Indonesia
NovelToon NovelToon
Bad X Crazy

Bad X Crazy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Caca Lavender

Cowok berandalan ketua geng motor jatuh cinta sama cewek baik-baik yang gak sengaja nolong dia. Romantis sekali, kan? Kisah cinta yang selalu menjadi favorit siapapun.

Sayangnya, Lexi sangat membenci kisah seperti itu. Karena ia bukan tokoh utama di cerita itu. Ia mencintai si cowok berandalan, tapi ia bukanlah si cewek baik-baik.

"Jovan sama Nara tuh perfect couple" ~ someone
"DIAM LO SEMUA!!" ~ Lexi

Cek konten POV di instagram dan tiktok @cacalavender

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caca Lavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6 : Nara

...{Bad X Crazy}...

Setelah acara balapan sirkuit itu selesai, semua orang pun bubar. Para anggota geng Phoenix tidak kembali ke markas, melainkan pulang menuju rumah masing-masing. Ngomong-ngomong, motor Candra yang tadi dimenangkan oleh Jovan sudah dibawa dan disimpan di markas mereka.

Jovan mengendarai motor sportnya dengan santai. Kali ini ia pulang sendirian, biasanya ia selalu pulang dengan Lexi. Jalanan sangat sepi sekarang, tentu saja, karena ini sudah larut malam.

Ketua geng motor Phoenix itu memilih untuk lewat jalan pintas, yaitu jalan kecil yang sepi penduduk. Saat melewati jalan itu, ia bisa melihat lewat kaca spion bahwa ada lampu motor di belakangnya. Ia sama sekali tidak curiga karena memang itu jalan umum. Memangnya, apa yang harus dicurigai?

Namun, entah mengapa ia merasa ada yang aneh saat lampu-lampu itu kian banyak menyorotinya. Ia juga bisa mendengar ada beberapa suara motor yang melaju semakin kencang untuk mendekatinya.

Brumm... Brumm...

Jovan sangat yakin kalau motor di belakangnya ini tidak hanya satu. Dan ia merasa kalau motor-motor itu sengaja mengikutinya.

Wushh!!

Jovan agak kaget saat dua motor sport tiba-tiba mendahuluinya. Namun, ketika sudah berada di depannya, kedua motor itu malah memelankan kecepatannya. Masih ada dua motor lain di belakangnya. Jadi, sekarang posisi Jovan terhimpit oleh empat motor depan-belakang.

"****!!" umpat Jovan saat menyadari siapa orang-orang ini.

Ia sangat hafal jaket yang mereka pakai. Itu adalah jaket khas Geng Motor Andara. Tiba-tiba saja, salah satu motor di belakangnya mendekat ke samping Jovan, dan menendang motor yang ketua Phoenix itu kendarai.

Dugh!

BRAKK!!

Motor Jovan pun oleng dan jatuh di tepi jalan. Jovan terguling hingga beberapa kali tidak jauh dari motornya.

"Akh!!" Jovan memekik karena tubuhnya terasa sakit.

Keempat motor tersebut pun berhenti. Empat anggota geng Andara pun turun dari motor dan melepas helm mereka, lalu mendekati Jovan dengan senyuman jahat. Jovan yang merasa dalam bahaya memaksakan dirinya untuk bangun dan waspada, walaupun sekujur tubuhnya masih terasa sakit.

"Haha... Lo gak bisa menang ngelawan gue, Jovan," ucap seseorang, yaitu Candra, yang saat ini menatap angkuh Jovan.

Jovan tertawa remeh mendengar ucapan Candra.

"Candra... Candra... Bego banget sih lo jadi orang. Gue udah menang dari tadi ya, Nyet," cibir Jovan sambil berjalan tertatih mendekati Candra.

Candra tertawa pelan, "gak usah sok jagoan deh lo. Lo tuh sekarang sendirian, gak bakal menang lawan kita."

"Cih! Lo sebut 4 vs 1 kayak gini pertandingan? Gak berani lo by one?" hina Jovan, lalu meludah sembarangan, "Cuih! Banci lo! Orang-orang Andara ternyata banci semua!"

Candra dan teman-temannya merasa geram dengan hinaan Jovan, lalu Candra memberi isyarat agar mereka semua menyerang Jovan dalam waktu bersamaan.

'Anjir! Maju semuanya langsung?!' panik Jovan dalam hati.

Tapi Jovan harus tetap bersikap cool. Maka dari itu, ia tidak menampakkan ekspresi panik dan langsung memasang kuda-kuda untuk bersiap menerima serangan.

Wuush!!

Wuush!!

Wuush!!

Jovan berhasil menghindari semua serangan yang ditujukan geng Andara dari berbagai arah. Kini, giliran ia untuk melancarkan serangan.

Wuush!!

Bugh!!

Tepat sasaran! Salah satu anggota geng Andara terhuyung karena pukulan Jovan.

"Rasain lo!" seru Jovan.

Bugh!!

"Ugh!!"

Jovan tersungkur karena tiba-tiba Candra memukulnya saat ia fokus dengan musuh yang lain.

Bugh!!

Bugh!!

Duagh!!

Mereka semua memukuli dan menendang Jovan bertubi-tubi. Sementara itu, Jovan berusaha menghalau kepalanya dari pukulan mereka sambil meringis menahan rasa sakit. Ketika Candra akan menendang perutnya lagi, ia segera menggenggam erat kaki Candra dan menyeretnya hingga laki-laki itu ikut terjatuh.

Srett!! Brukk!!

"Arrghh!" pekik Candra kesakitan karena tubuhnya jatuh menghantam tanah berbatu.

Perhatian anggota Andara yang lain menjadi teralihkan kepada sang ketua geng. Melihat ada celah, Jovan langsung bangkit dan berlari sekuat tenaga untuk meninggalkan mereka.

"Woy! Sialan! Jangan kabur lo!" teriak salah satu anggota Andara.

"Cepet kejar dia!" perintah Candra.

Setelah itu, para anggota geng motor Andara, termasuk Candra, berlari mengejar Jovan yang kini sudah masuk ke gang-gang sempit.

Jovan berlari sekuat tenaga, tujuannya sekarang adalah pusat kota, di mana ia bisa berkumpul di keramaian agar tidak diserang lagi. Ia terus berlari sambil menahan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya.

Sesekali Jovan menoleh ke belakang untuk memastikan para berandalan itu, ternyata geng Andara masih terus mengejarnya. Ia pun berbelok di pertigaan gang. Dalam hati, ia bersyukur karena mulai memasuki kota. Walaupun sepi, tapi ia bisa melihat beberapa toko yang masih buka.

Mata Jovan menangkap sebuah swalayan yang buka 24 jam. Di depan swalayan tersebut, ada seorang gadis yang sedang duduk bersantai sambil menikmati pop mie. Gadis itu memandang Jovan dengan tatapan terkejut.

Samar-samar, Jovan bisa mendengar suara derap langkah kaki yang mengejarnya semakin mendekat. Ia pun memutuskan untuk bersembunyi saja di sini. Lalu, Jovan pun berlari mendekati gadis tersebut.

"Please jangan bilang kalau gue ada di sini," ucap Jovan.

Gadis itu hanya diam membatu dan mengangguk kaku karena terkejut. Sementara itu, Jovan langsung bersembunyi di balik tong sampah yang ada di belakang gadis itu.

Drap... Drap... Drap...

Jovan menahan napasnya saat mendengar suara langkah kaki geng Andara berhenti tepat di depan swalayan.

"Lo liat ada cowok lari-lari lewat sini gak?"

Itu suara Candra. Pasti laki-laki itu sedang menanyai si gadis tadi.

"Gue liat."

Mata Jovan membelalak.

'Lah, anjir, tuh cewek bakal cepuin gue?!'

Jantungnya berdegup kencang. Apakah gadis itu akan memberitahukan kepada mereka posisinya sekarang?

"Tadi dia lari ke arah sana."

Batin Jovan lega mendengar ucapan gadis itu. Ternyata, gadis itu hanya berniat mengecoh Candra dan teman-temannya. Kemudian, Jovan pun mendengar mereka berlari menjauhi area tersebut.

"Lo bisa keluar sekarang."

Suara gadis itu menyapa indera pendengaran Jovan. Laki-laki itu sedikit mengintip ke depan untuk memastikan keadaan. Setelah yakin bahwa orang-orang yang mengejarnya tadi sudah benar-benar pergi, Jovan pun segera keluar dari persembunyiannya dan menghampiri gadis tersebut.

"Eum... Makasih ya," ucap Jovan.

Gadis itu menoleh dan membelalakkan matanya melihat wajah dan tubuh Jovan yang baru ia sadari ternyata penuh luka.

"Astaga! Lo berdarah!" panik gadis itu.

Jovan mengusap sudut bibirnya yang berdarah, lalu berucap santai, "wah~ iya, gue berdarah!"

Gadis itu bingung dengan reaksi Jovan yang terlampau tenang, "eh, lo duduk di sini dulu aja, biar gue beliin obat-obatan dulu."

Belum sempat dijawab, gadis itu buru-buru berlari memasuki swalayan. Jovan hanya terkekeh pelan, lalu duduk di salah satu kursi.

"Huuh~ kasihan banget motor gue, tergeletak mengenaskan gitu aja di jalanan," gumam Jovan meratapi nasib motornya.

Tak lama kemudian, gadis itu kembali dengan sebuah kantong belanja berisi obat merah dan plester. Gadis itu duduk di kursi sebelah Jovan.

"Biar gue obati dulu luka lo, ya," tawar gadis itu.

Kemudian, gadis itu mulai mendekatkan wajahnya untuk mengobati luka-luka di wajah Jovan. Namanya juga mengobati, jadi harus mengamati lukanya dari dekat.

Jovan terpaku dengan wajah gadis di hadapannya ini. Ia pun tidak menjawab tawaran gadis itu, masih terus menatap wajah cantik di depannya.

"Sssh...," desis Jovan saat gadis itu mengoleskan obat ke lukanya.

"Sakit, ya?" tanya gadis itu dengan wajah khawatir.

Jantung Jovan berdetak semakin kencang saat melihat wajah polos gadis di hadapannya itu.

"Eum... Nggak kok," ucap Jovan.

"Kalau sakit, bilang aja," kata gadis itu.

Jovan hanya menganggukkan kepalanya. Beberapa menit kemudian, gadis itu selesai mengobati wajah Jovan. Sebenarnya, Jovan yakin kalau bagian perutnya juga terluka. Tapi kan ia tidak mungkin meminta gadis itu untuk mengobati perutnya.

"Nah, udah selesai," seru gadis itu sambil membereskan obat-obatan di meja.

"Eum... Makasih banyak ya, lo udah nolong gue hari ini," ucap Jovan dengan tulus.

Gadis itu tersenyum lembut, "gak apa-apa, gue ikhlas kok nolong lo."

Jovan terpaku dengan senyuman manis itu, tapi ia segera menggelengkan kepalanya agar kembali tersadar.

"Oh iya, kita belum kenalan. Gue Jovan, kalau lo?"

"Gue Nara," balas gadis itu dengan senyum ceria, "gue udah kenal kok sama lo."

Jovan terkejut, "hah?! Lo kenal sama gue? Kok bisa?"

Gadis yang bernama Nara itu tertawa kecil, "siapa sih anak Garuda Emas yang gak kenal sama Jovan, ketua geng Phoenix?"

"Lah, lo satu kampus sama gue?!" seru Jovan.

Nara menganggukkan kepalanya, "gue emang gak famous sih, jadi lo gak kenal sama gue."

"Eh, gak gitu maksud gue," ucap Jovan merasa tidak enak, "lo dari fakultas apa?"

"Seni."

"Hmm... Jelas gue gak kenal sama lo, orang fakultas kita aja jaraknya jauuuuh banget."

Nara hanya menyengir mendengar ucapan Jovan. Jovan juga ikut tertawa melihat cengiran Nara.

"Lo kok masih ada di luar sih tengah malem gini?" tanya Jovan.

"Tadi niat gue cuma mau beli minum sama camilan aja sih. Karena stok udah habis dan gak ada orang di rumah, ya udah gue kesini aja," jawab Nara.

"Lo tinggal sendirian, Ra?" tanya Jovan lagi.

Nara menggeleng, "nggak, gue tinggal sama abang gue. Tapi dia belum pulang, emang suka keluyuran anaknya. Persis kayak lo."

Jovan tertawa kencang mendengar ucapan Nara yang terdengar seperti menyindirnya.

"Rumah lo gak jauh dari sini, kan?" tanya Jovan yang dibalas gelengan oleh Nara.

"Ya udah, gue anter pulang yuk," ajak Jovan.

"Terus, lo nanti pulangnya gimana?" tanya Nara dengan nada cemas.

"Gue mah gampang, yang penting lo pulang dulu dengan aman," jawab Jovan santai.

"Cih! Padahal lo sendiri yang lagi gak aman," cibir Nara.

Jovan tersentak dengan cibiran Nara, ia merasa malu sekarang. Niatnya bersikap seperti pahlawan, tapi malah dirinya yang terlihat lemah. Nara yang melihat Jovan terdiam pun langsung tertawa.

"Haha... Bercanda kok, jangan ngambek dong," kata Nara masih dengan tawanya.

Jovan kembali terdiam saat mendengar suara tawa Nara yang mengalun indah di pendengarannya. Oke, sekarang Jovan benar-benar lebay.

"Udah yuk, gue anter lo pulang," ajak Jovan.

Akhirnya, Nara pun mau diantar pulang oleh Jovan. Mereka berdua pun berjalan menyusuri gang tersebut hingga sampai di kompleks perumahan mewah di depan gang.

...----------------...

1578 kata

1
Ita Nurhayati
akh Hay...akhirnya nongol juga... semangat Kaka🥰🥰
Caca Lavender: siap kakak... ♥
total 1 replies
Ita Nurhayati
doubel up Kaka...kemana aje baru nongol🤗🤗
Caca Lavender: hari ini bakal update ya kaka... tunggu aja xixi
total 6 replies
Ita Nurhayati
iya udah Kaka Lexi sama Candra aja🤗🤗 mksh ka udah up.. semangat ya
Ita Nurhayati: oke🥰🥰
total 5 replies
Ita Nurhayati
semangat Kaka..d tunggu.jngan sampai ngegantung ya😘😘
Ita Nurhayati: iya kaka.. sukses ya🤗
total 2 replies
Ita Nurhayati
gila keren bgt Kaka...doubel up dong Kaka 🤗🤗 gemes...bom aja sekalian mulut ya.kalo bisa Nara sama Jovan juga..🤬🤬bikin naik darah. cinta bisa buat semua ya...
Ita Nurhayati: di tunggu Kaka...like deh🤗🤗🤗 semangat terus kaka
total 2 replies
Ita Nurhayati
lanjut kaka.. bikin gemes..🤬🤬🤬
Ita Nurhayati: kalo bisa yg bnyk KK up ya
total 2 replies
calliga
Lanjut thor semangatt
Caca Lavender: siaap...
total 1 replies
calliga
Semangat ya thor
Caca Lavender: siap kak... terima kasih sudah membaca 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!