Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihanku

Jodoh Pilihanku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Iin Suryani iin

Kisah perjuangan cinta sepasang kekasih yang terhalang restu orang tua dan keluarga yang sama - sama tidak setuju dengan hubungan mereka berdua.

Bagaimana kisah perjalanan cinta sepasang kekasih ini, berhasilkah mereka menyatukan cinta mereka hingga ke jenjang pernikahan?

Dan bagaimana akhir dari kisah cinta yang awalnya tidak mendapat restu dari kedua keluarga itu?

Yu langsung baca selengkapnya di JODOH PILIHAN KU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Suryani iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pinangan mengejutkan

Di tempat lain, saat ini Arini sudah sampai di rumahnya.

" Mobil siapa ini ko ada disini, apa mobil teman papah ya hmm... Ya sudah deh bodo amat. " kata Rini yang sempat penasaran tapi langsung masuk rumahnya.

" Assalamualaikum, Rini pulang " panggil Rini setelah membuka pintu lalu masuk ke dalam rumah.

" Walaikum salam, eh tu dia yang di tunggu-tunggu akhirnya pulang juga " sahut Winda yang juga di anggukan oleh yang lainnya.

Rini sangat terkejut karena ia sudah ditunggu, dan lebih terkejut lagi melihat beberapa orang bertamu di rumahnya.

" Sini nak " panggil Winda dan terpaksa Rini mendekati orang tuanya.

" Ada apa pah, mah ?" tanya Arini

" Ini sayang, kenalkan beliau adalah pak Husein rekan bisnis papah, dan ini putranya bernama Tristan, ayo nak Salim dulu " kata Winda sambil menggandeng putrinya.

" Rini Om, kak " kata Rini sambil menyalami pak Husein dan putranya bergantian.

Kemudian Arini ikut duduk dan bergabung bersama yang lainnya, setelah itu mereka memulai pembahasannya.

" Bagaimana Tristan ?" tanya Husein pada sang putra.

" Tristan setuju, terserah papah saja bagaimana. " jawab Tristan dan langsung di sambut para orang tua.

Arini yang tidak mengerti hanya diam saja sampai ibunya mulai menjelaskan padanya.

" Begini nak, pak Husein dan putranya datang kesini untuk meminang kamu, bagaimana apakah kamu menerimanya ?" kata Winda yang juga di anggukan yang lainnya.

Bak di sambar petir, Arini begitu sangat terkejut, sampai - sampai sangat susah sekali menelan ludahnya sendiri karena perkataan ibunya.

" Tapi pah mah, Arini... " perkataan Arini langsung terhenti karena bingung bagaimana cara menolaknya.

Melihat putrinya yang seperti itu Marco mengerti kalau saat ini putrinya masih terkejut.

" Mm, begini pak Husein, berikan kami waktu untuk menjawabnya, karena saat ini Arini masih sangat terkejut, jadi biarkan ia memikirkannya dulu. " kata Marco yang mengerti dengan perasaan sang putri.

Mendengar perkataan sang ayah membuat Arini merasa sangat lega, karena papah nya mengerti apa yang ia rasakan.

Sedangkan Winda sedikit merasa kesal karena suaminya bicara seperti itu, tapi tidak bisa berkata apa-apa, dan hanya diam saja menunggu keputusan.

" Baiklah pak Marko, kami akan menunggu sampai nak Arini siap menjawabnya, tapi saya harap jawaban nak Arini nanti sesuai dengan harapan kami " kata Husein yang mengerti perasaan seorang ayah pada anaknya.

Sedangkan Tristan hanya diam saja sambil sesekali menatap dan tersenyum ke arah Arini, dan Arini yang di tatap hanya diam saja tanpa berekspresi apapun.

" Terimakasih banyak atas pengertiannya pak Husein, kami juga berharap semoga jawaban Arini nanti sesuai dengan apa yang kita harapkan. " Kata Marco yang langsung di anggukan Husein dan Tristan.

" Ya sudah kalau begitu, nanti kalau Arini sudah siap dengan jawabannya, kita akan lanjut lagi pembahasannya. Kalau begitu mari pak Husein dan nak Tristan kita makan malam bersama " kata Winda mencairkan suasana yang sedikit tidak mengenakan.

" Benar pak, nak Tristan mari kit makan malam bersama " ajak Marco juga.

" Baiklah kami setuju, dan kebetulan kami juga sudah lapar. " sahut Husein

" Wah pas banget kalau begitu, mari ayo kita ke meja makan sekarang " ajak Marco lagi dan langsung di sambut juga oleh Winda dan Arini dengan senyuman.

Tanpa menunggu lama lagi, mereka langsung menuju ke meja makan untuk makan malam bersama, dengan cekatan Arini melayani serta mengambilkan makanan untuk mereka semua.

Melihat itu Husein sudah mantap untuk menjadikan Arini putri dari rekan bisnis ini, sebagai menantunya.

Begitu juga dengan Tristan, ia sangat senang sekali dengan pelayanan yang di berikan Arini saat di meja makan, dan langsung memantapkan nya untuk menjadikan Arini sebagai istrinya.

" Semoga kau menerima lamaran ku Arini " kata Tristan dalam hati.

Sedangkan Arini hanya biasa saja, karena sudah biasa baginya untuk melayani keluarganya saat di meja makan.

1
Dyah Oktina
wah....kasus berat. .. membunuh 2 orang..walau tdk d rencana kan... mana bisa bebas
Mama Putri
Semangat kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!