Dalam perang dunia ke-3, semua penyihir dan esper di dunia di kerahkan oleh masing-masing negara. Seorang pemuda yang awalnya hanya merupakan seorang korban penculikan dan dijadikan tawanan perang, pada akhirnya menjadi seseorang yang akhirnya menghentikan perang tersebut.
Dia memiliki kekuatan fisik, dan teknik bertarung yang tinggi. Dia juga memiliki kemampuan untuk melenyapkan segala kekuatan-kekuatan abnormal yang biasanya hanya ada di film-film atau dunia fantasy. Dengan kekuatan dan keahlian bertempurnya, dia menghentikan peperangan tersebut seorang diri.
Setelah perang usai, beberapa tahunpun telah berlalu dan pemuda itu memulai kehidupan normal yang dia inginkan. Namun, suatu hari dia bersama teman-temannya dipanggil ke dunia lain. Dunia yang dipenuhi dengan monster, sihir, dan juga keberadaan-keberadaan makhluk dunia fantasy lainnya.
Disinilah awal dari legenda seorang pemuda yang akan menjadi Raja dari para Raja, Raja dari para Dewa dan Raja bagi seluruh duniapun dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAEFUL ADAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 – Kekuatan Adam Yang Sebenarnya
Karena Rob sudah mengetahui rahasiaku dan ingin memberi tahu yang lainnya tentang itu, aku memutuskan untuk memberitahukannya sendiri.
Aku hanya menceritakan sebagian hal yang telah kulakukan di "Perang Dunia III" di masa lalu, dan tetap merahasiakan sebagiannya lagi. Terutama, tentang makhluk mengerikan yang telah membunuh rekan-rekanku dulu.
”” …. ””
Setelah mereka mendengar semua ceritaku, butuh beberapa saat bagi mereka untuk memproses semua hal yang telah kuceritakan di kepala mereka.
Untuk orang-orang yang tidak pernah mengalami perang secara langsung seperti mereka, tentu saja ceritaku ini akan sulit untuk bisa dipercaya. Lalu setelah beberapa saat keheningan, mereka mulai berbicara ….
“… Jadi, orang yang telah menghentikan peperangan saat itu adalah kau!” Vina berkata dengan mata yang berbinar-binar.
“… Jadi, pahlawan yang selalu dibicarakan oleh para pemimpin dunia saat itu adalah kau juga!” Lucy berkata sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangan.
“Jadi selama ini, kita telah mengobrol dan berteman dengan seorang 'Legenda'?” Yoshi berkata sambil menengadahkan kepalanya ke arah langit.
“ … Yaa, begitulah. Tapi, tolong jangan panggil aku pahlawan! itu sedikit memalukan, dan kau sebut aku apa tadi? Seorang 'Legenda'? … sebutan itu terlalu berlebihan untukku, bukan?” Mendengar perkataan mereka, membuat wajahku memerah karena malu.
”” … ””
Mereka terdiam lagi untuk sesaat. Lalu, mereka tiba-tiba bersorak kegirangan, kecuali untuk Don dan gengnya.
””… WOOWWW!!!!!””
Rex tertawa dengan senang dan berkata sambil menepuk-nepuk pundakku … “Hahahaha, sulit dipercaya! Ternyata, aku telah berteman dengan orang hebat! Ini adalah hal yang harus dibanggakan, hahahahaha!!!”
Yumi tersenyum dengan bangga dan berkata ... “Yang kutahu tentang dirimu adalah bahwa kau selalu tidak ingin terlibat dengan masalah apapun yang merepotkan. Namun, tidak kusangka kalau kau malah pernah menyelamatkan dunia yang jelas sangat merepotkan, itu benar-benar mengejutkanku. Sebagai teman, aku bangga padamu!”
“Hmm, aku tidak pernah menyangka kalau kau pernah mengalami kehidupan yang berat seperti itu …, kau telah banyak menderita, kawan!” Yoshi bersimpati padaku dan menepuk pundakku dengan lembut.
“A-aku hanya bisa bilang, kau benar-benar sangat luar biasa!” Lucy berkata dengan malu-malu.
Rob melipat tangannya dan berkata dengan bangga, “Hmph! Aku sudah mengetahuinya dari awal!”
Untuk Don dan gengnya, aku tidak peduli mereka percaya atau tidak. Tapi untuk Yoshi dan teman-temanku lainnya, aku tidak mau mereka menganggapku sebagai pembual.
Aku bingung, apa mereka benar-benar percaya dengan apa yang kuceritakan? Jadi, aku pun bertanya, “Kalian percaya dengan ceritaku? Tidakkah kalian berpikir kalau aku berbohong?”
Mereka saling memandang dengan bingung. Lalu, mereka menjawab dengan jujur sambil tersenyum ....
“Tentu saja kami percaya! Lagipula, yang kita bicarakan adalah kau. Semua ceritamu telah menghilangkan rasa penasaran kami. Ketika kita masih di akademi, kami selalu merasa curiga karena para guru besar dan kepala akademi, bahkan para petinggi negara yang datang berkunjung, selalu memperlakukanmu dengan sangat baik. Padahal, mereka selalu bersikap acuh tak acuh pada siswa-siswi lainnya, termasuk pada kami.”
Di akademi, Aku memang didiskriminasi oleh sebagian besar orang. Namun, mereka yang mendiskriminasiku hanyalah orang-orang biasa disana.
Sedangkan, orang-orang berpengaruh yang memiliki posisi tinggi di akademi, selalu memperlakukanku dengan spesial.
Itu membuat Yoshi dan yang lainnya menjadi curiga tentang siapa aku sebenarnya, ya.
Aku yakin, berbagai pertanyaan selalu muncul di kepala mereka. Kenapa aku yang tidak memiliki kekuatan sihir atau supranatural apapun, bisa memasuki akademi itu?
Kenapa para petinggi akademi memperlakukanku dengan sangat hormat?
Kenapa setiap kali pemerintah datang mengunjungi akademi, mereka selalu mencari dan menyanjungku terlebih dahulu daripada para petinggi akademi yang seharusnya lebih penting?
Dan berbagai pertanyaan lainnya.
Mereka selalu ingin tahu, kenapa semua hal itu bisa terjadi. Namun, pertanyaan mereka telah terjawab.
Sekarang, mereka tahu kalau aku adalah sosok yang penting dan berjasa bagi dunia. Karena itulah, semua orang yang tahu siapa diriku yang sebenarnya, memperlakukanku dengan sangat hormat dan spesial.
Mereka dengan riang, terus melontarkan berbagai pujian padaku, aku hanya bisa tersenyum sambil malu-malu menanggapinya.
Tiba-tiba saja, aku merasakan suatu niat membunuh yang diarahkan padaku. Suhu ruangan juga terasa semakin panas. Suara api yang membara dan percikan listrik terdengar dibelakangku.
Seseorang berkata dengan suara yang berat dan bergetar ... “Pecundang sepertimu adalah orang yang mengakhiri perang dunia? … Mana mungkin itu terjadi!”
Semua orang menoleh pada sumber suara tersebut. Mereka terkejut ketika melihatnya. Tanpa sebab yang jelas, Don tiba-tiba saja mengeluarkan kekuatannya.
Sebuah api berwarna merah membara di tangan kanannya, dan listrik berwarna biru yang memercik dengan hebat di tangan kirinya, siap untuk dilepaskan kapan saja.
“ … Don! Apa yang kau lakukan?” Yoshi berteriak pada Don dengan panik.
Semua orang terkejut melihat Don yang dipenuhi dengan amarah dan niat membunuh. Meskipun tidak ditunjukkan pada mereka, mereka jelas merasakan niat membunuh Don diarahkan padaku.
“ … Aku tidak mengerti, kenapa kau marah? Jika kau tidak percaya pada ceritaku, maka kau cukup untuk tidak mempercayainya. Kau tidak perlu marah sampai seperti itu!”
“Berisik! Berani sekali kau menyamakan pecundang seperti dirimu dengan pahlawan yang mengakhir perang!”
Aku berkata dengan tenang, namun Don membalasnya dengan kemarahan.
Dia mulai menyatukan kedua elemen yang ada ditangannya menjadi satu, sehingga membentuk sebuah perpaduan antara api dan listrik, kekuatannya pun menjadi lebih besar.
“ … Don, hentikan! Kau bisa membunuh seseorang dengan kekuatan sebesar itu!” Sati berteriak memperingati Don.
“Setelah mendengarkan beberapa fakta tentang perang yang terjadi di dunia kita tadi, kau masih memiliki nyali sebesar itu untuk melawan Adam?” Rob tersenyum merendahkan Don.
“Berisik!!! Diam kalian semua! Jika yang dikatakannya itu benar. Lalu, kenapa dia hanya diam saja ketika kami mengganggunya selama ini? Kenapa dia tidak pernah mengeluarkan kekuatannya? Jika dia memang orang yang mampu mengakhiri perang seorang diri, bukankah seharusnya dia mampu mengatasi kami dengan mudah?”
Don memandangku dengan tajam dan dipenuhi dengan nafsu membunuh. Namun aku tidak bergeming sedikitpun dengan niat membunuh yang keluar dari Don. Aku hanya bingung, kenapa Don sangat marah?.
Aku benar-benar tidak mengerti, apa aku pernah melakukan suatu hal yang buruk padanya?
Sebenarnya, apa yang telah kulakukan sampai dia memiliki kebencian yang besar terhadapku?
Aku baru bertemu dengannya ketika aku baru saja masuk akademi. Jadi, seharusnya kami tidak memiliki sejarah apapun di masa lalu. Tapi kenapa?
Kenapa dia sangat membenciku?
Aku benar-benar tidak mengerti.
Setelah semua orang mendengar perkataan Don, mereka semua memiliki pikiran yang sama. Mereka juga penasaran, kenapa aku hanya diam saja ketika diganggu?
Kenapa aku tidak pernah melawan atau mengadu? ... Lalu, mereka semua melihat ke arahku.
Tanpa pikir panjang, aku mengatakan alasannya dengan tenang ... “Sebab, itu tidak ada gunanya!”
!!!
Mereka semua terkejut mendengarkan alasan singkatku. Don yang tidak bisa menahan amarahnya, langsung melepaskan kekuatannya.
“Brengsek! Apa kau memandang rendah diriku, hah!!!”
FWORRR!!!
Sebuah bola api listrik yang besar, ditembakkan dari kedua tangannya.
Semua orang terkejut, mereka tidak menyangka kalau Don akan benar-benar melepaskan kekuatannya untuk mencelakaiku.
Namun, aku dengan tenang mengangkat tangan kananku, dan mengibaskannya dengan lembut pada bola api listrik yang ditembakkan oleh Don.
SHEU!!!
Ketika bola api listrik itu terkena gibasan dari tangan kananku, bola api listrik itu menghilang tanpa bekas. Seolah-olah, itu tidak pernah ada sejak awal.
Sebuah serangan yang seharusnya dapat membunuh seseorang dengan mudah, telah dilenyapkan dalam sekejap.
Semua orang yang melihatnya terdiam tanpa kata, dengan mulut yang menganga. Terutama Don, dia hanya membeku di tempat dan melotot dengan tidak percaya, seolah-olah waktu telah berhenti untuknya.
Setelah beberapa saat keheningan, Don akhirnya mulai berbicara dengan gagap sambil gemetar ....
“A-a-a-a-Apa, Apa yang terjadi!? A-apa yang, apa yang baru saja kau lakukan?”
“… Seperti yang kau lihat tadi, aku hanya mengibaskan tanganku pada seranganmu!”
Aku menjawab dengan santai. Don yang baru saja kembali dari keterkejutannya, setelah mendengar jawabanku, emosinya kembali meledak-ledak.
“Kau … kaauuu … !! Jangan bercanda denganku!!!”
Energi yang tipis berwarna biru keluar dari dalam tubuh Don. Energi itu membara seperti api yang mengamuk mengikuti emosi pemiliknya.
Apa dia mulai serius? Baiklah, mari kita lihat seberapa kuat kekuatannya ketika dia serius?
Don telah serius sejak awal, namun Lenka tidak menganggapnya demikian. Ketika Don mengamuk, energinya menciptakan angin yang berhembus cukup kencang di dalam kamar Yoshi. Sehingga, membuat kamar Yoshi menjadi berantakan.
“… Humm, seseorang harus membereskannya nanti!” Perasaan Yoshi campur aduk setelah melihat kamarnya menjadi sangat berantakan.
Tidak seperti yang semua orang pikirkan, setelah beberapa saat, tiba-tiba saja, Don kembali menjadi tenang.
“Hm? ... Kenapa? ... Apa kau tidak jadi menyerangku?” Aku bingung dengan sikap Don yang tadi marah, tiba-tiba berubah.
Don menenangkan dirinya dan menatapku. Lalu, dia berkata ... “Katakan padaku dengan jujur! Semua orang juga melihatnya, aku telah menyerangmu dengan energi yang sangat kuat. Tapi, itu tiba-tiba saja lenyap ketika kau menggibasnya dengan tanganmu … Apa yang telah kau lakukan? Apa itu adalah kekuatanmu? Bukankah kau bilang, kalau kau tidak memiliki kekuatan apapun selain kemampuan bela diri?”
“… Hmm, ya! Itu adalah kekuatanku, aku bisa melenyapkan segala kekuatan yang menyangkut ilusi-ilusi fantasy. Aku tidak bisa menjelaskannya dengan baik. Tapi singkatnya, kekuatan penyihir dan esper tidak akan mempan terhadapku!” Aku menjelaskan dengan singkat.
Kekuatan yang membuat semua "Penyihir" dan "Esper" menjadi tidak berguna? ... semua orang terkejut dan tidak bisa percaya kalau ada kekuatan semacam itu di dunia.
Mereka mulai berpikir, apakah kekuatan Dewa juga tidak akan mempan terhadapnya?
“ … Hah?” Don tidak bisa mempercayainya, dia menganggap kalau aku sedang bermain-main dengannya. Lalu, dia kembali mengeluarkan aura yang berbahaya.
“Jangan senang hanya karena kau mampu menahan serangan pertamaku. Itu hanyalah sedikit dari kekuatanku yang kutunjukkan padamu. Kali ini, kau tidak akan bisa menahan seranganku. Karena seranganku kali ini adalah sebuah serangan yang telah turun-temurun diajarkan di keluargaku. Kau pasti akan mati dengan seranganku ini!”
Semua energi dalam tubuhnya mulai berkumpul di tangan kanannya dan mulai menciptakan suatu bentuk energi yang sangat besar.
Semua energi itu bukanlah energi yang hanya dimiliki "Esper", namun juga memiliki energi "Penyihir", yaitu "Mana" didalamnya.
Dia menekan energi tersebut dan mengkompresnya hingga menjadi lebih kecil, namun sangat tebal.
Energi tersebut mulai bergerak menyelubungi tangan kanannya yang terkepal dan mulai membentuk sebuah tangan raksasa.
Aku tiba-tiba teringat sesuatu. Dulu, ketika di medan perang, aku pernah melihat seseorang menggunakan kekuatan penciptaan yang mirip seperti yang dilakukan Don.
“ … Hohh! Jadi, dia memang anak- … tidak-... mungkin cucu? Ya, dia mungkin cucu dari orang tua yang keras kepala itu! Aku ingat sekarang, orang tua itu juga pernah menciptakan bentuk robot raksasa dengan energinya yang gila!”
Aku bergumam dengan pelan sambil memperhatikan bentuk tangan raksasa energi yang Don ciptakan. Itu mulai terlihat seperti tangan robot dengan duri tajam di kepalan tangannya.
Energi tersebut memancarkan tekanan yang sangat besar, sehingga semua orang yang berada disekitarnya mulai sedikit sulit bernafas.
Kecuali untukku, aku hanya memperhatikan dan menunggu selesainya proses penciptaan dengan tenang, tanpa merasakan tekanan apapun.
Setelah datang ke dunia ini, sepertinya Don dan gengnya telah mendapatkan kekuatan sihir.
Mereka yang awalnya adalah seorang "Esper", kini mereka telah menjadi seorang "Penyihir" juga.
Sebagai seorang "Esper", dia memiliki kekuatan untuk mengendalikan gravitasi, dan sebagai seorang "Penyihir", dia memiliki 2 elemen sihir, yaitu api dan listrik.
Meskipun dia baru saja mendapatkan kekuatan sihirnya, namun dia telah mampu mengendalikannya dengan cukup baik.
Dia mampu memadukan kekuatan espernya dengan kekuatan sihir yang baru didapatkannya. Tidak bisa dipungkiri, bahwa dia memanglah orang yang berbakat.
Karena sekarang dia juga memiliki "Mana", senjata energi yang dia ciptakan menjadi lebih kuat dan lebih keras dibandingkan dengan yang diciptakan oleh orang tua itu. Tapi, perbedaan pengalamannya sudah jelas terlihat.
Orang ini hanya mampu menciptakan satu lengan dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Dia juga hanya memikirkan kekuatan penghancurnya saja, tanpa memikirkan kecepatan serangnya. Dia tidak memperhatikan keseimbangan. Untuk sekarang, dia hanyalah seorang pemula yang suka pamer.
“Wah, besar sekali kekuatanmu. Dengan ini, kau bisa menghancurkan seluruh istana dan membunuh semua orang yang ada di dalamnya!” Aku berkata dengan tenang dan memperingatkan Don dengan nada yang dingin, “Seharusnya kau berhati-hati jika memiliki kekuatan sebesar itu!”
Yoshi yang sejak tadi hanya bisa terdiam, akhirnya mulai berbicara, “D-Don! Tenanglah! … kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan damai, tidak perlu dengan cara seperti ini!”
“Diam! Jika semuanya mati, maka itu adalah kesalahannya, karena dia telah membuatku marah!” Don berkata sambil menunjuk ke arahku.
“… Haah!? … Betapa kekanak-kanakkannya dirimu ini! Dasar anak manja!” Aku menjadi sangat kesal terhadap Don yang tidak memikirkan keselamatan orang lain, sehingga aku mengejeknya.
“Brengsek! Rasakan ini!!” Teriak Don dan dia berlari dengan cepat kearahku..
Don memperpendek jaraknya dengan cepat, ketika dia telah mencapai jarak serang, dia melepaskan pukulannya.
Dia memukul dengan menggunakan tangan raksasa energinya. Dengan ukuran yang sangat besar, serangan itu akan mengenai seluruh tubuhku.
Kekuatan dari tangan kanan raksasa energi itu memang besar. Dengan serangannya, seluruh istana ini pasti akan runtuh karena terkena dampaknya. Tapi meskipun kuat, kecepatan serangnya menjadi sangat berkurang.
Dengan kecepatan seperti itu, aku bahkan bisa menghindarinya sambil menutup mata. Tapi, daripada membuatnya semakin kesal, lebih baik aku menunjukkan padanya, seberapa besar perbedaan kemampuanku dengannya!
Kali ini, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya diam ditempat, berdiri dengan tegak sambil melipat tanganku, tanpa menunjukkan ekskresi apapun.
Aku hanya menatap Don yang menyerangku dengan pandangan yang sangat tajam dan dingin, seolah-olah melihat makhluk yang sangat rendah.
!!!
Don tiba-tiba merasakan rasa takut yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, namun itu hanya sekilas. Dia tetap melanjutkan serangannya sambil tersenyum dan berkata ....
"Matilah kau!”
Ketika pukulannya akan mengenaiku, para gadis menjerit dan para pria meneriakkan namaku. Kecuali untuk para pria dari gengnya si Don, mereka hanya memalingkan wajah mereka karena tidak sanggup melihatnya.
“”KYAAAA!!!!!””
“”ADAAAAM!!!!!””
Namun, sesuatu yang sangat luar biasa dan sulit untuk dipercaya kembali terjadi.
SHEU!!!
“”???”” Semua orang kembali terkejut.
Don jelas melancarkan pukulannya yang sangat mematikan. Namun sekali lagi, kekuatan yang telah dikerahkan oleh Don untuk menyerangku, kembali menghilang atau lenyap tanpa bekas ketika mengenaiku.