"lang, gua bakal ketemu pangeran gua ga ya?" senja kecil yang sedang menghirup udara segar di atas rumah rooftop nya itu pun bertanya ke teman masa kecilnya, langit.
langit tersenyum kecil menatap wajah imut senja, "di masa depan pasti lo bakal nemu pangeran yang baik sama lo" jawabnya.
"pengen deh punya pangeran, nanti gua bakal jadi putrinya" senja kecil tersenyum lebar sambil menatap indahnya pemandangan sore hari.
'semoga pangeran itu gua ya ja' batin langit.
cerita ini menceritakan kisah hidup seorang gadis bernama Senja Athera Adelard. perempuan yang sangat cantik nan baik hati, yang selalu berharap memiliki pangeran yang ia idamkan.
seorang senja yang dulunya memiliki enochlophobia atau phobia keramaian. yang sekarang sudah beranjak pulih sejak datangnya seorang laki-laki yang kini menjadi sahabat karibnya. "Sandhya tara langit"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kilazahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8
rooftop -
senja sedang menaiki tangga menuju rooftop dan mendengar alunan lagu yang baru kali ini dia dengar, terlebih lagi, melodi indah itu dimainkan dengan gitar.senjapun menghampiri asal suara tersebut dan menemukan seorang pria duduk di ayunan memblakanginya. Ia pun segera duduk di sebelah orang tersebut tanpa bicara apa apa dan mendengarkan melodi itu hingga akhir.
*👏👏senja bertepuk tangan dengan excited.
"keren bangettt ternyata pangeran ini ada talentanya juga yh"
diego tersenyum "kamu meremehkan saya?"
"hehehe, oiya, itu gitar dari mana?kayak udah lumayan lama"
"gatau,leo yang memberikannya,nama gitar ini, "flamenco guitar" gitar ini udah ada sejak zaman saya.udah lama banget sepertinya tidak main alat musik lagi"
senja mendengarkannya dengan saksama.
"pinter banget udah mulai bisa ngubah kata-katanya"
"saya mudah ber-adaptasi"
"siapppp,ayo var turun kebawah"
"kamu ngomong sama siapa?"
"sama lo lah,siapa lagi manusia di sini?"
"terus var itu.."
"namalo ada alvaronya kan? Biar enak aja manggilnya varo.hehe boleh kan?"
"ooh, oke"
*merekapun turun bersama
"laper gak?"
"lapar"
"mau masak apa beli di luar?"
"masak saja, malas keluar"
"oke" senjapun turun dengan cepat mendahului diego.
"pelan pelan nanti jatuh" ucap diego lalu segera menyusul senja
-dapur-
"hmm masak apa ya"
"apa saja yang penting enak"
"tau korea selatan gak?"
"tau"
"oke! Kita masak masakan khas korsel!!"antusias senja
"okee"
*senja mengambil baskom dan menyediakan alat alat dapurnya setelah siap semua,ia pun mulai memasak semua adonan.
"mau ikut masakk"
"nih" ucap senja sambil memberikan baskomnya ke diego
Merekapun asyik masak bersama.
"ini gimana caranya?"
"pencet ini dulu buat timbangannya ke 0,terus lu taro baskomnya ke atas sini,terus masukin tepung-tepung ini."
"ooh gituu"
"udah nih terus gimana?"tanya diego.
"tuang airnya terus aduk"
"aduk?"
"hadehh gini lohh"ucap senja sambil mempraktekannya.
"ooh oke oke,nih bener kayak gini?"
"iya"balas senja setelah itu ia fokus kembali ke kerjaannya.
Tiba tiba diego mencolek pipi senja dengan adonan tepung basah.
"IHH APAAN SIH" teriak senja sambil membalas mencolekkan tepung ke wajah diego.merekapun kejar kejaran untuk saling membalas.
"udah ah capekkk nanti makanannya ga jadi jadi" ucap senja mengalah lalu berjalan kembali ke dapur.
*diego hanya terkekeh,ia merasa ini pengalaman yang sangat mengasyikan sudahlama ia tidak menjahili wanita, terakhir kali saat ia sedang membuat kue dengan violet.
mereka berdua pun kembali ke dapur dengan keadaan wajah penuh colekan tepung.
"cuci muka dulu, baru lanjut" ucap senja
"males ah" jawab diego
senja langsung nengok ke arah diego sambil melotot "hm???belajar dari mana lo ngomong gitu?"
"emang gaboleh?"
senja membuang nafasnya lalu tersenyum "tidak apa apa pangeran, apa yang anda lakukan itu hak anda"
diego pun membalas senyumannya "good"
"pangeran pangeran palalo pangeran jaman sekarang masih ngaku ngaku pangeran hih" gumam senja kesal.
"kamu ngomong sesuatu?"
"hah? Engga"
"oke"
Merekapun lanjut memasak dan menghidangkan makanannya di meja makan.
langit dan leo baru keluar kamar karna dari pagi asyik main game online.
"udah puas mainnya??main game doang ampe ber-jam jam."
"hehehe,udah pegel ni tangan"jawab langit
"udah kebas anjir tangan gua"sahut leo
"anjir apa?" tanya diego tiba tiba
semua orang hanya geleng geleng kepala
"engga kok bukan apa-apa." jawab senja
*merekapun makan bersama
"kalian mau sampe kapan tinggal disini?"
"sampe ortu lo kesini" jawab langit
"hm, bener" jawab leo
diego hanya mengangguk anggukan kepalanya.dan senjapun menghembuskan nafasnya kasar.baru 2 hari saja dia sudah terasa capeknya ngurus 3 laki laki ini.belum lagi langit dan leo yang terus bertengkar.
"abis makan siap siap kita keluar" ucap langit
"kemana?"
"beli bahan makanan."
"kesupermarket? Abistu kemana?" -senja
"supermarket aja, balik balik pasti sore.kalo mau keluar besok aja sekalian abis kelas." -langit
merekapun membereskan meja makan. Senja dan langit membereskan piring setelah makan.
"di luar panas,pake pakaian yang nyaman aja"
"he'em"
...****************...