Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Masa iddah pun berakhir, menandai tuntasnya masa berduka Bunga secara syariat. Di sebuah ruangan serbaguna kediaman Alexander yang senyap, sebuah pernikahan sederhana dilangsungkan. Tak ada resepsi mewah maupun dekorasi megah. Acara itu hanya dihadiri oleh Tuan Alexander, dua orang saksi, dan seorang penghulu.

Bunga duduk mengenakan kebaya putih polos tanpa banyak ornamen. Ketika Keanu menyambut uluran tangan sang penghulu dan mengucapkan kalimat ijab kabul dengan suara lantang dan tegas dalam satu tarikan napas, dadanya Bunga bergemuruh hebat. Air matanya menetes perlahan membasahi pipi. Gema suara Keanu seketika membawa memorinya melayang pada momen satu tahun lalu, saat Azka mengikrarkan janji suci yang sama dengan penuh kehangatan dan ketulusan. Kini, pria yang mengucapkan janji itu adalah sang kakak ipar, pria asing berhati dingin.

Setelah prosesi akad nikah selesai dan para tamu serta penghulu pamit beranjak, Keanu tak membuang waktu. Saat Tuan Alexander sedang mengantar penghulu ke depan rumah, Keanu melangkah mendekati Bunga yang masih terpaku di kursi pengantin.

Tanpa sepatah kata pun, Keanu merogoh saku jasnya dan melempar selembar kertas putih ke atas meja di hadapan Bunga, disusul sebuah pena.

"Tandatangani itu," perintah Keanu dingin, tatapannya menghunus tanpa empati.

Bunga mendongak perlahan dengan raut wajahnya yang bingung. Dengan jemari gemetar, ia mengambil kertas tersebut dan membaca setiap baris kalimat yang tertulis di dalamnya. Surat perjanjian pra nikah rahasia yang dibuat tanpa sepengetahuan Tuan Alexander.

Poin-poin di dalamnya begitu tajam merajang perasaan. Yang paling nyata yakni tidak akan ada sentuhan fisik dalam bentuk apa pun, pernikahan ini hanyalah status formalitas di atas kertas, dan Bunga dilarang keras mengharapkan pemenuhan hak batin maupun cinta.

"Jangan pernah berpikir pernikahan ini akan menjadikanku suamimu yang sesungguhnya," ujar Keanu memutus keheningan, suaranya terdengar begitu datar namun menusuk.

"Aku melakukan ini hanya untuk memenuhi janji pada Azka. Hatiku sudah mati bersama Diana, dan tidak akan ada wanita lain yang bisa menggantikannya, termasuk kau."

Bunga menatap tulisan itu dengan pandangan kabur oleh air mata. Kejamnya kata-kata Keanu menegaskan betapa dinginnya benteng trauma yang memenjarakan pria di hadapannya. Tanpa berniat membela diri atau menolak, Bunga perlahan menggoreskan penanya di atas kertas tersebut, menerima takdir pahit menjadi istri di atas kertas bagi pria yang menganggapnya tak lebih dari sebuah beban.

Setelah Bunga menandatangani surat perjanjian itu, Keanu langsung mengambil kertas tersebut tanpa sepatah kata pun. Ia memutar badan dan melangkah cepat keluar bersama Andika, meninggalkan Bunga yang masih terpaku dalam keheningan yang menyesakkan.

​Bunga bergegas kembali ke kamarnya, menyendiri di dalam ruangan yang sunyi. Langkah kakinya melambat saat pandangannya tertuju pada sebuah kanvas di dekat jendela. Di sana, sebuah lukisan yang diminta oleh mendiang Azka masih belum selesai, lukisan hamparan taman bunga edelweis, bunga yang melambangkan cinta suci dan abadi.

"​Mas Azka, rasanya aku belum bisa menyelesaikan lukisan keinginanmu, maafkan aku... Rasanya aku sudah tidak pantas lagi melukis bunga itu, bunga yang melambangkan cintamu padaku. Mas Azka, aku sangat merindukanmu!" batin Bunga lirih, menatap garis lukisan yang terhenti bersamaan dengan berhentinya napas sang suami.

​Tak sanggup lagi menahan gejolak rindu, Bunga memutuskan untuk pergi ke makamnya Azka. Ia membawa seikat bunga mawar putih yang bermakna sama dengan edelweis, perlambang kesucian dan ketulusan cinta.

​Di hadapan pusaranya Azka, Bunga bersimpuh. Dalam hatinya, ia melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, mengirimkan doa-doa terbaik agar pria tulus itu tenang di alam sana.

"​Assalamualaikum Mas Azka, hari ini aku sudah menikah dengan kakakmu, Kak Keanu. Tapi rasanya sangat berbeda saat aku menikah denganmu. Kenapa Mas Azka meminta Kak Keanu untuk menikahi ku? Aku bisa jaga diriku sendiri!" jerit Bunga dalam hati sembari mengusap lembut batu nisan yang dingin itu. Air matanya menetes meresap ke tanah makam.

​Perlahan, langit berubah mendung. Awan hitam pekat menyelimuti cakrawala yang semula cerah. Meski gerimis mulai menetes hingga akhirnya berganti hujan deras yang membasahi seluruh tubuhnya, Bunga tetap bergeming di sana. Ia tak ingin beranjak, membiarkan dinginnya hujan menyamarkan air mata yang tak kunjung usai.

​Sementara itu di kediaman Alexander, Keanu baru saja kembali. Tuan Alexander sendiri sedang pergi berkunjung ke rumah rekan bisnisnya yang baru tiba dari Australia. Rumah terasa sepi, membuat Keanu menyadari ketidakhadiran sosok wanita yang baru beberapa jam lalu dinikahinya.

​Ada rasa khawatir yang mendadak menyusup ke dadanya, bukan karena peduli pada Bunga, melainkan rasa tanggung jawab atas janji yang telah ia ikrarkan kepada mendiang adiknya.

​Keanu menghampiri seorang ART di area dapur. "Mana Bunga?" tanyanya singkat.

​"Maaf Tuan Keanu, Nyonya Bunga sedang tidak ada di kamar," jawab sang ART ragu.

​Keanu mengernyitkan keningnya lalu bergegas menuju garasi untuk bertanya kepada Pak Diman, sopir keluarga.

​"Pak Diman, kamu tahu ke mana Bunga pergi?" tanya Keanu dengan nada menuntut.

​"Anu, Tuan Keanu... Nyonya Bunga tadi siang minta diantar ke tempat pemakaman Almarhum Tuan Azka. Tapi Nyonya melarang saya menunggu dan meminta saya pulang duluan," terang Pak Diman jujur.

​Mendengar hal itu, Keanu melirik jam tangan lalu menatap luar jendela yang sedang diguyur hujan lebat. Kejengkelan seketika membakar dadanya.

​"Cih, ngapain sampai jam segini dia belum pulang? Oh, sengaja mau mencari perhatianku? Dasar wanita menyebalkan!" umpat Keanu kesal, seraya meraih kunci mobilnya untuk menyusul gadis itu di tengah derasnya hujan.

*

*

Mobil sport hitam milik Keanu membelah derasnya hujan, melaju kencang membelah jalanan kota yang basah menuju area pemakaman. Di balik kemudi, rahang Keanu mengeras. Kejengkelan yang membakar dadanya kian menjadi-jadi saat melihat hujan yang semakin turun lebat disertai tiupan angin kencang.

Sesampainya di kompleks pemakaman yang sepi dan remang, Keanu meraih payung hitam lalu melangkah lebar menerobos derasnya air. Dari kejauhan, matanya menangkap sosok mungil yang masih bersimpuh di depan batu nisan Azka. Tubuh Bunga sudah basah kuyup, gemetar hebat disengat dingin yang menusuk tulang.

Keanu memayungi tubuh Bunga, memutus guyuran air hujan yang menimpa wanita itu. Bunga yang terkejut perlahan mendongak, mendapati tatapan menghunus dari pria yang kini sah menjadi suaminya.

"Apa yang sedang kau lakukan, Hah?!" bentak Keanu, suaranya bersaing dengan gemuruh hujan. "Kau pikir dengan menyiksa dirimu seperti ini, Azka akan hidup lagi? Atau kau sengaja melakukan drama ini agar Papah dan orang-orang menganggapku suami yang jahat?!"

Bunga terperanjat. Ia menyatukan kedua tangannya yang gemetar hebat, jari-jemarinya bergerak lemah mencoba menjelaskan.

"Aku tidak bermaksud begitu... Aku hanya sangat merindukan Mas Azka..."

"Cukup! Aku tidak paham dan tidak peduli dengan gerakan tanganmu itu!" pangkas Keanu tajam tanpa perasaan. Ia mencengkeram lengan Bunga dengan kasar, memaksa wanita yang sudah lemas itu untuk berdiri. "Bangun! Pulang sekarang! Jangan membuat malu keluarga Alexander!"

Saat dipaksa berdiri, pandangan Bunga mendadak kabur dan berbayang. Rasa dingin yang mencekam dipadu dengan kondisi fisiknya yang belum pulih dari duka membuat kesadarannya terkikis cepat. Langkah kakinya menyapu tanah basah dengan sempoyongan.

"Jangan berpura-pura lemah di hadapanku, Bunga..."

Belum sempat Keanu menyelesaikan kalimat sini nya, tubuh Bunga ambruk total. Kesadarannya lenyap, dan tubuh mungil yang dingin itu terkulai pasrah tepat di pelukan Keanu.

Deg!

Keanu tertegun seketika. Untuk pertama kalinya, ia merengkuh tubuh wanita yang baru saja dinikahinya itu. Kulit Bunga terasa begitu dingin dan pucat pasi, seperti tak dialiri darah. Rasa panik yang asing mendadak menyengat dadanya Keanu. Bayangan rasa takut kehilangan seperti saat Diana dan Azka pergi kembali melintas di benaknya.

Tanpa memikirkan payungnya lagi yang terlepas dihempas angin, Keanu segera mengangkat dan menggendong tubuh Bunga di kedua tangannya.

"Bunga! Hei, bangun!" panggil Keanu dengan nada bersalah yang mulai terselip di balik kepanikannya. Pria dingin itu bergegas berlari menembus hujan menuju mobilnya, membawa Bunga yang tak sadarkan diri kembali ke rumah.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!