Indonesia
NovelToon NovelToon
This Is My History

This Is My History

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blue Berry

Rayana putri cakradarma seorang wanita yang menjalani hari-hari kelam dan indah dalam hidupnya. Cinta yang meninggalkannya terus menerus membuatnya mati rasa secara berulang.

Raya banyak mengalami perombakan emosi yang drastis. Waktu berlalu satu persatu dengan cepat. Semua orang yang ia cintai menghilang dan meninggalkannya didunia yang penuh kesunyian dan derita. Dunia penuh lika-liku yang ia jalani menemukan sebuah hal baru tak terduga.

Akankah Raya menemukan cintanya kembali? Dan bisakah Raya keluar dari kesendirian yang selama ini telah menemani hari-harinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Nabrak Lebih Galak dari yang Ditabrak

Jam sudah menunjukan pukul 12:10. Mata Raya masih terbuka lebar. Pikiran sama sekali tidak bisa dialihkan dari Devan. Dia merasa ada hal aneh terhadap Devan. Seharusnya karena kejadian di lapangan waktu itu membuat Devan tidak menyukai Raya. Tetapi saat Joging, Devan tidak pergi dan tetap jalan disamping Raya padahal sudah diusir. Dan juga saat pulang dari Bioskop tadi sore Devan tetap memaksa Raya pulang bersamanya karena sudah hampir malam. Padahal Raya sudah bersikeras menolak, dan sangat marah kepada Devan tetapi tidak membuat Devan goyah sama sekali. 

Tring, bunyi nada pesan yang masuk ke ponsel milik Raya. 

“Siapa yang chat malam-malam gini” ucap Raya. 

Dia kemudian mengambil ponselnya dan melihat pengirim dari pesan itu. Pesan itu berbunyi 

“Sudah larut malam begini kenapa masih belum tidur” dan nomor pengirim pesan itu tidak ada didalam kontak Raya. 

“Nomor nggak dikenal kok bisa ngechat kayak gini” gumam Raya. Setelah mendapat pesan itu tentah kenapa Raya merasa sangat ngantuk dan tidur.

Keesokan harinya saat matarahi sudah lumayan terik Raya sedang mandi di kolam renang rumahnya. Hari itu kebetulan sedang tanggal merah sehingga sekolah libur. Raya menikmati matahari pagi yang sehat dengan berenang kesana kemari. Raya dulu adalah atlet renang saat dia masih duduk dibangku sekolah dasar. Tetapi sejak smp, Raya tidak pernah ikut lagi perlombaan renang karena dia fokus pada bidang academik saja. 

Saat sedang menikmati waktu di kolam renang, Bi Ita kemudian datang membawa ponsel Raya yang sedang berbunyi karena ada panggilan masuk. 

“Non ada telpon dari Nyonya Tannia” ucap Bi Ita sembari menyodorkan ponsel itu kepada Raya. 

“Tante Tannia” ujar Raya dengan wajah girang, Raya mengambil ponselnya dengan semangat. 

“Hallo tante Tannia” ucap Raya kepada tante kesayangannya itu. 

“Apa. Tannte ada di Bandara” ucap Raya dengan nada yang begitu keras membuat Bi Ita yang berdiri disampingnya terkejut. 

Setelah itu Raya langsung keluar dari kolam renang dan lari menuju kamarnya dengan baju yang masih basah. 

“Non itu bajunya masih basah” ujar Bi Ita. 

“Tolong di lap ya Bi. Raya lagi buru-buru” balas Raya. 

Raya kemudian bersiap-siap dengan sangat  cepat seperti kilat. Dia tidak ingin membuat tantenya menunggu terlalu lama. 

“Aduh” ujar Raya panik. Raya cepat-cepat menuju ke garasi mobil. 

“Pak Asep. kalau papah tanya, bilang aja aku lagi ada urusan sebentar” ucap Raya. 

“Baik Non Raya” balas Pak Asep. 

Setelah pak Asep membuka gerbang Raya langsung melajukan mobilnya dengan cepat. “Hati-hati Non. Jalannya pelan-pelan, awas nabrak orang” teriak pas Asep. 

Mobil Raya yang sudah lumayan jauh membuat Raya tidak bergitu mendengar ucapan Pak Asep.

Saat di perempatan jalan Raya membelokan mobilnya ke arah Kanan. Tanpa ia duga mobil merahnya itu menyerempet sebuah mobil putih. 

“No, aduh. Kenapa disaat buru-buru begini sih” gumam Raya sebelum ia keluar dari mobil. 

Raya mengecek keadaan mobil putih itu, ternyata mobil putih itu tergores bagian depan, walaupun tidak parah tetapi lecet itu lumayan besar. Raya kaget melihat keadaan putih putih itu, tetapi dia lebih panik setelah melihat mobil kesayangannya itu lecet. 

“Peoni. Aduh kamu kasian banget. Kamu pasti kesakitan” ucap Raya kepada mobil kesangannya itu. 

Raya lebih mementingkan keadaan mobilnya sendiri ketimbang keadaan mobil yang ia tabrak. Pemilik mobil itu melihat tingkah Raya yang tidak peduli akan mobilnya. Pemilik mobil itu ternyata Devan. Raya selalu berbuat semena-mena kepada Devan dan sekarang Raya bahkan menabrak mobil milik Devan. 

“Permisi, tolong kasihan juga sama mobil aku. Dia juga kayaknya kesakitan” ucap Devan yang belum disadari oleh Raya kalau mobil itu miliknya. 

“Maaf banget. Aku lagi buru-buru” ucap Raya yang diikuti dengan membalikan badannya kearah Devan. 

“Kamu, Ngapain kamu disini. Bisa nggak sih sehari aja kamu nggak ada di hadapan aku” ucap Raya dengan nada dan raut wajah geram. 

“Maaf, yang kamu tabrak ini mobil aku. Dan juga pertemuan kita itu terjadi secara tidak sengaja. Jadi kamu nggak usah mencap aku ingikutin kamu. Aku juga malas ketemu sama kamu” balas Devan. 

“Kamu yah-“ ujar Raya emosi. 

Mereka kemudian cek cok ditengah jalan. Raya bicara dengan begitu emosi sedangkan Devan terus membalas ucapn Raya tetapi wajahnya begitu santai membuat Raya yang melihatnya tambah emosi. 

“Mbak, Mas, kalau berantem jangan di tengah  jalan. Kita juga lagi buru-buru. Ini jalan bukan kalian aja yang mau lewatin” teriak salah seorang supir angkot. 

Banyak mobil yang diam karena dihadang oleh mobil milik Raya dan Devan. Raya dan Devan juga berdebat lumayan lama membuat jalan menjadi macet. Mendengar ucapan supir angkot Raya melihat jam tangan yang dia gunakan 

“Akh, tante Tannia” teriak Raya. 

Tanpa pikir panjang Raya bergegas masuk kedalam mobilnya dan pergi tanpa basa basi meninggalkan Devan.

Sesampainya di Bandara Raya berlari masuk kedalam. Mencari dimana tantenya berada. Raya kemudian ingin menelpon tantenya tersebut. Tetapi sebelum memencet tombol panggilan Raya melihat tantenya sedang duduk disalah satu cafe di dekat ia berdiri. Raya kemudian pergi ketempat tantenya berada. 

“Tante Tannia, sorry banget yah. Tadi dijalan ada orang ngeselin yang buat ulah” ucap Raya. 

“Iya, nggak apa-apa. Terus orangnya gimana?” tanya tante Tannia. 

“Tenang aja tante. Semuanya udah Raya beresin” jawab Raya. 

Raya dan tante Tannia kemudian pergi pulang kerumah Raya. Selama diperjalanan pulang mereka mengobrol tentang persiapan kejutan ulang tahun Ayah Raya. Karena acarnya besok, sore ini mereka berencana untuk membeli perlengkapan untuk acara besok. Bisa dibilang persiapan mereka lakukan terlalu lama. Setibanya dirumah tente Tannia segera masuk kedalam untuk bertemu dengan ayah Raya yang merupakan kakak satu-satunya. 

“Non Raya kenapa Mobilnya bisa lecet begini” tanya Pak Asep kepada Raya yang baru keluar dari mobil. 

“Tadi dijalan habis serempet orang” jawab Raya dengan wajah yang tidak merasa bersalah sama sekali kepada si pemilik mobil yang dia tabrak. 

“Pak Asep tadikan sudah pesan, hati-hati awas tabrak orang. Pulang-pulang ternyata kayak gini” ucap Pak Asep. 

“Haha, Iya Pak Asep. Lain kali Raya pasti lebih hati-hati kok, Pak Asep tenang aja. Ohiya, Pak Asep jangan bilang ke papah aku nabrak orang yah, bilang aja aku habis diserempet sama kambing. Takutnya nanti papah marah dan khawatir” ujar Raya sambil tertawa lebar. 

“Yaudah terserah non Raya aja” balas Pak Asep sembari tersenyum. 

“Makasih Pak Asep. Raya masuk dulu” ucar Raya.

Raya masuk kedalam rumah untuk istirahat sebentar. Dia tidur didalam kamar dengan nyenyak sampai sore hari. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!