PISAH RANJANG
KISAH NYATA
"Las ,tolong aku sedang ada masalah, tolong bantu aku selesaikan masalah ku", Lirih suami ku.
"masalah apa sih pa,?" sahut ku.
Aku dan suami ku sudah menikah selama 25 tahun , dan kami memiliki 4 orang anak dan Alhamdulillah Allah memberiku kepercayaan untuk menjaga seorang anak yang istimewa karena anak ku sejak lahir sudah menderita disabilitas. Dan suami ku bekerja di luar kota karena dinas di perusahaan BUMN jadi aku tinggal di kampung dan suamiku Burhan tinggal di kota ,setiap weekend dia pulang kerumah untuk menghabiskan waktu bersama ku dan anak- anak.Mungkin dia merasa kesepian seorang diri di perantauan.Aku mulai curiga sejak tiga tahun terakhir sejak suami ku naik jabatan.
"Gini las,aku di laporkan kakak nya Rani ke atasan ku karena aku menikah sirih dengan Rani". Sahutnya dengan sedikit gugup dan suara bergeletar.
"Apa!!!!..
Benerkan kecurigaan ku selama ini kalau papa itu uda selingkuh! Aku bisa merasakannya !!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umairoh sakinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebahagiaan sesaat
Cuaca hari ini sangat indah, kami menikmati liburan keluarga yang hangat. Anak-anak sedang bermain ombak tak luput juga Rafa juga mau bermain di tepi ombak bersama kakak-kakaknya.
"Las, aku janji akan menjadi suami dan ayah yang lebih baik lagi ,ditambah lagi sebentar lagi masa kerja ku habis,aku ingin masa tua ku tenang"
"Semoga aja kamu menepati janjimu ,tapi aku juga gak berharap lebih sih" sahut ku sedikit ketus.
"Nanti aku akan bangunkan rumah baru untuk kalian.semua uang pesangonku mungkin sekitar 500 jutaan itu untuk mu dan anak-anak" lanjut suamiku.
"Iya mas, aku yang desain semuanya ya,aku mau buat kamar khusus untuk rafa yang ada toilet di kamar, jadi aku ga jauh-jauh angkat rafa kalau dia buang air" lugas ku .
Karena aku cukup lelah untuk mengurus rumah dan Rafa. Usia ku pun sudah menua dan tenaga ku pun sudah melemah,aku sudah tidak sanggup menggendong Rafa kalau aku memandikan dan menyeka kalau ia buang air .sampai sekarang pun Rafa pakai diapers ,ya gimana layaknya bayi aku mengurus dan menjaganya.Itu sebab nya aku tidak pernah keluar rumah dan tidak pernah hang out dengan teman-teman ku padahal sering aku diajak .
Kami berdua pun duduk bersama di tepi pantai melihat indahnya sunset, melupakan semua masalah yang cukup menguras emosi dan tenaga.
Tidak berselang lama, handphone mas Burhan pun berdering, ia hanya melihat layar handphone nya saja dan tidak mengangkat ,dengan wajah yang sedikit gelisah aku tau pasti wanita itu yang menelepon. Wajah mas Burhan sudah sedikit cemas, aku tahu mas,itu pasti dari wanita itu karena kamu sudah hampir sebulan ga pulang kerumahnya.
Aku cuek saja ,dan sudah tidak mau membahasnya.
Malam hari nya aku pun tidur dikamar ku. Kami masih pisah kamar .Tiba-tiba aku merasa ada yang menelukku dari belakang.
"Mas!"
"Las,sudah lama sekali kita tidak tidur bersama" bisik mas Burhan.
"Tapi"!
Mas burhan menutup mulut ku, dan dia mencoba merayuku.
Dia pun mulai mendekati ku dan mencumbui ku lalu tiba-tiba aku teringat wajah wanita itu.!
Seketika aku melepaskan diri darinya.
"Mas, aku gak bisa"
"kenapa sih!"
"Aku selalu teringat wajah wanita itu! Apalagi aku melihat nya hamil dan aku melihat dia di dirimu mas, aku gak bisa melakukannya!" lugas ku.
"sampai kapan kita begini sudah dua tahun kita terpisah!" lanjut mas Burhan.
Lalu mas Burhan berlalu dan keluar dari kamarku. Aku sungguh masih menyimpan kekecewaan dan trauma,aku tidak bisa membayangkan kalau aku melakukannya denganmu sama saja aku melihat kau melakukannya dengan wanita itu aku tidak bisa mas.
"kring,kring!" bunyi hanphone suamiku.
Diam-diam ku lihat dia mengangkat telepon nya ,sejak kemaren mungkin mas Burhan ga angkat telepon wanita itu.
"Halo, apa!!, ya aku segera kesana!"
Apa? Siapa yang telepon, suamiku langsung cemas dan terburu-buru.
"kamu mau ke kantor mas"
"iya ada kerjaan yang penting "
"Oh, yaudah hati-hati, mas pulang kan nanti" tanyaku
"emm, belum tahu kalau sempat aku pulang ya"
Aku tahu mas, hari ini kamu gak akan pulang. Pasti wanita itu yang telpon tadi.
Sudah lah aku pun biasa kamu tinggalkan mas.
POV Burhan
"kring, kring!"
"halo, apa!!ya aku akan segera kesana"!
Telepon dari ibu Rani. Rani sudah kontraksi sepertinya dia mau melahirkan, bagaimana ini aku pun menjadi bingung aku gak bisa melepaskan tanggung jawab ku terhadapnya karena ia tengah mengandung anakku ,sementara aku juga ga bisa meninggalkan istri ku,semuanya membuat ku jadi bingung dan sakit kepala.
Sesampai nya di rumah Rani aku melihat dia yang tengah kesakitan dan ibunya menuntunnya untuk berjalan.
"Dek, ayo kita kerumah sakit," kataku.
" enggak bang, untuk apa aku kerumah sakit,sementara abang gak menginginkan anak ini!" sambut Rani.
"sejak semalam Rani sudah mulai kontraksi, perut dan pinggang nya sakit katanya" lanjut ibu nya Rani.
"Iya dek, abang minta maaf, bukan maksud abang untuk melupakan adek dan anak kita, tapi kondisi di rumah ku lagi kacau,anak-anak ku juga memusuhi ku aku baru saja keluar dari rumah sakit dek ,abang sakit " lirih ku
"sudah la bang, abang itu jadi laki-laki harus tegas!".bentak Rani.
Rani memang sosok wanita yang keras,dan dan tempramen. Dia selalu memaksaku untuk menceraikan Lasmi. Tapi aku tidak bisa melakukannya,karena aku masih sayang dengannya meski telah dua tahun kami pisah ranjang, tapi dia selalu membuatku tenang padahal aku sudah menyakitinya tapi ia tidak pernah menekanku dan memaksa ku .
Lasmi adalah sosok wanita yang lembut dan penyayang, serta penyabar sejak awal pernikahan kami ,hidup kami sangat susah dan dia selalu sabar dan menerima apapun keadaan ku.
"Ya dek, itu nanti kita bahas, sekarang kita kerumah sakit ya!" pinta ku.
"Jadi abang mau kalau anak kita ini anak ga jelas! Dan ga punya status!"
" Enggak dek, nanti kita bisa buat akta lahir nya kok, sekarang adek nurutin abang dulu ya" rayu ku terhadap wanita yang keras kepala ini agar dia mau ke rumah sakit .
Setelah beberapa saat, rok baju nya pun basah dan ia pun mengerang kesakitan ,sepertinya ia mau melahirkan.
Aku langsung membawanya ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit ,Rani tidak ada pembukaan padahal sudah pecah ketuban.
"Maaf pak istri bapak tidak ada pembukaan,sementara ketuban sudah pecah pak, ibu tidak bisa melahirkan normal sebaiknya secepat nya kita lakukan tindakan operasi cesaar" Dokter pun menjelaskan keadaan Rani.
"iya dok, lakukan saja"
"ya pak secepat nya kita lakukan tindakan ,kalau tidak berbahaya bagi bayinya" lanjut dokter.
Setelah menanda tangani beberapa berkas, segera dilakukan operasi. Aku menunggu di luar ruangan operasi dengan cemas, semoga tidak terjadi apa- apa.
Setelah beberapa saat terdengar suara teriakan bayi
"ooee…ooee…ooeee…!!!"
"Pak, Burhan anak bapak sudah lahir, selamat pak bayi bapak laki-laki" keluar salah seorang perawat dari ruang operasi.
"Alhamdulillah!!!"syukur ku .
"Ayo pak, masuk untuk mengadzankan nya"
Kulihat wajah anak ku, anak laki-laki dambaan ku sehat dan sempurna . Aku sangat bahagia dan bersyukur anak ku lengkap dan sempurna.
Kemudian aku mengazankannya anakku terdiam dan mendengarkan ku adzan. Mata nya yang indah serta kulitnya yang putih bersih aku pun sangat senang!. Wajahnya sangat tampan sungguh mirip dengan ku .
Setelah selesai Rani pun sudah masuk ruang rawat inap. Aku pun mengurusnya .
Karena ini anak pertama baginya pasti ia merasa kesakitan.
"dek, ini minum ya"
"bang, anak kita tampan sekali , mirip kamu" ucap Rani.
" ya dek , abang senang sekali punya anak laki-laki, taulah Rafa anakku sakit jadi inilah anak laki-laki satu-satunya harapan ku" .
" Ya bang, makanya abang harus memberikannya hak juga" pungkas Rani.
Dah mulai lagi dia menuntut padahal suasana lagi bahagia begini dia mau ngajak aku berdebat, itulah Rani wanita keras kepala.
laki-laki tidak bersyukur karmanya y begitu