Yuline Putriana, gadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan ditakdirkan bertemu dengan Daveares Alexander, pria yang akan mengubah sudut pandangnya terhadap laki-laki selama ini. Lalu bagaimana jika saudaranya, Aresio Alexander, yang awalnya benci terhadap yulline, berubah jadi menyukainya.
Akankah Yuline menemukan kebahagiannya bersama dave yang dingin tapi baik dan setia, atau Ares, yang bejad, kasar tapi penyayang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Tidak lama kemudian mereka pun sampai ditujuan.
Tasya terlihat sangat gembira, dia berlarian kesana kemari, sampai Yuline kewalahan, tiba tiba saja tasya berhenti berlarian dan melihat sesuatu, Yuline mengikuti kemana arah pandangan tasya,
Ternyata tasya melihat toko eskrim, Yuline berlutut sejajar dengan anak itu,
"Tasya mau es krim?" tanya Yuline
"Memangnya boleh tante?" tanya tasya penuh harap.
"Tentu saja boleh sayang, tapi tidak boleh terlalu banyak, tante bisa sedih kalau tasya sakit," ucap Yuline sambil menirukan ekspresi orang yang sedang pilek, mereka tertawa bersama.
Mereka pun masuk ke kedai eskrim itu,
"Tasya mau yang rasa apa sayang?" tanya Yuline
"Tasya suka coklat dan vanila tante," jawab tasya.
"Oke siap sayang," Pada saat Yuline akan memesan, tiba tiba ada seseorang dari belakang,
"Aku juga rasa coklat ya," Dave muncul entah darimana.
Yuline tentu saja kaget melihat Dave ada disana, yang dia tahu Dave tadi sedang di kantor.
"Dave, bukan nya kamu tadi bilang sedang dikantor?" tanya Yuline yang hanya dijawab kerlingan mata oleh Dave.
"Aku tunggu disana ya, Ayo tasya kita duduk disana," ajak Dave
Tasya pun mengangguk.
Setelah mendapatkan eskrim pesanan nya, Yuline berjalan menuju kedua orang yang sedang asyik bercanda.
"Ini es krim nya, siapa yang mau?" canda Yuline.
"Aku mau," ucap Dave dan Tasya bersamaan.
Mereka pun memakan es krim bersama.
Setelah selesai memakan es krim, Dave mengajak mereka berdua ke toko baju langganan Oma nya.
Sampai di depan toko itu, mereka pun masuk dan mulai memilih baju yang cocok untuk Tasya.
"Aku duduk disana ya," ujar Dave sambil menunjuk salah satu kursi ditoko itu." Yuline mengangguk lalu melanjutkan memilih baju.
Dave duduk dan melanjutkan pekerjaan nya lewat HP, karena dia tidak mungkin meninggalkan pekerjaan nya begitu saja.
Setelah dirasa cukup, Yuline menuju kasir, Saat kasir selesai menghitung, Dave datang dan menyerahkan sebuah kartu,
"Pakai ini saja," ucap Dave.
"Tapi Dave," Belum selesai Yuline berbicara, Dave menempelkan telunjuk nya dibibir Yuline, membuatnya tidak bisa berkata-kata.
Setelah keluar dari toko itu, barulah Yuline memprotes,
"Kamu tadi pagi baru memberiku uang Dave, kenapa tadi kamu yang membayarnya?" tanya Yuline bingung.
"Karena aku mau," Jawab Dave singkat.
"Tasya, apa kamu mau bermain di sana?" tanya Dave sambil menunjuk tempat bermain anak.
"Mau om mau, Asyik," Tasya sangat terlihat gembira hingga dia melompat-lompat.
Mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan, Orang-orang yang melihat, menganggap mereka adalah keluarga yang bahagia,
"Kamu istirahat saja disana, biar aku saja yang menemani tasya bermain," saran Dave.
Yuline mengangguk lalu duduk dikursi yang ditunjuk Dave.
Yuline melihat Dave dan Tasya sedang asyik bermain, Dia benar-benar terpukau melihat Dave. Sekarang Dave terlihat seperti Hot Daddy.
Lagi-lagi dia mencoba menepis pikiran nya tentang Dave.
Kalau dia punya pasangan, kenapa dia memperlakukan ku seperti ini, atau hanya aku saja yang terlalu terbawa perasaan? tanya nya dalam hati.
Saat Yuline sedang melamun sambil menatap mereka berdua, HP nya berdering,
"Iya Oma?" tanya Yuline
"Kamu dimana nak, Oma sudah pulang tapi rumah kosong," kata Oma
"Aku sedang diluar Oma, sebentar lagi aku akan pulang," ucap Yuline sambil mendekat ke Dave.
"Iya nak, Oma tunggu yah," Lalu Yuline mematikan telpon nya.
"Dave, Oma sudah dirumah, dia memintaku untuk pulang sekarang, kita harus menjelaskan apa soal tasya?" tanya Yuline bingung.
"Kamu bisa mengatakan apa saja, asal jangan katakan kalau tasya anak Ares, Oma bisa syok mendengarnya." saran Dave.
Yuline mengangguk, lalu mereka bergegas pulang.
Dijalan, Yuline mengatakan pada tasya kalau dirumah ada nenek dari Om Dave.
"Tasya jangan takut, Oma baik, pasti Oma senang ketemu tasya nanti."
Dave menepikan mobilnya.
"Nanti kamu bisa katakan kalau tasya anak angkat kita," ucap Dave membuat Yuline kaget.
"Tidak Dave, aku akan mengatakan kalau tasya anak angkatku, bukan kita." tolak Yuline.
"Bukannya kamu dari panti asuhan, mengangkat anak itu harus ada orang tua lengkap kan?" ucap Dave.
"Baiklah," Yuline pun menuruti saran Dave.
"Jadi aku anak angkat tante Yuline sama Om Dave." Tasya gembira sekali.
"Apa sekarang Om Dave jadi Ayah tasya? Dan tante Yuline jadi Bunda tasya? Tanya tasya.
"Ya, Om sekarang jadi ayah tasya, dan tante jadi bunda tasya." jawab Dave
"Yeayy, Tasya punya Ayah dan Bunda baru," Tasya terlihat senang sekali.
Dave kembali menjalankan mobilnya, menuju ke rumahnya.
Sampai dirumah, mereka masuk dan mendapati Oma nya sedang diruang tamu.
Oma memeluk Yuline.
"Maaf ya nak, Oma pergi tidak memberitahumu kemarin, Oma buru-buru nak." ucap Oma.
"Tidak apa Oma." Yuline tersenyum.
Oma heran melihat ada anak kecil disamping Dave.
"Dia siapa Dave?" tanya Oma bingung.
"Dia anak angkat Dave dan Yuline, Oma," Oma tentu saja kaget.
"Tasya, ayo salam sama Oma." ucap Dave.
"Iya, Ayah" Tasya maju memberi salam pada Oma.
"Sore Oma, kenalkan aku Tasya,"
Oma menatap Dave dan Yuline.
"Kalian serius? Mengangkat anak bukan perkara main-main," kata Oma menasehati.
Yuline dan Dave bertatapan, dan mengangguk bersama.
Oma menghela nafas, "Baiklah, tapi kalian harus merawat anak ini baik-baik," ucap Oma.
"Sini sayang, Ini Oma, neneknya Ayah, kamu cantik sekali," puji Oma
"Terimakasih Oma, kata Ayah, aku cantik seperti Bunda," kata tasya membuat Yuline tersipu.
Kapan Dave mengucapkan itu, batin Yuline.
"Bi, tolong bawakan barang belanjaan Yuline ke kamar saya ya," ucap Dave pada Bi Ratri.
"Terimakasih ya bi, Oh ya tasya, kamu mau ikut bibi ke kamar, bunda mau bicara dulu dengan Oma," ucap Yuline.
"Iya bunda, tasya juga mau membuka mainan yang tadi, boleh bunda?" tanya tasya
"Tentu saja boleh sayang," Lalu bi ratri dan tasya naik ke kamar.
"Oma mau mendengar bagaimana ceritanya kalian bisa mengangkat anak,"
ucap Oma masih tidak mengerti.
"Maafkan aku Oma, Tapi ini keputusanku bersama Yuline, tolong izinkan kami, Oma." ucap Dave.
"Oma mengizinkan, Oma hanya masih belum mengerti, Oma baru pergi 3 hari saja, dirumah sudah ada anak kecil yang kalian bilang anak angkat kalian," ucap Oma.
"Nanti Oma akan mengerti," ucap Dave
"Maafkan aku Oma" ucap Yuline merasa tidak enak.
Oma mengangguk lalu pergi ke kamarnya.
"Kamu tenang saja, Oma tidak marah kepada kita, nanti aku akan bicara dengan Oma." ucap Dave menenangkan Yuline.
Yuline mengangguk lalu berjalan menuju kamar Dave.
Dave berjalan menuju kamar Oma nya, Dia mengetuk lalu masuk mendapati Oma nya sedang melihat rekaman CCTV dirumah 2 hari yang lalu.
Dave sudah menduga, apa yang sedang Oma lalukan. Sehingga dia berniat untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Oma.
lama bgt up nya, thor...
otw..
calon suami.... 🤭☺
Yuline kerrrreeeeeennnnnn!!!!!
Finally...
Author qu up....
kmn aj sih, Thor?
ada 3 bln ya gk nongol??
Ttp semangat &lanjut, Thor.... 😘💪
kpn up nya, thorrrrr????
kangen Ares dan yuline...... 😔😩
lama bgt up nya Thor qu...
sampek lupa ceritanya.. 😭
Benar kan?
Begitu lg kan??
ya sudah kl begitu...
Eksekusi, Yuline!!!!!
Lek.... Lek...
Sayang bgt tuh HaPe...
lg KrisMon gini apa apa mahal. loh, Lek...
😁🤣
Lanjut&semangat, Thor!! 😘💪
Selamat jalan, My Daughter
See U... 😘
Aqu setuju Yuline dgn Ares...
Walaupun Dave mencintai Yuline tp dia msh Gamon dr mantannya..
terlalu rumit fikiran si Dave....
wong Korea lg, Thor... 😆
Sakitnya tuh disini.......
tdk seindah yg dibayangkan