Indonesia
NovelToon NovelToon
Hari Hari Bersama Mu

Hari Hari Bersama Mu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Indri03

Arum dan Ranum adalah kaka beradik yang berbeda kepribadian, Arum kaka yang sangat dewasa, alim dan disiplin sedangkan Ranum adalah adik yang tidak disiplin, semaunya dan kekanakan. Arum sangat tidak suka dengan pacar Ranum yang di nilai urakan, playboy dan semaunya seperti Ranum. Bagaimana jadinya jika karena doa Ranum yang sedang kesal karena selalu di kritik tentang pacarnya di kabulkan sehingga Arum yang idealis memiliki kekasih yang seperti kekasih Ranum urakan, playboy dan semaunya dan sebaliknya Ranum mendapatkan kekasih seperti pria idaman Arum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan pria idolaku

Setelah agak nyasar sedikit akhirnya aku sampai juga diperusahaan Mas Azam, putra pertama ibu Elisa. “ternyata perusahaan besar, tidak menyangka anak Ibu Elisa kerja di Perusahaan sebagus ini” gumam Ranum yang masih terkagum melihat perkantoran anak Ibu Elisa.

Aku beruntung ibu Elisa memang baik, mau repot-repot membantuku mencari perusahaan untuk penelitian skripsiku.

Setelah menanyakan arahan kepada resepsionis akhirnya Ranum sampai ke Lantai 7, ruangan anak Ibu Elisa.

“Selamat siang Bu,” sapaku pada wanita yang duduk di depan ruangan kira-kira seusia kak Arum “saya mau ketemu Mas Azam, eh Pak Azam,” sambungku kok jadi kelepasan manggil Mas padahalkan harus panggilan formil. Wanita itu tersenyum “Mbak siapa yah?” tanyanya.

“Saya Ranum, saya ada Janji dengan Pak Azam jam 11.00 siang ini,” sambungku, padahal aku datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, hanya bermodalkan wa ke ibu Elisa dan dikasih alamat perusahaan oleh ibu Elisa lewat wa yang mengatakan mas Azam ada waktu siang ini. “baiklah ditunggu yah mbak, silahkan duduk di ruang tunggu depan,” “baik terima kasih,” sahutku sambil tersenyum lega.

“Mbak Ranum dipersilahkan masuk oleh Pak Azam,” panggil wanita tadi “oh, baik terima kasih,”. Aku hendak mengetuk pintu, tiba-tiba saja pintu terbuka tepat saat aku mengetuk pintu tok jariku mulus mendarat ke dada sesorang. “oh maaf-maaf saya baru mau ketuk pintu,” jawabku gelagapan ups baru masuk sudah sial aku.

Laki-laki itu pasti mas Azam aku juga baru kali ini bertemu dia tersenyum ramah “tidak apa-apa kamu pasti Ranum, silahkan masuk,” sambutnya.

Aku memasuki ruangan yang lumayan besar, mas Azam mempersilahkan aku duduk. Aku menilai sekilas Mas Azam, dari ibu Elisa aku tahu usianya 28 tahun, wajahnya lumayan tampan, senyum manis dan ramah, suara berwibawa, sayang dandanannya kebapakan.

Kemeja dikancing rapi sampai atas leher, begitu juga dengan tangan yang tidak digulung,  celana panjang tersetrikan licin tanpa cela, sepatu hitam mengkilat, rambut tersisir rapi tidak pakai gel dan berdiri funky seperti mantan-mantan pacaku, dan ditangannya melingkar jam mewah. Menambah maskulin penampilannya.

Pasti dia laki-laki yang lurus seperti mbak Arum, bukan selera aku, padahal aku sudah membayangkan Mas Azam eksekutif muda yang gaul, kancing atas baju di buka separuh menampilkan sedikit bulu dadanya, rambut di gel berdiri, sepatu kerja yang funky, ada gelang perak ditangan selain Jam tangan. Kemeja tangan panjang digulung sampai siku, menampilkan bulu-bulu kasar di lengan bawah. Merokok diruang kerja sebelah kaki naik meja. Wow pasti keren abis.

“Baiklah Ranum apa yang mas bisa bantu untuk skripsi kamu? “tanyanya membuyarkan lamunanku

“Eehh, sebelumnya aku minta maaf karena sedikit menyita waktu mas, aku mengambil jurusan marketing sehingga aku mengambil judul tentang kepuasan konsumen, mungkin pertama-tama ada beberapa data yang aku minta ke mas, seperti company profil perusahaan, struktur organisasi, jenis produk yang dihasilkan, dan aku akan menyebar quisioner untuk mengetahu kepuasan konsumen terhadap produk perusahaan mas, apakah data-data tersebut bisa saya dapatkan mas?” tanyaku.

Mas Azam yang sejak tadi mendengarkan dengan serius menjawab “yah tentu saja bisa Ranum, kalau data-data itu sih tidak dipersulit kok untuk mengeluarkannya, tidak usah sungkan-sungkan minta bantuan yah, Mas pasti Bantu,” jawabnya tulus. “wah terima kasih Mas,” jawabku lega, ternyata dia sebaik bu Elisa.

1
Ryner
Serius thor, kamu mesti lebih cepat update. Agar aku nggak kehabisan tisu ☹️
indri Indri: baik baik. terima kasih kaka sudah mampir baca novel aku
total 1 replies
~abril(。・ω・。)ノ♡
Wah, karakter-karakter di cerita ini keren-keren abis. Aku suka banget! 👌
indri Indri: Hai kaka sayang, terima kasih sudah mampir baca novel aku, semoga suka, baca terus yah. salam kenal dari Author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!