Indonesia
NovelToon NovelToon
ICE PRINCE OF SCHOOL

ICE PRINCE OF SCHOOL

Status: tamat
Genre:Ketos / Teen School/College / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Qr_smi

Sekuat apapun kita berjanji, selama apapun kita bersama, itu tidak akan menjadi alasan tuhan tidak akan memisahkan kita walaupun dengan cara tersakit sekalipun_Agatha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qr_smi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AA_6

Hay hay hayyyy, ketemu lagi sama aku😊😊uww senyumnya manis banget kek obat, ok ggakmau pidato panjang"dulu sih tapi ya udah deh langsung aja bacanya

...H...

...A...

...P...

...P...

...Y...

...R...

...E...

...A...

...D...

...I...

...N...

...G...

...👀...

"duh, bosen banget sih"ujar Agatha sambil keluar dari kamarnya, melangkah menuruni tangga menuju ke arah dapur tentunya.

Sesampainya di dapur, Agatha membuka kulkas yg berisikan cemilan atau lebih tepatnya sih kulkas yg di khususkan untuk makanan, yg isinya seperti minuman kaleng, eh tapi itu bukan makanan ya, tapi gak papa deh, pokonya isinya itu gak ke campur sama bahan"untuk masak gitu

Mengeluarkan cup ice cream yg sedang, membawanya ke ruang keluarga dan duduk di sofa sambil menghidupkan tv yg ada di sana.

Sepi, itu rasanya di rumah yg besar ini, tentu saja sepi, orang di rumah itu cuman isinya Agatha sendiri, yg lain pada sibuk sendiri-sendiri, kayak mommy sama daddy nya, itu sedang pergi keluar kota, biasa lah ngurusin bisnis, sedangkan bibi yg biasanya ada di rumah juga sekarang lagi free, karna mommy Agatha memang membebaskan pekerja di rumahnya saat weekend, kan bukan cuman keluarga mereka aja yg mau ngumpul di akhir pekan, mereka pasti juga mau, makanya mommy Agatha meliburkan mereka di hari sabtu dan minggu,  eeee kalo Vano, tau deh, dia dari semalam gak pulang, emang gak niat nemenin adek nya di rumah, biasa kalo malming pasti sama kak Oca, dia ampe lupa untuk pulang, apalagi di rumah lagi sepi, dia lebih memilih bermalam di apartemen nya, dan akan pulang di pagi atau siang harinya.

"CK, ngapain lagi ya?"ujar Agatha sambil menarik nafas, entah seberapa bosan ia sendirian di rumah ini, tangannya kembali mematikan tv saat acara nya tidak menarik, menaiki tangga lagi, dan masuk ke dalam kamarnya yg bernuansa elegan dengan warna putih yg mendominasi.

Kamar yg memang memiliki luas 2 kali lebih besar daripada kamar tamu, iyalah orang anak cewek satu"nya.

Kamar Agatha bisa dibilang sangat nyaman, dengan kasur queen size yg terletak di tengah ruangan, yg beralaskan seprai berwarna putih pula, jangan lupakan boneka beruang putih dan selimut tebal+ selimut bulu nya.

Beralih ke samping kasur bagian kanan ada meja kecil dengan warna hitam, di atasnya terdapat lampu tidur dan juga sebotol air, Agatha memang suka haus kalo malam, jadi daripada kebawah kan ngambil air, jadi dia taruh aja botol nya di sana.

Di bagian kasur sebelah kiri, ada sofa single dengan rak novel yg menyertainya di sudut ruangan, dilihat lagi bagian depan kiri, ada rak buku lagi, tapi ini buku pelajaran yah, dan di sebelah rak tersebut ada meja belajar Agatha yg juga terdapat laptop dan beberapa buku lainnya, jangan lupakan perlengkapan lain untuk belajar dan juga lampu belajar.

Dan di sebelah meja belajar terdapat pintu yg menghubungkan kamar Agatha dengan kamar mandi, dan disebelah pintu itu juga ada ruangan lagi yg isinya pakaian, sepatu, tas, dan barang-barang lain, terakhir di sudut ruangan dekat balkon ada tangga minimalis yg menghubungkan kamar Agatha dengan rooftop yg memang di khususkan untuk Agatha oleh sang daddy.

Di sana terletak satu kasur yg lumayan besar untuk dua orang, juga ada kulkas mini yg isinya minuman berbagai rasa dan rak kecil yg berisikan makanan ringan pastinya, di sebelah kasur terdapat karpet beludru yg di atasnya ada sofa dan meja kecil.

Jika kalian berfikir, apa kalo hujan gak basah, apa gak panas tiduran di sana?

Jawabannya ada tidak, karna daddy Agatha membuat atap transparan untuk melindungi kasur dari hujan

dan panas matahari.

***

Saat melihat ke arah pojok, ia baru sadar kalo sedari dia datang ke rumah setelah bertahun-tahun di London, ia belum melihat keadaan di atas sana, kaki Agatha perlahan mulai melangkah menuju tangga, dan menaikinya yg langsung tembus ke roftoop kamar Agatha.

Setibanya di atas, Agatha sedikit terkejut karna dia pikir barang-barang yg ada di atas pasti berdebu, karna Agatha memang melarang siapapun untuk menaiki roftoop nya, tetapi tidak jarang sih keluarganya malah bersantai di sana.

Ternyata semua barang-barangnya terlihat sangat rapi, dan beberapa ada yg ditutupi kain agar tidak terlalu kotor, sepertinya mommy Agatha kadang membersihkannya.

Agatha mulai merapikan semua barang-barang, dimulai dari membuka penutup sofa dan kasur, mencopot beberapa lampu hias yg sekiranya sudah tidak bisa hidup lagi, membuka seprai kasur dan meletakkannya di bawah, menggulung karpet beludru tersebut.

Dirasa sudah bersih Agatha membawa karpet serta seprai yg kotor itu kebawah, untuk dibawa ke ruang cucian.

Setelahnya Agatha mengambil seprai baru dan karpet baru yg memang selalu disediakan di sana, setelah dirasa aman untuk membawanya, Agatha kembali ke atas untuk kembali merapikan roftoop tersebut.

Setelah selesai dengan urusan sebelumnya, Agatha melangkah menuju kulkas mini dan rak snack yg memang sudah kosong, melihat- lihat, apakah masih berfungsi dan bersih, lalu Agatha berfikir, bagaimana kalo dia keluar  membeli beberapa camilan dan minuman yg sekiranya bisa ia simpan disini.

Jika dipikir itu bukan ide buruk, bagaimana pun ia juga sedikit bosan jika terus sendirian di rumah, maka dari itu Agatha kembali ke kamar nya, dan mengganti bajunya dan sedikit bersiap untuk pergi keluar, memakai baju kaus over size berwarna hitam, dan celana training berwarna senada, dan rambut yg di cepol asal, tidak usah repot-repot untuk memakai riasan, orang dia hanya akan ke supermarket di depan kompleksnya.

Saat memastikan ia membawa dompet, Agatha melangkah menuruni tangga, saat di ruang keluarga Agatha berpapasan dengan Vano yg sepertinya baru datang.

"Eitss, mau kemana lo, libur begini ?" tanya Vano mencegat Agatha untuk berhenti sebentar, Vano sedikit heran kepada Agatha yg terlihat sudah bersiap untuk pergi, kemana gadis itu dihari libur seperti ini, itulah yg difikirkan oleh Vano.

"Mau ke depan, beli minuman sama snack"ujar Agatha, yg sedikit melihat belakang punggung Vano, yg ternyata terdapat teman-teman abangnya tengah bersantai di  ruang tengah.

"Lo pikun atau amnesia, tuh di dapur satu kulkas penuh cuman buat minuman sama snack, dan lo mau beli lagi"ujar Vano greget dengan Agatha.

Agatha memutar matanya dan kembali menyahut "buat di roftoop,

tadi akh sempet beresin barang-barang yg ada di sana, kebetulan stok makanannya udah habis, ya udah sekalian jalan-jalan bentar"ujar Agatha

"Ya udah hati-hati loh ya, oh iya, ini abang ada bawa chicken wings buat kamu, mau di letak mana?"tanya Vano sambil mengangkat kotak yg sedari tadi ia jinjing.

"Ya udah, taruh aja di belakang, nanti aku ambil, ya udah aku pergi dulu ya, bye"ujar Agatha sambil berlalu pergi, tanpa mengindahkan keberadaan teman Vano, yg memang sedikit genit, gak deh, soalnya Agatha kan belum kenal banget sama mereka jadi ya gitu, agak gimana gitu kalo nyapa, paling Agatha cuman senyum tipis kalo emang ada yg nyapa dia.

Tapi saat Agatha berjalan menuju garasi dimana mobilnya berada, ia berpapasan dengan Alva yg juga sepertinya ingin masuk ke dalam rumah, tidak ada sapaan atau semacamnya, mereka hanya berlalu seperti tidak terjadi apa-apa.

Setelah memasuki mobil dan menghidupkannya, Agatha bergegas keluar dari pekarangan rumah yg lumayan luas itu.

Menikmati semilir angin yg masuk dari jendela mobil, dan melajukan mobilnya dengan normal, lebih ke pelan sih, kata Agatha mah pengen nikmatin me time nya.

Handphone Agatha bergetar yg membuatkan sang empu segera menjawab panggilan yg masuk, yg ternyata dari Alexa.

"Halo"

''Eh Tha, jalan yuk bosen nih weekend masa rebahan mulu di Rumah' ujar Alexa di sebrang sana.

"Gue sih ok aja, yg lain ikutan?"tanya Agatha

''Yaa ajak juga sih yg lain' ujar Alexa lagi

"Ya udah, gue jemput deh"ujar Agatha

**

Ding... Dong...

Bunyi bel rumah Alexa terdengar nyaring membuat sang pemilik rumah bergegas keluar untuk menemui seseorang yg berada di balik pintu itu, dan sudah pasti seseorang itu adalah Agatha.

"Yok, Tha" ajak Alexa sambil menarik tangan Agatha untuk segera pergi dari sana.

Agatha menyadari ada yg aneh dengan Alexa berusaha untuk menunggu waktu yg tepat buat nanya, soalnya jika dilihat Alexa seperti habis menangis, karna suaranya terdengar sedikit bergetar saat berbicara tadi.

Setelah nyampe mobil mereka langsung pergi ke tempat tujuan, di tengah jalan Alexa kembali membuka suaranya.

"Tha, ke bandara dulu gak papa kan?"tanya Alexa sambil mengalihkan pandangan nya dari handphone.

"Ngapain?"tanya Agatha seperti biasa, singkat.

"Eh ini, itu loh, lo tau Dara kan  anak kelas kita yg jadi murid perpindahan pelajaran tahun lalu, dia udah pulang, jadi sekalian ajak jalan juga biar kalian berdua juga kenal"ujar Alexa panjang lebar, dan hanya di iyakan oleh Agatha.

****

Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 10.30, dan sekarang sekelompok gadis yg dapat menarik perhatian orang-orang tengah mengobrol di salah satu cafe yg ada di bandara.

"Eh udah lama ya kita gak jalan kayak gini"ujar gadis yg bernama Dara itu.

"Ya lo sih, gegayaan ikut seleksi perpindahan pelajar, udah tau otaknya encer, kepilih kan jadinya"dumel Jasmine sambil meminum jus pesanannya.

"ya mau gimana lagi, itung-itung nambah pengalaman lah, eh kita ada anggota baru ya, nama lo siapa, kenalin gue Dara, lo Agatha kan?"perkenalan Dara sambil menggenggam tangan Agatha, yg dibalas anggukan oleh sang empu.

"Emang bener sih, apa yg dibilang sama Rey, lo itu sama kek Alva sifatnya" ujar Dara sambil terkekeh, "tapi gak papa kok, mau lo sifatnya kek Alva atau Leo, lo itu sekarang udah jadi bagian dari kami, The Girls"ujar Dara lagi, dan membuat senyuman tipis terpatri di bibir indah Agatha.

"Aaa demi apa, Agatha senyuman!!!" ujar Alexa heboh, sambil menggoyang tubuh Agatha, yg membuat Agatha kembali terkekeh.

"Ok gini ya, gue itu cuek bukan sifat aslinya kok, cuman nyari yg bener nerima gue jadi temennya"ujar Agatha dengan terkekeh kecil di dalam ucapannya yg membuat ketiga temannya kembali tercengang melihat perubahan Agatha.

"Jadi gini, dulu gue gak kayak ini, tapi ya, akhirnya gue cuman di manfaatin, jadi gue kayak gini emang untuk nyari temen yg gak manfaatin gue gitu"ujar Agatha lagi.

*duhh maaf ya kalo ada yg kecewa, kalo Agatha kok gampang banget berubahnya, jadi gini biar kalian gak bingung, aku mau bikin Agatha itu sama temennya gak cuek, tapi kalo sama yg lain nya baru cuek, gitu.

*****

Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 yg mana matahari sudah sedikit meredup, tidak seterang saat siang, dan hal tersebut yg menyebabkan sekumpulan gadis yg sekarang tengah berjalan menuju parkiran sebuah mall, karna hari ini merupakan kepulangan Dara setelah hampir satu tahun di negara orang, jadi sekarang mereka menghabiskan waktu untuk jalan- jalan bersama, hingga lupa waktu, sampai Vano menelfon Agatha karna sangat lama diluar, Agatha tadi

hanya izin ke minimarket depan, tapi malahan dia tersesat hingga ke mall bersama temannya.

"Ya udah, besok ketemu lagi di sekolah ya guys, bye"ujar Alexa sambil memeluk Dara yg sudah dijemput oleh keluarga nya, dan juga Jasmine yg sudah pulang beberapa menit yg lalu, Alexa juga pulang dengan, entahlah Agatha kurang tau, soalnya yg jemput Alexa adalah seorang lelaki yg asing di mata Agatha, malas untuk berfikir terlalu lama Agatha memilih untuk memasuki mobilnya dan berlalu menuju kompleks perumahannya, dan jangan lupa Agatha harus pergi ke minimarket yg ada di depan kompleks nya untuk membeli keperluan dan sedikit makanan ringan dan buah-buahan.

Tak membutuhkan waktu lama, Agatha sudah sampai di parkiran minimarket, keluar dari mobil dan langsung memasuki minimarket yg bisa dikatakan sangat lengkap itu, mengambil salah satu troli dan mulai berkeliling.

Setelah dirasa cukup, Agatha melangkah menuju kasir dan segera membayar belanjaannya sehabis itu ia langsung pulang ke rumahnya karna pasti Vano sudah sangat kesal dengannya.

10 menit kemudian Agatha sudah memasuki gerbang rumahnya dan memarkirkan mobil di garasi, memasuki rumah yg ternyata masih dipenuhi oleh teman-teman Vano, walaupun yg tertinggi hanya beberapa, tidak seperti tadi pagi yg lumayan banyak, kalo Agatha tidak salah lihat jumblahnya lebih dari 10 orang.

"Dari mana aja lo, izin cuman ke depan bentar, tau-taunya malah jalan dulu ke mall"ujar Vano kesal

"Ya kan dadakan"ujar Agatha sambil melangkah menuju dapur, bermaksud untuk mengambil makanan yg sudah dibelikan oleh Vano tadi sebelum ia pergi, tidak lupa sedikit menghangatkan makanan tersebut karna pasti sudah sangat dingin di tinggal berjam-jam.

Setelah dirasa cukup, Agatha kembali melangkah menuju kamarnya, dan kembali ke rooftoop untuk menyusun makanan dan minuman di tempatnya, kemudian kembali turun untuk menikmati makanan kesukaannya itu.

☘☘☘☘

Ok, emmmmm segitu dulu ya, maaf nih kalo nggak bagus, kalo ada typo kasih tau aja ok.

Jangan lupa apa👂

Yaps jangan lupa VOMENT dong

Bye, see you next chapter.

1
Lea_Rouzza
ak ninggalin vote j y tor kereenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!