Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pria Tua

Terpaksa Menikahi Pria Tua

Status: tamat
Genre:CEO / Playboy / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:25k
Nilai: 5
Nama Author: Candradimuka

Demi memberi adiknya masa depan, Lana menerima perjodohan paksa bibinya dengan seorang pria tua kaya raya dari kota. Namun di hari pernikahannya, Lana justru tak bisa mengendalikan rasa jijik melihat pria tua itu. Sewaktu Lana berjuang keras menahan muntah naik ke pelaminan, anak dari istri lama pria itu datang mendekati Lana hanya untuk membisikkan kalimat lebih menjijikkan.

"Papa paling suka jilatin daun muda."

Hanya butuh satu kalimat, Lana kehilangan kesadaran. Tapi apakah semuanya selesai sampai di sana? Apa dirinya bisa bertahan dalam pernikahan yang membuatnya tak berhenti muntah itu? Atau justru bisakah Lana melarikan diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TMPT - 6

Ketika Lana membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah Raul tengah menopang dagu, tersenyum padanya.

Hal itu membuat Lana kembali menutup mata, batal bangun.

"Loh, loh, kok malah tidur lagi?" Ujung telunjuk Raul menusuk-nusuk pipi Lana. "Bangun dong. Udah enggak pusing, kan? Udah sehat, kan?"

Oh Tuhan, Lana tak mau mengeluh padahal baru bangun tapi kenapa harus orang ini yang ia lihat pertama kali? Dan senyumnya itu, dia seperti sudah merencanakan sesuatu.

"Lana, bangun."

Lana seketika membuka mata, terduduk dari posisi tidurnya.

Kemarin Lana ingat ia diinfus oleh suster, tapi tangannya sekarang sudah tidak terpasang apa-apa. Selain itu, kepala Lana tidak lagi pusing dan segalanya tak lagi berguncang.

"Jam berapa?" tanyanya, berusaha tidak memedulikan senyum Raul.

Pokoknya pura-pura saja tidak tahu.

"Dinginnya. Masa bangun-bangun malah langsung nanyain jam?" Raul cemberut. "Bukannya harus nanyain yang lain dulu?"

Tuh, kan! Apa Lana bilang! Dia tidak semenjijikan pria tua mesum namun dia menakutkan karena terlihat baik sementara memperlakukan Lana seperti hewan!

Apa yang dia mau?

"M-makasih." Lana berusaha keras tersenyum. "Makasih u-udah nolongin saya."

Ekspresi Raul mendadak datar. Itu berarti respons barusan bukan yang dia mau.

Jantung Lana berdebar kencang. Ia merasa ngeri memikirkan apa yang dipikirkan anak menakutkan ini.

"Enggak imut," gumam dia dingin. Tangan Raul terulur ke dagu Lana, menariknya agar berpaling menatap dia.

Ketika ibu jari Raul mengelus kulit dagunya, Lana menelan ludah kasar.

"Nah, yang imut dong, Lana. Senyum kamu maksa banget. Terus masa ngomong saya-sayaan? Terus, makasih? Cuma makasih? Harusnya kan 'makasih, Raul' atau 'makasih, anakku sayang'. Iya, kan?"

Menakutkan! Dia menakutkan seperti hantu di film horor!

Tapi sekali lagi, daripada pria tua menjijikan dan mesum, masih lebih baik pria menakutkan yang setidaknya masih muda.

"M-makasih, Raul." Lana berusaha tersenyum lebih baik.

Raul menatapnya lekat. Sangat amat lekat sampai Lana ketakutan sendiri.

Dan yang lebih menakutkan, Raul melepaskan tangannya seraya bergumam, "Ngebosenin."

Dia tampak mau beranjak. Mau keluar entah ke mana yang spontan Lana tahan. Tangan Lana menggigil memegang lengan Raul. Sekalipun ia sadar tengah dipermainkan, Lana tidak punya pilihan lain.

Kalau dia bosan dan mendorong Lana pada pria menjijikan itu, kehidupan Lana akan habis.

"Maaf." Air mata Lana menggenang. Bibirnya ikut gemetar, mendongak pada Raul untuk mengemis. "Maaf. Aku salah, maaf. Jangan marah."

Mata Raul yang baru saja redup bosan mendadak bersinar. Lana jelas tak tahu bahwa pemuda itu sedang berdebar-debar.

Ah, sensasi ini membuat Raul ketagihan. Seorang gadis kecil mungil memegangi tangannya, menangis terisak-isak agar Raul menolongnya.

Raul ketagihan melihat ekspresi itu.

Ayo menangis lagi. Lebih terisak-isak lagi. Tunjukkan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa tanpa Raul.

Karena itu sangat imut dan menggemaskan.

"Lana." Raul membungkuk di depan wajahnya, mengusap air mata di pipi Lana sekalipun yang baru berjatuhan lagi. "Aku bukannya marah," ucap Raul lembut.

Wajah Lana memerah karena tangisan. Justru semakin ingin Raul kacaukan tapi bukan hari ini.

"Gini yah, Lana. Aku itu sayang sama Lana, Lana imut soalnya. Jadi aku tuh mau Lana senyum lebih tulus, tapi Lana malah enggak mau senyum."

Ujung telunjuk Raul menekan lembut ujung hidung merah itu.

"Lain kali, senyum lebih tulus, yah? Aku sedih kalo Lana enggak mau."

*

1
Wiwi
Thor q pusing baca dari awal sampai kesini tetap g ngerti ceritanya
Mariani
ga ngerti aqu dengan jalan cerita nya thor.bingung
Take
hari ini up khusus promosi ya Kak Cand?
ig : candradimuka.author: ada bab baru, yah :)
total 1 replies
ADDAWA Food&Catering
macam...macam nya agak rada sakit si Raul ini Thor🤔🤔🤔
Labuh Ardianto
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
WillofWashington
lanjut Thor seru dan bagus ceritanya SEMANGAT AUTHOR
Zizi Suartini
Thor hayuu kita ke pelaminan aja biar bisa baca ceritamu tiap h
ig : candradimuka.author: dukung aja biar bisa baca terus, yah 😊
total 1 replies
ADDAWA Food&Catering
bener 2 membangongkan ceritanya Thor...suami tua nya mana Thor...?kok yg di bahas si Raul doang Ama para anjay nya Thor...Lily ma Bombom...
ADDAWA Food&Catering: asiapppp....👌👌👌
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!