Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Tujuh Altar

Penguasa Tujuh Altar

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain / Roh Supernatural / Barat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Calvin Leonardo

Sebuah benua yang besar bernama Eldoria yang merupakan tempat bagi hidupnya manusia, elf, binatang, dan lain sebagainya. Adanya bahaya yang mengancam, manusia melindungi tempat tinggal mereka, dan para petinggi negara melindungi kerajaan dan raja mereka.

Namun, terjadi sebuah fenomena berupa retakan pada langit-langit pada suatu wilayah di Eldoria, yang menyebabkan munculnya energi magis yang begitu jahat berkeliaran menutupi dunia tersebut. Seorang pahlawan yang muncul puluhan tahun lalu dengan kekuatan supernatural bernama 'Kinesis' datang menghadapi ancaman tersebut dan berhasil mengalahkannya. Akan tetapi, ia harus tewas dan dikenang sebagai pahlawan yang melindungi dunia.

Hingga pada akhirnya, kekuatan yang disebut 'Kinesis' tersebut terbelah menjadi beberapa bagian seperti Kinesis Elemen dan Kinesis Manipulasi. Perang dengan para monster tak akan habis. Lantas, siapakah yang akan mengatasi ancaman yang akan datang tanpa adanya pahlawan seperti sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calvin Leonardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

- Kekuatan Mutlak

...Valeria Region Arc (Arc Wilayah Valeria) - Bab 8...

...‿︵‿︵‿︵‿︵‿︵‿︵...

"Kau benar sekali, ini sangatlah mudah, sampai-sampai separuh kekuatanku saja tak habis untuk mengalahkan mu" ucap orang itu.

"Gawat, aku merasakan energi yang lebih besar pada tangan kanannya... Aku harus waspada!...

"Nah. Sekarang, giliranku untuk menyerang balik".

...----------------...

Di desa Valeria, seluruh warga desa merasa sudah aman karena gempa yang sebelumnya telah hilang.

Fergus dan Nyla berpikir bahwa pertarungan yang terjadi di balik bukit Valeria sudah berakhir, karena mereka berdua tak bisa menggunakan sensor energi magis.

Keberadaan Seraphina belum diketahui, dan Aric yang belum sadarkan diri sampai berjam-jam membuat mereka khawatir karena merasa bersalah terhadap ibunya Aric.

...

Sementara di kota terjadi kegaduhan dari pusat keamanan kota karena beberapa dari 10 kesatria yang mereka kerahkan mati begitu saja di hadapan anak kecil, atau Raline.

"Ah, aku masih belum tau siapa kesatria yang memiliki energi magis besar yang melawan sosok tersebut" ucap Draven.

"Apa jangan-jangan, dia...". "Tidak mungkin, mengapa juga dia repot-repot turun tangan untuk urusan ancaman level negara begini...".

"Tuan Draven! Kami merasakan adanya energi magis yang muncul di balik bukit tersebut!" teriak seorang kesatria.

"Apakah berasal dari kelompok kesatria?!".

"Tidak, ini berasal dari kesatria yang tengah menghadapi sosok pertama di bawah atau di balik bukit!".

"Ketahui lebih dalam! Dapatkan informasi mengenai identitas kesatria tersebut!!".

"Baik!...

...

"Apa-apaan ini!! Dunia yang ku ciptakan atas kekuatan kegelapan milikku sendiri, bagaimana kau tetap bisa mengeluarkan kekuatanmu?!" tanya Si Penyihir kepada orang itu.

Orang itu mengeluarkan sebuah pedang yang begitu lurus dan tajam. Setiap sayatan yang diberikan pedang tersebut jika mengenai target, maka akan mengurangi energi magis milik mereka tergantung seberapa kuat pedang diayunkan oleh si pengguna.

Kekuatan ini memiliki taruhan nyawa. Karena penggunaan energi magis yang sangat boros, apabila musuh yang dilawan tidak segera dihabisi menggunakan pedang ini, maka si pengguna akan mati kehabisan energi magis.

"Sewaktu aku kecil, ayahku bilang untuk jangan pernah menggunakan pedang ini di masa depan, karena pedang ini sangat berbahaya apabila tidak digunakan hati-hati".

"Karena jika aku kebablasan menggunakannya, aku akan mati oleh kekuatanku sendiri karena pedang ini menyerap banyak sekali energi magis milikku".

"Berarti yang artinya... Kau sudah siap mati oleh kekuatanmu sendiri?! Karena pedangmu itu tidak akan bisa mengenai ku di dalam dunia milikku yang bersifat mutlak ini!..." ancam si Penyihir.

"Begitukah? Kalau begitu-".

*Sfx: Sing!...

"A-apa ini? Pedangnya tidak mengenai ku... Apa yang ia tebas? Kenapa energi magis milikku berkurang?..." panik si Penyihir.

"Hahaha! Sepertinya dunia milikmu ini memiliki kekurangan yang begitu besar! Lihatlah! Aku awalnya hanya ingin menebas dunia ini berkali-kali sampai hancur, tapi ternyata energi magis milikmu juga ikut terkuras!".

"Disini sangat gelap, jadi ayo mari keluar dari sini. Aku juga ingin melihat pemandangan Valeria. Sekali tebasan dengan... Kekuatan penuh!!!!!!".

"Tidaakkkk!!.....

...

Akibat tebasan dari orang itu, membuat dunia yang diciptakan si Penyihir hancur seketika, dan saat itu juga mereka kembali ke dunia asalnya, di wilayah valeria tempat mereka bertarung.

"Dasar kau... Beraninya menghancurkan dunia yang ku ciptakan sendiri... Butuh bertahun-tahun untuk menciptakannya dengan energi magis yang sudah tak terhitung berapa jumlahnya!!".

"Maaf, tapi duniamu sangat gelap. Jika saja kau menambahkan beberapa pemandangan seperti Valeria ini, mungkin aku akan berpikir 2 kali untuk menghancurkannya, ups..".

"Jangan meremehkan ku!!! Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini hidup-hidup! Rasakan ini-".

"Tu-tuan Draven... Lihat langit di sana...

"Fergus... Langitnya... Tiba-tiba menjadi mendung...

Si Penyihir mengeluarkan kekuatannya yang lain, yaitu 'Nether Storm', yang diartikan sebagai badai kegelapan.

Seluruh langit di sekitar Penyihir akan menjadi seperti ini. Langit tersebut menyerap seluruh energi magis yang ada di wilayah tertentu, kemudian energi magis tersebut disalurkan ke dalam tubuh si Penyihir.

"Sungguh kekuatan yang mengerikan, tak heran kenapa kau dijuluki salah satu dari 7 Penyihir terkuat" ucap orang itu.

"Aku tak butuh pujian darimu, aku akan membunuhmu disini!".

"Silahkan saja. Ayo!".

...

Dampak dari serangan yang diberikan oleh mereka berdua menyebabkan bukit Valeria semakin hancur, dan tanah-tanah di sekitarnya retak dan terbelah menjadi dua-.

*: Sing!!...

"AAAGH!!... Sial, karena terlalu fokus padanya, aku sampai lupa dengan pedangnya itu...".

"Bagus, dengan begini kekuatan yang ia keluarkan akan mengecil daripada sebelumnya" ucap orang itu.

Di desa Elmbrook, sekitar beberapa mil dari desa Valeria, terlihat Kael yang sudah mengumpulkan seluruh warga desa untuk di evakuasi apabila dampak yang disebabkan oleh pertarungan tersebut sampai ke sana.

"Pertarungannya belum berakhir sampai sekarang... Sungguh mengerikan orang itu".

"Dari kejauhan aku bisa melihat langit-langit di sana menjadi mendung dan penuh badai kegelapan. Serta perbukitan Valeria yang semakin hancur karena benturan serangannya".

"Aku penasaran bagaimana kabar bocah itu...".

...

Di atas bukit Valeria, Raline telah menghabisi 8 dari 10 kesatria, sedangkan 2 lainnya berhasil kabur dan kembali ke kota.

Terlihat Raline sangat panik karena pijakannya saat ini di atas bukit menjadi longsor karena pertarungan Si Penyihir.

"Aku harus segera pergi dari sini! Jika saja aku tidak mendapat kekuatan gelap dari Penyihir itu, aku pasti akan mati karena hawa gelap nya saja".

"Hisap lah! Hisap lah lebih banyak energi magis ke dalam diriku! Langit ini telah berpihak kepadaku! Pedang yang kau gunakan tidak akan ada artinya!".

"Inilah kekuatan mutlak milikku!..." teriak Si Penyihir melepaskan hawa gelap yang mengguncang keadaan sekitar.

"Sebenarnya pedang ini tak ingin melukai wanita sepertimu, tapi karena keadaan. Ya sudahlah... Aku akan mengakhiri ini disini..." ucap orang itu.

Tekanan energi magis yang digunakan orang itu berpusat pada kaki, dan dalam sekejap, ia muncul di depan Si Penyihir dan menebas jantungnya hingga menembus badannya.

Si Penyihir tak kuasa menahan sakit. Karena luka fatal di jantung, ia sangat sulit untuk beregenerasi.

Orang itu pun kembali dengan kecepatan di luar nalar menyerang Si Penyihir bertubi-tubi. Si Penyihir tak mampu mengikuti kecepatan milik orang itu yang sekarang.

"Sial, apa-apaan pergerakan ini... Aku sama sekali tak melihat bayangannya-".

Orang itu berdiri tanpa suara di samping Penyihir, menghantamnya dengan sangat kuat menggunakan ganggang pedang miliknya.

Si Penyihir tak sempat berkata apa-apa, ia terpental dan terhempas ke perbukitan Valeria, menyebabkan bukit tersebut longsor karena kecepatan benturannya.

"Lihatlah, awan-awan dan badai kegelapanmu perlahan mulai melemah karena terkena tebasan pedangku" ucap orang itu.

"Entah kenapa rasanya energi magis milikku terasa sangat sedikit... Mungkin ini karena aku memberikan setengah dari energi magis milikku kepada Raline" gumam Si Penyihir.

"Aku akan mengambilnya kembali, aku sudah tidak membutuhkannya lagi!".

Raline yang Mencoba menjauh dari Si Penyihir tiba-tiba energi kegelapan yang berada dalam dirinya terhisap keluar dan menuju kepada Si Penyihir tersebut.

Raline terjatuh dan terkapar di tanah, berteriak merintih kesakitan karena seluruh energi magis yang berada dalam tubuhnya tak tersisa setitik pun.

Si Penyihir yang sudah mendapatkan kembali setengah energi magis miliknya dari tubuh Raline, kini ia mengeluarkan tekanan yang menyebabkan tanah bergetar dan retak.

Tetapi, orang itu yang saat ini sudah menggunakan kecepatan tertingginya, dalam sekejap berada di depan Si Penyihir dan menggenggam kepalanya

"Sial, tidak mungkin. Bagaimana dia bisa...".

"Apa kau tahu? Berbicara soal kekuatan mutlak... Aku juga memiliki kekuatan yang seperti itu..." ucap orang itu.

"'Deadly Calm Lake!'".

Sekejap mereka berdua berada di tengah-tengah danau yang amat luas dan tak memiliki ujung. Si Penyihir merasa bahwa ini hanyalah sekedar ilusi.

"Haha! Ilusi seperti ini tak akan mampu mengalahkan dunia kegelapan milikku! Jurus rendahan!" ucap Si Penyihir.

"Maaf? Ini bukan ilusi, ini semua memang nyata, seluruh air ini berada dalan kemampuanku dan sudah diracuni beberapa tahun lalu. Aku akan mengakhiri mu disini!" jawab orang itu.

Orang itu menunjuk Si Penyihir dengan jarinya, dan seketika sebuah serangan semacam laser air menusuknya dari belakang dan mengeluarkan banyak darah.

Selanjutnya, dia mengayunkan tangannya dari atas, dan sebuah tangan yang terbuat dari air danau tersebut menghantam Si Penyihir ke dalam danau yang kemudian menariknya sampai bawah hingga tak bisa naik ke permukaan.

"Kekuatan gila macam apa ini!!! Bagaimana mungkin, AKU KALAH DISINI...".

Sebuah serangan dari Si Penyihir mengeluarkan domain area miliknya dan seluruh danau dipenuhi dengan kegelapan.

"Rasakan lah! Kesakitan dari kekuatanmu sendiri!-".

Tapi tak berselang lama, semua kegelapan itu lenyap ketika orang itu menggunakan serangan tercepatnya dari air yang mengikat Si Penyihir dan menusuknya berkali-kali.

"Ti-tidak... Aku, kalah...??!".

"Salam kenal. Ini adalah kekuatan mutlak milikku. Kekuatan mutlak yang kau gunakan sepertinya tak ada apa-apanya dibanding kekuatan milikku".

Mereka berdua seketika berada di dunia asli lagi, dan melihat Si Penyihir yang sudah kehabisan energi magisnya, ia pun berencana membunuhnya langsung disini.

"Kau tahu? Demi membalaskan dendam dari para keluarga yang kesatrianya kau bunuh... Aku sepertinya diperintahkan untuk membunuhmu disini... Maaf".

"La-lain kali saja... Kau tak akan bisa membunuhku disini-".

"Gawat, dia akan kabur dengan bayangannya-" orang itu melangkahkan kakinya dan tiba di depan Si Penyihir. Tapi ia berhasil kabur dengan sisa-sisa bayangan yang dimilikinya.

...

"Yah. Mungkin lain kali saja, aku akan bertemu lagi denganmu, Penyihir".

"Dia bukanlah kesatria biasa... Awas saja... Tunggu kedatanganku kembali dan rasakan kekuatan sesungguhnya dari Penyihir!..." ucap Si Penyihir di dalam bayang-bayang pepohonan.

"Gara-gara diriku, seluruh bukit disini menjadi hancur lebur, dan kondisi tanah dan pepohonan nya retak parah hingga sampai terjungkal karena kecepatan yang ku gunakan mengeluarkan tenaga yang besar dari kaki".

"Aku akan kembali ke kota...".

...

Di pusat keamanan kota. Semua para kesatria, Draven, serta penduduk kota sudah mengetahui bahwa orang itulah yang ternyata kesatria yang melawan sosok yang mereka anggap ancaman level negara tersebut.

"D-Draven, mengapa banyak sekali orang diluar... Dan kenapa semua kesatria berkumpul seperti ini...?" tanya orang itu terheran-heran.

"M-maaf. Aku gegabah... Aku membuat 8 dari 10 kesatria yang ku tugaskan untuk melihat kondisi di bukit Valeria mati..." jawab Draven dengan cemas.

"Ka-kami tidak tahu, kalau ternyata kesatria yang dimaksud itu kau... Jadinya kami berpikir tak perlu juga mengirim para kesatria yang lemah untuk membantu menangani ancaman level negara tersebut seorang diri".

"Loh? Level negara? Sensor energi magis milikku saja mengatakan kalau yang ku lawan itu ancaman level dunia" jawab orang itu".

"A-APA?!! L-LEVEL DUNIA... YANG BERARTI ANAK KECIL ITU JUGA...".

"Morgana, Sang Penyihir kegelapan, salah satu dari 7 Penyihir terkuat di dunia..." ucap orang itu kembali.

Sontak semua orang yang berada di pusat keamanan terkejut dan tak percaya bahwa ia melawan Sang Penyihir kegelapan seorang diri.

Orang-orang di sana berpikir, dia mungkin kesatria tingkat tinggi dengan level benua. Tapi sungguh tak masuk akal dia mengalahkan seorang Penyihir terkuat begitu saja.

"Kenapa ekspresi kalian seperti itu? Seolah tak pernah mendengar kesatria melawan musuh yang lebih kuat darinya" tanya orang itu.

"Maafkan kami... Kami hanya terkejut ketika mengetahui bahwa musuh yang kau lawan itu salah satu dari 7 Penyihir. Sial! Kuatnya kesatria yang satu ini bukan main..".

"Itu hal biasa. Ketahuilah... Puluhan tahun lalu, ada seorang kesatria yang disebut-sebut mengalahkan 4 dari 7 Penyihir terkuat di dunia!..." ucap orang itu dengan tatapan tajam.

Memikirkan siapa kesatria yang mengalahkan 4 kesatria dalam satu pertarungan sekaligus membuat kepalanya pusing. Hingga akhirnya dia mencoba sendiri untuk melawan salah satu dari mereka dan itu sangat melelahkan.

•❅──────✧❅✦❅✧──────❅•

1
Wisnu Aji
nama dunianya sama kak😅 aku baru mulai buat kemarin
Wisnu Aji: mungkin mc kita cuma beda benua kak/Facepalm/
total 2 replies
IRINA SHINING STAR
kakak..aku mampir, semangat terus ya kak buat novel nya🙏☺️
Pena Fantasy: okey kak, jgn lupa, ya makasih udh mampir kak 😇
total 3 replies
IაႸ
setelah kata "16 tahun" dan "Valeria" ganti titik bang
Pena Fantasy: wokey, sip, makasih masukannya
total 1 replies
Kim Jinny
sampe sini dulu kak nanti aku lanjut lagi
Pena Fantasy: oke kak
total 1 replies
Kim Jinny
sangking antengnya baca ini sampe bingung mau komen apa aku😩
Kim Jinny
kuat banget ya si penyihir ini😟
Kim Jinny
ayo semangat kamu pasti bisa
Kim Jinny
aku kasih 1 iklan untukmu ya thor
Pena Fantasy: okey, makasih ya :)🙏🏻
total 1 replies
Kim Jinny
siapa ya kira² sosok bayangan itu
Pena Fantasy: makasih udah mau mampir ya kak🤗
author berharap lebih ke kkanya agar mau baca smpe bab terakhir kali author update :)
karena sedari dulu blum ada reader yg baca sampai terakhir kali author update, banyak yang stuck di 15an :)🙏🏻
total 2 replies
Anak Tengah
Raline beraninya kamu menjadi org jahat..ngk takut berdosa iya
Anak Tengah
Eric..catat baik baik nama orang baik ini.Ayah Fergus
Pena Fantasy: kok kamu tiba tiba ngilang...?
total 1 replies
Anak Tengah
Aric..luar biasa memiliki rasa syukur
Anak Tengah
Berpetualangan seru iya
Anak Tengah
terima kasih untuk penjelasannya..lanjut
Kita_Yama
tapi ibunya?asih ada kan?
Pena Fantasy: ibunya masih ada
total 1 replies
Kita_Yama
ga kebanyakan tuh sampe 10 bab prolognya?
Pena Fantasy: hehe, kupikir itu juga kebanyakan kak😁, tapi sebagai gantinya, 10 bab prolog itu udh mencakup garis besar ceritanya yang bakal dibahas kedepannya, terutama soal penyihir kegelapan dan kekuatan Aric😁
total 1 replies
ℕaᷡiᷧa᷿᷍℘
ksatria apa kesatria yang bener?? 🤔
Pena Fantasy: penulisan yang benar menurut KBBI itu kesatria ya kak🙏🏻, sedangkan Ksatria itu plesetan (bukan baku),
total 1 replies
ℕaᷡiᷧa᷿᷍℘
Aric!!!
ℕaᷡiᷧa᷿᷍℘
berak yg berakhir menjadi drama/Sob/
ℕaᷡiᷧa᷿᷍℘
haha, udah banyak saran buat dialog ternyata/Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!