Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Sang Duda

Cinta Kedua Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Duda
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pineapple banana

seorang duda tampan yang kaya raya, mencari seorang wanita untuk memuaskan hasrat nya yang sudah 3 tahun tak pernah di jamah oleh wanita.

mampukah wanita itu memuaskan si duda tampan.... ikuti terus kisah nya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

malam hari nya tepat jam 8, bara bersiap akan menjemput Kiara di rumah. Memakai jas cardinal favorit nya.

"oke siap, otw." bara lalu gegas keluar dari kamar nya menuruni anak tangga.

Menuju arah mobil nya dan masuk ke dalam, lalu ia hidupkan mesin itu dan melajukan mobil Lamborghini nya menuju ke rumah Kiara.

Dalam perjalanan yang ia tempuh, tak berlama kemudian mobil ia tumpangi kini sudah tiba di rumah Kiara.

bara lalu turun dan melangkah kaki nya menuju ke teras rumah Kiara,, mengetuk pintu nya.

Terdengar sahutan dari dalam, pintu pun terbuka memperlihatkan Kiara yang telah siap untuk diner bersama dengan bara.

Bara menatap kagum melihat Kiara, kecantikan nya terpancar di setiap sudut wajah nya.

"ayok, kita berangkat." ucap Kiara yang membuat lamunan bara buyar.

"oh iya, ayok." lalu bara menggenggam tangan Kiara.

pintu di buka mempersilahkan Kiara masuk, "silahkan masuk nyonya." angguk Kiara dengan senyum manis nya.

bara lalu menutup pintu itu, dan berlari kecil ke arah pintu sebelah kanan lalu membuka nya dan menutup nya, mesin mobil pun di hidupkan dan melakukan kendaraan itu keluar dari halaman rumah Kiara menuju ke kafe yang sudah menjadi favorit mereka.

Di perjalanan, mereka tak banyak mengobrol hanya sesekali bertanya tentang pekerjaan hari ini.

"bagaimana tadi, ada masalah dengan keluarga korban." tanya bara.

"oh itu, tidak kok mas justru mereka menyambut ku dengan baik dan berterimakasih karena perusahaan mau menanggung biaya rumah sakit, mereka sudah berfikir yang enggak-enggak kalo perusahaan lepas tangan." jawab Kiara sambil menoleh ke arah bara yang tidak sengaja bara pun ikut menoleh nya melihat Wajah Kiara yang cantik dan senyum manis nya, yang hampir membuat bara oleng menyetir.

"eh mas hati hati." panik Kiara.

Bara lalu menghentikan mobil nya sambil menjawab, "maaf Ra, kita lanjut lagi ya." angguk Kiara dengan degup jantung nya.

Lalu mobil melaju kembali hingga sampai di tujuan.

Mereka turun, lalu bara menggandeng erat tangan Kiara seperti tak ingin melepaskan nya.

Mereka masuk, lali memilih tempat duduk. Setelah dapat, mereka lalu duduk dan memesan minum dan juga makan malam.

Sambil menunggu pesanan nya datang, mereka lalu mengobrol hingga bara mengutarakan keinginan nya.

"Kiara, ada yang mas omongin ke kamu." ucap bara.

"apa mas." jawab nya.

"jika kamu sudah siap, mas akan melamar mu dalam waktu yang dekat ini bersedia kah kamu Kiara." kata bara hati-hati, yang membuat kiara terdiam.

"kalo belum siap untuk tak apa Kiara, mas masih bisa menunggu kok." sambung nya lagi, karena tak ada balasan dari Kiara.

Bara berfikir jika Kiara enggan untuk menerima lamaran itu, namun ia tidak tau jika Kiara sedang senam jantung ia bingung harus jawab apa dari pertanyaan mas duda ini. ingin menjawab iya, namun ia masih belum siap menikah karena pikiran Kiara belum matang sekali, tapi jika menurut orang tua umur 25 tahun sudah di harus kan menikah.

"Kiara.." lamunan Kiara buyar seketika, lalu ia menatap wajah sedih bara.

"iya mas, anu biar aku pikirkan dulu ya mas." jawab Kiara dengan tulus.

"baiklah Kiara, tak apa kok." balas bara dengan senyuman nya.

pelayan pun datang, membawa nampan berisi minuman dan makanan.

"silahkan mas mbak minuman nya dan makanan ya, spesial dari kafe kami." ucap pelayan itu dengan ramah.

"wah, terima kasih mas." angguk pelayan itu, lalu melenggang pergi dari kedua sejoli itu.

Kedua nya lalu menikmati makan nya dengan lahap.

...****************...

Di tempat lain, Aryo yang sedang berhenti di depan kedai minuman untuk membeli beberapa minuman yang akan ja bawa.

Karena hari ini kerjaan Aryo sangat menumpuk, karena bara menyerahkan semua nya pada Aryo. Aryo kesal namun mau bagaimana lagi bara memang sahabat nya tapi bos nya juga.

Saat hendak masuk, ia. Tak sengaja melihat lestari yang sedang duduk sendirian di restoran yang berada di seberang kedai tempat dimana Aryo berdiri.

Tak menunggu lama, Aryo lalu menghampiri lestari dan menyapa nya.

"hai tari." sapa nya, lestari lalu mendongak ke atas melihat siapa yang menyapa diri nya.

"oh hai.." ucap nya salah tingkah.

"ngapain di sini, nungguin sapa." tanya Aryo.

"oh aku lagi nungguin seseorang, kamu ngapain di sini.

"aku lagi beli minuman untuk di kantor, lagi banyak sekali kerjaan ku semenjak bara mempunyai kekasih semua kerjaan dia aku yang pegang." ucap nya sambil tertawa pelan.

"gitu, Kiara juga sama semenjak dia dengan bara jadian setiap malam tidak pernah pulang ke rumah biasa nya dia selalu menginap di rumah, ya seminggu dan bisa saja hampir sebulan." jawab lestari.

"oh iya ngomong-ngomong nungguin seseorang siapa tar, aku penasaran." tanya Aryo.

"ada kok, eh itu dia datang." sambil menunjuk ke arah laki-laki itu, Aryo lalu menoleh ke arah belakang nya.

"hei, maaf aku telat." ucap pria itu.

"iya tak apa, silahkan duduk." jawab lestari.

"kalo gitu, aku kembali dulu ke kantor ya tar ada sesuatu yang harus aku kerja kan, see you ya." angguk lestari lalu melambaikan tangan nya ke arah Aryo.

lestari menatap punggung lebar Aryo hingga masuk ke dalam mobil, lalu mobil itu pun melaju meninggalkan kedai hingga menghilang dari pandangan nya.

"kamu menyukai nya." tanya pria itu dengan mimik wajah yang penasaran.

"iya.. Eh enggak." senyum kikuk lestari, hingga pria itu menertawai nya.

"jika suka, ungkapkan tari menurutku dia tampan dan Maco, baik dan juga penyayang." lestari hanya menganggukkan kepala nya, ia tersenyum menanggapi perkataan dari sahabat kerja nya itu.

...****************...

Di rumah mewah mama Mira, dia sedang menunggu kabar dari asisten nya yang sedang memantau si Budi.

akhir nya yang di tunggu pun tiba, ia datang membawa kabar ya g ia dapatkan dari tetangga Budi.

"malam Bu Mira." sapa asisten nya.

"malam wa, jadi bagaimana info yang kamu dapat dari Budi." tanya Mira.

"jadi, yang saya tau dari beberapa tetangga nya kalo pak Budi ini selalu royal dia selalu memberi uang pada mereka dalam jumlah yang tidak biasa, hingga ada salah satu tetangga nya yang di sana kalo pak Budi ini menikah lagi." jawab dewa asisten Mira.

"menikah lagi, apa istri pertamanya tau." sewa menggeleng.

"istri pertamanya tidak tau Bu Mira, dan yang lebih mengejutkan kalo istri pertama nya tidak pernah ada di rumah sampai sekarang ini, ada yang memberitahuku kalo hilangnya istri pertama nya itu karena pak Budi menikah lagi." angguk Bu Mira.

"bagaimana dengan anak nya." tanya Bu Mira lagi, ia masih penasaran dengan kehidupan istri Budi, dan anak nya.

"menurut cerita, anak nya tinggal di Surabaya mungkin bersama dengan ibu nya di sana." jawab dewa.

"dengan siapa dia tinggal." kata Mira yang membuat dewa lalu menjawab.

"dengan orangtua nya Bu Mira, mereka masih ada tapi kami sedang mencari alamat tinggal istri pak Budi yang pertama, yang kedua ini dia tinggal di perumahan elit tidak jauh dari tempat tinggal tuan bara." sontak saja Bu Mira kaget, karena selama ini ia tidak sadar jika gundik nya Budi berada di sana.

"baiklah, terus cari info setelah dapat kita jebak si Budi." angguk dewa lalu pamit undur diri.

"siap-siap saja kau Budi, hotel sedang menunggu mu di sana." gumam Bu Mira dengan geram.

bagiamana tidak kesal sekali, Budi adalah sahabat Mira saat dia sedang masa terpuruk nya Mira datang bak seorang malaikat yang memberi bantuan pada Budi, saat itu ia sama. Sekali tidak memiliki apa-apa rumah reyot, dan hanya beralaskan tikar saja dengan anak mereka yang kurang gizi.

Lalu Bu Mira menawarkan bantuan, ia meminta Budi untuk bekerja di perusahaan nya menjadi wakil direktur, sebelum bara Bu Mira memiliki direktur kepercayaan nya waktu .

Dan Bu Mira juga memberi rumah bekas nya dulu dengan mendiang suami nya saat mereka sedang merintis usaha, keluarga pak Budi sangat senang dan terharu Atas kebaikan Bu Mira pada mereka dan berjanji akan membalas kebaikan Bu Mira dengan bekerja sungguh-sungguh di sana.

Namun, tahun berganti hingga sekarang Bu Mira harus menelan kekecewaan nya pada Budi karena dia menggelapkan dana proyek dan perusahaan nya.

BERSAMBUNG

1
D_wiwied
semoga semuanya berakhir bahagia dg pasangannya masing-masing
D_wiwied
so sweet banget sih om Rio 🥰
D_wiwied
hihihi yg tua jg ga mau kalah,, yg tua yg bercinta.. ayo terima aja bi uma, om rio orgnya baik koq
D_wiwied
lanjut thor jangan di gantungin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!