Yasmin bercerai dari Dennis karena perselingkuhan yang Dennis lakukan. Perselingkuhan yang akhirnya terkuak melalui sebuah thread sebuah media sosial dan membuat semuanya menjadi kacau.
Bagaimana kelanjutan kisah Yasmin dan Dennis selanjutnya? Ikuti kisahnya hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seoulotus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Thread Perselingkuhan
Dean yang duduk di samping Brian langsung beringsut mendekat. Penasaran akan maksud ucapan Brian.
"Bang Dennis selingkuh apaan sih, Bang? Lo ngelantur atau gimana?" tanya Dean.
Brian menatap keempat temannya yang menatapnya sinis dengan serius.
"Beneran! Lihat aja Twitter lagi pada heboh. Nama Bang Dennis sama Yasmin trending topik! Lo beneran selingkuh, Bang?" tanya Brian penuh selidik.
Dennis menatap keempat temannya dengan ekspresi tegang. Dia merasa sedang dikuliti oleh keempat pria ini dengan tatapan tanya, selidik, dan juga bingung. Mereka menanti jawaban dan penjelasan Dennis sekarang.
"Iya, gue memang selingkuh dari Yasmin," ucap Dennis pelan. Wajahnya tertunduk sedih.
"Bangs*t lo, Dennis!" Brian yang duduk di samping Dean refleks menahan Dean yang ingin memukul Dennis.
"Tenang, Yan!" teriak Brian susah payah. Tenaga Dean sangat kuat dan kilatan amarah yang tertuju pada Dennis.
Sadewa yang berdiri di samping Dennis menatap tak percaya pria yang satu tahun lebih tua darinya itu. Tak pernah terbayang jika Dennis akan selingkuh dari Yasmin yang susah payah ia taklukkan. Butuh waktu tiga tahun bagi Dennis untuk bisa mempersunting Yasmin. Lalu semuanya berakhir dengan perceraian yang diakibatkan oleh perselingkuhan? Sadewa tak percaya Dennis berani untuk melakukan hal seperti itu.
"Will, bantuin gue!" Brian berteriak untuk meminta bantuan Willy yang sejak tadi hanya diam.
"Bangs*t lo, Bang! Lo nyakitin perasaan cewek paling baik sedunia. Gue ... gue ... akh ...!" Dean berontak berusaha untuk melepaskan diri dari Brian dan juga Willy.
"Wa, bawa masuk Bang Dennis! Gue sama Willy nggak kuat nahan dia terus." teriak Brian.
Dengan cepat Sadewa membawa Dennis untuk masuk ke dalam kamar mereka dan mengunci pintu. Takut jika Dean terlepas dan memukul Dennis.
"Bisa lo jelaskan apa yang terjadi, Bang?" tanya Sadewa tenang, tapi ada nada intimidasi.
"Gue merasa kesepian, Wa. Sejak satu tahun lalu saat dia mulai bisnis restoran, dia makin nggak peduli sama gue. Dia melupakan tugas dia sebagai seorang istri. Dia nggak pernah membersihkan rumah sampai alergi debu gue kambuh. Jarang pulang karena sibuk sama restoran dan dia–" ucap Dennis menghentikan kalimatnya.
Sadewa menaikkan alisnya menanti jawaban Dennis.
" Dia menolak memberi nafkah batin ke gue dengan alasan capek," ucap Dennis panjang lebar.
"Lo selingkuh karena hal sepele itu, Bang? Lo tahu nggak dia begitu supaya hidup kalian tuh mapan!" Sadewa berteriak emosi.
"Pekerjaan yang lo sebutin itu bisa dikerjakan sendiri di rumah. Itu bukan pekerjaan yang harus dilakukan wanita aja, Bang. Lo tahu kesetaraan gender, 'kan?" tanya Sadewa menggebu.
"Lo bego atau apa, Bang? Lo membuang permata berharga kayak Yasmin demi wanita yang baru lo kenal," lanjut Sadewa kecewa.
***
Haikal mengetuk pintu kamar kakaknya tak sabaran. Napasnya tak beraturan karena emosi yang meluap-luap dan juga kakaknya yang tak kunjung membuka pintu kamar, membuatnya frustrasi.
"Kak, buka pintunya!" Haikal berteriak.
"Kal, jangan emosi dulu. Kita tanya dulu baik-baik sama Kak Yasmin. Benar atau nggak kabar perselingkuhan itu." Sandra mengelus lengan suaminya lembut.
"Udah pasti benar. Gue tahu siapa si Jaelani itu. Dia itu playboy, San! Dia pasti selingkuhin kakak gue berulang kali. Gue ... gue bakal bunuh bajingan itu," ucap Haikal penuh dendam.
"Ada apa sih ribut banget?" Yasmin keluar dengan wajah mengantuk dan mengucek matanya.
"Jelaskan, Kak!" bentak Haikal menahan emosi.
"Apaan sih i-ni," ucap Yasmin terdiam.
Dengan cepat Yasmin merebut ponsel itu dari tangan Haikal dan membaca setiap tulisan di ponsel itu. Matanya membulat saat melihat foto saat dirinya bertemu dengan Dennis dan selingkuhannya tadi. Walau bagian wajahnya ditutupi oleh emoticon, tapi namanya tertulis tanpa adanya sensor dan juga nama Dennis. Permasalahan rumah tangga yang berusaha ia tutupi hingga terjadi perceraian akhirnya diketahui semua orang se-Indonesia. Rasanya malu sekali karena permasalahan rumah tangganya menjadi konsumsi publik.
"Firasat gue bener. Lo diceraikan sama dia karena dia selingkuh 'kan? Jawab, Kak!" Yasmin terkejut mendengar bentakkan Haikal.
"Terus kalo iya, mau apa? Mau mukulin dia sampai mati? Apa keadaan akan berubah dan rumah tanggaku kembali kayak dulu?" tanya Yasmin dengan mata menerawang.
"Aku yang meminta cerai, Kal," ucap Yasmin.
Yasmin memegang pergelangan tangan Haikal dan menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.
"Sekali lagi aku peringatkan kamu. Jangan campuri urusanku," ucap Yasmin penuh penekanan.
Haikal balas menatap Yasmin tajam dan menghempaskan tangan kakaknya. Memegang kedua lengan sang kakak kuat dan mengguncangnya.
"Gue ini adik lo! Gue berhak ikut campur di sini dalam hal rumah tangga lo karena gue wali lo!" bentak Haikal. "Lo tenang, Kak. Akan gue bunuh bajingan yang nyakitin lo," lanjut Haikal.
Setelah mengatakan itu Haikal pergi tanpa peduli akan teriakan Yasmin dan juga Sandra. Hatinya telah dipenuhi oleh amarah dan emosi yang menggebu. Yang ada di pikirannya adalah membunuh Dennis dengan kedua tangannya sendiri.
***
Dodo melihat ponsel miliknya dan menatap thread perselingkuhan yang dibuatnya tiga jam lalu. Dalam waktu singkat dan dengan bantuan Sarah, Dodo membuat thread itu dan menjadi viral.
Awalnya Sarah tak percaya dengan apa yang dikatakannya. Namun, setelah Dodo menunjukkan bukti video percakapan Windy dan Yasmin, lalu foto saat di parkiran barulah Sarah percaya dan mau membantu.
Flashback ON
" Kenapa lo mau buat thread di Twitter, Kak? Emang benar kakak ipar lo selingkuh sama si Jaelani Dennis? Gue nggak percaya kalo nggak ada bukti," ucap Sarah menyelidik.
"Beneran, Sar. Ini bukti video kalo lo nggak percaya. Gue pengacara, tahu soal hukum dan nggak ada gunanya gue untuk menyebar gosip tentang dia. Kenal sama dia saja nggak," ucap Dodo sewot.
Dodo menunjukkan bukti foto dan video dari ponselnya ke Sarah. Dengan cepat wanita berusia 25 tahun itu melihat dan terkejut setelah melihatnya.
"Hah? Gue nggak nyangka sama sekali kalo cowok seromantis dia bisa selingkuh. Kurang apa coba istrinya? Cantik, baik, berpendidikan. Minusnya cuma dia agak tertutup sama orang," gumam Sarah.
"Kamu kenal sama istrinya?" tanya Dodo penasaran.
"Loh Kak Dodo nggak tahu? Dia 'kan dekat sama Mas Bulan yang punya restoran Korea di daerah Serpong itu. Lo kenal sama Mas Bulan 'kan?" tanya Sarah.
"Gue nggak tahu kalo dia kenal sama Bang Bulan." Dodo menggeleng. Dia memang kenal dengan Bulan dan istrinya, kenal baik malah. Dodo tidak pernah tahu jika istri selingkuhan kakak iparnya dekat dengan Bulan.
"Oke, gue akan bantu lo, Kak. Lo mau bikin thread perselingkuhan mereka?" tanya Sarah hati-hati.
"Iya, itu mau gue. Gue pengen nama baik dia hancur dan kakak gue bisa dapat hak asuh anaknya yang sekarang di tangan ibunya." jelas Dodo.
"Huft, oke. Gue akan bantu karena menurut gue foto ini nggak salah juga lo ambil sebagai bukti. Lo ada bukti lain nggak, yang memberatkan mereka?" tanya Sarah.
"Ada, foto mereka waktu di hotel. Gue nggak sengaja lihat kakak ipar gue pas gue ketemu client." Dodo menunjukkan foto saat Windy dan pria itu masuk ke dalam sebuah kamar hotel bersama.
"Ya ampun, udah sampe ke hotel?" Sarah mengelus dadanya yang terasa sedikit sesak. Sebagai fans, Sarah merasa kecewa pada Dennis.
"Ya udah, gue bikin akun Twitter-nya dulu. Nanti gue bantu retweet biar viral," ucap Sarah dengan senyum tipis.
"Makasih, Sar!" Dodo tanpa sadar mengusak kepala Sarah dengan gemas. Membuat pipi gadis itu bersemu karena perlakuan Dodo padanya.
"Ih apaan sih?!" teriak Sarah marah. Padahal hatinya berdebar kencang akibat perlakuan Dodo padanya.
Flashback END
Dodo tersenyum melihat respons netizen yang memberikan hujatan pada Dennis. Banyak sekali retweet dan juga komentar yang menghujat Gaga karena aksi KDRT yang dilakukannya. Dodo tak menutupi hal itu karena hanya akan merugikannya nanti saat di pengadilan dalam mengambil hak asuh Ariella.
"Selangkah lagi," gumam Dodo.
***
Dennis dan Sadewa hanya saling diam di kamar tanpa saling bicara. Suara ketukan pintu yang dilakukan Dean berulang kali tak berhenti sejak satu jam lalu. Teriakannya tak berhenti karena Dennis hanya diam tak merespons.
"Bangs*t lo, Bang! Gue berusaha ikhlas saat Yasmin lebih milih lo dibanding gue. Sampai sekarang, gue masih ada perasaan sama dia. Gue pendam karena tahu dia istri lo." Dennis diam tak merespons. Namun, jauh di lubuk hatinya dia merasa kesal mendengar Dean masih memiliki perasaan pada Yasmin.
"Bapaknya nggak setuju sama lo! Badan lo udah kayak buku gambar, penuh sama tato. Walaupun lo dinilai buruk sama orang tuanya, pilihan dia tetap lo! Namun, lo menghancurkan semua kepercayaan dia! Lo sakitin hati dia!"
Dennis hanya mendengarkan semua ucapan Dean yang memang benar adanya. Dulu ayah Yasmin tak menyetujui hubungan mereka karena selain perbedaan keyakinan, Dennis memiliki banyak tato di tubuhnya.
Kesan pertama orang tua Yasmin padanya sangat buruk. Dia seorang anak band yang kehidupannya selalu dinilai negatif. Narkoba, perempuan, dan kehidupan malam selalu melekat pada image seorang anak band. Padahal Dennis tak pernah seperti itu walau dia suka mabuk-mabukan.
"Kenapa lo lakuin itu, Bang? Gue percaya kalo lo akan–"
"Keluar lo, bajingan! Tunjukin batang hidung lo!"
Suara Dean terhenti karena didorong oleh seseorang yang berusaha mendobrak pintu kamar tersebut.
"Buka, sialan! Gue akan kasih perhitungan buat lo karena nyakitin kakak gue!"
Dean yang terhempas hingga terduduk, menatap orang yang ternyata Haikal kaget. Namun, dengan cepat Dean menghentikan Haikal yang hampir berhasil mendobrak pintu. Mata Haikal dipenuhi oleh nafsu untuk membunuh.
"Jangan, Kal!" teriak Dean. Dia berusaha menghalangi Haikal.
"Lepas! Gue akan bunuh bajingan yang nyakitin kakak gue. Siapa pun orangnya akan gue bunuh." Haikal berusaha melepaskan diri dari Dean.
"Lo bakal masuk penjara kalo bunuh orang. Ingat anak sama istri lo, Kal!" teriak Dean menenangkan. Namun, percuma karena tenaga Haikal lebih kuat hingga Dean terpental dan Haikal berhasil mendobrak pintu itu.
"Oh, lo jadi pengecut, ya, sekarang?" Haikal bertanya dengan nada sinis.
"Kal ... aku–" ucap Dennis terhenti.
Bugh!
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Dennis terhuyung ke belakang karena pukulan Haikal. Sadewa yang melihatnya berusaha untuk melerai, tapi tenaganya tak cukup kuat.
"Kenapa lo nyakitin kakak gue, bajingan?! Kurang apa kakak gue!?" teriak Haikal.
Dennis hanya diam tak menjawab. Hal itu malah membuat Haikal tambah kesal dan akhirnya menindih Dennis dan memukulinya dengan brutal.
"Bajingan!" Haikal memukul dan bahkan memberikan tamparan bertubi-tubi hingga Dennis lemas karena kehabisan tenaga. Dean dan Sadewa yang berusaha memisahkan juga tak bisa berbuat banyak. Tubuh mereka terhempas beberapa kali. Tenaga Haikal terlalu kuat.
"Kal ...!"
Yasmin berteriak sesaat setelah sampai diambang pintu kamar Sadewa dan melihat Haikal memukuli Dennis. Haikal tak bergeming dan terus memukuli Dennis bak orang kesetanan.
"Kal, berhenti!" Yasmin berteriak sambil menarik tubuh Haikal agar menjauh dari Dennis.
"Gue harus bunuh dia. Dia yang bikin kakak gue menderita. Dia harus mati," ucap Haikal penuh emosi.
"Kal, lepas, Dek. Ayo pulang sama kakak. Kal ...." Yasmin menangis sambil berusaha menjauhkan adiknya dari Dennis.
"Diam!"
Haikal mendorong Yasmin yang menarik tangannya hingga Yasmin terdorong ke belakang, dan terbentur ujung kusen ranjang milik Sadewa. Sadewa dan Dean yang melihatnya langsung berteriak spontan.
"Yasmin!"
Haikal yang mendengar nama kakaknya langsung menoleh dan terkejut melihat Yasmin yang pingsan dengan darah yang mengalir di dahinya.
"Kak ...!"
Bersambung
bapak dan ibu Denis itu menikah beda agama?