Ursula O'Neil sudah menemukan laki-laki yang tepat sejak lama, yaitu atasannya. Tapi ia menyembunyikan perasaannya karena tahu Rick Sheridan sudah menikah dan dikaruniai seorang putri, bernama Katy.
Baru kemudian Ursula tahu bahwa sebenarnya Rick orangtua tunggal. Dan saat ini lelaki itu sangat membutuhkan bantuannya. Karena Ursula menyukai Katy, dengan senang hati ia bertindak sebagai ibu-pengganti. Tapi ketika timbul daya tarik fisik yang melimpah ruah di antara dirinya dan Rick, mungkinkah Ursula berharap bisa menjadi istri pengganti bagi lelaki itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nesha Rasyida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6
Bersikaplah yang baik! Ursula tidak takut akan melanggar nasihat itu! Ia juga ragu apakah di dalam sana ada laki-laki yang “berprospek” menurut ukuran Amber. Namun kalaupun ada, mereka sama sekali tak akan melirik Ursula.
Ursula menelan ludah dengan gugup seraya memandangi rumah Rick. Seandainya saja ia minum dulu sebelum berangkat tadi!
Bahkan tak terpikir olehnya untuk menanyakan pada Rick berapa banyak tamu yang akan hadir, atau siapa saja mereka. Dengan panik Ursula berdoa agar tidak semua wanita yang hadir di sana adalah sahabat baik Jane, istri Rick.
Ursula melamun sejenak dan menunduk ke bawah.
Ursula memandang jari kakinya yang mengintip lewat selop bertali-tali, satu-satunya alas kaki miliknya yang paling cocok untuk musim panas, yang jelas sangat cocok untuk malam seperti ini. Udara terasa menyengat, walaupun matahari sudah mulai rendah di langit.
Rick tinggal di Hampstead, yang terletak bermil-mil di bawah flat kecil Ursula di Clapham Common. Udara di kereta sangat panas, tapi keadaan
tidak juga membaik setelah ia turun dan mulai berjalan mendaki bukit.
Udara terasa aneh, ada aroma ketenangan yang tergantung, tanpa sedikit pun angin sepoi-sepoi yang mengusirnya. Ursula merasa kepanasan
dan gelisah. Sampai saat ini.
Berulang kali Ursula menyeka alisnya dengan punggung tangan, anak-anak rambut di belakang lehernya mengikal, pancaindranya bersiapa penuh
kewaspadaan, seolah-olah ada seseorang yang mengamatinya. Ursula menyipitkan mata untuk mengamati dengan lebih seksama rumah indah berhaya zaman akhir Victoria itu.
Seseorang memang sedang mengamatinya!
Ursula melebarkan mata dan melihat sosok bersiluet hitam di balik jendela lengkung di lantai pertama. Dari jarak demikian jauh pun, Ursula tahu bahwa itu Rick. Ia mengamati Rick dengan cermat, terlindungi oleh jarak di antara mereka sambil berpikir pose laki-laki itu mencerminkan kerumitan
hatinya. Rick tampak santai sekaligus waspada.
Mengamati.
Menunggu…
Ursula tak mungkin berdiam diri lebih lama di tempatnya, tanpa kelihatan seperti seorang idiot. Ia mendekap tas tangannya lebih erat dan mengepit hadiah ulang tahun Katy di bawah lengannya, lalu menyebrangi jalan dan menaiki undakan serta membunyikan pengetuk pintu.
Katy sendiri yang membukanya. Ia tampak lebih dewasa dari gadis sepuluh tahun saat mengenakan rok jins mini dan kaus biru mengilap yang tampak mahal. Katy termasuk tinggi untuk gadis seusianya dan sepatu hak tebalnya membuat Katy jauh lebih tinggi lagi.
“Selamat ulang tahun, Katy!” seru Ursula. Disodorkannya hadiah pada gadis itu. “Aku suka kausmu!”
Tapi Katy tampaknya lebih suka dipeluk. Ia menjatuhkan dirinya ke pelukan Ursula dengan semangat yang mengejutkan sekaligus menyentuh.
“Ursula!” jerit Katy. “Kaulah yang pertama datang! Aku senang sekali kau mau datang! Aku memaksa Daddy mengundangmu!”
Ursula membekukan wajahnya agar tidak bereaksi tapi ia tak mampu mencegah hatinya meleleh seperti sekeping es. Jadi Katy-lah yang memiliki
gagasan untuk mengundangnya? Sama sekali bukan ayahnya… Ursula hanya berharap ia tidak dikucilkan oleh tamu-tamu lainnya seperti sebuah jempol lecet.
“Aku juga senang bisa datang, dan aku tersanjung karena telah diundang,” tutur Ursula jujur. “Belakangan ini aku jarang menghadiri
pesta ulang tahun.”
“Mengapa?”
Ursula mengangkat bahu. “Karena orang dewasa hanya mengadakan pesta saat mereka berusia dua puluh satu tahun, atau empat puluh…”
“Alangkah membosankan!”
“Sangat membosankan,” sahut Ursula muram. “Sekarang bukalah hadiahmu dan beritahu aku apakah kau menyukainya,” tambahnya dengan lembut. “Kau bisa menukarnya jika tidak suka.”
Katy tak perlu diperintah dua kali. Dengan segera ia
berlutut dan merobek kertas pembungkus mengilap itu dengan energi seorang anak yang bersukacita.
Di dalamnya terdapat cat air, bungkusan kecil krayon
oil-pastel, dan jilid tebal kertas sketsa. Katy duduk di atas tumitnya serta menatap hadiah tersebut.
“Kau menyukainya?” tanya Ursula gugup. “Kurasa kau sangat pandai menggambar, seperti ayahmu…”
“Oh, aku sangat menyukainya!” jawab Katy tulus dan menatap Ursula dengan mata berbinar. “Aku amat sangat menyukainya!”
Ursula tersenyum lebar. “Kartu Natal yang kaukirimkan padaku tahun lalu begitu indah sehingga aku menyimpannya. Itulah yang memberiku gagasan untuk memberi hadiah ini. Aku bermaksud memberi pigura pada kartumu.”
“Kau serius?”
“Aku serius.” Ursula mengangguk sungguh-sungguh. “Kau memang berbakat melukis, Katy.”
“Apakah Daddy juga berbakat?”
“Oh, tentu saja. Ayahmy adalah yang terbaik!”
“Wah, terima kasih, Ursula.” Terdengar suara jengah. Mereka berdua menoleh dan melihat Rick di ujung tangga sedang mengamati mereka. Ursula
bertanya-tanya sudah berapa lama laki-laki itu berdiri di sana. “Betapa senangnya mendengar pujian seperti itu, apalagi bila datangnya dari seorang wanita yang selalu mengomeli ketidakrapianku!”
“Jika aku tidak mengomelimu, aku tak akan dapat mencapai meja kerjaku sebab jalanan tertutup lautan kertas!” jawab Ursula renyah, tapi jantungnya berdebar lebih cepat dari biasa.
Sungguh ganjil melihat Rick dalam lingkungan rumahnya yang asing bagi Ursula. Hubungan mereka terbina dalam keseharian di tempat kerja.
Bahkan jika mereka makan siang dengan klien di restoran, semuanya hanya bisnis semata-mata. Tapi di sini, tanpa kepentingan pekerjaan sama sekali, Ursula merasa seperti ikan yang keluar dari air!
Gadis itu merasa sedikit gugup, tapi ia berharap perasaan itu dapat disembunyikannya. Ursula bangkit lalu berdiri seanggun mungkin. “Rumahmu sangat bagus, Rick!”
Mengapa Rick menatapnya seperti itu—seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu? Tiba-tiba Ursula merasa canggung bak seorang gadis remaja. Ia bertanya-tanya, apa yang sedang dilihat Rick. Asistennya yang lusuh? Atau wanita muda yang menarik?
Blus dan celana panjang sutra Ursula memiliki warna mentega susu paling pucat, dan Amber benar—nuansa krem menonjolkan rambut hitam Ursula.
Model pakaian itu sederhana, dengan lembut menyamarkan lekuk liku tubuh Ursula, dan terasa sangat halus di kulit. Pakaian itu praktis namun juga sangat feminin, jenis pakaian yang tak akan berani digunakan oleh Ursula di kantor.
Itukah yang membuat mata Rick terpaku padanya?
“Halo, Ursula,” kata Rick lembut. “Pakaianmu bagus.”
“Te-terima kasih.” Ursula tersenyum salah tingkah.
“Kau tampak sangat berbeda dengan pakaian seperti itu,” gumamnya.
“Sementara kau tampak tetap sama!” balas Ursula, sambil bertanya-tanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Dan mengapa Katy hanya berdiri di sana, dengan tenang mengawasi mereka berdua? Mengapa ia tidak menyela, seperti yang biasanya dilakukan anak-anak?
Saat bekerja, Ursula dapat mengubur perasaannya dengan menyibukkan dirinya. Tapi di sini, ia tak dapat menghindar lagi dari daya tarik Rick sebagai seorang laki-laki, bukan sekedar atasannya. Apakah Rick tidak sadar bahwa ia seorang laki-laki yang sangat menggairahkan?
“Mana Jane?” tanya Ursula segera.
Bersambung…
baru baca di bagian bab ini yg tentang gaun pengantin kenangan, baru sadar klo ceritanya persis banget sm novel luar ya? novel Harlequin lama (klo g salah terbitan awal, sktr 1990-an)
karya Sharon Kendrick cerita seri--- WANTED:ONE WEDDING DRESS judulnya ONE HUSBAND REQUIRED!
(terjemahan indonesia menjadi SERI GAUN PENGANTIN judulnya DICARI SUAMI!)
ada 3 buku di ceritanya. tokoh utamanya
-->Ross Sheridan-Ursula o'Neill (Dicari: suami!)
-->finn fitzgerald-amber o'neill (dicari: tanggal pernikahan!)
-->Holly Lovelace-Luke Goodwin (dicari: mempelai pria!)
cuma klo d cerita kakak nama tokoh pria mnjdi Rick
apakah ini cerita yg sama?? 🙏🏻