Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Janji Masa Lalu

Terjebak Janji Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Iyut utami

Cinta remaja yang terkait dengan gadis kecil Yang dikunjunginya pada saat bahaya mengancam keselamatan dia Dan keluarganya karena bisnis
Cinta Yang dia tahan dengan segenap rintangan dari kakeknya Yang sangat berambisi mendapatkan me nanti darah biru
Seiring waktu janji yang sudah tertulis ditagih Dewa menagih janji seorang gadis ayu bernama Untari dengan menunggu waktu dan Saat yang tepat agar Untari bisa masuk ke keluarga ningrat yang sangat suju Jung tinggi oleh keluarga kakeknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iyut utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Menjalani hari hari menyebalkan

Di hari berikutnya pada saat Dewa berjanji mengantarkan membeli perlengkapan kuliah, Untari kembali menemui Dewa dan Lestari berjalan bersama menghampirinya pada saat janji bertemu di mall, tapi Lestari langsung pergi Karena katanya ada janji dengan orang lain. Hal itu membuat Untari semakin yakin untuk menjauhi Dewa karena Untari khawatir hatinya akan semakin terluka.

Hari hari dijalaninya dengan tabah dan ikhlas melihat kedekatan Dewa dan Lestari yang pasti berkunjung ke rumah Nyonya Salma setiap malam minggu, dan sering menghabiskan waktu berdua dengan Dewa di ruang kerja.

Dewa yang menyadari Untari semakin menjauh sedikit khawatir dan berusaha mendekati Untari.

Urusan pekerjaan, ya Dewa akrab dengan Lestari karena project ekspor Eyang Sukma yang melibatkan Anji, Dewa dan Lestari.

Ya dan Untari tidak tau mengenai hal itu. Hari hari Untari dia lalui dengan kuliah setelah selesai mencuci dan membereskan rumah, sore Untari pulang dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar mengerjakan tugas2 design baju awal semester perkuliahannya.

Pagi ini bulan ke-3 Untari kuliah, dan ini adalah hari ke-3 menjelang puasa artinya acara lamaran dan sekaligus pertunangan Lestari tinggal menghitung hari yang akan diselenggarakan setelah lebaran.

Untari hanya bisa pasrah dan menahan rasa kecewa yang dalam atas pengkhianatan kakak dan kang janji palsu. Ya Untari mempunyai julukan untuk Dewa kang janji palsu.

Sementara Dewa masih terus mengawasi Untari di rumah dan di kampus, termasuk kedekatan Untari dengan salah satu dosen muda yang mengajar di kampus Untari

”Awasi terus jangan sampai mereka berjalan berdua aja” titahnya kepada anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga Untari dari jauh.

Bulan puasa dilalui dengan penuh suka cita oleh keluarga Bagaskara, Untari menjadi anak kesayangan Nyonya Sukma, tanpa sepengetahuan Untari, keluarga Bagaskara juga menyiapkan lamaran kecil-kecilan bersamaan dengan acara pertunangan Lestari.

Akhirnya hari yang ditunggu tiba.

pulang kampung menjelang H-3 lebaran.

Untari yang beranggapan merasa mengganggu bila harus pulang bersamaaan dengan Lestari dan keluarga Bagaskara dari jauh kau hari sudah membeli tiket kereta.

Pagi hari menjelang keberangkatannya pukul 7 pagi sambil menenteng tas ransel

”Nyonya saya pamit pulang, saya naik kereta hari ini jam 9. Saya kembali lagi hari ke 7 setelah lebaran karena menunggu acara Mbak Tari dulu baru bisa kembali” pamitnya kepada Nyonya Salma yang hanya bisa mengernyitkan keningnya yang terasa pusing karena ulah iseng Dewa yang masih menyembunyikan perihal acara pertunangan Lestarinyang sesungguhnya bukan dengan Dewa.

”Hmmmmm iya, sampai ketemu di kampung kamu ya Un, kita ke sana H+3 ya” jawab Nyonya Salma.

”kamu dianter Mang Udin aja ke stasiunnya ya, kamu ga mbangunin Dewa buat pamitan, nanti Dewa nyariin” Jawab Nyonya Salma

”Tidak usah Nyonya takut ganggu, nanti saya WA saja, terima kasih Nyonya, Untari pamit” jawabnya sambil mencium tangan Nyonya Salma dan bangkit berjalan menuju pintu ke luar.

Sudah 3 bulan Untari menahan rasa sakdutbhati dan kecewa atas pengkhianatan Kkaknya sendiri. Hari ini Untari pulang dengan membawa kesedihan yang akan diingat seumur hidup.

Ibu adalah tempat mengadu dia yang paling nyaman.

Sesampainya di stasiun kereta yang akan membawa dia kembali ke kampung halaman sudah melaju ke rel kereta tunggu.

Untari naik dengan membawa ransel yang dia gendong.

setelah melewati beberapa gerbong akhirnya sampai di tempat duduk yang tertera pada tiketnya.

Tiba-tiba telpnya berbunyi

Mbak Tari memanggil

”Halo, Assalamu alaikum, Un kamu pulang sendiri? Kenapa ga bareng sama keluarga Dewa? Besok kamu turun dimana?”Tanya Tari dengan nada kekhawatiran.

”Gak papa Mbak, bukannya udah biasa juga aku kemana mana sendiri koq. Aq besok turun di Yogya Mbak, nanti nyambung bis ke rumah”jawab Untari

”Ya udah kalau udah mau nyampai bilang ya, Mbak jemput terus anter kamu ke rumah sama Mas Anji, kamu ati-ati ya, jangan telat makan , beli makan di kereta, kamu bawa uang ga?” Lanjut Tari dengan masih nada khawatirnya.

Adeknya memang sering berkendara dengan kereta tapi dulu hanya sebatas Solo-Yogya, Tari tidak menyangka kalau Uun nekat naik kereta pulang sendiri. Sepengetahuan Tari, Adeknya pulang bareng Keluarga Dewa yang akan menghadiri acara pertunangannya dengan Anji.

Ini Dewa pasti belum ngomong sama Untari nih jadi Untari masih ngambek, duh capek sama tu anak berdua

Guman Lestari yang dari awal tidak setuju dengan kejahilan Dewa membohongi Utari selama 3bulan ini.

”Tenang aja Mbak, Untari udah Gede bisa jaga diri” ketiknya setelah menutup seluler telp dari kakaknya.

Tiba-tiba Untari terkejut dengan laki-laki dewasa yang berasa dia kenal yang tiba-tiba datang untuk duduk di seat sampingnya.

Mas Dewa, eh Mas Dewa bener ga sih

Gumannya sambil beberapa kali memastikan melihat sosok laki-laki yang sibuk menyusun tasnya di bagasi atas. Kemudian dengan tenang duduk di sampingnya. Untari hanya diam dan tidak memperdulikan oramg itu.

Hmmmm iya Mas Dewa parfumnya sama koq wanginya, tapi bodo amat. Udah capek capek 3bulan menghindar biar ga sakit hati eh ini koq bisa satu kereta.

Gumannya meyakinkan diri, tapi Untari tetap menggunakan headsetnya mendengarkan musik dari handphone nya.

”Permisi, boleh kenalan?” Tanya Dewa sambil tersenyum kepada Untari “Nama saya Dewa, tujuan saya mau ke kampung G di W, mau mengingatkan janji ke seorang gadis kecil yang dulu sudah berjanji mau menikah sama saya” ujarnya sambil melepas paksa headset Untari.

”Bocah emang ga capek 3bulan ngambek?”Ujarnya sambil menangkup pipi Untari.

“Maaf Mas saya ga kenal” jawab Untari sambil menyingkirkan tangan Dewa.

Dewa tertawa kecil sambil mengeluarkan sebuah undangan pertunangan

Lestari & Anji

Deg

Untari terkejut dan hanya terdiam membaca surat undangan pertunangan Kakaknya, padahal surat undangan itu sudah dikasih Lestari dari awal puasa tapi Untari tidak berminat membacanya karena sudah sibuk dengan rasa kecewanya.

”Mas maksudnya apa?”Tanya Untari sambil mengerucutkan bibirnya dengan kesal dan hatinya sebenarnya berbunga bunga, kenapa selama 3 bulan bisa lupa dengan Mas Anji, padahal hampir setiap lebaran Anji datang mengantarkan dan menjemput Lestari pada saat pulang kampung lebaran.

Bodoh Untari bodoh

gumannya dalam hati setelah bisa mencerna kejadian demi kejadian selama 3 bulan terakhir

“Sampai sini sudah paham?” Tanya Dewa sambil tersenyum dan mulai tertawa kecil sambil memeluk Untari dengan hangat.

Akhirnya Untari hanya bisa menangis pelan “Sttt jangan nangis, malu sama sebelah” ujar Dewa sambil terus merapikan anak rambut Untari yang berantakan dengan tangan sebelah tetap memeluk Untari

”Udah aku minta maaf ya, aku udah berusaha menjelaskan 1bulan terakhir kamu menghindar terus, sementara aku juga harus ngejar deadline kerjaan yang padet, mungkin usahaku juga kurang menjelaskan ke kamu ya, aku minta maaf ya”ucap Dewa sambil terus memeluk Untari yang sudah mulai tenang.

1
Wahyu Sutomo
lanjut kak dittg trs nih ceritanya.
Iyut utami: Siap ka
Terima kasih
total 1 replies
Tiana
nyimak terus
Tiana
up
SUKARDI HULU
Nih sudah mampir Thor, jangan lupa like, follow dan beri hadiah ya❣️❣️🙏
Akako
Gaya penulisanmu sungguh memukau, thor!
April Lia: lanjut
total 1 replies
Rara Makulua
Saya mengikuti cerita ini dengan antusias, author jangan berhenti ya!
Mưa buồn
Jleb banget emosinya!
Alexo. ID
Wow, nggak nyangka sehebat ini!
Karpet tempur
Nangis deh 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!