Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Rahasia Di Balik Mata Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 5 Aisyah Malu

"Mama mengatakan apa?" Amira terpekik kaget saat membantu ibunya di dapur yang baru saja mendengar pernyataan yang mengejutkan.

"Teriakan kamu membuat gendang telinga Mama hampir pecah," sahut Lidya dengan geleng-geleng kepala menutup telinganya.

"Mama katakan kepada Amira? perjelas pernyataan yang telah Mama sampaikan, benar kak Kaivan menerima perjodohan itu?" tanyanya memastikan sekali lagi.

"Iyaaaaaa," jawab Lidya dengan suara mengayun.

"Mama ini bener-bener serius?" Amira sampai memegang gemes lengan Lidya yang memastikan sekali lagi pada ibunya.

"Mama tidak mungkin berbohong kepada kamu. Kaivan menyampaikan sendiri kepada papa kamu bahwa dia akan menikah dengan Aisyah, dia setuju menerima perjodohan itu dan akan melamar Aisyah," jawab Lidya dengan tegas.

"Akhirnya Kakak sadar juga dengan apa yang Amira katakan, dia memang harus meruntuhkan gengsinya, jika suka pada Aisyah maka harus bertindak, untung saja Kakak gercep dan jika tidak Aisyah mungkin sudah menikah dengan pria lain," ucap Amira.

"Kamu senang banget ya sahabat kamu menikah dengan Kakak kamu?" tanya Lidya.

"Memang Mama tidak senang memiliki menantu seperti Aisyah, Mama sangat mengenal bagaimana Aisyah, dia sudah berteman sejak kecil dengan Amira, anaknya sangat baik, semua kehidupan Aisyah tidak ada yang tidak Amira ketahui dan begitu juga sebaliknya," ucap Amira.

"Mama senang memiliki menantu seperti Aisyah, tetapi Mama tidak yakin jika kakak kamu akan memperlakukannya dengan baik," sahut Lidya.

"Kenapa berbicara seperti itu? Apa karena Kakak memiliki aura dingin, cuek dan gengsi yang tinggi, jadi tidak akan ada terlihat keromantisan dalam pernikahan mereka nanti? pernikahan mereka akan datar?" tebak Amira.

"Entahlah, Kakak kamu sampai saat ini tidak pernah bergairah, tidak bersemangat untuk menjalin hubungan dengan siapapun, mungkin saja dia belum bisa melupakan almarhum kekasihnya, Mama justru khawatir jika ini berpengaruh pada pernikahan mereka nanti, jadi kasihan Aisyah," jawab Lidya.

"Mama sebenarnya seperti apa almarhum kekasih Kakak? kenapa sih sulit sekali move on dari wanita itu, Amira bahkan sekalipun tidak pernah bertemu dengannya, tidak pernah melihat wajahnya, apa mungkin di kamar Kakak masih tersimpan foto-fotonya, tetapi sudah pasti Amira tidak akan diizinkan masuk," ucap Amira.

"Mama juga hanya sekali bertemu dengan wanita itu, waktu itu Mama menemani Papa kamu ada pertemuan di Singapura, Mama mampir ke apartemen Kakak kamu dan kebetulan wanita itu ada di sana, jadi hanya pertemuan biasa saja, tapi yang Mama tahu kedua orang tuanya sebenarnya ada di Jakarta, Mama juga waktu itu tidak terlalu mengetahui siapa wanita itu, siapa orang tuanya, Kakak kamu jika tidak pernah memperkenalkan secara lengkap," jelas Lidya.

"Semoga saja setelah menikah dengan Aisyah. Kakak bisa move on dari wanita itu dan jatuh cinta pada Aisyah, Amira sebenarnya yakin bahwa sekarang Kakak sudah jatuh cinta pada Aisyah. Mama memang tidak pernah melihat bahwa Kakak selalu saja memperhatikan Aisyah, menatapnya sangat berbeda," ucap Amira.

"Mama juga berpikir seperti itu, semoga saja ada kabar baik untuk hubungan mereka. Kita doakan saja semuanya berjalan dengan lancar," ucap Lidya membuat Amira menganggukkan kepala.

Kabar sahabatnya akan menikah dengan Kaivan adalah kabar yang paling membuat Amira bahagia, dia sangat senang jika memiliki ipar seperti Aisyah dan artinya persahabatan mereka akan semakin dekat.

*******

Aisyah saat ini berada di kediaman Amira, keduanya berada di pinggir kolam renang dengan kaki mereka berdua masuk ke dalam air bahkan sampai membuat rok keduanya basah.

"Tidak menyangka sahabatku yang cantik ini akan menjadi iparku, hey iparku kamu harus memperlakukan adik iparmu ini dengan baik," ucap Amira sangat suka menggoda sahabatnya.

"Berlebihan," sahut Aisyah dengan wajah juteknya.

"Aisyah kenapa kamu tidak tertarik untuk membahas calon suamimu kepadaku, ayo tanyakan sesuatu yang membuat kamu ragu, aku akan menjawab secara jujur," ucap Amira melihat kegalauan dari ekspresi wajah sahabatnya itu.

"Aku takut dengan pernikahan ini, aku takut menghadapi rumah tangga," jawab Aisyah tampak lesu.

"Kamu takut jika suatu saat nanti kak Kaivan akan meninggalkan kamu? Dia mungkin saja akan menikah dengan wanita lain secara diam-diam, kamu takut beliau akan berpoligami?" tanya Amira yang mengetahui bagaimana traumanya sahabatnya akan rumah tangga yang dihadapi kedua orang tuanya.

Aisyah tidak mengelak, menganggukkan kepala, cara jujur memang ada kekhawatiran dalam dirinya.

"Kakakku tidak mungkin seperti itu Aisyah, dia memiliki adik perempuan, dia sangat menyayangi keluarganya dan dia tahu apapun yang dia lakukan dan semua balasan itu pasti akan diberikan kepada keluarganya," ucap Amira.

Aisyah tidak menjawab, tetap terlihat keraguan dari wajahnya.

"Aisyah kamu sudah mengenal sejak dulu keluargaku, kamu juga sudah mengenal kak Kaivan. Kamu masih ingat tidak, waktu itu kita masih TK, kita pulang sekolah dengan pakaian yang kotor karena bermain di dalam got,"

"Kakak yang pada saat itu pulang latihan basket, melihat kita berdua dan marah-marah kepada kita, kita berdua menangis karena takut dimarahi orang tua, pada akhir Kakak membantu kita untuk membersihkan diri, kita berdua dimandikan," ucap Amira.

"Issss, Amira apaan sih tiba-tiba mengingatkan hal itu..." sahut Aisyah jadi geli sendiri dan sebenarnya dia juga ingat, tapi betapa malunya jika sekarang hal sebodoh itu harus diingat-ingat.

"Tapi itu kenyataan, lagian kita juga waktu itu masih berusia 4 atau 5 tahun, jadi masih tidak apa-apa jika dimandikan orang dewasa," ucap Amira.

"Ya, kamu kamu tidak masalah mengingat-ingat hal itu. Itu adalah kakak kandung kamu sedarah dengan kamu dan aku bagaimana," sahut Aisyah.

"Ya, Kan, sebentar lagi itu menjadi suami kamu, lagi pula aku sering baca-baca pada buku-buku pernikahan, katanya suami istri itu kalau mandi bersama itu hukumnya Sunnah, kalian kan sudah pernah mandi bersama-sama," goda Amira.

"Amira..." Aisyah menekan suaranya, wajahnya memerah akibat Amira mengingatkan masa kecil yang sedikit memalukan.

"Hemmm!" di tengah kedua sahabat itu berbicara, tiba-tiba saja terdengar suara deh Eman membuat Amira dan Aisyah mengangkat kepala. Mata Aisyah melotot ketika melihat Kaivan berdiri tegak di sana.

Aisyah kesulitan menelan ludah, wajahnya semakin memerah, mungkin saja Kaivan mendengarkan cerita random mereka berdua yang tidak perlu ditiru.

Aisyah sampai menunduk, sudah pasti malu, Amira emang selalu membuat dirinya tidak memiliki harga diri di depan Kaivan.

"Kak...." sahut Amira dengan senyumnya yang lebar tanpa merasa berdosa sama sekali.

"Kakak bisa berbicara dengan Aisyah sebentar?" tanya Kaivan dengan suara terdengar datar.

"Bisa dong, jangankan berbicara sebentar, mau mengulang masa kecil juga bisa," goda Amira dengan mengedipkan sebelah matanya pada Aisyah membuat Aisyah melotot dengan merapatkan giginya benar-benar ingin mendorong sahabatnya itu masuk ke dalam kolam.

"Hmmmm, ya sudah kalau begitu untuk pasangan calon pengantin silakan berbicara sebanyak yang kalian mau, saya sebagai pemeran pendukung, akan pergi," Amira tertawa jangan nyasar dan kemudian berdiri dari tempat duduknya langsung pergi.

Aisyah masih saja kesal melihat kepergian sahabatnya dan apalagi Amira begitu santainya melambaikan tangannya seolah-olah mengejek Aisyah.

"Apa-apaan Amira sungguh ini sangat memalukan sekali, Isss Amira kamu itu benar-benar keterlaluan," batin Aisyah dengan wajahnya memerah yang benar-benar tidak punya harga diri di depan Kaivan.

Bersambung....

1
Herman Lim
jgn nanti kebuka aja menikah karna ada mata mantan di tubuh Aisyah lihat apa yg akan Aisyah buat ke mata nya nanti ga sabar tgg part ne
Herman Lim
jgn menyesel aja nanti kaivan klo Aisyah tau niat kamu waktu nikah sama dia bukan utk Aisyah tapi mata mantan mu di tubuh Aisyah
puji hastuti
Kaivan bertanya " Jadi kamu tugasnya dii bali ?"
suaminya loh ....pengantin baru looh
Fauziah Rahma
kenapa bisa ayah aisyah menikah dengan Kamila?
Herman Lim
kaivan kamu pasti melihat mantan mu mk bisa gitu lembut sama aisyah
Herman Lim
kasian Aisyah yg di bohongi semua org tua dan suami nya 🤪😔
Herman Lim
gila ternyata Aisyah yg jadi korban dari semua ego kalian,tdk ada Aisyah kyk kian bangga kan tapi wanita yg dh mati hanya kerna mata nya yg Masi ada di tubuh Aisyah kalian paksa Aisyah nikah dgn kekasih ny dl 😔
Herman Lim
apa jangan² dl yg bertabrakan dgn aishay anak dari bini ayah nya yg mati Dan mata nya di donor ke aishay dan kaivan dl berpacaran dgn anak lain ayah nya 😔😔 rumit guys 🤣🤣
Oma Gavin
orang tua cerminan buat anaknya bila ayahnya saja poligami merasa paling bener jgn salahkan aisyah bila jadi pemberontak
Gian Hazza
lanjut thor👍
Rian Moontero
mampiiirr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!