Indonesia
NovelToon NovelToon
Terperangkap Di Pelukan Ketua Suku Harimau

Terperangkap Di Pelukan Ketua Suku Harimau

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:93.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Azida21

"Sejak kamu datang... aku tidak bisa tidur tanpa mencium bau tubuhmu."

Yuna, dokter 26 tahun yang belum pernah merasakan cinta, mendadak terlempar ke dunia asing bernama Beastia—tempat makhluk setengah binatang hidup.

Di sana, ia dianggap sebagai jiwa suci karena tak bisa berubah wujud, dan dijodohkan dengan Ravahn, kepala suku harimau yang dingin dan kejam.

Misinya sederhana: temukan cinta sejati, atau terjebak selamanya.
Tapi siapa sangka... pria buas itu justru kecanduan aroma tubuhnya.

Temukan semua jawabannya hanya disini 👇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azida21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Malam Pertama yang Bikin Heboh

Ravahn terbangun lebih pagi dari Yuna. Ia menatap wajah istrinya yang masih lelap dengan napas teratur. Senyum tipis muncul tanpa sadar di bibirnya. Yuna pasti kelelahan,semalam Ravahn memang sedikit terlalu bersemangat. Bagaimana tidak? Itu adalah pertama kalinya ia benar-benar merasakan kedekatan tubuh dengan pasangan.

Dengan hati-hati, Ravahn bangkit dari ranjang, lalu menyelimuti Yuna agar tetap hangat. Ia bertekad menyiapkan sesuatu untuk pasangannya. “Dia pasti haus dan lapar saat bangun nanti,” batinnya.

Tanpa banyak pikir, Ravahn mengambil keranjang dan keluar rumah. Ia berencana mencari buah-buahan yang Yuna sukai di hutan, sekaligus mengambil air dari sungai agar bisa membersihkan tubuh pasangannya dari keringat dan sisa keintiman semalam.

Namun, sejak melangkah ke jalan setapak desa, ia merasakan ada yang berbeda. Penduduk yang berpapasan dengannya tersenyum tapi bukan senyum biasa. Ada tatapan geli, malu-malu, bahkan beberapa betina menunduk sambil berbisik.

Ravahn mengerutkan kening."Kenapa mereka menatapku begitu? Ada yang salah di wajahku?" pikirnya heran.

“Ketua…” sapa salah satu penduduk dengan wajah ramah bercampur canggung.

Ravahn hanya mengangguk singkat. Ia memilih tidak menanggapi lebih jauh dan terus melangkah masuk ke hutan. Semakin dipikir, semakin aneh perasaan itu.

Tak lama, ia tiba di semak rasberi liar,buah yang Yuna pernah minta untuk di ambilkan. Ravahn menurunkan keranjangnya, lalu mulai memetik dengan hati-hati.

“Aku akan ambil banyak. Dia pasti senang,” gumamnya pelan.

Suara langkah kaki mendekat membuat Ravahn menoleh. Seorang pejantan muda muncul sambil membawa kantong anyaman penuh buah.

“Ketua,” sapanya dengan nada ragu, “apa aku boleh ikut memetik di sini?”

Ravahn, yang sedang dalam suasana hati cukup baik, mengangguk ramah. “Silakan.”

Pejantan itu tampak lega. Ia lalu mengangkat buah delima merah segar di tangannya. “Kebetulan aku baru saja memetik delima. Apa ketua tertarik mengambil beberapa untuk nona Yuna? Buah ini bagus untuk memulihkan tenaga.”

Ravahn berhenti sejenak, menatapnya datar. Pejantan itu langsung panik, tangan yang memegang buah ikut bergetar.

“S-saya tidak bermaksud lancang!” ujarnya terbata. “Saya hanya mendengar… kabar kalau ketua baru saja melakukan malam pertama. Jadi, saya pikir… buah ini bisa membantu nona Yuna cepat pulih.”jelasnnya cepat.

Kening Ravahn berkerut.“Dari mana kamu tahu aku baru melakukan malam pertama dengan pasangan ku?” suaranya tegas, dingin.

Wajah pejantan itu pucat. Ia tampak menimbang-nimbang, sebelum akhirnya menelan ludah.

“K-ketua… semalam… seluruh penduduk suku mendengar suara teriakan nona Yuna.”ucap nya terbata bata.

Ravahn terdiam. Matanya perlahan terpejam, rahangnya mengeras.

“Pantas saja semua orang bersikap aneh pagi ini…” gumamnya dalam hati, frustasi.

Ia membuka mata kembali, menatap si pejantan. “Apa suaranya… begitu keras?”

Pejantan itu mengangguk pelan. “Kita semua seekor harimau dengan pendengaran tajam. Jadi… ya, hampir semua penduduk mendengarnya.”

Ravahn mendongakkan kepala, menghela napas berat ke langit. “Kalau tahu begini, lebih baik tadi malam aku membungkam mulutnya dengan ciuman…” desisnya kesal, hampir menyesal.

Pejantan muda itu semakin salah tingkah, tangannya sibuk mengelus tengkuk sendiri.

“Selain teriakan… apa lagi yang kalian dengar?” tanya Ravahn lagi, suaranya datar namun penuh tekanan.

Pejantan itu ragu. Bibirnya bergerak, tapi tak ada suara yang keluar.

“Katakan.” suara Ravahn menurun, berat, tapi jelas mengandung perintah.

“Uh… kami… mendengar sedikit suara nona… mendesah,” jawabnya jujur dengan wajah memerah.

Mata Ravahn langsung membesar. “Kalian bahkan mendengar suara percintaan kami?”

Pejantan itu buru-buru menggeleng, tapi lalu mengangguk pelan. “Tidak semuanya, ketua! Hanya… beberapa bagian yang keras. Sungguh, kami tidak berniat menguping.”

Ravahn mengusap wajahnya kasar. Rasa frustasi makin menjadi. Bagaimana bisa momen intimnya dengan Yuna berubah jadi bahan gosip satu desa?

“Lain kali aku harus menyuruhnya jangan berteriak…” gumamnya, setengah bicara pada diri sendiri.

Pejantan itu mengangkat kepala, bingung. “Ketua, apakah terjadi sesuatu?”

“Tidak ada,” potong Ravahn singkat. Ia tak mau membahas lebih jauh.

“Berikan aku dua buah delima untuk pasanganku,” perintahnya kemudian.

Tanpa pikir panjang, pejantan itu segera menyerahkan dua buah delima terbaik. “Dengan senang hati, ketua.”

Ravahn menerima tanpa banyak bicara. Namun sebelum ia beranjak, pejantan itu menambahkan, “Oh ya… penduduk bilang kalau ketua sangat kuat.”

Ravahn berhenti, menatapnya dengan sorot mata tajam. Pejantan itu langsung menunduk.

Dengan helaan napas berat, Ravahn berkata, “Sudahlah. Anak kecil sepertimu tidak perlu ikut campur urusan harimau dewasa. Biarkan saja penduduk bicara sesuka mereka.”

Ia kembali memusatkan perhatian pada rasberi di depannya, meski hatinya masih diliputi rasa campur aduk. Ada ketidaknyamanan yang sulit diabaikan, mengingat para penduduk ternyata sempat mendengar suara keintiman mereka semalam, walau hanya sebagian kecil saja.

*****

Di rumah, Yuna mulai gelisah. Sejak bangun tadi, ia hanya berbaring di ranjang tanpa banyak bergerak. Bosan mulai menyergap. Dengan hati-hati, ia mencoba duduk dan menurunkan kakinya ke lantai. Tapi baru saja ia hendak berdiri, tubuhnya langsung meronta menahan sakit.

“Awh… sakit sekali…” keluhnya lirih, wajahnya meringis menahan perih.

Rasa kesal ikut muncul ketika ingat kejadian semalam. Ravahn benar-benar tak mau berhenti meski Yuna sudah beberapa kali meminta istirahat. "Dia itu keras kepala sekali"gerutunya dalam hati.

Tepat saat itu, pintu terbuka dari luar. Ravahn masuk dengan keranjang besar penuh buah di pundaknya. Begitu melihat Yuna sudah bangun, matanya berbinar.

“Kamu sudah bangun?” tanyanya lembut sambil menurunkan keranjang dari bahu.

Yuna tidak langsung menjawab, pandangannya justru tertuju pada keranjang yang penuh. “Buah sebanyak ini… untuk apa?” tanyanya penasaran.

Ravahn menoleh sebentar ke keranjang, lalu kembali menatap Yuna. “Aku memetiknya untukmu. Kamu pasti lelah dan belum bisa masak, jadi kupikir buah-buahan ini bisa menggantikan.”

Yuna sempat terdiam. Ada rasa hangat menyusup di dadanya. “Untukku semua?”

Ravahn mengangguk sambil tersenyum, senyum sederhana tapi tulus.

“Hmm… kamu baik juga ternyata,” ucap Yuna pelan, hampir malu sendiri setelah mengatakannya.

Ravahn jelas senang dengan pujian itu. “Aku juga bawakan air,” katanya sambil menunjuk kendi besar yang ia letakkan di dekat pintu.

Yuna melirik kendi itu, matanya membesar. “Kamu bawa sendiri? Sebesar itu?” tanyanya tak percaya.

Ravahn hanya mengangguk singkat.

“Apa tidak berat?” Yuna semakin heran.

“Tidak,” jawab Ravahn ringan.

Dalam hati, Yuna kagum. "Benar-benar pejantan kuat"pikirnya sambil spontan mengangkat jempol ke arah Ravahn.

Ravahn menatap jempol itu dengan bingung. “Ada apa? Apa jarimu sakit?” tanyanya penuh perhatian.

Yuna tersentak, menyadari Ravahn salah paham. Cepat-cepat ia menurunkan tangannya. “Tidak, tidak. Jariku baik-baik saja kok.”

Ravahn menatapnya sebentar, lalu tersenyum lega. “Syukurlah.” Ia kemudian menggeser keranjang mendekati ranjang Yuna. “Makan buahnya dulu. Setelah itu, baru bersihkan tubuhmu dengan air.”

Yuna hanya mengangguk kecil. Meski tubuhnya masih terasa sakit, hatinya cukup hangat melihat perhatian Ravahn." Ternyata dia bukan hanya ingin enaknya sendiri… dia benar-benar peduli", batinnya.

*

*

*

Duh, gimana tuh? 😳 Nggak malu apa ya jadi Ravahn, percintaannya sampai kedengeran sama seluruh penduduk desa? Kalau author sih udah keburu tutup muka saking malunya 🙈😂

Jangan lupa kasih komentar terbaik kalian ya ✨, terus pencet like ❤️ dan tulis ulasan biar author makin semangat nulisnya

Sampai jumpa di bab selanjutnya 😘👋

1
Azida21
Halo teman-teman semua!
​Maaf banget ya baru bisa menyapa lagi dan bikin kalian menunggu lama untuk update bab selanjutnya. Kemarin author sempat vakum karena kesibukan kerjaan yang padat banget, ditambah akun sempat bermasalah dan hilang.
​Tapi insya Allah, cerita ini akan terus dilanjutin sampai tamat kok. Terima kasih banyak ya buat kalian yang masih sabar nungguin! 🙏❤️
aik
kok gak up lagi kak🥲
aik
kakak kok udah 2026 masih belum ada up?
Ayu lestari Ayu
thor ceritanya bisa lebih panjang nggak,,,nangung tor dikit",,,🙏padahal bagus ceritanya...
❤️‍🔥
up dong kak,kangen nih🤧
Hesty
ko g up lgi thorr
Syaila
kok g up up sih ni author ny
Azida21: Author sibuk banget kak bulan bulan kemaren jadi nggak sempet buat lanjutan nya, insyaallah besok author mulai update lagi,terima kasih sudah baca kak🙏
total 1 replies
Wahyuningsih
yg penting critanya gk hiatus aja thor kn syng critanya bagus
Wahyuningsih
q mampir thor moga2 critanya ampe tamat y gk hiatus
Nindi
lanjut thor sampai selesai cerita nya
Azida21: Siap kak🙏
total 1 replies
sasip
kalau pemeran utama tamat, ceritanya jg tamat dunks thor? 😉🤭😅
Elmi Varida
Gundra beneran sakit nich...
sakit jiwa😂😂
Safasalsabil
hadeh si ketua suku makin bucin ini mah
Musdalifa Ifa
coba aja tadi Yuna blm datang dan tidak menghalangi pasti si gundra sudah di hajar sama ravahn
Syaila: lama kali up ny😭😭
total 2 replies
Qaisaa Nazarudin
Yuna dari awal sampai sekarang sikapnya yg terlalu Lola dan gak PEKA, Pantesan didunia Manusia dia Jomblo, orangnya terlalu oon...🤦🤦
Azida21: hehehe iya kali ya kak😂
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Kan ada Flora juga disana kan..Kenapa malah Yuna.. Keliatan banget kalo emang Yuna itu lebih CANTIK dari Flora fauna itu kan..
Azida21: Yuna emng lebih cantik kak🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Nah ini aku suka,Bukan kayak Yuna,yang mulutnya aja cerewet,saat buat ulah malah ngumpet di belakang Nolan/Ravahn..
Azida21: emang lebih beranian maira kak
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Sendiri bikin malu,malah nyalahin Orang lain..
Azida21: Lempar batu sembunyi tangan ya kak🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ngotot banget..kalo pun ya ingin menolong,itu orang yg TEPAT adalah Yuna,1-DIA ISTERI NYA KETUA.
2-DIA BERASAL DARI NEGERI MANUSIA YG LEBIH PINTAR DARI NEGERI KALIAN APALAGI NEGERI BURUNG,APALAGI DIA SEORANG DOKTER..j
Jelas lah dia yg lebih LAYAK dari Flora..ckk
Azida21: Sabar kak sabar
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ciihh Alasan,Modus banget..🙄🙄🙄😒😒
Azida21: Hehehe🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!