Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Transmigrasi Jadi Istri Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Romansa
Popularitas:37k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Alexa tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel dark romance yang ditulis oleh saudara kandungnya sendiri. Saat membaca bab terakhir, ia menggerutu karena merasa alurnya terlalu kejam dan tokoh utama perempuan diperlakukan tanpa belas kasihan. Namun, ketika tanpa sengaja terjatuh dari tempat tidur, Alexa membuka mata di dunia yang sama persis dengan novel itu. Yang lebih mengejutkan, ia bukan menjadi tokoh sampingan—melainkan Alexa, karakter utama dengan nama yang sama dengannya. Kini ia adalah istri dari Raiden Damon Alteir, seorang mafia paling berkuasa yang namanya ditakuti di seluruh dunia bawah tanah. Di balik wajah tampannya, Raiden dikenal sebagai pria yang dingin, kejam, dan tak mengenal belas kasihan. Setiap kali amarahnya memuncak, kedua matanya berubah menjadi merah, seolah memperlihatkan sisi tergelap yang bahkan para pembunuh bayaran pun takut hadapi. Dalam alur novel, Alexa hanyalah pion yang terus dipermainkan dan dikendalikan oleh sang mafia psikopat. Ia tahu bagaimana kisah itu seharusnya berakhir—tragis. Karena itulah, Alexa bertekad mengubah takdirnya dan keluar dari cerita sebelum semuanya terlambat. Namun, semakin keras ia berusaha melarikan diri, semakin Raiden Damon Alteir menolak melepaskannya. Di dunia yang dipenuhi rahasia, perebutan kekuasaan, dan bahaya di setiap sudut, Alexa harus memilih: mengubah akhir cerita yang sudah ditulis, atau tenggelam dalam takdir kelam yang menantinya bersama sang raja mafia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Ditimpluk kue

Jasmine mengulum senyum licik di balik tundukan kepalanya yang sok sopan. Merasa mendapat kesempatan emas untuk menghancurkan Alexa di hadapan penguasa tertinggi dunia bawah, ia memberanikan diri melangkah setengah tindak ke depan.

"Tuan Raiden... maafkan ketidaksopanan kami," tutur Jasmine dengan suara yang dilembutkan—dibuat seolah-olah ia adalah sahabat yang sangat perhatian, padahal tiap kata yang keluar dari bibirnya adalah racun pekat. "Kami adalah sahabat dekat Alexa. Selama ini, Alexa selalu bercerita kepada kami dengan sangat antusias... bahwa dia adalah kekasih Anda. Bahkan dia mengaku akan segera menjadi calon istri Anda, Tuan."

Mendengar tuduhan bernada manis itu meluncur mulus dari mulut Jasmine, jantung Alexa rasanya melompat keluar. Matanya membelalak lebar. Secara refleks, Alexa mengulurkan tangannya, meremas pergelangan tangan Jasmine cukup kuat untuk menghentikannya.

"Jasmine, stop..." bisik Alexa setengah berdesis, matanya memberikan sinyal bahaya. "Jangan bicara omong kosong!"

Namun, bukannya berhenti, Jasmine justru makin sengaja melempar bumbu panas. Ia menepis pelan tangan Alexa sambil terkekeh halus, memegang dadanya seolah prihatin.

"Aduh, Alexa... kenapa malu-malu begitu?" lanjut Jasmine, suaranya sengaja agak dikeraskan agar menarik perhatian orang-orang terdekat di sekitar barikade VIP. "Kami hanya ingin memastikan, Tuan. Kasihan Alexa yang selalu merindukan Anda, tapi di sisi lain kami juga bingung... apakah benar pria sehebat Tuan Raiden menaruh hati pada sahabat kami ini? Kami takut Alexa hanya... berimajinasi terlalu jauh."

Clarissa yang berdiri di sebelah Jasmine tak mau kalah. Ia ikut menimpali dengan nada mengompori yang terbungkus kepura-puraan. "Iya, Tuan Raiden. Kasihan Alexa kalau ceritanya ke mana-mana tapi ternyata tidak benar. Kami hanya takut nama besar Tuan tercemar oleh pengakuan sepihak dari Alexa."

Tepat saat suasana di meja itu makin memanas dan mencekam, Hendrik tunangan Jasmine yang baru saja kembali dari dalam villa membawa dua gelas minuman melangkah terburu-buru menghampiri mereka. Wajah pria itu pucat pasi saat melihat tunangannya sedang berdiri di depan meja Raiden.

"Jasmine! Apa-apaan kalian ini?!" bisik Hendrik dengan nada panik luar biasa. Ia menyambar lengan tunangannya, berusaha menarik Jasmine mundur. "Jangan mengganggu waktu luang Tuan Raiden! Kalian gila, ya?!"

Hendrik tahu betul siapa Raiden Damon Alteir. Pria itu bukan tipe orang yang bisa diajak bercanda atau dijadikan bahan taruhan sosial. Salah sedikit saja, investasi dan bisnis keluarga Hendrik bisa hancur berkeping-keping dalam hitungan detik.

Namun, Clarissa tidak memedulikan ketakutan Hendrik. Dengan raut wajah puas, ia menyenggol lengan Alexa cukup keras.

"Ayo, Alexa! Kenapa diam saja?" desak Clarissa sinis. "Bicara dong di depan kekasihmu! Buktikan pada kami kalau semua ceritamu itu bukan bualan!"

Seluruh pandangan kini tertuju pada Alexa.

Raiden masih duduk menopang dagunya, menyesap whiskey dengan sangat tenang. Iris mata hitamnya yang kelam menatap Alexa tanpa kedip, menunggu jawaban apa yang akan keluar dari bibir wanita yang status aslinya adalah istrinya sendiri.

Atmosfer di tempat itu terasa membeku. Keringat dingin mulai menetes di tengkuk Alexa. Kalau ia mengiyakan, Raiden bisa saja mengeksekusinya malam ini juga karena dianggap memanfaatkan namanya di depan umum. Tapi kalau ia terlihat terlalu panik, Jasmine dan teman-temannya akan terus mencecar dan mempermalukannya.

Dengan sisa keberanian yang ada, Alexa memaksakan sebuah senyuman kaku di wajah cantiknya. Tawa canggung dan sedikit bergetar keluar dari tenggorokannya.

"Ha... hahaha... kalian ini ada-ada saja!" seru Alexa mencoba mencairkan suasana yang mencekam, meski tangannya di balik gaun terkepal erat menahan tremor.

Alexa menggelengkan kepalanya cepat, menatap Jasmine dan Clarissa dengan binar mata polos yang dipaksakan.

"Semua itu sama sekali tidak benar! Aku cuma bercanda saat ngomong begitu ke kalian!" lanjut Alexa berusaha bersikap sesantai mungkin, walau rasanya ia ingin menghilang dari muka bumi saat itu juga. "Aku kan cuma bilang... kalau Tuan Raiden itu idolaku! Siapa sih yang tidak mengagumi Tuan Raiden? Wajahnya kan sangat tampan dan auranya luar biasa. Jadi aku cuma mengaguminya sebagai idola, sama sekali tidak berani menganggap diriku kekasih beliau. Kalian salah paham!"

Mendengar jawaban tak terduga dari Alexa, raut wajah Jasmine seketika berubah keruh. Topeng ramahnya hampir merosot turun. Bibirnya mengerucut, menatap Alexa dengan raut marah dan kekecewaan yang sangat jelas karena umpan mautnya mentah begitu saja.

Clarissa pun melotot tajam ke arah Alexa, tak terima rencananya gagal total. "Alexa! Kamu kok malah bohong sih?! Jelas-jelas waktu itu kamu bilang—"

"Cukup, Clarissa," potong Alexa cepat dengan senyum manis yang dipaksakan, mengunci mulut wanita itu sebelum ia sempat memperkeruh suasana lagi.

"Bagaimana kalau kita pergi makan saja?" potong Alexa lembut dengan senyum yang dipaksakan. Ia berusaha mengalihkan pembicaraan agar lingkaran kebohongan ini tidak makin meluas dan memancing murka Raiden.

Namun, Jasmine menolak untuk melepas mangsanya begitu saja. Wajahnya yang tadinya dibuat-buat manis berubah menjadi cemberut penuh kekecewaan yang dipamerkan di depan umum.

"Kamu membohongiku, Alexa?" ucap Jasmine dengan nada drama yang menyudutkan. "Aku kecewa sekali padamu. Selama ini aku sungguh-sungguh percaya dan mengira kalau kamu beneran kekasih Tuan Raiden... Ternyata semua cuma halusinasi dan omong kosongmu!"

Kalimat Jasmine bagaikan memicu api di dalam jerami dry. Dalam hitungan detik, beberapa wanita sosialita yang berkerumun di sekitar meja VIP mulai saling berbisik tajam, melayangkan hujatan pedas yang sengaja dikeras-keraskan.

"Cewek pembohong! Dasar gila kehormatan!"

"Murahan banget, berani-beraninya membawa nama Tuan Raiden cuma buat panjat sosial!"

"Nggak punya malu!"

Alexa tersentak. Dadanya terasa sesak dihantam kata-kata kasar itu. Ia berusaha memasang raut wajah biasa saja dan mengepalkan jemarinya di balik gaun, mencoba mengabaikan tatapan jijik dari para wanita kelas atas tersebut.

Namun, di antara kerumunan sosialita itu, ada seorang wanita yang merupakan penggemar berat dan obsesif terhadap sosok Raiden. Wajahnya merah padam menahan amarah karena menganggap Alexa telah menodai nama idola pujaannya. Tanpa peringatan, wanita itu menyambar sebuah piring kecil berisi cupcake krim tebal dari meja saji terdekat, lalu melemparnya tepat ke arah wajah Alexa!

PLAK!

Krim putih dan pecahan adonan kue mendarat telak di pipi serta gaun hitam elegan milik Alexa.

Suasana pesta mendadak hening seketika. Alexa terkaget luar biasa. Wajah cantiknya kini ternoda oleh krim manis yang lengket. Matanya membelalak, napasnya memburu menahan rasa malu dan emosi yang membakar ubun-ubunnya.

Darah Alexa mendidih. Secara refleks, tangannya terulur ke meja, menyambar satu piring kue yang lebih besar. Ia sudah mengangkat piring itu tinggi-tinggi, berniat melempar balik kue tersebut tepat ke muka wanita gila yang melukainya!

Namun, tepat saat tangannya hendak mengayun, bayangan paras dingin Raiden melintas cepat di kepalanya. Alexa teringat adegan mencekik yang dialaminya tadi siang—dan ingatan tentang takdir kematian tragisnya di draf novel.

'Kalau aku bikin keributan di sini... kalau aku bikin Raiden makin benci dan menganggapku memalukan... dia pasti bakal mencekikku lebih parah malam ini! Bahkan bisa-bisa aku dibunuh sekarang juga!' batin Alexa gemetar ketakutan.

Nyali Alexa ciut seketika. Piring kue yang sudah diangkatnya perlahan ia letakkan kembali ke atas meja dengan tangan yang gemetaran.

Sambil mengusap kasar krim di pipinya dengan ujung gaun, Alexa berbalik arah tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia berjalan cepat meninggalkan kerumunan, mengabaikan suara gelak tawa ejekan yang pecah di belakangnya. Alexa berlari kecil menuju ke luar area villa, masuk ke dalam mobil Maybach yang menunggunya, dan setengah berteriak pada sang sopir, "Jalan! Pak, tolong jalan sekarang juga! Pulang!"

Di sudut pesta, Jasmine menyunggingkan senyum kemenangan yang sangat puas melihat Alexa pergi melarikan diri dalam keadaan terhina.

Namun, kepuasan Jasmine tidak bertahan lama.

Sebuah aura dingin yang mematikan mendadak menyelimuti seluruh area VIP. Raiden perlahan meletakkan gelas whiskey-nya ke atas meja. Dentingan gelas kristal yang bersentuhan dengan meja kaca menghentikan seluruh suara tawa di area itu.

Raiden berdiri dari kursinya. Postur tubuhnya yang tinggi tegar menutupi pendar cahaya lampu, melemparkan bayangan kelam yang mengurung Hendrik dan Jasmine.

"Hendrik," panggil Raiden. Suaranya terdengar sangat khas—rendah, berat, dan begitu dingin hingga sanggup menghentikan detak jantung siapa pun yang mendengarnya.

Hendrik seketika gemetar hebat, langsung menundukkan kepalanya sampai menyentuh dada. "I-iya, Tuan Raiden..."

Raiden melangkah satu tindak mendekati Hendrik, menatap pria itu dari sudut matanya yang kelam tanpa emosi.

"Jika kau tidak bisa mengajari tunanganmu cara bersikap dan memiliki sopan santun..." desis Raiden pelan, menekankan setiap kata dengan tekanan ancaman yang maha dahsyat, "...maka malam ini juga, pastikan kau dan seluruh keluargamu menikmati malam terakhir kalian. Karena besok pagi, kalian tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi."

1
mimief
you wanna play??
ok...let's play 🤣🤣
mimief
wkwkwkwkwkwk
Alexa swaaaag🤣🤣🤣🫣
merry
ternyata sm licik sm rey ampun dehh kluarga jmu rey tar Alexa knp knp nyahok kmu rey syukur gk pulng kedunia y yg asli tu alexa
merry
sepupu y rey x tu cwo
merry
mulai ingat masa lalu kmu lex
Septi Wijaya
semoga Raiden jg memiliki rasa yg sama denganmu 🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
mimief
wah...🥹🥹🥹
mimief
selamat tidur Alexa, mudah mudahan pas bangun balik lagi ke dunia nya😍🥹
merry
akhirnya ingt juga kmu lex 🤣🤣🤣🤣untung gk jdi lompat🤣🤣🤣🤣 si Rey bisa ajj nakutin kmu lex
Diah Al Khalifi
Alexa malu sendiri JD nya🤣🤣🤣🤭
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
double up
merry
jlsin Rey kll klo kmu yg tdr in kec bukn tiga cwo sewaan jasmine itu biar gk lompat klo kmu diam ajj ap lex bukn dr dunia in mngkin dgn bgni dia bisa balik ke dunia asli ya
Shela Pereira
lanjuut
mimief
lagi Thor...
takut Raiden nya kelamaan ngejelasinnya nya
Alexa main lompat aja🥹
Pa Muhsid
udah kejam oon lagi anak perawan orang yang sudah gak perawan lagi sama kamu kok ditinggal trauma dan ketakutan lagi kalau udah ilang baru tau rasa, Mampoos
mimief
lagian Raiden kemana si yaa
anak orang udah diperawanin trus ilang
jangan salahin kalau ntar Alexa nya menghilang juga😔
Shela Pereira
lanjut.
Pa Muhsid
dari kejam otw bucin setengah hidup
ketagihan kan kan 🙊🙄🙄
Diah Al Khalifi
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!