Indonesia
NovelToon NovelToon
Kimberly

Kimberly

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:69.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Angelica Fordalova Isabel Reppi

Hai Readers👋

Novel ini bercerita tentang dua orang remaja yang lahir dari sebuah keluarga kaya, keduanya sama-sama pernah dikecewakan oleh orang yang mereka cintai sehingga membuat keduanya memiliki sikap yang dingin terhadap lawan jenis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Fordalova Isabel Reppi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu sahabat lama

"Tringg..." sebuah suara yang muncul dari hp

Dengan cepat ibunya Revan mengambil hp nya kemudian memeriksa pesan yang masuk.

" Sayang aku akan pulang ke indo sekarang " kata ayah Revan di SMS

" Baiklah, aku akan menyuruh pak Dodit untuk menjemputmu " balas sang ibu.

 

 

Jam menunjukkan pukul 20:00, ayah revan sudah sampai ke Indonesia, dia menunggu sopirnya untuk datang menjemputnya di bandara.

"Selamat malam pak, maaf saya terlambat tadi jalanan cukup macet" kata pak Dodit

"Iya tak apa, saya juga baru 10 menitan menunggu" Kata Marsel

Pak Dodit memasukkan koper dan tas tas yang dibawah oleh tuannya, sedangkan Marsel langsung masuk ke mobil.

"Bagaimana kabar anakku?" tanya Marsel

"Dia baik pak, apalagi sekarang setau saya Den Revan sudah mulai mengurus perusahaan bapak yang disini " Kata Pak Dodit

"Baguslah dia anak yang baik" Kata Marsel

Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah milik Marsel, saat masuk dia sudah disambut oleh sang istri dan juga anaknya yang tampan.

"Gimana perkembangan perusahaannya Pah udah normal ?" tanya Revan pada ayahnya

"Masuk dulu nak, masak kita berbicara di luar" Kata Marsel

"Ehh iya yah pahh" Kata Revan

Merekapun berjalan masuk ke dalam rumah disana sudah berbaris para pelayan untuk menyambut tuannya.

"Tuan, nyonya, makan malam sudah siap" kata salah satu pelayan mereka yang dibalas anggukan oleh mereka bertiga

"Ayo pah makan dulu" Ajak Revan

"Iyaa, papa juga sudah lapar nih" Kata Marsel

Mereka makan tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Selesai makan baru mereka mulai berbincang.

"Revan, sekarang Papa akan percayakan perusahaan kita yang di jakarta kepada kamu, ayah sibuk dengan perusahaan kita yang masalahnya tak pernah berhenti, jadi untuk perusahaan pusat kamu yang awasi yah nak " kata ayahnya lembut

"Revan sih mana-mana pahh, yang penting papa bahagia Revan akan lakukan itu " Kata Revan

"Anak baik" puji ayahnya

"Ohh yahh sayang, kamu juga udah harus cari pacar loh, teman teman kamu yang lain udah punya tuh " canda sang ibu

"Maless ahh mah" kata Revan yang membuat kedua orang tuanya tertawa

"Besok papa akan bertemu dengan Alvin teman lama papa, Papa mau minta bantuannya karena papa curiga bahwa dibalik masalah - masalah yang selalu menimpah anak cabang kita ada hubungannya dengan perusahaan El company " Kata Marsel

"Ehh pah, bukannya perusahaan El Company itu milik ayahnya Sintia?" Tanya Revan

"iya nak" Jawab Marsel

"Tapi kenapa papa ketemuan sama pemilik perusahaan jeguk? seharusnya papa buat perhitungan aja sama El Company" Tanya Revan Lagi

"Papa mau menyelidiki lebih dalam dulu baru papa akan buat perhitungan sama mereka, dan papa juga akan meminta bantuan dari Alvin karena hanya Alvin yang di takuti oleh perusahaan El Company" Kata Marsel

"Baiklah pah, kalo gitu Revan bakalan kekantor aja besok sekalian bantu - bantu Papa" Kata Revan

"Tidak usah nak, kamu besok hanya tanda tangan aja beberapa proposal yang akan diberikan sekertaris papa, kalau untuk bertemu dengan alvin papa akan pergi sama mama kamu aja sekalian kita main main disana" Kata Marsel

"Baiklah pah, Revan ke atas dulu yah pah ngantuk" Kata Revan

"Iya nak, jangan lupa yah besok selesai sekolah kamu ke kantor " kata ayahnya yang dibalas anggukan oleh Revan

 

 

Rumah kediaman keluarga Alvin....

"Kim bangun sayang, udah mau jam 7 lohh" kata ibunya berbohong karena dia tidak mau Kim datang ke sekolah terlambat.

Kim yang mendengarkan kata maminya langsung pergi ke kamar mandi tanpa melihat jam.

Selesai ia mandi dia melihat jam masih menunjukkan pukul 06:10, dia pun marah karena dia berhasil di kerjain maminya

Kim memakai seragamnya kemudian dia memakai sepatu dan tak lupa make up seringan mungkin,kemudian dia turun kebawah dengan wajah cemberut.

"Masih pagi kenapa udah kek gitu mukanya sayang " kata ayahnya yang melihat Kim turun dengan wajah yang cemberut

"Habis di kerjain mami" Rengek Kim

kedua orangtunya tertawa melihat Kim

"Sini sarapan dulu sayang" ajak ibunya

"Hmmm"

Selesai makan Kim langsung pamit kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke sekolah.

"Pih, Mih Kim berangkat yahh" Pamit Kim

"Iya nak hati-hati yahh dijalan" kata ibunya

"Sayang pulang sekolah kamu urus beberapa pekerjaan di kantor yahh, papi berniat kamu saja yang mengurus kantor pusat papi cuma mengawasi saja karena papi sudah cukup tua nak mau beristirahat" Kata Alvin

"Iya deh pih, nanti kalo udah lulus SMA Kim juga akan bantuin papi untuk mengurus anak cabang perusahaan kita, supaya papi bisa beristirahat dan menikmati masa tua papi" Kata Kim

"Anak baik, udah sono pergi ke sekolah udah mau jam 7 nih" Kata Priska

"Dah mi pihh" Ujar Kim

Kim pun mengendarai mobilnya sampai ke sekolah.

Alvin bersama dengan istrinya duduk di ruang tamu dan menonton sebuah film.

"Ting tong.." Sebuah bel rumah Marsel berbunyi

"Kamu duduk aja sayang nanti aku liat siapa yang datang" kata Alvin yang dibalas anggukan oleh istrinya.

Alvin berjalan dan membukakan pintu rumah, betapa terkejutnya dia melihat kedua sahabat lamanya yaitu Marsel dan istrinya datang ke rumahnya.

"Astaga Marsel kok kamu kesini" kata Alvin bingung tapi bersemangat sekaligus bahagia.

"Nggak boleh apa kami datang ke rumah sahat lama kami yang udah sukses banget" Ejek Marsel

"Masuk dulu deh" Ajak Alvin

"Ehh Priska, lama tak ketemu" kata Agnes ibunya Revan yang melihat Priska ibunya Kim sedang duduk.

Priska langsung dirdiri dan menghampiri kedua sahabatnya

"Agnes! kamu kemana aja sih dicariin gak ada" Kata Priska

"Udah duduk dulu" ucap Alvin

"Maaf yah kita datang gk bilang bilang, sebenarnya kami datang kesini mau minta tolong sama kamu Vin" ucap Marsel

"Minta tolong apa sel? gue siap bantuin kamu tidak perlu sungkan" kata Alvin

Jadi gini......

Marsel menceritakan semuanya.

"Itu gampang, aku akan bantu kamu sebisa mungkin" kata Alvin

"Makasih yah Vin kamu emang dari dulu baik banget sama aku" Kata Marsel

"Nggak papa kali Sel kita itu kan udah kayak saudaraan dari dulu" Kata Alvin

Mereka pun mulai membicarakan banyak hal Sampai akhirnya mereka membicarakan anak mereka

"Vin, Pris anak kalian mana?" tanya Agnes

"Ohh dia lagi di sekolah sekarang mungkin bakal pulang agak sorean soalnya dia lagi mengurus perusahaan pusat " kata Alvin yang dibalas anggukan oleh Marsel dan Agnes.

"Anak kalian mana Nes?" tanya Priska

"Dia juga pasti di sekolah mungkin nanti bakal pulang sorean karena dia juga lagi urus perusahaan aku" Kata Marsel

"Kalian masih ingatkan perjanjian kita dulu kalau punya anak bakalan di jodohkan" kata Marsel mengingatkan

"Oh iya yahh aku lupa, kalo gitu kita jodohkan mereka berdua gimana?" tanya Alvin

"Iya, setuju" kata Priska dan Agnes.

"Ehh anak kita berdua juga udah saling mengenal satu sama lain pasti karena Kim dan revan satu sekolahan dan kamu pasti tau kan kalo proyek kita tentang membangun hotel A di Bali akan di tangani oleh anak anak kita?" Kata Alvin

"Kalo gitu udah pas sekali, besok kita bicara sama mereka berdua kemudian buat mereka bertunangan Minggu depan, gimana?" kata Marsel

"Setuju" kata mereka bertiga.

SMA Garuda...

"Kim Lo mau gak jadi pacar aku " kata seorang kakak kelas, namun Kim hanya berjalan terus tanpa menjawab sepatah katapun

Saat dijalan dia tak sengaja bertabrakan dengan Revan karena Kim hanya sibuk melihat handphone nya tanpa melihat jalan

"ehh sorry2" kata Kim sambil mengelap roknya yang kotor

"Lo gk punya mata apa?" kata Revan tanpa melihat Kim.

mereka berdua pun bertatapan

"santai aja kali udah minta maaf juga gua nya" Kata K

"Lo bilang santai? gue bentar lagi bakalan nandingg basket trus baju gue udah kotor kek gini" Kat Revan

"Yaelah cuma kotor dikit doang kok" Kata Kim

"Gua gak mau tau Lo harus tanggung jawab" Kata Revan

"Gak mau, cuma kotor dikit aja kok" Tolak Kim

"Pokoknya gua gak mau tau Lo harus tanggung jawab" bentak Revan

Mereka tak sadar bahwa perkelahian mereka membuat banyak siswa dan siswi terkumpul untuk melihat adu mulut mereka.

Kim sudah tak tahan dengan sikap Revan yang membuatnya malu diliat orang karena dia sebelumnya tak pernah di permalukan seperti ini.

"Oke gua mau tanggung jawab kalo perlu gue bakalan beliin Lo baju seperti itu seratuss tapi ada syaratnya" Kata Kim

"Kok pake syarat sihh, disini kan yang salah elo" Kata Revan

"kalo gak mau ya udah bye" ucap Kim sambil berlalu pergi namun tangannya di tarik oleh Revan

"Jangan main pergi dongg, apa syaratnya?" Tanya Revan

"Okee, syaratnya adalah kita tanding basket cuma berdua, kalo Lo menang gue akan bertanggung jawab tapi kalo gue yang menang Lo harus ikutin apa yang gue mau" Kata Kim

semua yang mendengar Kim langsung saling bertatapan karena revan adalah murid yang sangat jago dalam bermain basket bahkan dia terpilih jadi kapten basket, tapi Kim berani menantang nya.

Revan tertawa terbahak bahak mendengarkan perkataan Kim, sedangkan Kim tetap pada muka dinginnya

"Oke gua terima" Kata Revan

Kim segera pergi le loker untuk mengambil baju olahraganya dan memakai baju olahraga, kemudian menghampiri Revan yang sudah deluan pergi ke lapangan.

Pertandingan pun mulai, banyak yang terkejut melihat Kim yang begitu mahir bermain baket bahkan sedari tadi bola yang di berada di bawah kendali Kim tak berhasil di rebut oleh Revan.

Sudah berjalan sekitaran setengah jam, pertandingan pun usai dan waktunya untuk melihat poin.

Revan mendapatkan poin 10 sedangkan Kim 16

"Sekarang Lo beliin gua minum gua haus" kata Kim

Revanpun hanya bisa menuruti Kim, reputasi yang sudah lama dia bangun hancur begitu saja karena Kim.

"Nih" kata Revan sambil memberikan sebuah minuman pada Kim

Kim hanya menatap Revan dan langsung mengambil minuman yang diberikan.

"kringgg..." bunyi bel sekolah yang bertanda bahwa Sekarang waktunya pulang

Kim langsung pergi ke tempat parkiran, dia masuk ke dalam mobilnya kemudian meninggalkan sekolah, Kim telah sampai kekantor milik ayahnya yang tinggal beberapa saat lagi akan menjadi miliknya.

"Selamat siang nona, ini berkas yang harus nona periksa dan ditanda tangani" kata sekertaris sambil memberikan beberapa berkas ke Kim.

 

 

Disisi lain dalam waktu yang bersamaan, Revan telah sampai di kantor ayahnya dia langsung masuk ke tempat ceo milik ayahnya

"selamat siang tuan, ini beberapa berkas yang perlu tuan tanda tangani" kata sekertaris Revan

"Baiklah" Kata Revan

#tunggu kelanjutannya yah guys

1
alfatrgn
Apakah cerita ini ikut mood author😌🤣
baby mochi 🥰
next
alfatrgn
Jeng jeng jeng.........
alfatrgn
cuman ngingetin thor kata' kasarnya terlalu mencolok, mungkin bisa di skip kalau kata' itu ganti dengan kata' yang gak seperti ini🤭🤭
alfatrgn: asik🤣
total 2 replies
Vivi Tella
torr up date lagi yhh🤗aku jadi kegantungg bacanya
isabel: siap Bu ditunggu yah😂😂
total 1 replies
baby mochi 🥰
uo lg thor
baby mochi 🥰
uo lg thor
Aurely jacqluena
dari mana thor? ilang kor hampir setengah tahun?
isabel: author lagi fokus sama sekolah maaf yahh😂
total 1 replies
alfatrgn
Apa kabar nga yang amper ilang kabar😑
isabel: up up😂
total 1 replies
Kimmeldy - Meldy
seruu lanjuttt
pelangi senja🌈🌆
lah....baru mau mewek eh dah selesi
Syifa
lanjut thor...semangat
Kaito mizuzawa
lanjut
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
semangat terus berkaryanya kak..

🥀 ceo somplak
linanda anggen
semangat 😁👍
like sudah mendarat di setiap bab yang tertinggal
maaf baru hadir 😁👍
ayyona
like like 😍
Lynn💚
Cemunguutt kak!❤💓
Kertia ~
Next up kak 😍😍
Madd Nst
lanjut #basecamp
My
Semangat 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!