Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Rombongan mobil yang membawa Keanu dan Bunga akhirnya menepi di halaman Mansion Alexander. Keanu dengan sigap kembali menggendong Bunga secara bridal style masuk ke dalam rumah.

Melihat kedatangan mereka dengan kondisi Bunga yang kakinya terbungkus perban, Tuan Alexander yang sedang duduk di ruang tengah langsung terperanjat bangkit. Wajah pria paruh baya itu dipenuhi kecemasan mendalam saat mendekati putra dan menantunya.

"Keanu! Bunga! Apa yang terjadi?! Kenapa menantuku bisa sampai cedera seperti ini?!" tanya Tuan Alexander dengan suara meninggi, matanya menatap cemas ke arah pergelangan kakinya Bunga.

Keanu menghela napas panjang seraya mendudukkan Bunga secara perlahan di sofa empuk. "Ada insiden kecil di Bogor, Pah. Bunga terperosok ke tepi danau."

"Insiden kecil kau bilang?!" seru Tuan Alexander murka, melayangkan tatapan tajam pada putranya. "Kau ini bagaimana, Keanu?! Papah sudah mempercayakan Bunga padamu! Kau bilang mau mengajaknya menyegarkan pikiran, tapi kenapa kau malah lalai dan membiarkan Bunga celaka seperti ini, hah?!"

Melihat suaminya dipojokkan dan dimarahi habis-habisan, Bunga dengan cepat menggerakkan kedua tangannya, membuat bahasa isyarat dengan raut wajah panik:

"Papah, jangan marahi Kak Keanu! Ini bukan kesalahan Kak Keanu... Justru Kak Keanu yang sudah menyelamatkanku dari danau. Kalau tidak ada Kak Keanu, mungkin Bunga sudah tidak ada di sini... Kak Keanu sangat hebat dan baik sekali menjaga Bunga!"

Usai memperagakan gerakan tangan itu, Bunga menundukkan kepalanya dalam-dalam. Pipi mulusnya seketika merona merah padam karena malu telah memuji suaminya secara terang-terangan di hadapan sang ayah mertua.

Tuan Alexander yang memperhatikan interaksi tersebut mendadak menghentikan omelannya. Senyum tipis yang sarat akan kepuasan perlahan terukir di bibirnya.

"Sepertinya Bunga sudah mulai bisa menerima Keanu di hatinya. Ini pertanda bagus... aku bisa secepatnya mendapatkan seorang cucu!" batin Tuan Alexander gembira.

"Ehem... Ya sudah, kalau begitu," ujar Tuan Alexander merubah nadanya menjadi jauh lebih lembut. "Bawa Bunga ke kamar utama, Keanu. Istirahatlah. Pastikan kau merawat istrimu ini dengan baik!"

Selama masa pemulihan Bunga di kamar, Keanu benar-benar menepati janjinya. Pria angkuh itu bertransformasi menjadi suami yang teramat perhatian dan memanjakan istrinya. Ia menyuapi makanan untuk Bunga, memastikan obatnya diminum tepat waktu, hingga menggendong Bunga jika wanita itu perlu pergi ke kamar mandi.

Malam kian melarut. Setelah memastikan Bunga telah tertidur lelap di atas tempat tidur dengan napas yang teratur, Keanu perlahan menyelimuti tubuh istrinya. Ia melangkah pelan menuju balkon kamar dan menutup pintu kaca rapat-rapat.

Angin malam yang dingin menyapu wajah Keanu yang seketika berubah tegang dan dingin. Pria itu menyambar ponselnya lalu menghubungi seseorang.

"Cari Panca Wiguna secepatnya," perintah Keanu dingin dari atas balkon, matanya menerawang menembus kegelapan malam. "Perketat semua jalur keluar kota. Sisir setiap sudut yang berpotensi jadi persembunyiannya. Pria itu harus ditemukan hidup atau mati."

Di saat yang bersamaan, di dalam sebuah rumah kumuh di sudut kota yang remang-remang, Panca Wiguna terduduk kaku seraya memegang telepon rumah. Suara bentakan keras bergema menghantam gendang telinganya.

"Bangsat kamu, Panca! Kau hampir membunuhnya! Kalau sampai wanita itu mati, semua rencanaku gagal total, dan kau orang pertama yang akan aku habisi!" amuk seorang pria paruh baya dari balik sambungan telepon dengan napas memburu murka.

Panca yang biasanya berdarah dingin seketika gugup dan mandi keringat dingin. Ia sangat menyesal atas tindakannya yang semula hanya berniat memberikan peringatan, namun justru melampaui batas hingga hampir merenggut nyawanya Bunga.

"M...maafkan saya, Tuan... Saya telah kelewatan dan melampaui batas!" ucap Panca dengan suara gemetar penuh penyesalan.

Pria di seberang telepon mendesah kasar, meremas tangannya yang terkepal erat menahan amarah yang membakar.

"Baiklah! Sekarang kau pergi dari Pulau Jawa! Bersembunyi di tempat yang aman sebelum ada instruksi lanjutan dariku. Kau tidak boleh ke mana-mana!" tegas pria misterius itu bernada menekan. "Aku yakin saat ini Keanu sedang mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencari keberadaan mu. Pria itu tidak akan pernah menyerah untuk menemukan dan menghabisi mu karena kau telah menyentuh wanitanya!"

Panca mengangguk cepat. "Baik, Tuan. Saya mengerti."

"Buat situasi yang kacau ini menjadi kondusif dulu. Nanti, saat mereka mulai lengah... di situlah kau akan kembali," pangkas pria paruh baya itu sebelum memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Panca segera menyambar tas pakaiannya dan bergegas pergi menembus kegelapan malam, melarikan diri sebelum cengkeraman kekuasaan Keanu Alexander berhasil menemukan jejaknya.

*

*

Suara gemerisik sprei di tengah malam memecahkan heningnya kamar utama. Keanu, yang berbaring di atas sofa, perlahan membuka matanya. Pandangannya langsung tertuju pada ranjang. Di bawah remang lampu tidur, ia melihat Bunga bergerak gelisah dalam tidurnya. Keringat dingin mengucur membasahi pelipis dan kening wanita itu.

Mimpi buruk tentang tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun lalu, berpadu dengan ketakutan saat ia didorong Panca Wiguna hingga hampir tenggelam kemarin, kembali menghantuinya. Bunga meremas sprei dengan jemari yang gemetar hebat, napasnya memburu ketakutan di dalam lelapnya.

Melihat penderitaan wanita itu, rasa iba dan dorongan protektif membuncah di dadanya Keanu. Pria itu segera beranjak dari sofa, melangkah cepat menuju tempat tidur, lalu naik dan duduk di sampingnya Bunga. Dengan lembut, Keanu merengkuh tubuh mungilnya Bunga, membawanya bersandar rapat di dada bidangnya.

"Tenanglah, Bunga... Ada aku di sisimu," bisik Keanu pelan, mengusap punggung Bunga yang gemetar. "Aku akan selalu melindungi mu, sesuai dengan janjiku pada Azka. Aku tahu sekarang kenapa Azka begitu menyayangimu... Kau wanita kuat, namun dipenuhi luka dan trauma masa lalu. Dari situ Azka melihatmu sebagai wanita yang berbeda. Sama sepertiku saat ini, Bunga... Aku bisa melihatmu sama seperti Azka melihatmu dulu."

Keanu menunduk sebentar lalu mengecup pucuk kepalanya Bunga dengan penuh kehangatan. Perlahan tapi pasti, dekapan itu menyalurkan rasa aman. Napas Bunga yang semula memburu mulai teratur kembali, dan guncangan di tubuhnya perlahan mereda hingga ia kembali tertidur pulas dalam damai.

Keanu menatap wajahnya Bunga yang kini terlihat tenang di dalam dekapannya. Pria itu menyandarkan kepala Bunga di atas bantal, lalu mengamati setiap inci raut wajah cantik itu. Keanu menaikkan sedikit dagunya Bunga dengan jemarinya. Ia menelan ludah kasar; jantungnya mendadak berdebar begitu kencang tak beraturan.

Didorong oleh rasa cinta yang tak lagi bisa ia tampik, Keanu mendekatkan wajahnya. Dengan berani dan penuh kelembutan, pria itu mendaratkan bibirnya di atas bibirnya Bunga.

Di dalam bunga tidurnya, Bunga merasa seolah-olah ia memang sedang berciuman dengan Keanu. Entah mengapa, di balik rasa hangat yang merayap, Bunga membalas pagut4n lembut itu dalam tidurnya. Ciuman yang berlangsung cukup panjang dan manis itu membuat napas keduanya sempat tak beraturan di tengah keheningan malam.

Ketika menyadari apa yang baru saja terjadi, Keanu tersentak dan menarik dirinya mundur.

"Apa yang sudah aku lakukan?! Kenapa aku malah menciumnya?!" umpat Keanu panik dalam hati.

Dengan napas agak memburu, Keanu buru-buru menyapu bibirnya Bunga menggunakan ibu jarinya, berusaha merapikan dan menghapus bekas saliva di antara mereka.

"Kau sudah gila, Keanu... Kau... kau telah jatuh hati pada wanita di hadapanmu! Aarrrkkkhhhh... Kenapa bisa jadi seperti ini?!" batin Keanu bergejolak hebat seraya mengacak rambutnya frustrasi.

Keesokan paginya, sinar matahari pagi mulai masuk melewati jendela kamar. Bunga perlahan mengerjapkan matanya. Namun, begitu kesadarannya terkumpul sepenuhnya, Bunga tersentak kaget.

Tangan mungilnya sedang melingkar rapat, memeluk dada tegap Keanu yang tertidur di sampingnya. Rona merah tebal seketika membakar kedua pipinya Bunga hingga ke ujung telinga.

Dengan terburu-buru dan sepelan mungkin, Bunga menarik tangannya kembali. Saat hendak beranjak, jemarinya secara refleks terangkat menyentuh bibirnya sendiri yang terasa sedikit hangat dan aneh.

"Apakah... apakah ciuman semalam itu nyata? Atau cuma mimpi?" tanyanya bingung dalam hati, mengingat betapa pekat dan nyatanya sensasi lembut yang ia rasakan semalam.

Bunga memegangi kedua pipinya yang terasa panas.

"Tidak mungkin... Pasti semalam aku hanya bermimpi akibat efek obat dari dokter yang membuatku mengantuk dan aneh!" batinnya berusaha berdalih.

Bunga menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, berusaha mengusir bayangan ciuman yang terasa begitu nyata itu dari pikirannya sebelum Keanu terbangun dan mendapati wajahnya yang memerah padam.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!