Indonesia
NovelToon NovelToon
The Secound Choice

The Secound Choice

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: bintun arief

Sungguh beruntung! Jika seseorang mendapatkan apa yang sesuai dengan keinginan dan harapannya. Tapi, akan jauh lebih beruntung jika hal yang di inginkan tidak sesuai dengan harapan karena itu semua kehendak Tuhan. Akan ada hal indah yang terjadi, jangan pernah meragukan skenario dari pemilik alam semesta ini.

Kata-kata bijak dapat di ambil dari mana saja, kata itu begitu tertanam di hati gadis cantik berperuntungan hampir sempurna kecuali tentang cinta.

Tanpa sengaja memutar film India yang ada di laman sosial medianya. Menjadi penguat hatinya yang sedang rapuh karena cintanya yang lagi-lagi kandas.

Setelah gigih berjuang akhirnya untuk yang kesekian kalinya gadis itu merengek meminta di jodohkan saja. Suatu tindakan yang hampir 99 persen gadis tidak menginginkan hal seperti terjadi pasa mereka, tapi berbeda dengan Syifa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bintun arief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuh

"Apa aku melakukan hal yang salah, Sha? aku melakukan ini demi orangtuanya yang sudah ku anggap orang tua ku juga!" Syifa menangis memeluk Anastasya

"Kau sudah melakukan hal yang benar, dan sesuatu yang benar itu tidak akan berjalan lancar. Ini ujian selanjutnya dari keputusanmu itu, Fa. Bersabarlah, lawan rasa itu. Bukankah di agama kalian menginginkan seseorang yang sudah milik orang lain itu dosa!"

"Hm ... Astaghfirullah." Syifa kembali menangis.

\=\=\=\=

Hujan semakin deras, sejak pagi matahari enggak keluar dari peraduannya. Cuaca pun menjadi sangat cocok untuk terus bermalas-malasan di dalam rumah.

"Makan dulu ya, Mas. Mumpung buburnya masih hangat." perempuan berjilbab membawakan bubur yang masih mengepulkan asap.

"Sebantar! sebentar! Saya bantu!" ucapnya buru-buru meletakkan nampan di atas meja.

"Terimakasih!" ucap laki-laki yang tampak sangat pucat

"Sudah kewajiban Yoli, Mas." jawab perempuan itu beserta senyum manis tersungging membingkai wajahnya

"Makan sendiri atau Yoli suapin?"

"Masih bisa makan sendiri kok." ucap laki-laki itu datar

"Kata bunda, Mas memang punya riwayat asam lambung tinggi. Makanya, Mas ... jangan males makan! Padahal setiap hari saya sudah masakin loh, tapi ... memang Yoli tidak begitu pandai memasak sih hehe ...." Yoli tertawa sendiri

"Kata Ayah nanti mereka mau main kesini, Mas. Mumpung lagi ada urusan di Bandung katanya!"

"Loh, kok nggak ada bilang ke saya. Hape saya mana?"

"Hape Mas disana! batrenya low jadi Yoli Carger! Karena hanya tinggal sepuluh persen jadi hapenya saya matiin! Mungkin sudah penuh tuh, sebentar saya ambilkan dulu!" Yoli beranjak menuju meja yang jaraknya jauh dari mereka.

"Mana? Sini-in!" pinta Fauzi

"Mas, jangan lama-lama main handphonenya, nanti kepalanya sakit lagi loh. Ini makannya sudah selesai? kok nggak di abisin?"

"Kenyang!"

"Baru sedikit kok sudah kenyang sih, Mas. Yoli suapin ya, Aaak buka mulutnya!"

"Sudah kenyang, Yoli!" tegas Fauzi

"Tolong jangan bandel, Mas. Dua suap lagi aja deh. Jangan kosong perutnya, Mas. Apa perlu saya panggilin dokter Syifa?!" Fauzi mengangkat kepalanya mendengar nama orang yang selalu di hatinya itu di sebut

"Kenapa bawa-bawa Syifa? dia nggak tau apa-apa!" ucap Fauzi sedikit meninggi

"Eh, itu ... kata bunda Mas itu selalu nurut kalau sudah mba dokter yang ngomong!

Bunda kan cerita ke Yoli siapa teman-temannya mas!" gadis itu tunduk takut melihat suaminya yang tiba-tiba marah

"Jangan pernah bahas ini lagi! jangan pernah bawa-bawa nama orang lain dalam urusan kita!"

"Aku mengantuk! bisakah aku minum obat sekarang?" ucap laki-laki itu lagi

"Oh, iya. Ini obatnya." Yoli memberikan beberapa butir pil berbeda warna ke tangan suaminya dan memberikannya satu gelas air putih hangat.

"Yoli ke dapur dulu ya, Mas. Kalau perlu apa-apa panggil saja." Perempuan itu pamit dengan mata berkaca-kaca

"Ya Allah aku salah apa! kenapa tiba-tiba jadi marah ...." lirih Yoli dalam hati. Pintu kamar pun ia tutup dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara yang membuat suaminya terganggu

\=\=\=\=

Dua orang berbeda usia tampak berbincang sambil sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dapur kecil itu kini terasa ramai karena bukan si pemilik rumah saja yang ada disana melainkan mertuanya juga.

"Jadi bagaimana? apa sudah ada tanda-tanda kami menjadi kakek dan nenek, Sayang?" tanya bunda kepada menantunya yang sedang menggoreng bawang

"Hm ... masih belum, Bunda. Mohon doanya." jawab Yoli tersenyum manis

"Apa kalian perlu program ya, Nak?"

"Masih kurang dari tujuh bulan juga, Bunda. Mungkin Allah masih memberikan kami waktu untuk lebih mengenal satu sama lain lagi, pacaran gitu, Bun. Hehe"

"Iya sih! tapi bunda yang nggak sabar!" bunda tertawa sendiri mengingat ke inginannya yang begitu menggebu

"Nih sudah selesai, tinggal bawang gorengnya saja kan, Nak?" Yoli mengangguk

"Bunda panggil mereka ya!"

"Iya, Bunda. Tolong ya bunda. Terimakasih." jawab Yoli, gadis itu kini sibuk menata meja makan

Bunda pun meninggalkan dapur, kakinya melangkah menuju kamar Fauzi memanggil anak dan suaminya yang sedang berbincang disana.

"Lupakan lah, Nak. Ini sudah takdir kalian! Kasian istrimu! Seperti yang ayah lihat, istrimu itu baik orangnya, sopan juga. Coba lah buka hatimu, Nak. Kalau boleh berandai-andai juga, kau tidak akan bisa bersama Syifa lagi, karena keluarganya pasti tidak akan ada yang setuju karena kau sekarang sudah beristri!

Jangan siksa dirimu seperti ini, Nak? kau anak kami satu-satunya!" Bunda menghentikan langkahnya, perempuan paruh baya itu terpaku di balik pintu yang tidak tertutup sempurna

"Aku tidak bisa, Ayah! Semakin aku berusaha melupakannya semakin aku mengingatnya! mengingat semua rencana yang sudah kami susun matang-matang! Aku juga tidak mau jahat kepada perempuan yang sudah menjadi istriku, Pa. Tapi, Aku bisa apa!" Fauzi benar-benar tampak kacau. Ayahnya memeluknya, laki-laki itu pun merasakan hal yang dirasakan oleh anaknya

"Cobalah, Nak. Demi Bunda ... Syifa juga mau itu kan! semua hanya untuk bunda." ucap laki-laki paruh baya itu.

Dari balik pintu seseorang yang di panggil bunda menutup mulutnya dengan tangan agar tangisnya tidak di dengar. Perempuan itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ya Allah ...." lirihnya

"Kenapa, Bunda? Bunda sakit?!" Yoli tiba-tiba sudah ada di belakangnya, melihat sang bunda seperti itu Yoli jadi panik

"Ayah! Mas! Bunda ...." Yoli memegangi bundanya yang seolah kehilangan tenaga untuk berdiri

Kedua laki-laki yang ada di dalam kamar itu pun keluar dengan panik.

"Loh ... bunda kenapa, Nak?"

"Tadi bunda seperti kesakitan, Yah. Bunda menangis dan jadi seperti ini!" jawab Yoli tak kalah panik. Kedua laki-laki itu saling menatap,

"Bawa bunda ke kamar, Yah. Fauzi panggil bidan dulu!" Fauzi mengambil kontak motornya

"Mas masih belum sembuh! biar saya saja yang jemput bidannya! Mas jaga bunda saja, bantu bunda untuk mencium aroma ini!" Yoli memberikan minyak kayu putih miliknya

"Yoli pergi dulu, Mas." pamit perempuan itu

Setelah Yoli pergi, Fauzi masuk ke dalam kamarnya memberikan minyak kayu putih ke sisi kanan dan kiri kepala bundanya dan mendekatkan botol berukuran kecil itu ke hidung.

Kesadaran bunda pun terkumpul, Bunda membuka matanya dan menangis sejadi-jadinya memeluk anaknya.

"Bunda kenapa? mana yang sakit, Bun?" tanya Fauzi lembut

"Kenapa kau melakukan semua ini, Nak! Kenapa kau menyiksa dirimu sendiri? kenapa kau tidak menceritakan tentang kalian kepada Bunda! Bunda sama sekali tidak menyangka kalau kalian sebenarnya bukan hanya sekedar bersahabat?" tangis bunda semakin pecah melihat anak laki-laki satu-satunya itu pun ikut menangis

.

.

.

.

Terimakasih yang sudah mau mampir kesini yak🙏

Sekali-kali kasilah jempol heheh

1
Ratih
selamat ka yg udah menyelesaikan novel ini sampai tamat , novelmu bagus ka 👍
Bintun Arief: alhamdulillah rasanya lega sdh buat ini smpai End 🤭
terimakasih karena sudah membaca dari awal sampai selesai ya, Kakk 😊✌️🙏
total 1 replies
Ratih
semoga bnr Natasya
Ratih
jgn2 Akmal nglamar dokter Natasya ya,,,,wah wah Akmal sprti bpknya suka yg lebih Mateng alias usianya lebih tua.klo bnr ini Natasya kejutan bt Syifa wkwkwk
Ratih
Baru tau saya ada istilah mertaji / mertua tak jadi
Bintun Arief: hihihi dikampung saya begini kakak, mertaji 😁
total 1 replies
Ratih
Novel yg bagus krn ada pembelajaran yg bisa dipetik
Bintun Arief: alhamdulill, meskipun hanya beberapa kalimat saja, smga menjadi amal kebaikan untuk saya. 🥰🙏
terimakasih sudah mebaca sampai kesini kakak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ratih
harusnya Hafiz bicarakan dulu sm Syifa .yah ngambeknya bisa bikin sakit perut itu
Ratih
Alhamdulillah bnyk nenek bnyk rejeki,ehhh neneknya ada 5 lho 😀
Bintun Arief: iya, coba bayangkan kalau semua neneknya bawel dan ngebawelin dia dalam waktu bersamaan 😁😁😁
mkasi sdh baca k3, maaf critanya masih pending saya sedang tidak baik2 saja 🙏
total 1 replies
Iffah Mamanya Zidan
ini masih ada lanjutannya gak sih kok lama banget up ya?
White Rose
marahnya mas hafizz gemesin bnget, mau jg dimarahin pake dipeluk lama
😘 sweet baby😘
hmmm...jgn pe parah cemburu nya loh Mak😅
Bintun Arief: kita buat cemburu parah apa gimana nih ya mak🤔🤔
total 1 replies
White Rose
moga gak jadi salah paham,, ih Syifa sih, kenapa ngobrol nya pake lama
Bintun Arief: lupa kalau udah putus mak 🤣🤣
total 1 replies
White Rose
mamak pesan sama kau ya fiz, jaga syifa baek baek. dia itu anak kesayangan mamak. dengar kau fizz
Bintun Arief: iya mak, iyaaaaa 😁
total 1 replies
Iffah Mamanya Zidan
kelanjutannya mana nich
Bintun Arief: baru di upload kakak 🙏
total 1 replies
White Rose
aku bacanya lagi di kantor thorrrr,
Bintun Arief: laluuu, jdi kngen suami nggak 🤭
total 1 replies
Iffah Mamanya Zidan
d tunggu upnya
White Rose
ahh gegara suporrer bola ituu
Bintun Arief: hihihi 🤣🤣
total 1 replies
Humanoid
Bahagia banget nih pembaca.. akhirnya Hafiz dan Syifa menikah..
Humanoid
Alur cerita nya menarik.. nggak sabar nunggu kelanjutan nya..
Bintun Arief: alhamdulillah, terimakasih kalau suka dengan ceritanya kakak😊🙏
total 1 replies
Humanoid
Papa Adzka nggak ikhlas kalau sampai besanan sama Marchel..
White Rose
saahhh, aku bacanya sambil senyam senyum.. ihh kok aku bahagia banget yahh
Bintun Arief: wkwkwkwkq, akhirnya 🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!