Reja Siswa miskin yang selalu membantu ibunya jualan gorengan, dia selalu di bully oleh teman temannya di sekolah.
Suatu ketika dia di ajak mendaftar undian berhadiah untuk mendapatkan Capsul Game Online yang semua orang idamkan.
Bagai mana kelanjutan ceritanya ayo kita ikuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dani Sutisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Kenapa Tidak Naruto Saja
Bab 6 Kenapa Tidak Naruto Saja
Reja pun menekuk wajahnya seperti tidak senang, hanya Rio dan Ria yang selalu nemenin Reja dan mereka sudah di anggap sebagai saudara sendiri.
"Gini aja, biar kami tahu tentang Dunia di game online aku mau cerita kepada mu dan kamu cukup dengarkan saja" ucap Ria.
"Baik lah terserah kamu aja" ucap Reja.
Kemudian Ria mulai bercerita "tahu gak keahlian kita dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh juga terhadap permainan kita di dalam game, contoh aku di dalam Game bernama Alice dan Ras ku Elf" jelas Ria
Kemudian Ria bertanya kepada Reja "Kamu tahu gak ekstrakurikuler yang aku ikuti"
Reja pun mengangguk "iya aku tahu kamu mengikuti ekstrakurikuler memanah dan kamu sangat hebat sehingga bisa memenangkan kompetisi antar sekolah "
Ria pun bercerita kembali "di dalam Game pun aku memilih Job sebagai pemanah dan keahlian memanah di dunia nyata ternyata berpengaruh di dunia game"
"Iya Ria pemanah yang hebat di dalam game dan karena dia kita cepat naik level " ucap Rio menimpali.
Reja pun bertanya "Kalau Job Ria sebagai pemanah dan nama di dalam game adalah Alice lantas job mu di dalam game dan nama mu di dalam game siapa Rio"
"Karena aku seorang ninjitsu aku memilih Job di dalam game sebagai Assassin, dan nama game ku Hanzo" ucap Rio
Reja pun sedikit mencibir "kenapa tidak Naruto saja, kan bagus kalau kamu menjadi seorang ninja dari Konoha"
"Hus, enak aja World Online Game bukan serial di dunia Naruto, tetapi disana nuansa kerajaan di abad pertengahan" ucap Rio.
"Kalau kamu punya helm game dan main game online ini, aku sarankan kamu menjadi Warior atau tanker, dengan keahlian beladiri mu kamu akan menjadi pemain terhebat di game online " ucap ria
Reja tersenyum kecut "itu hanya sebuah mimpi saja, aku tidak mungkin dapat membeli seperangkat helm game yang harganya 5 juta rupiah, bahkan gaji ayah ku hanya sekitar 2,8 juta rupiah, bahkan tidak cukup untuk hidup kami bertiga"
Reja pun menunduk kepalanya, Rio dan Ria tahu bagaimana keadaan dari Reja bahkan dia bekal sekolah saja 2.000 rupiah, dan membantu ibunya berjualan gorengan setelah dia pulang sekolah.
Hasil dari jualan Reja tabungkan untuk keperluan mendadak karena seperti Poto copy dan tugas komputer harus mengeluarkan uang sendiri tidak seperti SPP yang geratis karena dapat beasiswa.
Guru pun masuk ke dalam kelas dan lembar ujian pun diberikan, semuanya dengan khusu mengerjakan soal ujian di hari ke 2 ini.
Hari ini Randi tidak membully Reja karena dia sekarang memiliki teman tim di dunia online yang kebetulan teman sekelas sendiri.
Jadi Randi asik mengobrol dengan teman temannya dan sesekali melihat Reja yang sedang mengobrol dengan si kembar Rio dan Ria.
Setelah ujian usai Reja pun pulang kerumah dan seperti biasa dia berjalan kaki, dia melewati toko game online yang kemarin ramai dan sekarang relatif sepi.
Hanya ada beberapa orang saja yang keluar masuk toko itu untuk membeli item game, karena di dalam game ini, tidak bisa membeli perlengkapan di dalam game.
Jadi para pemain harus membeli Item tersebut ke toko game terdekat seperti pedang, armor dan sebagainya dan harganya juga relatif mahal.
Sedangkan harta rampasan seperti pedang yang ada di dalam game cepat rusak jadi mereka biasanya hanya menjualnya saja dan menukar dengan Potion.
Reja memandang kedalam Toko game online tersebut dari balik kaca dan dia juga berharap agar Formulir yang dia isi kemarin, terpilih dan mendapatkan capsul game sehingga dia pun bisa bercerita tentang game di dunia nyata seperti teman temannya yang lain.
Sesampainya di rumah Reja pun berganti pakaian dan seperti kegiatan sehari hari dia berjualan gorengan menyisir gang dan komplek.
Seminggu telah berlalu, ujian akhir Nasional sudah selesai, semua siswa tinggal menunggu kabar hasil ujian dan kelulusan sehingga mereka pun libur panjang selama 2 bulan.
Dan liburan itu di sambut baik oleh para siswa karena mereka bisa bermain game online seharian penuh selama libur tersebut.
Hari ini juga bertepatan dengan Hari ulang tahun peluncuran World Online Game yang ke 1 dan akan di umumkan nya siapa saja yang mendapat capsul game online keluaran terbaru, dan total ada 500 capsul game online yang akan di berikan di seluruh Indonesia.
Semua orang yang telah mengisi formulir pendaftaran berdebar debar, dan berdoa supaya mereka bisa mendapatkan capsul game tersebut, mereka semua tidak main game malah nongkrong di depan televisi menunggu berita di umumkan pemenang capsul game yang di undi secara langsung.
Dan undian itu di siarkan secara langsung di semua stasiun televisi swasta nasional di seluruh Indonesia sehingga mereka pun fokus di depan televisi.
Termasuk Reja yang tidak sabar menunggu hasil pengumuman siapa saja yang mendapatkan capsul game online tersebut.
Dia fokus di depan televisi, karena hari ini hari libur dan ibunya Reja tidak menitipkan Gorengan ke sekolah sehingga untuk hari ini ibunya Reja pun libur untuk membuat gorengan.
Reja di tinggalkan sendiri di rumah karena ibunya harus mengurus keperluan lain di luar rumah dan ayahnya pergi bekerja dan pulang nanti sore.
Di televisi Reja melihat acara tentang ulang tahun perusahaan yang meluncurkan World Online Game, pesta ulang tahun perusahaan yang sangat meriah.
Dan sekarang acara intinya yaitu mengumumkan siapa saja yang mendapatkan capsul game online terbaru dan yang akan mendapatkannya sebanyak 500 orang di Indonesia.
Pembawa acara pun menyapa penonton "Hai para gamer, pasti kalian sudah tidak sabar lagi untuk mendengar siapa saja yang akan mendapatkan capsul game online keluaran terbaru dari perusahaan kami"
Pembawa acara itu pun menunjuk ke arah belakang dirinya "lihat disana, itu adalah lembar Formulir yang sudah kalian kirimkan ke perusahaan kami yang jumlahnya ada jutaan lembar, tetapi yang akan mendapatkan capsul game hanya 500 orang saja
Kalian semua harus berdoa sekencang mungkin semoga tuhan mendengarkan doa kalian dan mendapatkan capsul game ini secara gratis" ucap pembawa acara tersebut.
Ya di belakang pembawa acara itu ada sebuah tabung kaca besar berisikan lembaran formulir yang di kirim dari seluruh Indonesia dan formulir itu beterbangan kesana kemari di dalam Tabuk kaca tersebut.
Karena di bawah tabung kaca yang besar itu terdapat kipas angin sehingga bisa menerbangkan semua formulir sehingga terlihat adil dan tidak ada kolusi.
Semua penonton di seluruh Indonesia berdoa termasuk Reja yang ingin mendapatkan capsul game tersebut dengan gratis.
***
Bersambung