Indonesia
NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Sekolah pun berakhir. Keira berdiri menunggu di halte sendirian, menantikan kendaraan umum yang akan membawanya pulang. Ia menatap jalanan yang ramai, membiarkan pikirannya melayang jauh. Namun ketenangan itu tak berlangsung lama.

Dari kejauhan tampak sekelompok gadis berjalan mendekat ke arahnya. Hati Keira seketika berdebar kencang. Tubuhnya menegang merasakan niat buruk yang terpancar dari tatapan mereka.

Tanpa berpikir panjang, Keira berusaha meraih tasnya dan pergi menjauh. Namun salah satu dari mereka lebih cepat melangkah.

Rambutnya ditarik dengan kasar hingga tubuhnya terhuyung mundur.

"Mau ke mana saja kau? Sudah lama tak kita jumpa, namun kau justru bersembunyi," ucap salah satu yang mencengkeram rambutnya dengan kuat.

"Lepaskan! Sakit!" Keira berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun tangannya terlalu lemah dibanding kekuatan mereka.

"Haha, masih saja membangkang? Ikutlah kami sebentar, tak akan ada yang menyakitimu," ucap gadus itu sambil tertawa mengejek.

"Aku tak mau! Lepaskan aku!" mohon Keira dengan napas yang mulai terengah.

"Ayo saja ikut kami. Dulu bukankah kita sempat bersenang-senang bersama?"

Ada empat orang yang mengelilinginya. Gadis yang memimpin mereka bernama Geby. Di sampingnya berdiri Alya, Yeri, dan Dona. Tak satu pun dari wajah mereka menampakkan niat yang baik.

Tanpa belas kasih sedikit pun, Yeri langsung merengkuh tangan Keira dan menyeretnya pergi. Tak peduli betapa sakitnya tubuh gadis itu, tak peduli betapa tak berdayanya ia di hadapan mereka.

Di tempat yang sepi dan sunyi itulah Keira akhirnya dikurung dalam ketakutan yang nyata. Tawa mereka terdengar begitu mengerikan di telinganya.

"Mari kita mulai. Sudah lama sekali aku tak merasakan kesenangan seperti ini," ucap Alya sambil melangkah mendekat dengan tatapan yang tajam dan kejam.

Keira hanya bisa memohon agar dilepaskan. Matanya berkaca-kaca menatap mereka satu per satu, berharap ada sedikit belas kasih yang tersisa di hati mereka. Namun penampilan tubuhnya yang rapuh justru seakan membangkitkan niat jahat mereka untuk terus menyiksanya hingga puas.

Setelah melampiaskan kekejaman mereka, keempat gadis itu pun pergi meninggalkan Keira tanpa sedikit pun merasa bersalah. Keira meringkuk di tanah, melindungi kepalanya dengan kedua tangan agar tak menerima pukulan yang lebih berat lagi.

Dengan sisa kesadaran yang nyaris lenyap, ia berusaha bangkit perlahan, meraih tas yang dilempar sembarangan ke samping, lalu memaksakan kakinya melangkah walau rasa nyeri di perut dan seluruh tubuhnya seakan tak sanggup lagi menopang tubuh yang rapuh itu.

Ia kembali duduk di halte yang sepi. Tak ada kendaraan yang lewat, seakan seluruh dunia telah meninggalkannya di tempat yang sunyi itu. Sebagaimana takdir yang senantiasa tak berpihak kepadanya, langit pun tiba-tiba menurunkan hujan lebat tanpa peringatan.

Keira terpaksa melangkah menyusuri pinggir jalan di tengah guyuran air hujan yang kian lama kian deras, berharap ada kendaraan yang berhenti dan membawanya pulang.

Di tengah hujan yang menyulitkan penglihatan, Arya melintas dan melihat sosok yang berjalan gontai sendirian di pinggir jalan yang sepi itu. Hatinya seketika berdebar cemas.

"Keira?!" serunya tak percaya. Ia segera turun dan mendekat sambil membawa payung. Saat tangannya menyentuh kening adiknya yang basah kuyup, keraguannya pun lenyap seketika.

Itu benar-benar Keira, adik kembarnya yang berjalan sendirian di tengah hujan lebat dengan wajah yang penuh memar dan pucat pasi.

"Mengapa kau berjalan di sini sendirian?" bentak Arya tak mampu menahan amarah dan kekhawatirannya sekaligus. Ia melihat tubuh adiknya tak sekadar basah kuyup, melainkan penuh luka memar yang tampak menyakitkan di sekujur tubuhnya.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!