Hai namaku Leomitha William. Yaps aku adalah blasteran Indonesia Inggris. My mom bernama Lovenia Pratama dan my dad bernama Jason Putra William.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQIA BALQIS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA REMAJA
Lama aku menatap bangunan yang besar dengan interior yang tak banyak berubah masih mempertahankan ciri khas rumah model lama tapi tetap ada unsur modernnya.
Rasanya berat sekali untuk masuk,tapi aku harus tetap masuk karena aku tak ingin ada embel-embel Pratama melekat padaku. Never
Setelah menghembuskan nafas sejenak,aku pun melangkahkan kakiku menghampiri mereka,sebelumnya aku meminta para sahabatku menunggu di gazebo keluarga Pratama.
" Assallammu'alaikum nek,om Rasya " sapaku pada mereka.
" Wa'alaikum salam nduk,datang kok tak memberi kabar dulu " sahut nenek.
Untuk apa berkabar,supaya kalian ada persiapan menggunakan topeng, munafik.
" Iya Le, untung aja om dan nenek ada di rumah. kalo pergi kan sayang kamunya dah dari jauh tapi tak ketemu kami. Sudah duduk sini " ujar om ramah. Kalo aku tak tau percakapan mereka waktu itu pasti aku akan merasa senang dengan keramahannya tapi sayang aku mendengarnya jadi aku tak begitu senang dengan keramahan itu.
" Ada apa kamu kesini nduk,sepertinya kamu dari sekolah langsung kesini. Apa ada masalah di sekolah " tanya nenek padaku.
Mendengar perkataan nenek,aku diam sejenak lalu berkata
" Aku ingin nenek membungkam semua staf di PRATAMA school untuk tak membocorkan kalo aku adalah bagian dari keluarga Pratama Karena aku hanya ingin dikenal sebagai Williams " ujarku datar.
" Lho kenapa memangnya,kan kamu memang bagian dari Pratama nduk. Ya biarinlah mereka tau tentang kamu " ujar nenek heran.
" Iya, kenapa sih kok kamu keberatan sekali jika identitas kamu sebagai cucu dari pemilik sekolah diketahui orang banyak " tanya om Rasya heran.
" Karena aku tak ingin berurusan dengan penjilat om,nek. Kalo mereka tau aku cucu dari pemilik sekolah maka otomatis mereka akan memberikan perhatian special padaku dan aku tak suka itu. Aku ingin mereka memperlakukan aku seperti yang lainnya " ujarku pada mereka dan menyambung dalam hati
" Aku tak ingin menyandang nama keluarga yang tak pernah menganggap keberadaanku dan mama "
" Ya sudah kalo begitu biar om yang mengurus masalah ini,kamu tenang saja dan belajar yang benar " ujar om Rasya padaku.
" Ok om,kalo gitu aku pulang dulu karena aku tak enak dengan teman temanku yang lagi menunggu dari tadi " ujarku berpamitan.
" Kenapa buru buru nduk,kita makan siang dululah " ujar nenek berbasis basi padaku.
" No nek, aku pergi sekarang saja. Bye om,nek " pamitku sambil bersalaman. Tak kuhiraukan wanita yang bersama om Rasya yang dari tadi duduk diam mendengarkan percakapan kami meskipun aku tau alasan mereka menahanku karena ingin mempenalkan wanita itu.
Cih! nggak level aku kenalan sama perusak rumah tangga orang
Gegas aku menghampiri Vino dan lainnya. Mereka pun menatapku heran,
" Sudah Mith,kok cepat. Loe nggak main dulu gitu di sini. Biasanya kalo ke sini loe pasti lama " tanya Bianka heran.
" Dah lah yuk cabut,katanya mau ke arena. Buruan elah, ntar Kemalaman kita malah nggak jadi lagi " ujarku pada semuanya.
" Eh iya juga sih,yuk lah balik " ujar Olivia semangat dan diangguki yang lainnya.
Kami pun naik kendaraan masing masing. Lega,ntah kenapa saat di dalam sana rasanya sesak banget. Aku pengen sekali beranjak dari sana dan menjauh dari mereka semua. Saat kendaraan yang di kemudikan oleh Vino bergerak perlahan meninggalkan halaman rumah berat keluarga Pratama itu aku menatap dingin bangunan itu,
Ck, bangunan boleh megah tapi berbau busuk karena penghuninya munafik
Aku berjanji tak akan menginjakkan kaki lagi kesini,never.
Kami sampai di rumah sudah menjelang magrib,aku pun bergegas masuk ke dalam rumah setelah berpamitan dengan Vino dan Vino pun langsung masuk ke dalam rumahnya.
Hari yang menguras emosi,setidaknya aku punya sahabat yang membuat hariku tak monoton dan sepi. jadi aku bisa melupakan sejenak masalah dengan keluarga Pratama.
Saat memasuki rumah dan melewati ruang keluarga ternyata ada mommy dan daddy disana. Sedang menungguku,entah apa yang sedang Meraka pikirkan sampai mereka tak menyadari kedatanganku.
" Night dad,mom. Ada apa nih, tumben banget dah di rumah jam segini " tanyaku heran.
Mommy dan daddy langsung melihat padaku, mereka tak langsung membalas sapaanku membuatku heran saja,
Ck,ada apa sih ini. Hadeh, terlalu banyak problem hari ini.
" Mom dengar dari rumah besar kamu baru saja dari sana bab. Ada apa kamu sampe bisa kesana,bukankah masalah tadi pagi sudah selesai " tanya mommy.
" Hanya meminta nenek untuk membungkam stafnya untuk tak menyangkut pautkan aku dengan Pratama, itu aja " jawabku santai.
" Mom tau kamu marah karena mereka yang tak menghargai mom dan kamu tapi kamu harus tau kalo yang Pratama adalah kita. Apapun yang terjadi kita adalah Pratama yang sesungguhnya " ujar Mom tegas.
"What,maksud mom apa sih. Aku nggak ngerti deh. kenapa kok mom bilang kita Pratama yang sesungguhnya,bisa mom jelaskan semuanya ke aku mom " tanyaku penasaran.
" Yah tadinya mom tidak mempermasalahkan ini tapi sejak kamu mendapatkan mereka yang berusaha menyingkirkan kita maka mom pun tak tinggal diam,kita harus memberitahukan pada mereka kalo kita adalah Pratama yang sesungguhnya " ujar mom serius.
Saat aku memergoki nenek dan om Rasya sedang berbicara tentang aku dan mama yang tak dianggap penting karena kami perempuan, aku sempat merekamnya. Entahlah semua terjadi begitu saja dan setelah itu aku memberitahukan rekaman tersebut pada mommy.
Flashback on
Aku mendengarkan sampai selesai percakapan nenek dan om Rasya di balik pintu utama rumah besar keluarga Pratama.
Secara refleks aku mengeluarkan ponsel dan menghidupkan tombol rekam. Saat itu aku masih belum tau apa manfaat nya merekam percakapan mereka, yang pasti aku rekam dulu
Setelah beberapa lama aku diam,aku pun memutuskan untuk tak jadi masuk kedalam dan bergegas keluar menuju mobilku. Aku bergegas pulang ke rumah,
Sesampainya di rumah mom bertanya,
" Kenapa sudah pulang, bukannya kamu pergi ke rumah nenekmu " tanya mom
" Aku sudah sampai disana mom,tadinya mau membuat kejutan tapi malah aku yang terkejut. Saat itu nenek berbincang dengan om Rasya dan meminta om untuk menikah lagi mom " ujarku pada mommy.
" Oh ya lalu kenapa kamu terkejut, bukankah itu hal yang tak harus kamu pikirkan sayang " tanya mom heran.
" Memang itu bukan urusanku mom tapi mereka membawa bawa nama aku dan mommy, terutama nenek. Nenek bilang aku dan mom tidak berhak atas Pratama karena yang berhak hanya keturunan laki laki mom. Aku sakit hati mom karena merasa diremehkan sebagai anak perempuan " ujarku Kesal.
" Kamu yakin mereka mengatakan itu sayang " tanya mom memastikan.
" Yakin mom bahkan aku merekam percakapan mereka " ujarku sambil menyerahkan PONCEL dan memutar percakapan nenek dan om Rasya.
" Untuk sekarang bersikaplah untuk tak tau apa apa sayang tapi ada waktunya kita membuat mereka bungkam " ujar mama geram.
Meskipun heran dan penasaran kenapa mom menyuruhku diam tapi aku mengiyakan saja saat itu.
flashback off.
Tapi pulang ke masa sekarang mom menceritakan hal baru padaku dan itu membuatku penasaran
Apa maksud mom sebenarnya ?