itu paling suka di bawakan hadiah apa ketika mereka sedang marah? " tanya Alvino.

" ohhh jadi pak Alvino sedang marahan sama bu Kamila,pantas aja akhir akhir ini wajahnya agak di tekuk gitu." gumam Monica dalam hatinya.

" Monica? Saya tanya kamu,kenapa malah diam saja." tanya Alvino sekali lagi dengan sedikit meninggikan suaranya.

" I..iya maaf pak,saya tadi lagi berpikir dulu." sahut Monica dengan gugup.

" Ya,,jadi saya harus bawa apa untuk membuat Kamila tidak marah lagi sama saya? " tanya Alvino dengan sedikit lembut.

" Bapak bawa aja buket bunga kesukaannya Bu Kamila,terus tambahin cokelat juga ide yang bagus pak." saran Monica.

" Ok..kamu boleh keluar,nanti saya transfer bonus kamu bulan ini." ucap Alvino.

Tentu saja Monica keluar dari ruangan Alvino dengan wajah yang sumringah dan senyum yang mengembang, karena hanya dengan melakukan hal mudah saja Alvino memberinya bonus,tentu saja karena hal itu menyangkut Kamila.

*

Malam harinya Alvino langsung menuruti saran yang di berikan oleh sekertaris nya tadi siang, seperti yang Monica katakan dia akhirnya membeli buket bunga mawar putih dan cokelat kesukaan Kamila yang berukuran besar.

Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Alvino pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah Kamila dengan kecepatan sedang.Namun setelah tiba di depan gerbang rumah Kamila betapa terkejutnya dia ketika melihat Kamila sedang mengobrol bersama Irfan yang masih nangkring di atas sepeda motornya.

Alvino yang hendak memasukan mobilnya ke dalam gerbang pun,menepikan mobilnya dan berjalan menghampiri Kamila (Kinara) dan Irfan yang sedang mengobrol dengan asik sehingga mereka tidak menyadari kedatangan Alvino.

" Mila" panggil Alvino.

" Al" ucap Kamila (Kinara) ketika dia menoleh ke arah Alvino.

" Ayo kita masuk,ngapain kamu ngobrol sama dia di pinggir jalan seperti ini." ucap Alvino dengan menatap tajam ke arah Irfan.

" Maaf Al,tapi aku ada janji dengan Irfan dan kami akan pergi bersama." ucap Kamila (Kinara) yang dengan sengaja memanas manasi Alvino.

" Ohh..jadi kamu lebih memilih pergi sama dia daripada menemani aku?" ucap Alvino dengan sedikit marah.

" Sepertinya aku sudah berhasil membuat mu cemburu Alvino." monolog Kamila (Kinara) dalam hatinya.

" Maaf Al,tapi aku harus pergi sekarang." lalu Kamila (Kinara) dengan sengaja menaiki motor bersama Irfan,dan memeluk Irfan untuk membuat Alvino semakin patah hati.

" ARRRGGGHH..." teriak Alvino setelah motor yang di kendarai Irfan dan memboncengi Kamila (Kinara) pergi meninggalkannya.

" mas Alvino,gimana mobilnya mau diasukin? " tanya pak Dirga satpam yang berjaga di pintu gerbang rumah Kamila.

Alih-alih menjawab pertanyaan pak Dirga Alvino langsung memasuki mobilnya dengan wajah yang memerah karena menahan kesal.

Alvino pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia pun tiba di rumahnya hanya dalam waktu 20menit saja,padahal biasanya dia butuh waktu 45menit untuk perjalanan dari rumah kamila menuju ke rumahnya.

" PRANG..." Ketika Alvino tiba di dalam kamarnya dia melempar barang barang yang ada di atas nakas dengan nafas yang memburu.

* Bersambung*

1
Daulat Pasaribu
lanjut thor
shid_qia: kemarin tuh bulan puasa aku males nulis novel,jadi lupa deh sama cerita novel sendiri 🤭😂
total 1 replies
Odette/Odile
Aku suka ceritanya, thor. Teruslah menulis!
Shinn Asuka
Adegan-adegannya sangat menegangkan, bikin aku gak mau berhenti membaca sampai bab terakhir.
Kiera
Di luar dugaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!