Dilarang keras melakukan BOM LIKE!
Sebuah perjalanan kisah asmara antra dua sejoli memang tidak pernah bosan untuk di bongkar dan di ulik lebih dalam, kisah cinta ini berdasarkan gambaran nyata dari kisah cinta biasanya, namun kisah ini di angkat dari sebuah kisah nyata.
Seorang gadis penderita penyakit jantung dan memiliki trauma mendalam terhadap sosok laki laki mengharuskannya menjauh dari lingkup sosial dan menutup seluruh akses data pribadinya sendiri.
Tidak ada satupun orang yang bisa mendekati gadis ini, kecuali seorang sahabat baiknya yang selalu ada bersamanya dan seluruh keluarganya yang selalu mendukung apapun yang dia lakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan
Naura berjalan di depan Irham dan di saat itu Irham dengan jelas bisa mencium aroma wangi rambut Naura dan langkah kecil dan tubuh yang mungil itu sudah membuatnya mabuk kala itu.
"Sudahlah, tidak perlu melakukan ulang. Kamu percaya kan?" Irham menghentikan langkahnya dan membuat Naura berbalik menatap Irham.
"Ya, aku percaya." Naura mengangguk dan memang itulah cara dia bisa lolos dari Irham kala itu.
"Naura? Tugasku sebagai Dokter sudah selesai sekarang. Apa boleh aku mentraktirmu dan meminta maaf atas kejadian tempo hari." Irham menatap Naura lembut dengan wajah yang memelas.
"Mana resep obatnya? Mau aku tuker ke apoteker." Irham menghela nafas, pasti tidak akan mudah.
"Ayo!" Irham menggenggam tangan Naura dan nampak perawat yang semula bertugas masih berada di luar.
"Tolong bereskan sisanya, tugas saya sudah selesai." Ujar Irham seraya kembali menarik Naura ke daerah farmasi.
Naura melihat punggung Irham dari belakang yang kini menggenggam tangannya, sangat hangat sama seperti waktu itu.
"Tunggu di sini." Irham melepas jas keagungannya dan menyerahkannya pada Naura.
Dengan langkah besar Irham berjalan ke lantai dua, Naura jadi bingung karena bukan ke sana tempat biasanya mendapatkan obat. Naura kembali menatap ke arah suara sepatu yang kini kembali ke hadapannya dengan ransel pakaian yang tadi.
"Ayo, aku akan beri obat yang lebih baik." Irham tersenyum mengambil konco mobilnya dari tas dan membuat Naura sejenak meneguk salivanya.
"Naik mobil?" Tanya Naura ragu, jelas itu tidak mungkin karena Naura sendiri adalah orang yang sangat tidak tahan dengan kendaraan roda empat.
"Ya, deket kok. Nanti ganti sama motor." Ucap Irham faham dan kembali menggenggam tangan Naura menuju ke arah depan dimana mobilnya terparkir.
Selama waktu berjalan tanpa sadar Naura malah terbawa oleh permainan Irham dia benar benar tidak sadar kala itu bila Irham kini tengah menembaknya dengan cara tidak memberi Naura waktu untuk berpikir.
Naura menelan ludahnya saat Irham membukan pintu mobil untuknya, namun dia kembali mengangguk meyakinkan dirinya dan masuk ke dalam mobil itu.
Irham tersenyum saat rencana yang tadi dirinya susun berjalan dengan lancar, Irham mulai mengendarai mobilnya pelan pelan dan mereka sampai di depan sebuah perumahan di kota tersebut.
"Kenapa kesini?" Tanya Naura ragu, dia melihat Irham yang hanya menjawab pertanyaannya dengan senyum.
"Suka bakso?" Irham bertanya saat mobilnya dia parkir di garasi rumahnya.
"Suka, kenapa?" Irham tidak menjawab dan membukakan pintu mobil saat dirinya keluar dan mempersilahkan Naura ikut keluar memasuki rumahnya.
Irham membuka pintu rumahnya yang terlihat sederhana namun sangat minimalis dan sangat indah, itulah kesan pertama yang dimiliki Naura.
"Gak, gue gak mau masuk. Kalo mau kasih obat bagus sama gue, gue tunggu di sini aja." Naura menunjuk ke arah kursi dekat taman kecil di halaman rumah itu.
"Baiklah," Irham tersenyum dan mengambil jas almamater dokternya dari pelukan Naura.
Naura duduk di kursi kecil itu dan melihat bunga bunga anggrek yang bermekaran dan beberpa mawar putih yang ikut mekar, Naura tertarik dan mendekat ke arah salah satu bunga mawar putih yang masih kuncup belum mekar.
Naura menatap bunga itu dengan seksama, tidak berduri dan sangat cantik dan anggun. Angin menerpa wajah Naura dan seketika semerbak aroma mawar dan melati yang menghiasi pagar rumah itu tercium lembut, di tambah bunga bunga anggrek yang nampak mengangguk angguk dan senyum terukir di bibir Naura.
"Cantik" Lirih Naura dan tanpa dirinya sadari sepasang mata sedari tadi tengah memperhatikannya.
"Suka bunga?" Tanya Irham tersenyum lembut dan seketika Naura berbalik dan kini tidak ada alasan lagi untuk Naura membenci pria itu.
Naura tersenyum lembut dan sangat manis di tambah angin yang menerpa tubuh kecilnya membawa rambutnya yang melambai dan pakaiannya yang menari.
"Kalo mau potong aja, nanti juga tumbuh lagi." Irham menyerahkan obat yang berada di tangannya dan menyelipkan rambut Naura yang semula menghalangi pandangan gadis itu.
Tatapan mereka saling beradu dan tanpa sadar getaran pada dada mereka bisa di rasakan angin dan wangi wangi bunga seolah menghiasi perasaan mereka.
"Maafkan aku." Lirih Irham dan menggenggam tangan Naura lembut Naura mengangguk menyadari perasan yang kini ada pada dadanya.
"Makan bakso yu?" Ajak Irham membuat Naura mengangguk girang di tambah perutnya sedari tadi sudah keroncongan dan cacingnya berjoget.
"Traktir ya?" Naura tersenyum dan sontak di angguki oleh Irham, Naura awalnya pasti akan di cap gadis nakal karena foto nya yang menjadi Viral. Tapi ternyata tidak teman temannya bahkan menganggap bila Naura dan Irham sangat serasi dan karena mereka mengetahui bila Irham adalah kekasihnya jadi mereka menganggap hal yang di lakukan Irham dan Naura adalah sesuatu yang wajar.
"Baiklah, ayo!" Irham mengambil jaketnya dan kunci motor gedenya, Naura menunggu hingga akhirnya Irham kembali dan mereka pergi lagi ke sebuah kedai bakso yang mengusung tema Outdoor dan sangat indah.
"Ini tempat mahal dong." Naura terbelalak bagaimana tidak tempat itu kini tengah ramai menjadi bahan perbincangan.
"Aku yang traktir tenang saja." Irham mengacak rambut Naura yang sejak tadi dirinya sudah sangat gemas dengan rambut berponi itu.
"Siap pak bos!" Naura mengikuti langkah Irham dimana sejak tadi tangan Irham tidak pernah di lepas dan selalu menggandengnya sejak dari parkiran.
Irham memilih di pinggir tebing di mana pagar di sana nampak cantik dan ke bawahnya adalah sebuah jurang terjal dengan batu batu besar dan disana pula Naura bisa melihat kota kecilnya yang menyala indah dari lampu lampu di bawah sana.
"Cantik" Gumam Naura mengagumi keindahan sore yang sudah menuju malam itu, Irham mengangguk dan menatap Naura lembut.
Irham memesan beberpa parian bakso dan memberikan arahan untuk tidak menambahkan beberpa hal yang bisa membuat Naura sesak diingat penyakit Naura yang sudah cukup kronis.
Naura yang masih terkesima langsung sadar saat seseorang di pojok tengah berduaan dan bercumbu mesra dan sontak membuat Naura terperanjak dan menutup wajahnya.
Naura lalu mengacak acak tasnya mencari benda pipih yang tadi siang sudah membantunya menghilangkan rasa jenuh akibat terlalu lama menunggu.
"Yah, batrainya habis." Lirih Naura melihat baterai ponselnya yang sudah wasted.
"Kenapa?" Tanya Irham menyerahkan ponselnya ke arah Naura merasa bila Naura membutuhkan benda pipih itu.
"Makasih." Balas Naura dan menyalakan ponsel Irham, mata Naura terbelalak saat layar kunci ponsel tersebut terpampang sebuah foto.
"Kamu dapat ini dari mana?" Naura menunjukkan foto nya. Irham menepuk jidatnya lupa akan hal itu dan mengambil ponselnya, namun dengan cepat Naura mengangkat ponsel itu.
"Apa sandinya?" Selidik Naura, dirinya yakin bila fotonya bukan hanya satu dalam ponsel itu.
"Sini dulu." Pinta Irham dan Naura dengan cepat menggeleng.
"Tidak! apa sandinya?" Irham menelan salivanya saat wajah Naura berubah serius.
"Berjanjilah kamu tidak akan menghapus foto itu, oke?" Naura mengangkat bahunya tidak yakin.
"Tanggal lahirmu." Lirih Irham dan sontak lagi lagi mata Naura melotot tak percaya.
Naura melakukan tanggal, bulan dan akhir tahun lahirnya hingga sandi ponsel itu terbuka dan sebuah foto dimana dirinya saat SMA terpampang nyata.
"Apa lagi ini?" Naura memperlihatkan itu pada Irham, sontak nyali Irham menciut.
"Maaf.." Lirih Irham.
Bersambung...
selain pngen tau visual Kak Alika n kak Ubay nambah lagi pngen tau visual Ayahnya kak Alika 🤣🤣
Tp outhornya cuma ninggalin janji manis... pngen ku jadiin mantan deh kalo bisa 😃😃😃