Indonesia
NovelToon NovelToon
Bahagia Diujung Senja

Bahagia Diujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Nikahkontrak / Mafia / CEO / Nikah Kontrak / Persahabatan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:29.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ainirahman

Apa yang kau tunggu diujung senja? kebahagiaan? ataukah kehampaan? ah benar, senja yang kau janjikan tak lagi sama bukan? ada luka, airmata, kekecewaan dan juga rindu yang tak ingin di obati.
Kau memilih pergi dengan membawa segalanya namun, siapa sangka? bahwa sosok itu hadir, meskipun dengan senja yang sama tapi dengan warna yang berbeda.
Kali ini senjaku bukan lagi jingga yang memerah layaknya darah melainkan jingganya yang anggun.

"Genggam tanganku dan mari bersama melukis bahagia diujung senja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainirahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengenalmu 1

"Mengenalmu membuatku semakin penasaran siapa kau sebenarnya?"

    ~Syeza Anastasya

~Kantin British School

Dikantin sekolah, Syeza sedang duduk sendirian menunggu Viera dan Geisha yang belum keluar dari kelas, tiba-tiba seseorang menyimpan beberapa lembar uang ratusan diatas meja tepat didepannya membuat gadis itu mendongak.

"Apa maksudnya?" Tanyanya dengan heran.

"Ganti rugi karena kemaren menabrakmu"

"Dasar pria sombong!! kau fikir aku butuh dengan uangmu?!"

"Tidak perlu banyak bicara! aku hanya tidak mau berutang budi"

"Yakh! aku tidak butuh uangmu!! jika kau merasa berutang budi, kau hanya perlu meminta maaf bukan uang sebagai ganti rugi!! kau fikir uang bisa menyelesaikan segalanya?!"

Hening, pria itu tak menggubrisnya.

"Akh kenapa tiba-tiba aku merasakan hawa yang berbeda?" Batin Syeza.

Ia lalu melirik ke arah Pria itu, seketika Syeza menelan ludah.

"Kenapa dia melihatku seperti ini? menakutkan sekali! tapi tunggu, kenapa wajahnya terlihat seperti...,?" Batin Syeza menatap Alghifari tampak aneh menurutnya.

Alghifari lalu melangkah pergi begitu saja membuat Syeza mengkerutkan alis.

"Ada apa dengannya? apa terjadi sesuatu padanya? kenapa dia terlihat seperti menahan sesuatu? seperti rasa sakit? akh apa dia baik-baik saja?" Tanpa sadar Syeza melangkah mengikutinya.

"Rooftop? Kenapa dia suka sekali ke rooftop?" Ia terus melangkah mengikutinya.

"Aakhh!! buuukkk!!"

Sontak Syeza menghentikan langkahnya saat mendengar suara teriakan yang beriringan dengan suara pukulan.

"Ada apa dengannya?" Syeza terlihat kaget saat melihat Alghifari meninju tembok berulang kali dan bahkan darahnya sudah mengalir dari tangannya.

"Buukkk! buukkk! baakkk! buukkk! baakkkk! buukkk!"

Gadis itu masih berdiri mematung menyaksikan aksi Alghifari.

"Tahan Al! jangan sampai kau membuat masalah di sini!" Batin Alghifari, ia lalu menempelkan keningnya ditembok dan menarik nafas panjang lalu tiba-tiba......,

"Buukkk! baakkk! buukkk!" Alghifari kembali meninju tembok.

"Aiss!! apa yang dia lakukan?! apa dia tidak sadar sedang menyakiti tangannya?!" Syeza lalu berlari menghampirinya.

"Yakh! apa yang kau lakukan?! hentikan!!" Ia menarik tangan Alghifari menjauh dari tembok tak peduli dengan darah yang mengalir ditangan pria itu.

"Kau menyakiti tanganmu!!"

Alghifari menghentakkan tangannya dari pegangan Syeza hingga membuat gadis itu sedikit mundur beberapa langkah ke belakang.

"Pergi!!" Alghifari berteriak marah.

Syeza menarik nafas lalu mencoba mendekatinya.

"Aku bilang pergi!!" Suara Alghifari semakin meninggi namun, Syeza tetap melangkah mendekatinya.

"Apa kau tidak mendengarkan apa kataku?!" Alghifari memicing kearahnya.

"Kau sedang menahan sakit! tidak bisakah kau tidak marah-marah?!" Ujar Syeza dengan emosi sembari mengehentikan langkahnya.

Alghifari melangkah mendekati Syeza dan menggenggam pergelangan tangannya dengan kuat.

"Aiss menyebalkan! ada darah! tahan Syeza! jangan pingsan disini!" Batin Syeza.

"Itu bukan urusanmu! pergi!!"

"Aku tidak akan pergi jika tidak bersamamu!!" Entah darimana keberaniannya, spontan kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Syeza.

"Hah!! kau gadis yang keras kepala rupanya!!"

Syeza menelan ludahnya dan berusaha menenangkan dirinya.

"Akh wajahnya terlihat mengerikan sekali! bukan wajah tampan yang sering terlihat! ada apa dengannya? kenapa dia terlihat mengerikan begini?" Batinnya.

Entah darimana, tiba-tiba Alghifari sudah menodongkan pisau lipatnya dileher jenjang milik Syeza, jarak mereka sangat dekat sehingga ia bahkan merasakan deru nafas Al yang memburu dan bau darah yang menyengat membuat kepalanya terasa pusing.

"Pergi atau aku akan benar-benar menyakitimu?!"

"Aku sudah bilang bukan? aku tidak akan pergi jika tidak bersama denganmu!" Syeza bahkan menatap pria yang penuh darah didepannya dengan ramah.

"Kau benar-benar menguji kesabaranku!!" Ujar Alghifari dengan emosi yang tertahan.

"Akh apa yang kau lakukan Syeza?! kenapa kau masih berdiri disini?! apa kau tidak bisa melihat wajahnya yang mengerikan itu?! dia tidak main-main dengan ucapannya! dia bisa menyakitimu!" Syeza membatin.

Syeza lalu menarik nafas dan menghembusnya pelan, mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak tak beraturan. Ia benar-benar takut tapi entah kenapa ia tidak ingin meninggalkan pria didepannya dalam keadaan seperti ini, rasanya ingin sekali membantunya keluar dari keadaan ini meskipun ia sendiri tidak tahu keadaan seperti apa? ia sendiri bahkan tidak mengerti dengan dirinya sendiri yang tiba-tiba seperti ini!.

"Kau benar-benar membuatku ingin melakukannya!"

"Akh perihh!! Dia benar-benar menggores leherku? Dasar pria menyebalkan! Pria tidak punya hati nurani!" Batin Syeza saat merasakan lehernya perih.

Syeza lalu memejamkan matanya sejenak merasakan perih disekitar lehernya lalu kembali membuka mata, meraba lehernya perlahan, ia bisa merasakan tangannya basah dan juga bau darah yang tercium, ia lalu melirik kearah tangannya yang dipenuhi oleh darah.

"Akh kepalaku!" Syeza mulai merasakan pusing, pandangannya mulai rabun dan keadaan disekitarnya mulai gelap, lalu tiba-tiba ia pun jatuh tak sadarkan diri dan Alghifari dengan sigap menahan tubuhnya.

"Ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba pingsan? dia pingsan setelah melihat darah? his dasar lemah!!" Batin Alghifari.

"Hei bangun!" Alghifari menepuk-nepuk pipi Syeza mencoba membangunkannya.

"Bangun! iangan pura-pura tidur seperti ini! bangun!!" Alghifari kembali menepuk-nepuk pipinya namun tak ada respon dari gadis itu, sepertinya gadis itu beneran pingsan.

"Aiss merepotkan sekali!!" Alghifari lalu menggendong tubuh Syeza.

Ia menggendong gadis itu seperti membawa karung.

                  ~"~"~"~"~"~"~

Perlahan ia membuka mata, pertama kali yang ia lihat adalah ruangan bercat putih khas dengan bau obat-obatan.

"Kak Syeza, kau sudah sadar? bagaimana? sudah membaik? apa masih ada yang sakit? leher kakak baik-baik saja? kenapa tiba-tiba kakak bisa seperti ini?!" Geisha memburunya dengan pertanyaan-pertanyaan.

Syeza lalu mencoba untuk bangun.

"Pelan-pelan kak" Geisha membantunya bangun.

"Kenapa aku bisa ada disini? bukannya tadi aku di rooftop? dan kau? kenapa ada disini juga Sha?"

"Akh kakak! kku tidak tahu kenapa kakak bisa ada disini tapi, yang jelas ada orang yang mengirim pesan kepadaku, dia mengatakan kalau kakak ada di uks"

"Seseorang mengirim pesan kepadamu?"

"Iyh kak"

"Kau mengenalnya?"

"Aku tidak mengenalnya kak, nomor itu baru dikontak ponselku"

"Tunggu, apa itu Aghifari? tapi darimana dia mengetahui nomor ponselnya Geisha? mungkinkah dia mengambil nomor Geisha dari ponselku? Tapi aku tidak membawa ponselku saat mengikutinya bukan?" Batin Syeza, ia terlihat bingung.

"Kak, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?"

"Sha kau masih ingat murid baru yang sombong itu? yang menggemparkan seluruh murid perempuan di sekolah ini?"

"Maksudmu, si imut kutub utara kak?"

"Si imut kutub utara?" Syeza terlihat mengkerutkan alis.

"Iyh kak! Aargh kak Alghifari kan dingin seperti kutub utara tapi, menurutku dia sangat imut dengan sikap dinginnya itu! benar-benar menggemaskan!"

Syeza menepuk jidatnya.

Ada-ada saja Geisha menamai orang dengan panggilan seperti itu.

"Ada apa kak? ada apa dengannya? apa ada sesuatu?"

Syeza menarik nafas lalu menceritakan kejadian di rooftop.

"Apa?! jadi ini ulah kak Alghifari?! dia yang menyebabkan lehermu terluka?!"

Syeza hanya mengangguk.

"Tapi kak, kakak yakin ada yang berbeda dengan kak Alghifari?"

"Entahlah Sha, aku belum bisa menyimpulkannya tapi Sha, entah kenapa rasanya aku ingin sekali membantunya! aku juga merasa aneh dengan diriku sendiri kenapa aku sepeduli itu dengan orang asing? argh hal membuatku penasaran tentangnya"

"Tapi kak, mendengar cerita kakak aku rasa kak Al memang sedikit berbahaya!"

"Iyh aku juga menyadari hal itu Sha, tapi aku benar-benar melihat ada yang berbeda dimatanya, dia sepertinya menanggung banyak hal dan sepertinya dia tidak terlalu menyukai wanita"

"Tidak menyukai wanita?! maksud kakak dia gay?!"

"Akh bukan itu maksudku Sha, dia masih pria normal! hanya saja, aku bisa melihat dari matanya yang menyimpan kebencian terhadap wanita" Syeza lalu menoleh kearah Geisha.

"Sha, apa kau menyadari satu hal? sudah berapa minggu Alghifari berada di sekolah ini tapi, aku selalu melihat dia sendirian, tidak pernah bergaul dengan siapa pun, dia seperti pria kesepian dan tidak memiliki teman dan dia selalu menyendiri di rooftop Sha! aku rasa sepertinya Alghifari yang mengirim pesan kepadamu"

"Eh? kak Al yang mengirim pesan kepadaku? tapi darimana dia mengetahui nomor ponselku kak?"

"Iyh, menurutmu ini aneh bukan? akh aku benar-benar harus mencari tahu siapa dia sebenarnya!"

Geisha lalu menggenggam tangan sahabatnya.

"Kakak tidak perlu khawatir, aku akan membantu untuk mencari tahu"

Gadis itu tersenyum.

"Sha rahasiakan hal ini, aku tidak ingin yang lain tahu! ini akan menjadi rahasia diantara kita berdua"

"Merahasiakan semuanya dari mereka?"

"Iyh Sha, aku yakin mereka pasti tidak akan menyetujui keputusanku! apalagi Fairuz, aku rasa hubugan Fairuz dengan Alghifari sepertinya tidak terlalu baik"

"Dan Sha....," Syeza lalu balas menggenggam tangan sahabatnya dengan erat.

"Sepertinya kau jangan terlalu terlibat dalam hal ini, biar aku saja yang mencari tahu"

"Tapi kak, ak Al terlalu berbahaya! biarkan aku membantumu kak!"

"Karena itu Sha, karena Alghifari terlalu berbahaya jadi jangan terlalu banyak yang terlibat biar dia tidak merasa curiga! aku tidak ingin kau kenapa-napa, sesekali aku pasti akan meminta bantuanmu tapi, aku tidak ingin kau terlibat terlalu jauh"

"Eemm baiklah kak, aku akan merahasiakan hal ini, tidak akan memberitahu mereka dan tidak akan terlalu terlibat dalam hal ini tapi, kakak janji jika terjadi sesuatu hubungi aku"

"Iyh aku janji"

"Baiklah! kau harus berhati-hati ya kak"

"Iyh aku mengerti"

"Ya sudah ayo kak, semuanya pasti sudah menunggu kita di bascamp"

"Bascamp? Sha, memangnya sudah waktunya pulang?"

"Sudah kak! sudah satu jam yang lalu! argh aku tidak menyangka kakak pingsan selama ini!"

"Eheheh, aku tidak menyadarinya"

"Akh kau terlalu menikmati mimpimu di alam bawah sadar kak atau jangan-jangan kakak sengaja agar tidak masuk kelas?"

"Yakh! aku bukan tipe yang seperti itu!"

"Ehehe tapi beruntungnya kakak tidak sekelas dengan mereka sehingga mereka tidak menyadari kalau ternyata kakak tidak ada dalam kelas"

"Ehehe itu satu keberuntungan untukku!"

"Yayaya kau memang beruntung kak!"

Geisha lalu membantu sahabatnya turun dari ranjang.

"Tunggu sha" Ia menahan tangan Geisha.

"Iyh kak?"

"Apa mereka tahu kau datang menemuiku?!"

"Tidak kak, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku ada urusan sebentar"

"Akh baiklah terima kasih"

"Tapi tadi kak Rayhan sempat menanyakanmu didepan yang lain"

"Apa? lalu?"

"Aku mengatakan kepadanya bahwa kakak akan pulang terlambat karena ada tugas, jadi mereka memintaku untuk menemuimu sebelum pulang ke bascamp"

"Aargh syukurlah! eh sejak kapan kau jadi cerdas seperti ini Sha?"

"Dari lahir kak!"

Geisha memutar bola mata malas.

Syeza hanya tertawa kecil menanggapinya.

                    

~"~"~"~"~"~

1
NewJerseyJack
Next thor💕
Berkilau
Sudah kuduga, cerita ini emang asik!
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
wah kelamaan up nya. mendingan enggak usah up aja Thor daripada kami kelmaaan nunggu. jadi lupa alur cerita nyaa. jadi kesel
Cyberworrior
Thor chakep, kalau saya bilang lanjuut, lanjuuuut~ hahah
HotBabe
plis thorr up yang banyak🥺
vanilla attack
aku nangis nih kalau lama lanjutannya
Prasetya Wibowo
jangan lama-lama up nya thor 😭
Nuraini Abd Rahman: Ehehe wkwk terima kasih sudah sabar menunggu😄
total 1 replies
Prasetya Wibowo
jangan PHP-in aku thor, cukup cerita aku aja sama dia yg gk tau endingnya, cerita ini mah jangan thor!
oliveandjune
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
Nuraini Abd Rahman: jangan bosan-bosan nunggu yaa🙂🖤
total 1 replies
Putra Sang Fajar
keren keren😉
Rahmat Emas
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
HotBabe
Aaaa! Author kece! Crazy up thor!
vanillaatack
Duhhh kemana aja aku nih! Seseru ini ceritanya‾
moonjuice
ceritanyah bagus aku suka lanjutkan karya mu thorr総
adalahdarling
Ceritanya menarik jujur! Tapi aku keseeeeel.. soalnya berhentinya nanggung banget haaaa:(((( ditunggu next upnya ya thor
flowerbean
sumpah sihh ini novelnya bagus banget ...総晶亊笶、 tapi yg buat saya sedih author kga mw up gila gilaa. 亊亊
JellyCuddles
Like and comment dulu, ntar lanjut bacanya. Semangat nulis!
girl gang goodies
Lihat aku disini, pembaca yang selalu setia menanti‾‾
and.ochre
Author lagi semangat ngapain nih? Kalau aku sih lagi semangat baca karya2 author dan nunggu kelanjutannya
LilCutie
lanjut author sayang 、」
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!