Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Dewa Naga Ananta

Sang Dewa Naga Ananta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Isekai / Cinta Beda Dunia / Barat
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Swastika

Berkisah tentang seorang dewa naga yang sangat sakti dan mampu mengubah wujud nya menjadi manusia tampan, Dewa naga yang di sembah umat manusia untuk menjadi pelindung dari segala mara bahaya.

Ananta adalah dewa yang bertugas melawan segala iblis yang menganggu umat manusia, dengan kekuatannya yang sangat besar, bahkan dengan nafas nya pun dewa naga Ananta mampu membakar dan melenyapkan iblis.

Suatu ketika Dewa naga Ananta berubah wujud menjadi manusia dan menyamar menjadi manusia untuk mengontrol kehidupan di bumi, dan di sana lah dewa Ananta bertemu seorang wanita cantik dan sederhana, yang membuat ia kagum ia adalah Virlania, seorang gadis biasa yang hidupnya jauh dari kata layak.

Namun pada saat dewa naga Ananta menyamar menjadi manusia, ia terkejut melihat sifat manusia yang banyak menyerupai iblis, sampai akhirnya dewa naga Ananta murka melihat tingkah manusia yang jahat dan seperti iblis, maka di hukum lah seluruh umat manusia, pada saat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Swastika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7: Setelah serangan iblis

Pendeta tua dan anggota-nya kembali mengarahkan seluruh umat manusia agar kembali ke rumah masing-masing setelah peperangan antara dewa naga Ananta dengan iblis ular bertanduk.

Seluruh warga pun bubar dari bangunan tinggi itu dan kembali ke rumah masing-masing, Keluarga Cesi masih panik karena ke tiga Puteri mereka pingsan.

"Virlania!! sedang apa kamu diam di sana? ayo bantu tante, kamu tidak lihat ini, Cesi dan adik-adiknya pingsan?" Teriak Tante-nya.

Virlania pun sadar dari lamunannya, sedari tadi ia masih mengingat lirikan mata besar dari dewa naga itu.

"I-iya tante." Virlania langsung berlari dan ikut membantu membopong Cesi dan ke dua adiknya menuju ke rumah mereka.

Sesampainya di rumah Virlania membantu Tante-nya untuk mengobati Cesi dan ke dua adiknya.

"Virlania, belikan Tante obat di warung sana cepat, jangan lama-lama." Ucap Tante-nya sembari menyodorkan uang dengan nominal lima puluh ribuan kepada Virlania.

Virlania pun mengambil uang itu dari tangan Tante-nya kemudian beranjak dan berjalan ke luar rumah-nya.

Di luar rumah-nya ia melihat warga masih berkerumun terutama di area bangkai iblis ular itu, Para Pendeta sedang berkerumun di sana dan memerintahkan beberapa warga untuk segera membakar bangkai ular besar yang terpisah dengan kepalanya itu.

"Rasanya seperti mimpi, aku melihat naga barusan.. ternyata naga bukanlah hanya ada di dongeng." Gumam Virlania.

Virlania kembali melanjutkan langkah-nya menuju warung, suasana masih belum kembali seutuhnya setelah iblis datang, masih banyak warga yang pingsan karena melihat kejadian peperangan antara dewa naga dan iblis. Namun syukur-nya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Virlania pun sampai di warung dan segera membelikan obat untuk Cesi dan ke-dua adik-nya lalu segera balik ke rumah.

Namun di dalam perjalanan menuju ke rumah, Virlania tidak sengaja mendengar obrolan antara para Pendeta tentang serangan iblis yang terjadi seribu tahun sekali, bersamaan dengan turun-nya para dewa ke bumi.

Virlania melangkah mendekati para Pendeta dan bertanya dengan polos kepada mereka.

"Apakah setelah ini iblis akan kembali menyerang wahai Pendeta?" Tanya Virlania.

Para Pendeta itu pun menoleh serentak ke arah Virlania, gadis bertubuh mungil itu membuat perhatian para Pendeta yang sedang berbincang seketika terpusat pada-nya.

"Kami tidak tau, namun mustahil jika iblis hanya datang sekali saja, dalam sejarah yang pernah ada di kitab, para iblis ribuan tahun yang lalu menyerang umat manusia di bumi kurang lebih selama puluhan tahun lama-nya." Jelas salah satu Pendeta.

"Apakah dewa naga akan datang lagi?" Tanya Virlania dengan polos.

"Tentu saja, dewa naga pasti akan selalu menolong umat manusia, terus lah berdoa." Jawab Pendeta tua.

"Terimakasih pendeta." Virlania tersenyum.

"Kuil dewa bumi jauh dari sini, apa kau pernah berdoa ke sana gadis kecil?" Tanya Pendeta tua itu.

"Iya, aku pernah berdoa ke sana hanya sekali." Jawab Virlania.

"Apa kau mau ikut berdo'a ke Kuil dewa bumi besok pagi?" Tanya Pendeta tua itu.

"Kau serius ingin mengajak aku pendeta?" Tanya Virlania.

"Tentu saja, ada banyak warga yang ikut prosesi berdoa bersama yang akan di selenggarakan besok di Kuil dewa bumi, jika kau ingin ikut datang lah ke kuil Pendeta besok pagi."Jelas Pendeta itu.

Virlania pun terlihat sumringah mendengar ajakan sang Pendeta untuk melakukan doa di kuil dewa bumi, bagaimana tidak senang, Virlania dari dulu sangat ingin berdo'a di kuil dewa bumi, namun tempat nya sangat jauh dari tempat dia sekarang, dan Virlania pun tidak mempunyai kendaraan dan biaya untuk sampai ke sana, jika tidak bersama keluarga Cesi, mungkin sampai sekarang dia tidak akan pernah ke kuil dewa bumi, meskipun sampai di sana Virlania hanya berdo'a di depan pintu gerbang kuil.

"Baik lah Pendeta.. terimakasih karena sudah mengajak ku ke kuil besok, aku akan datang besok pagi." Virlania tersenyum.

"Sama-sama, sekarang pulang lah, aman kan diri mu di rumah, di luar sangat berbahaya, kita tidak tau kapan iblis akan menyerang lagi, jangan berkeliaran dalam waktu yang lama di luar, jika kau tidak terlalu berkepentingan." Pesan sang Pendeta kepada Virlania.

Virlania pun kembali pulang ke rumah, sesampainya di rumah ia mendapati Cesi dan ke-dua adiknya sudah tersadar, Virlania langsung menyerah-kan obat yang di bawa nya ke Tante-nya.

"Cepat bawa ke sini!! lama sekali kamu ini hanya membeli obat saja!" Gerutu Tante-nya.

Virlania langsung kepikiran ajakan Pendeta tadi, tentang perjalanan besok menuju kuil dewa bumi, Virlania mencoba untuk meminta izin dengan Tante-nya.

"Tante.. " Panggil Virlania pelan.

Tante-nya menoleh, namun tidak menjawab, Virlania langsung menyampaikan maksud-nya.

"Besok ada kegiatan berdo'a massal ke kuil dewa bumi yang di selenggarakan olah para Pendeta, aku ingin ikut kesana tante." Jelas Virlania.

"Aku dan suami ku tidak sempat mengantar mu, jangan merepotkan kami, kami juga tidak sempat membelikan makanan persembahan untuk kamu bawa ke sana." Jawab Tante-nya.

"Tidak apa-apa tante, Tante dan Paman tidak perlu mengantar aku ke sana, aku akan menumpang di bus bersama warga lain-nya, dan untuk makanan persembahan, aku akan membeli-nya nanti sendiri." Ucap Virlania.

"Terserah saja, bereskan saja pekerjaan rumah besok sebelum kamu pergi." Jawab Tante-nya.

Virlania pun sangat senang karena akhirnya Tante-nya tidak menghalanginya lagi untuk berdo'a ke kuil kali ini, setelah ini Virlania akan pergi ke pasar untuk membeli makanan persembahan yang akan ia bawa besok ke kuil.

Virlania beranjak dan menuju ke gudang tempat tidurnya, hatinya sangat senang karena besok ia akan ke kuil.

...***...

Para dewa kembali bersemayam di dalam kuil setelah serangan iblis yang terjadi. Dewa naga Ananta bersila di depan kuil pemujaan-nya, dan mengumumkan hari persembahan kepada para dewa lain-nya.

"Wahai para dewa bumi anggota ku, hari ini kita mendapatkan banyak energi positif, yang nampaknya do'a dari para manusia." jelas dewa naga Ananta.

"Kau benar dewa naga Ananta, dan sepertinya para manusia sebentar lagi akan berkunjung ke kuil untuk melakukan do'a dan persembahan." Sahut dawa bumi Dreyn.

"Tentu, besok umat manusia akan melakukan do'a massal di kuil kita." Jelas dewa naga Ananta.

Di tempat yang berbeda, Virlania sedang membawa keranjang besar dan pergi menuju ke pasar untuk berbelanja, yang akan di bawa ke kuil besok pagi.

"Dengan uang tabungan ku selama satu bulan, rasanya cukup untuk membeli buah-buahan dan kue untuk di persembahkan di kuil besok pagi." Ucap Virlania.

1
Dewi Swastika
~~
Anonim
kayaknya dewa naga ananta maskulin bgt yaa
Eneng Sumiati
5
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!