Indonesia
NovelToon NovelToon
THE LAST SOUL KNIGHT

THE LAST SOUL KNIGHT

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Perperangan / Romansa / Barat
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kyutoria

Elan seorang arkeolog berusia 28 tahun membuat sebuah penemuan baru dibawah patung Sphinx setelah 3 tahun meneliti di situs paling bersejarah tersebut.

Meski sudah mendapat peringatan dari pihak pemerintah Mesir untuk tidak menggali disekitar patung Sphinx. Elan yang saat itu sudah sangat terobsesi untuk membuat sebuah penemuan baru akhirnya mengabaikan larangan tersebut.

Tanpa Elan sadari penggaliannya kali membuatnya harus berhadapan dengan masalah yang berada di luar akal sehat manusia modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kyutoria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akademi Sihir

Jack dan Tommy saat ini berada di ruang kerja untuk membahas sesuatu. Dari raut wajah mereka yang terlihat serius dan beberapa kali terjadi ketegangan, menunjukan jika topik pembicaraan keduanya sangat penting.

Brakkkk!!!

Seseorang tiba-tiba menggebrak meja dengan sangat keras hingga membuat beberapa dokumen disana terkena tumpahan tinta. Pria itu tampak mengeratkan gigi sambil meremas surat berisi laporan ditangannya.

"Mengincar keluargaku sampai sejauh ini, apa mereka masih belum puas membuat keluarga kami mencapai titik terendah?!" Tommy merasa kesal setelah membaca informasi yang diberikan oleh Jack.

Informasi yang Tommy terima dari Jack menunjukan pergerakan terbaru dari sebuah organisasi rahasia. Sudah sejak lama organisasi tersebut mengincar garis keturunan keluarga besar pria itu. Sekarang hanya tersisa keluarga kecilnya yang tidak lebih dari 4 orang saja.

Sampai sekarang Tommy masih belum mengetahui motif dari organisasi tersebut mengincar keluarganya, padahal mereka sendiri bukan berasal dari keluarga saudagar kaya maupun Bangsawan yang memiliki kekayaan berlimpah.

Melihat kehadiran Jack disana, Tommy langsung mencoba untuk meredakan emosi dihadapan kakak iparnya itu. "Maaf atas sikapku barusan... Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"

Jack segera memberitahu kejadian di alun-alun kepada Tommy dimana Elan terlibat dalam perkelahian dengan beberapa anak lain dan hampir saja mencelakai mereka semua jika dirinya tidak datang tepat waktu saat itu.

"Aku tahu ini kedengarannya tidak masuk akal mengingat sikap anak itu yang selalu menghindari masalah. Tapi percayalah anak itu mampu menggunakan sihir level 3 diusianya yang masih sangat muda..." Jack menghela nafas panjang ketika mengingat kembali sihir yang gunakan oleh Elan.

Pada awalnya Tommy yang mendengarkan cerita dari Jack sempat tidak percaya mengingat sikap pendiam dari putra tertuanya itu. Tetapi setelah melihat luka bakar yang ditunjukkan Jack pada pergelangan tangan, membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.

"Sepertinya aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sampai-sampai tidak mengetahui perkembangan putraku sendiri..." Tommy tertawa lirih setelah mengetahui jika putranya merupakan seorang jenius.

Namun Tommy tidak sepenuhnya merasa senang ataupun marah kepada Elan yang hampir mencelakai anak-anak desa lainnya. Meski putranya memiliki bakat di atas rata-rata, dia khawatir bakat ini justru menarik perhatian anggota organisasi rahasia.

"Tommy... Kita harus segera membawa pergi anak itu dari sini sebelum mereka meliriknya..." Ucap Jack sambil meletakan secarik kertas di atas meja berisi formulir pendaftaran akademi sihir Kekaisaran Eudamonia.

Akademi sihir sendiri merupakan sekolah untuk mengembangkan potensi dan bakat para siswa dalam menguasai serta memperdalam pengetahuan akan sihir. Tidak hanya itu saja, Akademi sihir juga mengajarkan tata krama khususnya untuk kalangan Bangsawan.

Untuk menjadi siswa Akademi sihir tentu saja sangat sulit bagi para rakyat biasa mengingat seleksi ujian masuk yang cukup ketat. Mereka harus memiliki bakat memumpuni agar bisa lolos ujian masuk.

Beda halnya dengan para bangsawan yang mendapat kelonggaran dimana syarat masuk hanya ditentukan oleh umur saja. Apa lagi ada sebuah kebijakan dari pihak Kekaisaran yang mewajibkan setiap keturunan Bangsawan belajar di Akademi sihir.

Persyaratan ini tentu berat sebelah untuk para rakyat biasa dimana selain harus memiliki bakat memumpuni, mereka juga harus membayar biaya dan akomodasi selama belajar di Akademi sihir yang tentu saja tidak sedikit.

Selain itu ada aturan tertulis dimana setiap kota atau desa hanya bisa mendapatkan satu formulir pendaftaran untuk rakyat biasa. Dari sini sudah bisa terlihat jika pihak bangsawan sangat diuntungkan dalam beberapa hal.

Tommy melirik sekilas kearah formulir pendaftaran calon murid baru Akademi sihir Kekaisaran. Raut wajahnya tidak menunjukan ketertarikan untuk mendaftarkan salah satu putranya ketempat tersebut.

"Jack... Bukankah kau mengatakan jika bakat Elan dapat memancing perhatian mereka? Dengan mendaftarkan anak itu di Akademi sama saja akan membuat keberadaannya terancam..." Tommy menghela nafas berat.

Saran yang diberikan oleh Jack menurut Tommy terdengar sangat tidak masuk akal. Membawa Elan ke Akademi sihir sama saja dengan memancing anggota Organisasi rahasia secara terang-terangan.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan. Tapi Akademi sihir merupakan tempat teraman untuk saat ini. Kau mengerti apa yang aku maksud bukan, Tommy?" Balas Jack meyakinkan suami adiknya tersebut.

Perkataan Jack memang tidak salah. Akademi sihir merupakan tempat paling aman untuk Elan mengingat tingkat keamanan yang sangat tinggi serta memiliki guru-guru pengajar dengan level di atas 40.

"Biar aku memikirkannya terlebih dulu, Jack..." Tommy mengenal nafas berat memikirkan keselamatan keluarganya yang selalu terancam oleh sebuah organisasi rahasia.

Sementara itu di ruang tengah, Elan memandangi sosok Aiden dan Adaline yang sedang makan malam bersama dirinya. Pria itu masih merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi sampai membuatnya mengalami fenomena aneh diluar logika manusia.

Melihat Elan yang tidak memakan makanannya membuat Adaline langsung menegur putra tertuanya itu. "Jangan memainkan makananmu dan cepat habiskan, Elan...." Ucapnya sambil menatap lurus ke arah anak berambut hitam tersebut.

"Ba-Baik maafkan aku..." Balas Elan yang terkejut dan seketika tersadar dari lamunannya setelah mendapat teguran oleh sosok wanita di hadapannya. Dia kemudian segera memakan makanannya meski rasanya cukup hambar.

Mungkin karena sudah pernah tinggal lama di Timur Tengah yang memiliki ciri khas makanan dengan rempah-rempah kuat, membuat lidah Elan menjadi tidak cocok dengan rasa masakan dari Barat.

Elan hanya bisa mengeluh di dalam hati saat memakan roti tawar karena cukup keras dan sup ayam yang hanya diberi sedikit garam. Tetapi dia tidak mungkin mengungkapkan pikirannya ini karena khawatir menyinggung perasaan wanita dihadapannya.

Setelah makan malam selesai Adaline lalu meminta kepada Aiden dan Elan untuk segera tidur dikamar mereka. Kedua anak laki-laki itu hanya bisa menuruti perintah Ibu mereka meski sebenarnya belum mengantuk.

Begitu masuk kedalam kamar bersama Aiden, lagi-lagi Elan memperhatikan setiap sudut ruangan yang terlihat cukup sederhana. Desain rumah ini membuatnya teringat dengan gaya tempat tinggal pada abad pertengahan.

Pandangan Elan seketika tertuju ke arah buku-buku yang ada di rak. Karena merasa penasaran dia langsung mengambil salah satu buku yang cukup tebal untuk mengetahui isinya.

Begitu membuka halaman pertama Elan mendapati tulisan yang tertera di dalam buku menggunakan Bahasa Latin Kuno. Sebagai seorang arkeolog tentu saja dia bisa mengenali Bahasa tersebut.

"Apa kau ingin bergadang untuk membaca buku lagi, Kak?" Tanya Aiden dari atas kasur tingkat dua sambil memperhatikan Elan yang sedang memandangi sebuah buku tebal.

"Hm? Ya aku akan membaca buku ini sebelum tidur..." Balas Elan sambil berjalan menuju meja belajar yang berhadapan dengan jendela kamar.

"Baik terserah kau saja... Ingat aku sudah memperingatimu jadi jangan salahkan aku jika nanti kau di marahi lagi oleh Ibu..." Ucap Aiden sambil memalingkan wajah ke arah lain untuk tidur.

Malam itu dengan bantuan penerangan dari lilin Elan mulai membaca beberapa buku untuk mempelajari dunia tempat tinggalnya sekarang dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.

1
Kumparan
up thor.😅
Arim 2
👍
Arim 2
masih prolog ternyata
Arim 2
disaksikan
Arim 2
seenggaknya kasih tau lah Thor kenapa ga lanjut yg mafia itu Nathan?
Arim 2: gitu ya, ok Thor
berarti bakal fokus ke yg ini dong?
total 2 replies
Arim 2
itu yang mafia lanjutin dong thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!