Indonesia
NovelToon NovelToon
Then I Love U 2

Then I Love U 2

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Choco 33

Aghnia pertama kali bertemu dengan Adrian saat usia nya 14 tahun dan Adrian berusia 17 tahun.
Gadis cantik nan ceria itu harus merasakan sakit hati kepada Adrian, tanpa tahu kalau Adrian bukanlah pelaku yang membuat Aghnia sakit hati bahkan sampai membenci Adrian.
Sebuah kesalahpahaman membuat kedua nya tak menyadari kalau ada sebuah rasa yang hanya mereka berdua rasakan saat berada dekat dan jauh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Bertemu

"MasyaAllah, cantik banget anak nya Bunda"

Puji Bunda, saat melihat Aghnia yang baru pulang di make up dari rumah tetangga di sebelah rumah nya, yang merupakan seorang MUA profesional, yang sudah menjadi langganan Aghnia juga Bunda nya.

"Ribet Bunda" Protes Aghnia menilik penampilannya yang mengenakan kebaya model muslimah yang beberapa waktu lalu di beli nya melalui aplikasi online.

Ya sejak pertemuan terakhir nya dengan Adrian, Aghnia memutuskan untuk mengenakan hijab dalam menjalani aktifitas nya sehari hari di luar rumah, dengan tujuan melindungi dirinya dari interaksi lawan jenis, seperti berpegang tangan atau lain nya.

Bahkan saat berlatih Taekwondo, gadis cantik itu pun mengganti pelatih nya dengan pelatih wanita.

Aghnia yang sekarang benar-benar menjaga diri nya dengan baik. Selain mengenakan hijab, Aghnia juga mulai membatasi dirinya berkumpul dengan lawan jenis termasuk para sahabat Abang nya, Akmal.

Bahkan Budi dan Rio harus merasa kecewa dengan perubahan Aghnia, karena sudah tidak lagi mendapatkan gombalan receh dari gadis cantik, yang pernah menolak pernyataan cinta Rio, beberapa bulan yang lalu itu dengan alasan masih ingin fokus melanjutkan pendidikan nya guna mengejar cita-cita nya, menjadi seorang Dokter.

Namun Rio tetap mengatakan kalau akan menunggu Aghnia, hingga Aghnia sendiri yang memperkenalkan calon nya kepada Rio, baru Rio akan mundur dan mengubur perasaan nya kepada Aghnia. Dan Aghnia pun tak bisa lagi melarang Rio untuk tetap menunggu Aghnia membuka hati nya untuk Rio.

"Berangkat sekarang kan Nda?" Bunda mengangguki ucapan Aghnia.

"Tunggu Ayah sama Abang sebentar ya"

"Lho emang Abang nggak kuliah Nda?" Aghnia bertanya seraya merapikan kebaya bawah nya yang tampak berantakan karena Aghnia yang tidak bisa diam.

"Katanya masuk siang. Sekalian nunggu Rio juga Budi, yang mau ikutan merayakan wisuda, Neng".

Aghnia memekik tak percaya mendengar ucapan Bunda nya.

"Hah?"

"Yang bener aja Nda"

Bunda tertawa kecil melihat Aghnia yang menggelengkan kepala nya tak percaya, kalau para sahabat Abang nya itu akan ikut serta dalam acara wisuda Aghnia.

"Malah Kita, bakalan berangkat pakai mobil Adrian, kata Abang kemarin Adrian ulang tahun, di kasih kado mobil sama Papi nya Adrian"

Lagi lagi ucapan Bunda membuat Aghnia terkejut bahkan kini kedua bola matanya membulat dengan sempurna saat nama Adrian disebutkan oleh sang Bunda.

"Ngapain juga sih sahabat nya Abang pakai ikut segala. Kita ini mau menghadiri acara wisuda Aghnia, Nda. Bukan jadi peserta carnaval" Protes Aghnia yang hanya di tertawai kecil oleh Bunda.

"Itu nazar mereka berempat, eh nggak deh nazar Adrian, kata nya Adrian, kalau Neng lulus dengan hasil yang sangat memuaskan, Adrian mau traktir makan makan" Ujar Bunda yang kembali membuat Aghnia terkejut bahkan hingga mulut nya terbuka.

"Padahal Ayah sama Bunda udah ngelarang Adrian buat traktir makan makan, eh malah Adrian yang maksa. Ya udah jadi aman deh uang buat traktir kelulusan Neng"

Bibir Aghnia langsung mencembik menanggapi ucapan Bunda yang tengah tersenyum kecil seraya menepuk-nepuk pelan sling bag yang senada dengan gamis yang di kenakan Bunda.

Tin tin

Terdengar bunyi suara klakson mobil dari depan rumah Aghnia, menandakan kalau Adrian sudah tiba. Bersamaan itu pula Akmal dan Ayah nya keluar dari kamar mereka masing-masing.

"MasyaAllah, cantik banget anaknya Ayah"

Kembali Ayah memuji penampilan Aghnia yang memang menjadi sangat cantik, walaupun dengan make up flawless.

"Wih, tambah cepat cenut nih Si Rio. Ayah juga Bunda, siap siap ngunduh mantu dalam waktu dekat nih" Goda Akmal yang langsung mendapatkan delikan mata judes dari Ayah, Bunda dan juga Aghnia, yang justru di balas tawa oleh Akmal seraya berjalan keluar rumah menyambut kedatangan Adrian.

"Assalamu'alaikum" Sebuah salam dari orang yang diam-diam Aghnia masih rindukan itu terdengar menyapa telinga Ayah, Bunda dan juga Aghnia.

"Waalaikumsalam Ian" Ayah dan Bunda membalas salam Adrian dengan lantang, sementara Aghnia hanya membalas salam tersebut dengan pelan.

"Sehat Nak?" Ayah menatap Adrian saat Adrian mencium punggung tangan kanan Ayah dengan takzim yang langsung di balas oleh Adrian.

"Alhamdulillah, sehat Yah. Bun" Adrian langsung mencium punggung tangan kanan Bunda setelah menyapa Bunda dengan singkat.

"Udah lama banget lho Kamu nggak main ke mari?. Sibuk banget ya kerjanya?" Ayah bertanya kepada Adrian.

"Alhamdulillah, Yah" Adrian menjawab seraya mengangguk pelan lalu mengalihkan pandangan nya kearah Aghnia yang hanya terdiam bermain HP nya di belakang Bunda nya.

"Udah siap Neng?" Aghnia mengangkat kepala nya lalu menatap kearah Adrian yang menyapanya.

Deg

Senyuman miris Aghnia tampakkan kepada Adrian saat melihat pakaian yang Adrian kenakan, yang sangat Aghnia yakini kalau kemeja yang Adrian kenakan saat ini adalah kemeja kado pemberian dari Aghnia saat kelulusan Adrian tiga tahun yang lalu itu.

Kedua nya saling bertatapan untuk sesaat di tengah perbincangan Ayah Bunda juga Akmal yang seolah mengabaikan sepasang insan yang tengah saling menatap menahan rasa sakit di dalam hati mereka masing-masing.

"Yuk Bro, kita jalan. Si Rio sama Si Budi kata nya langsung ke TKP aja" Ucap Akmal yang memutus paksa pandangan sepasang insan.

Selama di perjalanan Aghnia hanya terdiam mendengarkan percakapan antara Ayah, Akmal dan juga Adrian dengan Bunda yang sesekali masuk dalam perbincangan.

"Alhamdulillah, selamat ya Ian. Amanah baru, tanggung jawab baru. Jaga benar-benar amanah yang kamu pegang sekarang" Nasehat Ayah kala mengetahui kalau Adrian saat ini sudah di angkat menjadi Manajer Supermarket tempat nya bekerja, walaupun pada akhir nya harus di pindahkan ke cabang yang lain. Yang untung nya masih berada di dalam satu kota, dan berada tidak jauh dari kediaman orang tua nya.

"Jadi nanti Lo tinggal sama ortu?" Tanya Akmal yang duduk di samping Adrian, karena Ayah ingin duduk bersama dengan Bunda dan juga Aghnia di kursi tengah.

"Nggak Mal. Alhamdulillah sejak setahun yang lalu udah mulai nyicil beli rumah" Jawab Adrian yang kembali mengundang decak kagum Ayah, Bunda juga Akmal.

"Wah keren. Tinggal nunggu calon pendamping doang dong?" Tanya Bunda yang membuat wajah Adrian merona.

"Wah roman roman nya udah ada calon nih. kenalin dong" Rengek Akmal yang menyadari perubahan wajah Adrian.

"Bantu doa nya Ayah, Bunda juga Kamu, Akmal, semoga di mudahkan dan di lancarkan" Ujar Adrian, lalu melirik sekilas kepada Aghnia melalui kaca spion tengah mobil, yang tampak tengah melihat kearah Adrian dengan tatapan tajam lalu membuang muka saat menyadari kalau Adrian tengah menatap nya dengan tatapan lembut.

Adrian hanya bisa menghela nafas pelan saat kembali mendapatkan penolakan dari Aghnia, walaupun dalam pandangan.

##################################

Jangan lupa bantu like, komen juga vote nya ya

See you next bab

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!