Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Malam Itu
Malam itu, Ivy merapikan pakaiannya ke dalam koper. Wajahnya masih terlihat lesu dan pucat akibat baru mengalami keguguran.
Dengan tatapan kosong, ia menatap foto pernikahan yang berada di atas meja.
“Banyak yang iri kepadaku karena menikah dengan pria sempurna. Tapi tidak ada yang tahu bahwa di balik pernikahan ini terdapat begitu banyak masalah yang membuat hubungan kami tidak bisa bertahan.”
Ivy tersenyum pahit.
“Tiga tahun ini Leo mengabaikanku. Dia tidak pernah berdiri di pihakku ketika keluarganya menyerangku. Aku terus bersabar karena mencintainya.”
Suaranya bergetar.
“Pria yang kucintai selama lima tahun ternyata adalah orang yang paling mengecewakanku. Leo Fung, kalau mencintaimu hanya membuatku menderita, maka cinta ini akan segera aku lupakan.”
Ivy mengambil foto pernikahan itu, lalu membuangnya ke dalam tong sampah.
Sebelum meninggalkan kamar, ia melepaskan cincin pernikahannya.
Cincin itu diletakkannya ke dalam sebuah kotak merah.
“Leo, aku melepaskanmu. Mulai hari ini, kau bebas bersama mantanmu atau wanita mana pun yang kau inginkan.”
Air mata menggenang di pelupuk matanya.
“Aku tahu kau mempertahankan pernikahan ini hanya demi nama baik keluarga. Tapi aku tidak ingin mengorbankan diriku lagi.”
Ivy menutup kotak merah itu perlahan.
Kemudian ia menarik koper dan melangkah keluar dari kamar.
Malam itu, untuk pertama kalinya setelah tiga tahun menjadi istri Leo Fung, Ivy meninggalkan rumah itu tanpa membawa cincin pernikahannya.
***
Tiga Bulan Kemudian
Tiga bulan telah berlalu sejak Ivy meninggalkan kediaman keluarga Fung.
Selama tiga bulan itu, Ivy kembali bekerja sebagai pengacara.
Namanya mulai dikenal setelah ia menerima sebuah kasus yang menggemparkan seluruh kota.
Seorang pengusaha bernama Ethan Moore dituduh sebagai dalang pembunuhan tiga direktur perusahaan.
Bukti yang ditemukan polisi hampir semuanya mengarah kepadanya.
Rekaman CCTV menunjukkan Ethan berada di sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah uang juga ditemukan berpindah dari rekening Ethan ke rekening salah satu korban sebelum pembunuhan terjadi.
Bahkan polisi menemukan sebuah senjata di gudang milik Ethan.
Media telah menjatuhkan hukuman kepadanya sebelum persidangan dimulai.
Namun Ivy tetap menerima kasus tersebut.
Di ruang sidang, jaksa berdiri dengan percaya diri.
“Yang Mulia, seluruh bukti menunjukkan bahwa Ethan Moore memiliki motif, kesempatan, dan sarana untuk melakukan pembunuhan tersebut.”
Ivy bangkit.
“Kalau begitu, saya ingin bertanya satu hal.”
Ia menatap jaksa.
“Jika klien saya adalah pelakunya, mengapa seluruh bukti justru terlihat terlalu sempurna?”
Ruangan langsung hening.
Ivy menunjukkan rekaman CCTV.
“Rekaman ini memang menunjukkan Ethan berada di lokasi kejadian.”
Ia mengganti layar.
“Tapi lihat waktunya.”
Hakim memperhatikan layar dengan serius.
“Rekaman tersebut telah diedit.”
Jaksa langsung berdiri.
“Keberatan!”
“Keberatan ditolak. Lanjutkan,” ujar hakim.
Ivy menyerahkan hasil pemeriksaan kepada hakim.
“Rekaman asli menunjukkan Ethan meninggalkan lokasi dua jam sebelum korban dibunuh.”
Ekspresi Ethan berubah.
Untuk pertama kalinya, ia melihat secercah harapan.
Ivy kemudian menunjukkan bukti transaksi.
“Hal yang sama terjadi pada transaksi keuangan. Rekening Ethan memang digunakan untuk mengirim uang kepada korban, tetapi transaksi itu dilakukan menggunakan perangkat yang bukan milik klien saya.”
Jaksa terdiam.
“Lalu siapa yang menggunakan perangkat tersebut?” tanya hakim.
Ivy menggeleng.
“Itulah masalahnya, Yang Mulia.”
Tatapannya menjadi serius.
“Kami belum menemukan pelakunya.”
Beberapa hari kemudian, penyelidikan ulang membuktikan bahwa seluruh bukti terhadap Ethan telah direkayasa.
Senjata yang ditemukan telah ditanam.
Rekaman CCTV telah dimanipulasi.
Transaksi keuangan dilakukan menggunakan akses ilegal.
Pada akhirnya, Ethan dinyatakan tidak bersalah.
Namun dalang di balik semua itu masih belum ditemukan.
Beberapa saat kemudian
Ivy keluar dari gedung pengadilan.
Puluhan wartawan langsung mengerumuninya.
“Pengacara Zhang, Anda berhasil memenangkan kasus besar ini. Apa yang membuat Anda yakin Ethan Moore tidak bersalah?”
Ivy berhenti sejenak.
“Karena tugas seorang pengacara bukan mencari siapa yang paling mudah disalahkan.”
Tatapannya tajam.
“Tugas kami adalah mencari kebenaran.”
Jawaban itu membuat nama Ivy semakin dikenal.
Namun Ivy tidak tahu bahwa kasus yang membuatnya terkenal tersebut sebenarnya adalah bagian dari permainan seseorang yang sangat dekat dengannya.
***
Di Luar Negeri
Sebuah kamar hotel mewah.
Leo duduk di sofa sambil menonton berita tentang keputusan persidangan istrinya. Di sampingnya, Wendy berdiri dengan tenang.
“Tuan, Nyonya berhasil membebaskan Ethan,” ujar Wendy.
Leo meneguk minumannya sebelum tersenyum tipis.
“Rencana yang kususun selama tiga bulan justru digagalkan oleh istriku sendiri."
“Tuan, Ethan memang sudah dibebaskan. Tapi dalang utama tetap tidak terungkap,” kata Wendy
“Sudah pasti.” Leo meletakkan gelasnya. “Rencana kita disusun dengan sangat rapi. Mereka tidak mungkin menemukan siapa yang berada di balik semuanya.”
“Lalu, apa rencana kita selanjutnya?” tanya Wendy.
“Biarkan saja untuk sementara.”
Leo kembali menatap layar televisi yang menampilkan wajah Ivy.
“Karena Ivy yang menjadi pengacaranya, aku tidak ingin melibatkan Ethan lagi.”
Wendy terdiam sejenak sebelum bertanya, “Tuan masih mengkhawatirkan Nyonya?”
Tatapan Leo berubah sedikit.
“Dia baru saja kehilangan anak kami.”
Suaranya terdengar lebih rendah.
“Aku tidak ingin dia terlalu sibuk sampai lupa makan atau beristirahat.”
Wendy menatap tuannya dengan bingung.
“Tapi Tuan... Anda sendiri yang menolak perceraian.”
Leo terdiam.
Beberapa detik kemudian, ia tersenyum tipis.
“Karena aku tidak pernah berniat melepaskannya.”
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏